NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 03 - Ning Yueliu

Xiao Yun pun segera pergi ke Restoran Sayap Perak yang berada di lantai dua. Sedangkan Zhan Yuan, bergegas pergi keluar untuk membantu Xiao Yuran dan prajurit Klan Xiao lainnya.

Istana Pelelangan Sayap Perak terbagi menjadi tiga lantai. Lantai pertama adalah tempat menjual berbagai barang yang berkaitan dengan para kultivator, seperti artefak, tanaman obat, pil obat dan lainnya. Lalu, lantai kedua adalah sebuah restoran mewah yang menyajikan berbagai macam hidangan lezat. Sedangkan lantai ketiga, adalah tempat untuk mengadakan acara pelelangan.

Setelah menaiki beberapa anak tangga, Xiao Yun akhirnya sampai di restoran tersebut. Kedua matanya langsung terpaku pada kemewahan dari Restoran Sayap Perak. Di saat bersamaan, seorang pelayan perempuan datang menghampiri dan menyambut kedatangan Xiao Yun. "Selamat datang di Restoran Sayap Perak, Tuan Muda Xiao Yun."

Xiao Yun seketika tersentak dari pandangannya yang terpaku, saat mendengar suara pelayan perempuan di hadapannya. "Ah, iya. Terima kasih atas sambutannya."

Pelayan tersebut tampak tersenyum kecil, ketika melihat Xiao Yun yang bersikap sedikit canggung. Kemudian, ia segera kembali berbicara, "Nyonya Ning Yueliu masih membutuhkan beberapa waktu lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya."

"Jadi, Nyonya memerintahkan diriku untuk mengantar Anda ke meja yang sudah disiapkan. Agar Anda bisa menunggu di sana." jelas pelayan tersebut

Xiao Yun segera mengangguk pelan. "Baiklah. Tolong antarkan aku ke sana."

Pelayan perempuan tersebut segera mengantar Xiao Yun ke meja yang sudah disiapkan untuk dirinya. Tidak lama kemudian, mereka berdua sampai di sebuah meja yang terletak di dekat jendela dengan pemandangan indah dari Kota Bulan Malam. Xiao Yun pun langsung duduk di salah satu kursi dengan nyaman. "Apakah ada makanan atau minuman yang ingin Anda pesan, Tuan Muda?" tanya pelayan tersebut

"Hm.. Aku pesan Teh Bulan Malam saja."

"Baik. Mohon tunggu sebentar." pelayan perempuan tersebut langsung pergi meninggalkan tempat Xiao Yun

Beberapa menit berselang, pelayan tersebut kembali datang dengan membawa minuman pesanan Xiao Yun. "Ini minuman Anda, Tuan Muda. Silahkan dinikmati."

"Oh, terima kasih." ucap Xiao Yun seraya tersenyum tipis

Pelayan perempuan tersebut segera menundukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan Xiao Yun seorang diri. Seraya menunggu kedatangan Ning Yueliu, Xiao Yun menggunakan waktunya untuk meminum Teh Bulan Malam sambil menatap keluar jendela restoran. "Sudah lima belas tahun sejak aku terlahir kembali dan menjalani kehidupan baru. Tetapi hingga detik ini, aku masih belum bisa berkultivasi seperti di kehidupan sebelumnya."

"Ini semua berawal dari lautan energi milikku yang tersegel. Padahal, lautan energi merupakan bagian terpenting bagi seseorang yang ingin menapaki jalan seni bela diri."

"Lalu, hal yang sampai saat ini selalu membuatku bertanya-tanya adalah tentang ingatanku. Ingatanku tentang kehidupan sebelumnya tidak terlalu jelas. Satu-satunya hal yang masih kuingat hingga sekarang hanyalah identitas diriku serta pertarungan terakhir di kehidupan sebelumnya." batin Xiao Yun

Xiao Yun yang terus memikirkan berbagai masalahnya sambil melihat pemandangan Kota Bulan Malam dari balik jendela, perlahan mengalihkan pandangannya pada secangkir teh di hadapannya. Xiao Yun menatap pantulan dirinya yang berada di secangkir teh dengan serius. Kedua matanya perlahan terpejam selama beberapa detik, kemudian terbuka kembali dengan lembut. "Hahh.. Aku tidak menyangka, kalau situasiku setelah terlahir kembali sangatlah rumit." gumamnya dengan nada lirih

"Bukankah terlalu awal untuk menunjukkan ekspresi seperti itu di hari yang indah ini, Tuan Muda Xiao Yun?"

