NovelToon NovelToon
MENIKAH KARENA HAMIL

MENIKAH KARENA HAMIL

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:394.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irhen Dirga

Harus menikah namun tak aku cintai, lelaki itu adalah kesalahan yang pertama dan terakhir dalam hidupku, kami terbangun di saat sudah saling tak mengenakan pakaian. Kami terjebak di kamar hotel dalam keadaan mabuk dan berakhir dengan kehamilanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irhen Dirga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengajian

Beberapa hari berlalu, setelah pertemuan keluarga waktu itu, akhirnya tanggal pernikahan Nesa dan Devan sudah ditetapkan. Karena takut kandungan Nesa membesar dan memperlihatkan pada orang-orang, akhirnya tanggal pernikahan ditetapkan empat hari kemudian. Itu permintaan Hakim karena tidak ingin perut anaknya menjadi bahan nyinyiran tetangga.

Ningrum, Winda dan Alwi—Adik kandung Devan—bahagia akhirnya pernikahan sebentar lagi di langsungkan.

Devan saat ini sedang di salah satu restoran menunggu seseorang, perempuan yang ia cintai bernama—Lestari—perempuan itu terlihat ketika beberapa saat pesanan makanan mereka sampai.

"Maafin aku, aku telat, ya," kata Lestari, menyambar mencium pipi kanan dan kiri Devan, lalu duduk dihadapan kekasihnya itu.

"Nggak kok, kebetulan pesanan kita juga baru datang," jawab Devan. "Kamu darimana? Kantor?"

Lestari menganggukkan kepala, dan berkata, "Iya. Kerjaanku makin banyak, mana dikejar deadline. Pokoknya repot banget."

"Kalau begitu makan dulu," kata Devan.

"Sayang, aku nggak makan makanan ini, ini kebanyakan lemak, dan aku sedang diet," tolak Lestari, membuat Devan menghela napas panjang, selalunya kekasihnya itu menolak makanan yang sudah ia pesan karena alasan diet.

"Baiklah. Kamu mau makan apa?"

"Aku nggak makan deh, aku minum aja," jawab Lestari.

"Kalau hanya mau minum, kan kita bisa ke cafe," kata Devan.

"Aku kan tahunya kamu belum makan, jadi aku pilih tempat ini untuk makan malam."

"Apa gunanya makan sendirian." Devan menghela napas panjang dan bergumam sendirian.

"Sebentar, kamu kok sensitif? Lagi banyak pikiran?" tanya Lestari.

"Aku—"

"Ada apa? Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan? Katakan saja, aku siap mendengarnya," kata Lestari, membuat Devan menggaruk tengkuknya karena merasa bersalah, ia ragu mengatakan tentang pernikahannya yang akan di langsungkan pekan ini. "Sayang, apa yang ingin kamu katakan? Hem? Katakan saja."

"Pekan ini aku akan menikah," lirih Devan, membuat Lestari tertawa kecil.

"Sayang, sudah aku katakan, aku belum siap."

"Bukan dengan kamu, tapi dengan orang lain," jawab Devan, membuat Lestari membulatkan matanya penuh.

"Apa maksudmu? Kamu mau menikah dengan orang lain? Dan, mengkhianatiku, begitu?"

"Bukan begitu, Sayang, aku—"

"Jelaskan sekarang juga!"

Devan lalu menjelaskan semuanya pada Lestari, tak ada yang ia lewatkan, ia katakan semuanya tentang bagaimana ia masuk ke kamar hotel dan tidur dengan perempuan lain, lalu perempuan yang ia tiduri itu sedang hamil anaknya.

"Apa? Kamu menghamili perempuan lain? Apa itu masuk akal?" tanya Lestari lalu meneguk air putih yang ada didepan Devan.

Devan menganggukkan kepala, dan berkata, "Aku nggak tahu kenapa bisa aku melakukan itu."

"Berapa usia perempuan yang kamu hamili itu?"

"19 tahun."

"Ha ha. Kamu menghamili perempuan yang masih muda?"

Devan menundukkan kepala.

"Jadi kamu bertanggung jawab pada kehamilannya?"

