Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ella Sakit
"Sayang, mas tidak ijinkan kamu sendiri di apartemen dengan kondisi ini."
Ella mengerti kekuatiran suaminya. Dia menuruti suaminya. Sekarang mereka sudah dalam perjalanan ke rumah mami dan papi. Semua orang begitu kaget melihat Ella di gendong oleh John.
"Sayang kamu kenapa??? Kenapa pucat sekali."
"Ella sedang hamil mi, namun kandungan Ella lemah sekali."
"John, Ella harus di rawat. Mukanya pucat sekali."
"Iya dek, cepat hubungi dokternya."
"Mami besok adek pendidikan setiap sore baru pulang. Aku takut Ella tidak ada yang jaga."
"Tugas mami dan papi menjaganya sayang. Percaya sama kami."
Selesai makan, kondisi Ella semakin tidak stabil suhu tubuhnya panas dan mukanya semakin pucat. John sudah menghubungi dokter Yason memberitahukan keadaan istrinya, maka Ella kembali di bawa ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit memang muka Ella sangat pucat. Setelah diberi tindakan pertolongan pertama, Ella di bawa ke ruangan VIP yang sudah di urus administrasinya oleh Jefry saudara kembar John. Karena John bersama kedua orangtuanya terus mendampingi Ella.
"Sayang....." John meneteskan air matanya melihat istrinya terbaring di ranjang rumah sakit dengan tangannya diberi infus. John tidak jauh dari istrinya diselalu berada di samping istrinya.
Yason begitu kaget melihat hasil pemeriksaan lengkap dari Ella. Dia tidak menyangka, bahwa janinnya Ella sedang bersaing dengan virus. Sampai malam Yason masih membaca hasil pemeriksaan Ella dan mempelajarinya. Cia tahu bahwa apa yang sedang Yason lakukan.
"Masih mau jadi pahlawan buat mantan kamu??"
Yason malas bertengkar dengan Cia. Pernikahannya selama delapan tahun, hanya seperti ini, namun yang Yason tidak habis berpikir kenapa Cia masih saja bertahan, Cia tahu sebenarnya bahwa hati dan cinta Yason hanya buat mantan pacarnya. Yason membereskan barang - barangnya dan membiarkan asistennya membawa, dia belum pulang namun kembali ke ruangan dimana Ella di rawat.
"Selamat malam???"
"Selamat malam dokter, bagaimana hasil pemeriksaan menantu saya dokter?"
Yason pun menjelaskan semuanya, tanpa disembunyikan. John meneteskan air matanya. Dia melihat istrinya tertidur pulas. John langsung mengambil keputusan untuk menyelamatkan Ella istrinya.
"Pilihan saya adalah Ella istriku. Selamatkan dia dokter saya memohon."
"Tetapi Ella perlu tahu pak??"
"Jangan, tolong saya biarkan ini mengalir seperti biasanya."
John memilih untuk menguret kandungan istrinya. Karena ada penyakit itu. John takut janinnya tidak kuat di makan virus dan bisa berbahaya bagi istrinya. Malam itu juga lewat infus Ella di beri obat untuk melepaskan janin yang baru beberapa hari.
Yason memilih tidur di ruangan dokter, sambil menunggu hasil dari reaksi obat. Semua keluarga sudah ada di ruang dimana Ella di rawat. John tidur seranjang dengan istrinya. Tiba - tiba Ella menangis. John menghubungi dokter Yason. Dan tidak lama Yason yang memang istirahat di rumah sakit sudah ada di ruangan Ella.
Langsung Ella dibawa diruangan tindakan untuk dibersihkan. Selesai semua bersih. Ella menangis dalam pelukan John suaminya.
"Mas......"
"Janin kita ini akan dijadikan sampel, agar langkah apa yang harus kita lakukan sayang. Ingat kamu tidak sendiri ada mas yang sudah terikat janji kepada Tuhan dan orangtua untuk menjaga dan bersama dengan mu sampai selama - lamanya."
Betul setelah janin keluar suhu tubuh Ella mulai turun panasnya. Malam ini sudah dua kali John di bantu mami menganti baju istrinya.
"Kamu keracunan sayang, makanya suhu tubuh kamu panas."
"Janin kita bersaing dengan racun ya mas."
"Iya sayang. Maafkan mas ,mengambil keputusan ini, meskipun berat mas tidak mau kehilangan kamu."
"Terima kasih, mas mau mengerti adek. Tetapi???!!!"
"Kita masih muda sayang, kita menunggu waktu Tuhan saja, karena itu yang terbaik. Sekarang kamu akan pulihkan kandungan mu dahulu."
Ella kembali memeluk suaminya dan langsung dipeluk oleh kedua mertuanya, kakak dan adik iparnya. Ella merasakan kasih sayang yang tulus baginya dari keluarga ini.
Sudah seminggu John sibuk dengan sekolahnya. Setiap sore dia akan pulang. Mereka masih tinggal di rumah kedua orangtua. Karena Ella seminggu ini diberi ijin.
"Selamat sore sayang." John tersenyum karena dia pulang belajar di sambut oleh istrinya.John langsung memeluk dan mencium Ella.
"I love you more sayang."
"Love you too sayang."
"Banyak ngak???"
"Banyak baget."
"Bagaimana keadaan istriku hari ini??"
"Baik mas. Aku dirawat dengan cinta oleh suami, mertua serta kakak dan adikku." John tersenyum. Dia bahagia melihat istrinya tersenyum. Ella langsung mempersiapkan cemilan sore beserta teh buat suaminya juga mertuanya. Dan membawa ke meja yang ada di teras samping.
"Selamat sore semua." Jefry pulang kerja.
"Kak aku buatkan teh mau??"
"Boleh deh, adek iparku. Terima kasih."
Selesai mandi kami semua duduk di teras belakang bercerita sampai tidak sengaja Jefry menyebutkan bahwa dia mau melamar Kamila di Bali. Jelas saya dan John tidak bisa pergi karena dia masih sekolah.
"Sori ya pas kamu lagi sekolah, aku di kasih batas waktu???"
"Kamila??? Memberi batas waktu???? Dasar !!!!"
Ella yang kangen dengan keputusan sahabatnya langsung menelepon. Memarahi tentang batas waktu itu.
"Kalau ngak begitu iparmu itu ngak maju - maju??? Dia tetap di tempat, kapan dong aku menikah???"
Ella hanya bisa tertawa melihat tingkah sahabatnya itu. Ella sudah meminta agar pernikahan sahabat dengan iparnya empat bulan lagi menunggu suaminya selesai sekolah, karena dia mau menjadi saksi hidup pernikahan sahabatnya ini.