Keluh kesah Xiao Yun tiba-tiba dikejutkan oleh suara lembut seorang perempuan yang datang dari sisi kanan dirinya. Pandangannya pun langsung tertuju ke sumber suara tersebut. Bola mata Xiao Yun seketika terbuka menyeluruh saat melihat kecantikan seorang perempuan bagaikan bunga teratai yang mekar di hadapannya. Penampilan perempuan tersebut sungguh anggun. Warna merah yang indah menghiasi setiap helai rambut panjangnya serta kedua matanya. Gaun putih yang ia kenakan, bersanding selaras dengan senyuman manis pada wajahnya.

Kecantikannya mengalahkan segala hal berkilau yang berada di Istana Pelelangan Sayap Perak. Pesonanya tersebut membuat mata Xiao Yun terus terpaku terhadap sosoknya yang bernama, Ning Yueliu. "Um.. Tuan Muda Xiao Yun. Kenapa Anda terus menatapku? Apakah ada sesuatu yang aneh di wajahku?" tanya Ning Yueliu sembari menatap saksama Xiao Yun

Xiao Yun sontak kembali sadar setelah mendengar pertanyaan dari Ning Yueliu. "Ti, tidak.. Tidak ada apa-apa, Nyonya Ning Yueliu." jawabnya dengan terbata-bata

"Benarkah? Syukurlah, jika semuanya baik-baik saja. Apakah aku boleh duduk di sini?" Ning Yueliu menunjuk kursi kosong di dekatnya

Xiao Yun pun segera bangkit dari tempat duduknya. Lalu, ia menarik kursi kosong yang berhadapan dengan kursinya dan mempersilahkan Ning Yueliu untuk duduk di kursi tersebut. "Terima kasih, Tuan Muda Xiao Yun." ucap Ning Yueliu seraya tersenyum manis

Xiao Yun yang masih terpesona oleh kecantikan Ning Yueliu, hanya bisa mengangguk pelan dan kembali ke tempat duduknya dengan langkah yang berat. Melihat perilaku gugup yang ditunjukkan oleh Xiao Yun, membuat Ning Yueliu tidak bisa menahan senyumnya. Kemudian, ia langsung mengeluarkan sebuah buku dari cincin ruang miliknya. "Buku ini berisi laporan penjualan bulan lalu milik Klan Xiao. Silahkan dilihat, Tuan Muda Xiao Yun." ujar Ning Yueliu seraya memberikan buku tersebut

"Terima kasih. Aku akan melihatnya."

Xiao Yun segera membuka buku tersebut dan mengamati setiap isinya dengan cermat. Ia tidak ingin melewatkan setiap detail dari laporan penjualan tersebut. "Penjualan bulan lalu meningkat cukup pesat dibandingkan penjualan beberapa bulan sebelumnya. Apakah ini sebabnya, jumlah peti barang yang dikirim bulan ini lebih banyak dari sebelumnya?" pikirnya

Di saat Xiao Yun sedang fokus mengamati laporan penjualan yang tertulis pada buku di tangannya. Ning Yueliu perlahan mengulurkan tangan kanannya dan meraih tangan kiri Xiao Yun dengan lembut. Xiao Yun yang sedang fokus membaca, seketika terkejut saat menyadari tangannya sedang bersentuhan dengan tangan Ning Yueliu.

"Um.. Nyonya Ning. Ta, tanganmu.."

