Semoga kalian suka ya.
Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.
Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.
Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perlawanan
Setelah beberapa jam bertemu dengan klannya, suasana di Kampung Belang Kemarau mulai sedikit hangat.
Warga yang awalnya waspada kini mulai menerima keberadaan Naomi dan Liam, terutama setelah mendengar bahwa putri mereka yang hilang telah kembali.
Meskipun masih dalam proses mengingat semua hal tentang masa lalunya.
Di dalam rumah kayu besar pemimpin klan, api unggun menyala hangat di tengah ruangan.
Pemimpin klan bernama Bara ialah sosok Beast berusia lanjut dengan belang keperakan di tubuhnya – duduk menghadap Naomi dan Liam, sambil menatap peta kulit hewan yang menyebar di atas meja.
Bara menggeser jempolnya ke arah titik merah di peta
Bara: "Lihat sini, anak-anak. Lima hari yang lalu, Awan Gelap menyambar wilayah Lembah Pasir Hangat di sebelah timur kampung kita. Tanah yang dulu subur kini hanya tinggal pasir yang panas dan penuh energi gelap. Hewan-hewan liar yang biasanya jinak, kini jadi sangat agresif."
Naomi: "Saya merasa ada hubungan antara tempat itu dan kenapa saya terluka di tepi desa Liam dulu."
Bara: "Kita sudah kirim tiga kelompok petarung untuk membersihkannya, tapi tidak berhasil. Energi gelap itu berbeda – ia tidak hanya menyerang tubuh, tapi juga pikiran kita, membuat kita mudah marah dan kehilangan kendali."
Liam: "Saya bisa merasakan jenis energi seperti itu. Ia menjepit Aliran Alam yang ada di sekitarnya, membuat semua makhluk tidak bisa menerima energi positif dari alam."
Bara: "Kamu bilang kamu bisa melihat dan mengendalikan Aliran Alam?"
Liam: "Hanya sedikit. Tapi jika ada cara untuk mengajarkan hal itu kepada beberapa anggota klan yang mau belajar, kita bisa bekerja sama lebih efektif."
Bara: "Itu ide bagus! Aku akan pilih tiga orang petarung terbaik kita untuk belajar padamu. Sementara itu, Naomi, kamu perlu pulihkan kekuatanmu dan ingat teknik khusus klan kita untuk mengendalikan api."
Seorang Beast muda bernama Kenta masuk dengan tatapan penuh semangat
Kenta: "Pemimpin! Kami sudah siap kapan saja untuk membantu membersihkan Lembah Pasir Hangat!"
Bara: "Tenang saja, Kenta. Kita akan bergerak besok pagi. Sekarang istirahatlah dan siapkan segala sesuatunya."
–Keesokan Paginya–
Liam mulai mengajarkan dasar-dasar melihat Aliran Alam kepada tiga petarung Beast yang dipilih.
Di bawah pepohonan besar di tengah kampung, ia menunjukkan bagaimana cara merasakan getaran energi di tanah, mengikuti alirannya, dan sedikit demi sedikit membantu menyelaraskannya.
Liam: "Jangan coba untuk memaksanya. Biarkan energi itu datang padamu dengan sendirinya. Rasakan saja setiap hembusan angin, setiap getaran tanah di bawah kakimu."
Petarung 1: "Sulit sekali, Tuan Liam. Rasanya seperti ada sesuatu yang menghalangi saya merasakannya."
Liam: "Itu adalah energi gelap yang masih tersisa di udara. Tetap tenang dan fokus pada hal-hal positif di sekitar kamu – pohon yang tumbuh, air yang mengalir, hangatnya sinar matahari."
Naomi yang sedang berlatih teknik api di sisi lain mendekat dengan senyum.
Naomi: "Lihat, mereka sudah mulai bisa merasakannya kan?"
Liam: "Ya. Seperti yang kubilang, setiap orang punya kemampuan untuk terhubung dengan alam, hanya saja cara nya berbeda."
Naomi: "Saya juga mulai mengingat tekniknya – bagaimana cara menggabungkan kekuatan fisik kita dengan energi api yang ada di alam."
–Malam Harinya–
Sebelum mereka berangkat ke Lembah Pasir Hangat keesokan harinya, Bara memanggil Naomi dan Liam ke dalam rumahnya lagi.
