NovelToon NovelToon
Setelah Berpisah

Setelah Berpisah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Tamat
Popularitas:487.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rahma AR

ig : rahma_ar77
tiktok : RahmaAR

Mikayla Zaneta bertemu lagi dengan Nicholas Jayandru, mantan pacarnya waktu SMA yang sudah menenggut kehormatannya.

Tapi laki laki itu sudah bertunangan, dan sebentar lagi akan menikah

Mikayla membencinya. Semudah itu Nicholas mendapatkan pasangan, sedangkan Mikayla sudah insecure. Ngga mungkin ada laki laki yang mau menerimanya yang sudah tidak virgin lagi.

Semoga suka🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih part Nicholas

Nicholas menyimpan lagi testpack keramat itu di dalam kotak yang berselimutkan kain beludru merah.

Kenapa aku memimpikan dia lagi, gerutunya dalam hati.

Nggak lama kemudian ponselnya bergetar.

"Mami?" gumamnya ketika tau siapa yang melakukan video call.

"Ada apa, mam?"

"Papi, Nic.....! Papi....!" suara mami terdengar melengking dengan air mata yang bercucuran. Di dekat maminya ada kakek dan neneknya yang juga tampak cemas dan khawatir.

Nicholas menatap latar tempat maminya menelpon.

Ruang ICU!

DEG

"Papi sakit apa, mam?" Nicholas jadi ikutan panik.

Biasanya papinya segar bugar. Kenapa bisa di ICU?

"Papi terkena stroke."

Nicholas ternganga.

"Kok, bisa, mam?"

"Ada korupsi di perusahaan kita. Mungkin karena itu papi terkena stroke. Tapi papi sudah menghired empat akuntan baru untuk menganalisa semua kerugiannya."

"Siapa yang korupsi, mam?"

"Pak Rama, wakil direktur keuangan. Sekarang orangnya sudah dipenjara."

"Ya, mam." Nicholas masih mengingat wajah salah satu staf direksi kepercayaan papinya.

Kenapa? Masih kurang gaji yang diberikan papinya? Nicholas hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.

Dia tau kalo papinya sangat royal dengan staf dan karyawannya. Ini adalah korupsi pertama yang mungkin baru ketahuan.

"Nicho, besok kamu pulang, ya, nak. Handle perusahaan papi. Jangan sampai bangkrut."

"Mami...., aku punya perusahaan di sini. Lagi pula perusahaan papi ngga bakalan bangkrut, mam. Yakin, deh, mam."

"Jadi kamu ngga mau pulang?!" suara mami mulai melengking lagi.

"Pulang, mam. Besok pagi Nicho akan pulang."

Terdengar dengusan kesal maminya.

"Pokoknya kamu harus gantiin posisi papimu sampai papimu sembuh. Ngga ada bantahan!"

"Iya, mami sayang. Iyaa....." Nicholas menepuk keras jidatnya.

Mati gua, batinnya.

Setelahnya maminya memutuskan sambungan telponnya, Nicholas menghembuskan nafas panjang.

Akhirnya dia ngga bisa berkelit lagi untuk menerima posisi papinya yang selalu dia tolak

Papinya mendadak sakit. Ngga mungkin dia abaikan.

Tengah malam begini Nicholas harus sangat sibuk. Kalo maminya sudah ngasih ultimatum begitu, dia ngga akan bisa berbuat apa apa selain menurut.

Sekarang juga saatnya dia harus rajin berdo'a agar papinya cepat sembuh.

Dia menimang lagi kotak beludru merah yang berisi testpack keramat itu.

Pantasan aku mimpi tentang kamu.

*

*

*

"Kenapa kamu harus pulang? Di sini karirmu sudah sangat bagus," rengek Liza mencoba mengubah pendirian tunangannya.

"Papiku sakit, Liz. Kamu, kan, tau, aku anak tunggal."

"Tapi perusahaanmu di sini bagaimana? Ini perusahaan yang kamu dirikan sendiri, kan, tanpa campur tangan orang tuamu," rengek Liza lagi.

"Aku mendirikannya bersama Ben, Liz, kalo kamu lupa." Nicholas, laki laki itu terus saja merapikan penampilannya di depan cermin.