Xiao Yun berusaha memberi tahu Ning Yueliu, bahwa tangan mereka sedang bersentuhan. Dirinya menyangka kalau Ning Yueliu melakukan hal tersebut secara tidak sadar. Namun kenyataannya sangatlah berlainan. Ning Yueliu justru menggenggam tangan Xiao Yun lebih erat dan mengabaikan ucapannya. "Hei, Tuan Muda Xiao Yun. Apakah aku boleh bertanya sesuatu kepadamu?" Ning Yueliu menatap dalam wajah Xiao Yun

"Kau boleh bertanya apapun kepadaku, Nyonya Ning. A, aku dengan senang hati akan menjawabnya." Xiao Yun terlihat kembali gugup

"Sebelumnya, saat aku menyapa dirimu yang sedang melamun. Kau langsung terdiam ketika melihat diriku dan kedua matamu terus menatap wajahku. Menurutmu, kenapa hal itu bisa terjadi?"

"Apakah.. Diriku membuat hatimu terpikat?" tanya Ning Yueliu dengan kedua pipi merona

Wajah Xiao Yun seketika memerah. Pertanyaan dari Ning Yueliu langsung membuat pikirannya kacau. "Ada apa? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku, Xiao Yun?!" desak Ning Yueliu

"Oh, maafkan aku. A, aku rasa pertanyaanmu itu tidak benar, Nyonya Ning. Aku.. Aku hanya sedikit terkejut karena sudah lama tidak melihatmu." jelas Xiao Yun sambil tersenyum canggung

Ning Yueliu langsung mengerutkan dahinya. Tatapan matanya menjadi tajam setelah mendengar ucapan Xiao Yun. "Benarkah? Jadi, hatimu tidak terpikat oleh diriku?" raut muka Ning Yueliu tampak cemberut

Senyuman Xiao Yun yang sebelumnya tampak canggung, tiba-tiba berubah menjadi sebuah senyuman tulus saat melihat ekspresi cemberut dari Ning Yueliu. Kemudian ia berkata, "Aku hanyalah seorang Tuan Muda yang tidak bisa berkultivasi dan selalu dipandang rendah oleh orang-orang di Kota Bulan Malam."

"Bagiku, terlalu berlebihan untuk terpikat pada perempuan hebat seperti Anda, Nyonya Ning."

Alih-alih merasa kecewa ketika mendengar perkataan Xiao Yun. Senyum kecil justru merekah di sudut bibir Ning Yueliu, seolah-olah ia telah berhasil membuat Xiao Yun mengatakan hal yang ingin ia dengar. "Perempuan hebat, ya. Lalu, bagaimana dengan Nona Muda Pertama Klan Lan? Bukankah ia merupakan perempuan yang lebih hebat dariku?"

Xiao Yun sontak tertegun.

"Hubungan dekat antara kau dan Nona Muda Pertama Klan Lan adalah sebuah rahasia umum di Kota Bulan Malam. Dan, aku pernah mendengar rumor kalau kau menjalin hubungan asmara dengannya." lanjut Ning Yueliu

Wajah Xiao Yun langsung pucat pasi, tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dingin. Ucapan Ning Yueliu membuat dirinya gemetar. Karena, Xiao Yun sudah dapat menebak maksud sebenarnya dari perkataan dan sikap Ning Yueliu yang tiba-tiba menjadi berani kepadanya. "Apa Nyonya Ning sedang membandingkan dirinya dengan Nona Lan?!" pikirnya

Melihat Xiao Yun yang mulai tidak tenang, membuat Ning Yueliu menjadi bersemangat. Ia pun kembali berbicara, untuk melihat sejauh mana Xiao Yun bisa mempertahankan ketenangannya. "Jika kau tidak terpikat olehku karena identitas diriku yang tinggi sebagai Pemilik Istana Pelelangan Sayap Perak. Lalu, bagaimana dengan Nona Lan?"

"Nona Lan adalah kultivator muda yang sangat jenius dan berbakat di Kota Bulan Malam. Kecantikannya sangat dipuja oleh seluruh pria dan wanita di Kota ini. Dia benar-benar perempuan yang sangat hebat, lebih hebat dariku."

"Namun, kenapa kau berani untuk menjalin hubungan asmara dengannya? Bukankah hal itu berlainan dengan ucapanmu sebelumnya, Xiao Yun?"