Dia membawa sebuah kotak kayu tua yang terlihat sangat berharga, dengan ukiran simbol cakar di atasnya.
Bara membuka kotaknya perlahan, mengungkapkan sepasang sarung tinju besar dengan aksen besi berlian yang berkilau
Bara: "Ini adalah Sarung Tinju Besi Berlian – pusaka klan kita yang dulu diberikan kepada ayahmu saat dia menjadi pemimpin. Ia hanya bisa digunakan oleh orang yang punya darah pemimpin klan."
Naomi mengangkat sarung tinjunya dengan hati-hati, tangan sedikit gemetar. Saat kulitnya menyentuh besi berlian, kilatan api merah muda muncul di permukaannya
Naomi: "Rasanya... seperti aku mengenalnya. Seolah dia sudah menunggu ku mengambilnya sejak lama."
Bara: "Ini adalah bukti bahwa kamu memang putri kita yang sah, Naomi. Gunakanlah untuk melindungi klan dan semua yang kamu cintai."
Naomi melihat ke arah Liam, yang berdiri diam di sebelahnya
Naomi: "Liam... katakan padaku, kamu akan selalu ada di sisiku kan?"
Liam: "Selama kamu membutuhkanku. Kita adalah teman sejati sekarang, bukan?"
Naomi: "Teman sejati..." dia tersenyum lembut, lalu mengenakan salah satu sarung tinju "Baiklah. Besok kita akan menunjukkan pada Awan Gelap bahwa Klan Belang Kemarau tidak akan menyerah begitu saja!"
Liam: "Bersama-sama kita akan membersihkan energi gelap itu. Dan saya yakin, ini adalah langkah pertama untuk menghentikan seluruhnya."
Keesokan pagi, kelompok yang terdiri dari Liam, Naomi, Bara, Kenta, dan tiga petarung yang sudah belajar dasar Aliran Alam berangkat menuju Lembah Pasir Hangat. Jalannya panjang dan panas, tapi semangat mereka sangat tinggi.
Saat tiba di lokasi, mereka melihat kondisi yang jauh lebih buruk dari yang diduga.
Pasir berwarna hitam pekat menyebar sejauh mata memandang, sementara bayangan besar energi gelap mengambang di atas lembah. Beberapa makhluk liar dengan mata merah menyala berkeliaran di sekitarnya.
Bara: "Siapakah yang mau maju pertama?"
Naomi: "Aku." dia mengenakan kedua sarung tinjunya, dan api mulai menyala di sekitar tinjunya "Ini adalah tanggung jawabku sebagai putri klan ini."
Liam: "Aku akan bersama mu. Kita akan menggunakan kombinasi kekuatan kita – kamu dengan api dan kekuatan fisikmu, aku dengan energi tanah dan air dari sekitar sini."
Kenta: "Kami juga akan membantu dari belakang dengan apa yang sudah kita pelajari!"
Bara: "Semoga roh leluhur kita melindungi kita semua. Serang!"
Naomi melompat ke depan dengan kecepatan luar biasa, tinjunya yang menyala bara menghantam makhluk liar yang datang menghadangnya.
Liam berdiri di belakangnya, tangan menyentuh tanah untuk menarik energi dan membentuk perisai tanah yang kuat.
Sementara itu, petarung lain mulai bekerja sama untuk menyelaraskan Aliran Alam di sekitar lembah, membuat energi gelap perlahan mulai melemah.
Proses membersihkan lembah tidak mudah – mereka harus bekerja sama dengan sangat erat, saling mendukung dan tidak pernah menyerah meskipun terkadang merasa lelah.
Namun dengan setiap serangan yang berhasil dan setiap energi gelap yang hilang, harapan untuk menyelamatkan klan dan seluruh benua semakin besar.
Setelah lembah berhasil dibersihkan dan tanah mulai kembali berwarna coklat keemasan, Bara memberikan peta kuno kepada Liam.
Bara: "Ini adalah peta yang dibuat oleh leluhur kita bertahun-tahun yang lalu. Ia menunjukkan jalur aman menuju Sungai Biru Pelangi dan wilayah lain di benua. Gunakanlah dengan bijak, anak-anak. Dunia membutuhkan orang-orang seperti kamu."
Liam menerima peta dengan hati-hati, sementara Naomi melihat ke arah kejauhan dengan tatapan penuh tekad.