"Ya. Mama memaksaku bertanggung jawab, apalagi Mama senang sekali dan bahagia ketika mendengar ia akan memiliki cucu dariku."

"Jadi, kamu terima menikahi gadis itu?"

"Aku harus bagaimana? Mama menginginkan itu?"

"Ya sudah."

"Apa kamu mau menungguku?"

"Baiklah. Aku nggak apa-apa menunggu karena aku juga belum siap menikah, jadi setelah gadis itu melahirkan, selesaikan semuanya dan ceraikan dia. Aku akan siap menikah setelah setahun kemudian."

"Baiklah," jawab Devan

"Dan, hubungan kita jangan pernah berubah, selalu seperti ini," kata Lestari, membuat Devan tersenyum dan menganggukkan kepala.

"Baiklah. Aku janji," jawab Devan.

"Aku harap kamu jangan pernah menyentuh gadis itu, dia memang lebih muda dariku, namun aku paling tahu kamu dibandingkan dirinya," kata Lestari.

Devan tersenyum dan menganggukkan kepala.

****

Segala persiapan sudah dilakukan, beberapa hari ini Ranti menginap di rumah Nesa, untuk menemani sahabatnya itu agar tak terlalu sedih.

Hari ini pun di adakan pengajian Ibu-ibu, karena empat hari dari sekarang acara pernikahan akan digelar secara sederhana, ada akad nikah yang akan dilaksanakan di rumah ini, dan resepsi yang akan di lakukan di salah satu hotel di Banjarmasin.

Terdengar suara lantunan yang merdu dari Ibu-ibu, membuat Nesa mendengarnya dengan seksama, kali ini ia duduk ditengah keramaian, ada dekorasi ditengah rumah yang diperuntukkan untuknya.

Beberapa menit kemudian setelah selesai pengajian, cemilan pun di suguhkan, semuanya memandang takjub pada Nesa yang terlihat cantik dengan baju muslim berwarna putih, dan jilbab syari berwarna pink baby yang ia kenakan, menambah kesan menarik yang terlihat.

Meski usianya masih 19 tahun, namun pikiran Nesa benar-benar dewasa, hanya salah pergaulan saja yang ia lakukan dan membawanya ke pernikahan yang tak di inginkan.

"Nes, kamu cantik sekali," puji Amira, salah satu Ibu pengajian.

"Dia memang cantik, Bu," kata Gina, salah satu Ibu pengajian. "Kamu beruntung, Santi, mendapatkan anak gadis secantik Nesa."

"Terima kasih, Bu Gina," ucap Santi, tersenyum palsu didepan semua orang.

"Semoga Kinan juga bisa mendapatkan jodoh yang baik ya seperti Nesa," kata Amira.

"Amin." Semua orang mengaminkan.

"Sependengaranku, suamimu itu asalnya dari Jakarta, ya?" tanya Dian, salah satu Ibu pengajian.

"Benar, Bu, dia seorang pengusaha dan dia juga punya perusahaan gede di Jakarta, dia juga seorang bangsawan Turki, Bu, jadi tampan sekali," seru Santi, menceritakan semuanya tentang Devan yang berwajah tampan karena ayahnya adalah lelaki keturunan Turki.

"Wah. Beruntung sekali ya kamu, Nes," puji Amira.

Nesa mengangguk dengan senyum.

"Gimana nggak nikah, wong hamil," gumam Kinan, adik tiri Nesa, yang kini beranjak remaja, dengan cepat Santi mencubit paha putrinya agar tidak sampai mengatakan hal yang membuat malu.

"Diam, Kinan," bisik Santi, membuat Kinan menghela napas panjang karena ibunya itu terlalu menjaga harga dirinya.

"Kamu baik-baik saja?" bisik Ranti.

"Iya, aku baik-baik saja," jawab Nesa.

"Kamu yang sabar, ya, semuanya pasti akan indah."

Nesa menganggukkan kepala.

****

Empat hari kemudian ....

Rumah keluarga Nesa sudah sangat ramai, ada tenda diluar sana yang bisa meneduhkan tamu dari sinar matahari.