Xiao Yun hanya bisa terdiam. Kata-kata Ning Yueliu berhasil menyudutkan dirinya hingga tidak bisa memberikan reaksi sedikitpun. Ning Yueliu pun langsung menggenggam kedua tangan Xiao Yun dengan erat seraya mendekatkan wajahnya ke Xiao Yun. Jantung Xiao Yun seketika berdetak kencang ketika wajah mereka saling bertatapan. "Aku tidak ingin terlalu memikirkan hubungan asmaramu dengan Nona Lan ataupun cara pandang dirimu terhadapku. Karena, aku hanya menginginkan satu hal darimu."

"A, apa yang kau inginkan, Nyonya Ning?"

Dengan kedua pipi yang merona. Ning Yueliu perlahan membuka bibirnya. "Aku menyukaimu. Tolong, menikahlah denganku, Xiao Yun."

BRAK!

Xiao Yun seketika bangkit dari tempat duduknya karena terkejut mendengar perkataan Ning Yueliu. Wajahnya langsung merah merona. Ia pun segera menarik tangannya dari genggaman tangan Ning Yueliu. Kemudian, menyimpan buku laporan penjualan yang berada di atas meja ke dalam cincin ruang. "Maafkan aku, Nyonya Ning. Sepertinya pemindahan peti barang yang Klan Xiao kirim sudah selesai. Jadi, aku harus segera pergi. Terima kasih karena sudah menemaniku. Sampai jumpa." seru Xiao Yun sambil menundukkan kepalanya lalu bergegas pergi meninggalkan Ning Yueliu

Tubuh Ning Yueliu terlihat membeku, saat melihat Xiao Yun yang pergi sangat cepat dari hadapannya. Kedua matanya terus menatap punggung Xiao Yun yang kian menjauh. Dengan senyuman tipis di sudut bibirnya. Ning Yueliu kembali berbicara dengan nada pelan. "Ini belum berakhir. Aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah, Xiao Yun."

_______

Sementara itu..

Xiao Yun segera menuruni anak tangga dengan cepat, agar bisa menjauh dari genggaman Ning Yueliu. Sesampainya di lantai pertama, ia segera menghampiri Xiao Yuran yang berada di meja pembayaran. "Paman Yuran! Apakah seluruh peti barangnya sudah selesai dipindahkan?"

"Sudah Tuan Muda, seluruh peti barang sudah selesai dipindahkan. Kita bisa kembali ke Kediaman Klan Xiao kapanpun Anda mau."

Xiao Yun pun langsung meraih tangan Xiao Yuran seraya berkata, "Bagus! Kalau begitu, kita akan pergi sekarang juga. Aku tidak bisa berlama-lama di tempat ini."

Xiao Yun tampak sangat cemas dan tidak tenang, setelah dirinya mendapatkan pernyataan cinta dari Ning Yueliu. Sikapnya yang sangat mencolok tersebut, membuat Xiao Yuran bertanya-tanya. "Apa Anda baik-baik saja, Tuan Muda? Wajah Anda tampak memerah."

Xiao Yun langsung memalingkan wajahnya. "Ti, tidak ada apa-apa. Semuanya baik-baik saja, Paman."

Pernyataan cinta yang mengejutkan dari Ning Yueliu telah berhasil mengacaukan pikiran dirinya. Ia sungguh tidak tahu harus berbuat apa di hadapan Xiao Yuran. Yang ingin ia lakukan sekarang hanyalah pergi secepat mungkin dari Istana Pelelangan Sayap Perak. Di sisi lain, Xiao Yuran terlihat masih penasaran setelah menyadari sikap Xiao Yun yang tidak biasa. Ia mengalihkan pandangannya ke arah restoran yang berada di lantai dua. "Apakah ada sesuatu yang terjadi ketika Tuan Muda bertemu dengan Nyonya Ning?" pikirnya

Ketika Xiao Yuran sedang tenggelam karena pertanyaan di dalam kepalanya. Ia tiba-tiba kembali tersadar saat Xiao Yun menarik tangannya. Akhirnya, Xiao Yuran memilih untuk meninggalkan pertanyaan tersebut dan kembali fokus kepada Xiao Yun. "Aku mengerti. Kita akan pergi sekarang." ucapnya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!