"Ya, ya, aku tau," kesal Liza.

"Kamu ngga bawa koper?"

"Untuk apa?" Toh, pakaiannya juga banyak di sana. Bahkan yang masih bersegel.

"Semuanya akan kamu tinggalkan?" Liza menatap tak percaya.

Tunangannya serius akan meninggalkan semua pakaian bermerek, koleksi jam tangan mahal dan sepatu sepatunya di sini?

"Aku sesekali pasti akan kembali ke sini juga, kan?" Nicholas memeriksa tas kecilnya.

Semua dokumennya sudah lengkap. Dia ngga akan tersangkut di imigrasi.

Liza memberikan tatapan nanarnya pada Nicholas yang ngga bisa dia kendalikan.

"Kamu ngga mau ikut pulang? Calon mertuamu sakit." Nicholas menatap tunangannya yang masih membeku.

"Aku masih punya show malam ini, juga beberapa show di waktu dekat ini. Sampaikan salamku pada tante, semoga om cepat sembuh. Mungkin aku akan menyusul setelah semuanya selesai." Dia seorang desainer yang sudah cukup punya nama.di belahan negara Eropa. Susah payah dia membangun karirnya.

Ngga mungkin dia akan membuang semua kesuksesannya dengan begitu mudah.

"Kamu bisa berkarir di negara kita."

Liza menggelengkan kepala.

"Nggak, Nic. Setelah kita menikah, pun, aku akan tetap tinggal di sini. Kita punya karir yang cemerlang di sini. Kamu mau, kan?" bujuknya dengan mata puppiesnya.

Nicholas mengalihkan tatapnya ke arah cermin, memastikan tampilannya sudah sempurna atau belum.

"Kita lihat saja nanti," ucapnya cuek.

"Nic, kita sudah sepakat," rengek Liza seolah menagih janji Nicholas.

"Terpaksa aku batalkan."

"NICHOLAS!" seru Liza gemas dan kesal.

Laki laki tampan itu tersenyum miring.

"Kamu ngga takut aku selingkuh?!" cecarnya lagi.

"Kamu mau selingkuh dengan siapa?"

"Dengan siapa saja. Banyak yang menyukaiku."

Nicholas hanya tertawa menanggapinya. Dia tampak santai sama sekali ngga terancam dengan rengekan Liza.

"Bagaimana kalo aku selingkuh dengan Ben?" tantang Liza makin gemas dengan ketakpedulian Nicholas.

Mereka bertunangan karena permintaan kedua orang tua mereka yang memiliki hubungan bisnis.

Nicholas sama sekali ngga menolak, Liza bersyukur karena dia amat sangat senang bisa bertunangan dan akan menikahi laki laki tampan dan sukses seperti Nicholas.

"Yakin Ben mau sama kamu?" ejek Nicholas dalam derai tawanya. Terkesan meremehkan.

"Tentu saja. Mana ada yang bisa menolakku. Kamu aja mau," sengit Liza mulai emosi.

"Ya, ya, terserah kamu, honey. Aku pergi dulu."

Nicholas meraih wajah itu dan membenamkan bibirnya di sana.

Liza membalasnya dengan ngga kalah panasnya. Nafasnya sampai terengah

"Bernafas, Liza," ejeknya lagi sambil menjauhkan bibirnya.

"Kamu ciuman aja belum pintar, tapi udah niat mau selingkuh." Tawa Nicholas masih berderai saat melangkah meninggalkan Liza yang masih mengatur jalan nafasnya.

"NICHOLAAASSS!" teriak Liza kesal karena laki laki itu sudah jauh meninggalkannya.

Liza berjalan cepat menyusul Nicholas dengan dada yang bergemuruh menahan marah.

Laki laki itu ternyata sudah membuka pintu apartemennya dan ada Ben di sana.

"Sekarang, bos?"

"Ya."

"Ngga ada kopernya?"

"Aku udah bilang, Ben. Tapi dia ngga mau bawa apa apa selain tas kecilnya itu," lapor Liza masih dengan sisa marahnya.

"Sudahlah," ucap Nicholas sambil melangkah keluar. Dia malas berdebat.

Tadi pagi maminya sudah menghubunginya dan kata beliau, keadaan papinya mulai membaik.

