NovelToon NovelToon
Dua Hati Mencintai

Dua Hati Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Cinta tidak pernah salah.
Yang salah… hanya waktunya.
Zara mencintai Kenzy dengan cara yang tenang.
Seperti rumah yang selalu menunggu untuk ditinggali.
Seperti doa yang diucapkan pelan setiap malam.
Ia tidak pernah menuntut masa lalu Kenzy.
Ia hanya ingin menjadi masa depan yang dipilihnya.
Namun takdir tidak pernah sesederhana itu.
Karena sebelum Zara… ada Eve.
Perempuan yang pernah menjadi dunia Kenzy.
Yang mencintainya ketika hidup belum dipenuhi luka.
Yang menggenggam tangannya sebelum badai menghancurkan segalanya.
Eve tidak pergi karena tidak mencintai.
Ia pergi karena mencintai terlalu dalam.
Dan ketika ia kembali,
Ia tidak datang untuk merebut.
Ia hanya datang dengan hati yang belum selesai.
Kenzy berdiri di antara dua perempuan yang sama-sama mencintainya dengan cara yang berbeda.
Satu adalah masa lalu yang penuh pengorbanan.
Satu adalah masa kini yang penuh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 3

Tiga Tahun Kemudian

Tiga tahun cukup untuk mengubah banyak hal.

Brand kecil bisa menjadi besar.

Orang asing bisa menjadi pasangan.

Dan mimpi yang dulu terdengar nekat bisa menjadi nyata.

Caliandra Boutique kini bukan lagi butik kecil dengan pelanggan terbatas. Namanya mulai dikenal di berbagai kota besar. Koleksinya tampil di beberapa fashion show nasional, bahkan mendapat liputan media.

Dan di salah satu sore yang hangat di Jakarta, Cali resmi menjadi istri Arka.

Pernikahan itu berlangsung sederhana namun elegan. Tidak berlebihan, tidak dipenuhi sorotan yang melelahkan. Kenzy berdiri di antara para tamu undangan, mengenakan setelan gelap yang selalu membuatnya tampak terlalu tenang untuk suasana bahagia.

Cali menghampirinya setelah acara akad selesai.

“Terimakasih Kenzy…..”

“It’s oke Cali.”

Cali tersenyum. “Tanpa kamu, brand ini nggak akan sejauh ini.”

Ken menggeleng pelan. “Tanpa kamu, brand itu nggak akan pernah ada.”

Mereka tidak pernah menjadi lebih dari rekan profesional. Tidak ada cinta yang tertinggal. Tidak ada rasa yang perlu diselesaikan. Hanya dua orang ambisius yang pernah berjalan berdampingan dalam fase penting hidup masing-masing.

Dan kini, jalan mereka benar-benar berbeda.

Malam itu, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, Kenzy merasa satu bab telah selesai.

Dan bab berikutnya menunggunya.

Bandung menjadi saksi awal perjuangannya. Kota itu memberinya ruang untuk gagal tanpa terlalu banyak mata mengawasi. Di sana, ia membangun perusahaannya pelan-pelan, dari empat orang menjadi lebih dari tiga puluh karyawan.

Namanya mulai diperhitungkan.

Tanpa embel-embel Maheswara.

Tapi Jakarta adalah medan yang berbeda.

Jakarta adalah pusat keputusan.

Pusat kekuasaan.

Pusat ambisi.

Dan Ken tahu, jika ia ingin naik satu tingkat lagi, ia harus pindah.

“Kamu yakin?” tanya salah satu partnernya saat rapat terakhir di kantor Bandung.

“Ya,” jawab Ken singkat. “Kita buka kantor pusat di Jakarta. Tim inti ikut saya. Sisanya tetap di sini.”

"saya akan menggabungkan dengan perusahaan Maheswara."

Keputusan itu bukan emosi. Sudah ia hitung dengan matang.

Tiga bulan kemudian, papan nama baru terpasang di gedung Maheswara Corp.

Direktur Utama.

Kenzy Maheswara

Dan untuk pertama kalinya sejak ia menolak warisan keluarga, Kenzy Maheswara kembali tinggal di Jakarta.

Bukan di mansion keluarga.

Ia memilih apartemen modern tak jauh dari kantornya.

Namun tak jarang ia masih pulang ke mansion kakeknya, rumah maheswara.

Jonathan Maheswara kini semakin jarang muncul di media. Usia mulai memperlambat langkahnya, meski pikirannya tetap tajam seperti biasa.

“Kau kembali,” ujar Jonathan suatu malam saat Ken datang berkunjung.

“Hanya pindah kantor.”

Jonathan tersenyum tipis. “Tetap saja kembali.”

Rumah besar itu masih sama. Sunyi, rapi, berwibawa.

Namun ada sesuatu yang berbeda.

Kakeknya tampak… lebih ringan.

Tidak setegang biasanya. Tidak sedingin dulu.

Beberapa kali Ken mendapati Jonathan bersiap keluar rumah menjelang sore.

“Rapat?” tanya Ken suatu hari.

“Jalan-Jalan sore dong…biar sehat.”

“Dengan mobil?”

Jonathan menggeleng. “Cuma jalan santai saja, menikmati matahari tebenam.”

Ken mengernyitkan dahi. “Awas rematik.”

“Cucu kurang ajar menyumpahi kakeknya rematik.”

Ken tertawa sambil meninggalkan kakeknya menuju kamarnya di lantai 2.

“Hati-hati kakek ku sayang.”

Lalu Tuan Jonathan pergi untuk jalan santai di sore hari.

Di area kakek berjalan sehat setiap sore,

 ada seorang gadis yang setiap hari berjalan kaki melewati bangku taman tua.

Dan di bangku itu, seorang pria tua yang seharusnya duduk di ruang direksi perusahaan besar, justru sengaja memperlambat langkahnya.

Jakarta mempertemukan banyak orang.

Sebagian karena ambisi.

Sebagian karena kebetulan.

Dan sebagian lagi…

Karena takdir punya selera humor yang aneh.

Kenzy Maheswara belum tahu bahwa kepulangannya ke kota ini bukan hanya tentang bisnis.

Bukan hanya tentang pembuktian.

Melainkan tentang pertemuan yang akan mengguncang prinsip hidupnya yang paling kokoh.

Untuk saat ini,

Ia hanya fokus pada satu hal.

Menjadikan namanya berdiri sejajar, bukan di bawah bayangan siapa pun.

Tanpa sadar, seseorang telah lebih dulu mengenal sisi lain dari keluarga Maheswara.

Seseorang yang tidak peduli pada nama besar.

Hanya peduli pada seorang kakek yang lupa membawa dompet.

Dan pertemuan pertama itu… tinggal menunggu waktu.

1
Azahra Wicaksono
🤣🤣😄
Retno Isusiloningtyas
jodoh Ken ore nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!