"Kamu cantik sekali, Nes," puji Indah, sepupu Nesa.

"Terima kasih, Ndah," jawab Nesa.

"Aku nggak nyangka kamu nikah muda," kata Indah.

"Semua itu karena ada alasannya, Ndah," sambung Kinan, yang duduk di tepi ranjang kakaknya.

"Apa nikah membutuhkan alasan?" tanya Indah.

"Nggak juga, alasannya itu karena—"

"Eh Kinan, kamu dipanggil ibumu," sergah Ranti membuat kalimat Kinan terpotong, sungguh mengesalkan melihat Kinan selalu mencari cela untuk memberitahu tentang kehamilan kakaknya.

Kinan memang iri pada Nesa yang bisa mendapatkan suami yang tampan dan sukses seperti Devan, bahkan satu kampung ini terkejut melihat wajahnya dan mengatakan bahwa Nesa beruntung sekali.

Semuanya terlihat sempurna diluar, sedangkan tak ada yang tahu alasan sebenarnya Nesa menikah di usia muda.

CAST ARNESA PUTRI MAHARANI

CAST DEVAN ALIAND

.

Bersambung.

1
Shifa Burhan
thor jika ada wanita lain yang baik dan perhatian pada suami mu dan dia enteng nya mendekati suami dan mengatakan suka dan cinta pada suami, bagaimana tanggapan mu thor

pakai hatimu untuk merasakannya thor, jika jawabanmu itu bukan masalah, berarti kau bersikap adil

tapi jika jawaban mu, melaknat wanita itu, maka simple kau wanita egois karena kau membenarkan perbuatan juno

kalau aku simple wanita mana pun yang sok baik dan perhatian pada suamiku maka aku akan melaknat wanita itu dan harus adil aku juga melaknat siapapun lelaki yang sok baik dan perhatian padaku, itu baru namanya wanita dan istri sejati tidak egois
rya
karya imajinasi yg menghibur, jadi selalu nunggu up nya
rya
nunggu bucinya Devan sama nesa dan baby boy...
rya
semangat selalu Kaka, semoga lancar dan di beri kesehatan...
Irnawati wati
maaf thoor tdk usah di beri gambar visual, yang penting alur cerita nya masuk sesuai dengan judulnya. okee thorr semangat berkarya terima kasih
Christiani Natalia Yani
lanjut dong Thor jangan d gantung🙏
Dessy Flashin
ayo donk kk please lanjutin ceritanya jgn menggantung gini, ditungguin trus update nya ya kk 🙏🙏🙏 semangat kk 💪💪👍👌
Dessy Flashin
iiiissshhhhh Gedeg sm Devan, udah Thor klo emg besar hrs pisah sm Devan nnti klo udah pisah buat Nesa sm Juno ajalah, biar tau tuh si Devan sok kegantengan, dikira Nesa gk ada orang yg mau apa
Dessy Flashin
hadeeuuhhh ini kyk sinetron di ikan terbang nih, bikin keseeeeeeelllll....
rusidah siti
semangat buat nulisnya
kris tianti
lanjut dunk
Rosdiana Diana
lanjuttt
wili o
up
_kooky00
😭😭😭😭😭😭😭,,tau tk
...masa baca part ni aku sakit hati tau,, pstu bila dia menangis aku pun rasa mcm nk ikut menangis😤
Zhafirafira 225
fighting author
Ema Sofia
Keturunan turkey tapi mirip cina, canda turkey 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤔🤔🤔🤔🤭🤭🤔🤔
Suti Habdayani
ini di lanjutin gk ya ceritanya
샤샤
hai kak author, semangat selalu ya kak
semoga ide ceritanya mengalir terus, aku paham nyati ide cerita itu sulit, semoga kakak selalu lancar yaa
샤샤
hai author, semangat selalu buat novel nya
aku paham gimana lelahnya seorang author nyari ide untuk cerita yg ditulisnya, semangat selalu ya thor ☺️
Irhen Dirga: Wah terima kasih banyak❤
total 3 replies
샤샤
hai aurhor, semangat selalu yaa
aku pembaca baru nih ☺️✌🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!