"Perusahaan bagaimana, Nic?" tanya Ben menjejeri langkah Nicholas.

"Kan, ada kamu."

"Aku ngga sepintar kamu."

PUK

Ben menoleh saat merasakan tepukan di bahunya.

"Kita mendirikan perusahaan ini bersama. Aku ngga pernah membatasi gerakmu selama ini. Karena itu perusahaan ini semakin berkembang."

Ben menatap punggung Nicholas yang sudah berada di depannya.

"Thank's, Nic."

Nicholas mengangguk sambil melambaikan tangannya.

"Tapi hari ini kamu harus jadi supir, ya. Antar aku ke bandara."

"Siap, Pak Bos." Agak bergegas Ben menyusul Nicho.

Setia banget, sih, lo dengan Nicho, geram Liza membatin sambil menghentakkan kaki kesal sebelum mengejar keduanya.

1
Visencia Alingga
ceritanya bagus. Terkadang di kehidupan nyata, ada jg yg seperti mikayla, jd sapi perah keluarga.
Semangat 🔛🔥
Akbar Razaq
bagus cetitanya gak kerasa tiba tiba tamat aja.
makasi ya thor smoga sukses slalu.aamiin
Rahma AR: aamiin.... sama2...
total 1 replies
Akbar Razaq
penyakit hati emang mengerikan dan merugikan.Hm bs jadi pelajaran yg berharga
Akbar Razaq
bagis itu siapa siapa sj yg jahat sama Mika bikin stroke ja thor hehe
Akbar Razaq
ternyata kekuarga mama Astari iblis smua penghisap darah melebihi kang kredit.
Akbar Razaq
Smoga setelah tahu Mika dan Nicho balikam.mama Nastiti makin berat strokenya
Bukan jahat atau gmana tapi mama.Nastiti mmg benar benar anti Mika makanya bikin stroke permanen sj 😄
Akbar Razaq
bagus klo stroke uda gak usah d sembuhin thor tukang recok aja mama Nastiti.Kuwalat tu sm keluarga Mika
Akbar Razaq
segitunya liza padahal tanpa Nicho pun kamu kaya orang tuamu jg kaya.Daripada merendahkan diri begitu kaya ga ada harga diri sj.Yang Mika aja biasa sj di petmalukan banyak orang
Akbar Razaq
Aku yakin mama Ringgo pasti tdk lebih sama dg mama Nicho mungkin lebih bar bar reaksinya saat tahu Ringgo dekat dg cewek biasa.Apalagi klo di kompori sama mama Nastiti.
Akbar Razaq
tante Nastiti klo mati bawa hartanya sekalian dlm kubur siapa tahu nanti bs bantu ringankan siksa kubur.😄
Akbar Razaq
aduh pinter bangey si othor mendeskripsikan laki ampe aku ikutan bayangin kayak.apa si si Nicho😄
Akbar Razaq
yaj tinggal nolak aja krnapa sih atau kasih yg sewajarnya sj.Jangam maulah jadikan sapi perah terkecuali jk kondisi mereka mmg memprihatinkan
Herlina Anggana
aku kok muak bgt emosi soalnya keluargaku jg toxic KY gni dan suka banget ngorbanin aku
Novano Asih
wah kerjaannya oma dan opa ini 🤭🤭lgsg turun tangan biar nyahok itu tantenya
Novano Asih
nanti kalau tantenya tahu suaminya Mika CEO tambah kejang"dia😄😄
Novano Asih
harusnya Nicho yg beliin dresnya🤭
Novano Asih
mantannya Ringgo y
Novano Asih
oo ternyata di provokasi maminya Nicho
Pujierde
wah....para oma berebutan cicitnya coba kembar yaks seru jd ngebayangin para oma milih cicit utk di panggil jupiter dan mars padahal namanya asli bukan itu 🤣🤣
makasih authot cerita seru tp masih kurang banyak pengen liat adik"nya bumi eh salah sky (tp nama usulan dr opa rangga bagus sky tinggi dan lembut 🫢🫢)
Pujierde
harusnya bersyukur wlo bukan pewaris tapi yudhis sayang dengan jane tante suwir bukannya insya masih aja iri 🙆🙆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!