Xiao Heilong dan Sherly adalah sepasang kekasih yang mati dibunuh oleh sekawan perampok saat mereka berdua sedang membeli sebuah kalung.
Berkat kekuatan misterius yang ada di dalam kalung itulah mereka berdua akhirnya mendapat kesempatan untuk hidup kembali di sebuah Planet yang bernama Dreamland.
Roh Heilong masuk ke tubuh seorang pangeran bernama Long Bai, sedangkan Roh Sherly masuk ke tubuh seorang Putri bernama Xin Ye.
Namun, ketika Heilong berhasil menyelesaikan ujian dari salah satu dewa yang menjaga planet itu, tiba-tiba roh Long Bai kembali bangkit dari tidurnya.
Ternyata roh Long Bai selama ini tidak menghilang, tapi hanya tertidur dalam keadaan diambang kehancuran.
Dan ketika sedang melakukan petualangan di Benua Utara, Heilong akhirnya mengetahui bahwa sebenarnya dia adalah reinkarnasi dari seorang dewa perang yang bernama dewa Li Xuan, sedangkan Sherly adalah reinkarnasi dari seorang dewi yang bernama dewi Xi Shi.
Dia juga mengetahui bahwa semua bencana yang menimpanya adalah siasat dari Raja Iblis Dark Etheroz setelah dia berhasil bertemu dengan leluhurnya di Dunia Game The Power Of Java.
Penasaran bagaimana petualangan Heilong mencari Raja Iblis dan membalas dendamnya ...?
Dan bagaimana pula keadaan Heilong setelah roh asli dari pemilik tubuh itu bangkit ...?
Ikuti terus kisahnya....!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NITACC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
V1 # CH 19 — Makam Es Seribu Pedang.( Part 4 )
Angin tornado yang sangat dahsyat kembali terbentuk dari raungan Emperor White Bear.
Pohon-pohon dan bebatuan di sekitar tempat ini juga langsung berhamburan terbang tinggi ke langit.
Bahkan, langit pun seakan-akan terbelah oleh kekuatan penghancur yang berasal dari angin tornado yang sangat dahsyat itu.
Heilong perlahan mengangkat kepalanya dan sambil tersenyum dingin dia berteriak.
"Hai … Emperor White Bear! Aku sudah tidak bisa menahan diri lagi. Biar bagaimanapun juga, aku harus melindungi nyawaku. Jika kau tidak berhenti menyerangku, maka jangan salah 'kan aku jika aku akan melawanmu kali ini. Mari kita lihat siapa yang akan mati lebih dulu."
"Dasar manusia serakah!! Apa kau tidak sadar dengan kekuatanmu sendiri. Kau hanyalah seorang kultivator yang berada di Lapis General tingkat satu. Perbedaan kekuatan kita sangat besar bahkan lebih buruk jika dibandingkan dengan air dan lumpur. Aku tidak habis pikir dari mana keberanianmu berasal hingga mampu mengucapkan omong kosong seperti itu.”
Roar ...
Emperor White Bear kembali membuka mulutnya lebar-lebar sekali lagi dan meraung dengan sangat keras.
Seketika angin tornado yang sangat besar kembali terbentuk.
Kali ini bahaya benar-benar mengancam Heilong karena dia telah dikepung oleh dua angin tornado setinggi lima ratus meter yang memiliki kekuatan penghancur yang begitu mengerikan.
Kekuatan energi angin milik Emperor White Bear ini menyebabkan Heilong menjadi semakin waspada. Jika angin tornado ini sampai menyentuh tubuhnya, maka dia pasti akan langsung mati.
Tepat pada saat angin tornado yang menakutkan itu mendekat dan hanya berjarak lima meter, Heilong mengangkat kedua tangan sambil memasukkan energi es dan energi angin miliknya dalam jumlah yang sangat besar.
..."Tapak Es Pembeku Angin."...
Heilong langsung mengarahkan serangannya ke pusaran angin tornado itu dan …
Boom ...
Suara ledakan terdengar saat ke-dua angin tornado itu berbenturan dengan jurus milik Heilong.
Dan, ke-dua angin tornado itu secara perlahan mulai membeku.
Namun, karena kekuatan energi angin tornado itu terlalu kuat, Es yang menyelimuti angin tornado itu mulai retak dan hancur karena tidak dapat menahan kekuatan angin itu. Dan angin tornado itupun terus berputar dengan kuat menuju ke arah Heilong.
"Gawat! Jurus andalanku tidak berguna melawan angin tornado ini," ucap Heilong mengernyitkan keningnya.
"Haha … Bagaimana bocah!! Apakah sekarang kau bisa melihat perbedaan kekuatan kita? Jurusmu bahkan tidak bisa menghentikan angin tornado buatanku." Emperor White Bear tertawa mengejek.
"Aku masih belum menyerah! Aku pasti bisa menghancurkan angin tornadomu yang lemah itu." Heilong membalas ejekan beruang es itu.
Heilong lalu berlari ke samping sejauh tiga meter dan kembali mengangkat kedua tangannya. Ia kembali menggunakan jurus Tapak Es Pembeku Angin untuk menyerang angin tornado itu.
Namun, hasilnya tetap sama. Lagi-lagi jurus pukulan Heilong itu gagal.
Efek pembeku dari jurusnya ini langsung menghilang setelah beberapa detik dan membuat angin tornado itu kembali bebas.
Akan tetapi, Heilong masih tidak ingin menyerah. Dia terus mengulangi gerakan itu berkali-kali sampai semua energi yang ada di dalam tubuhnya hampir terkuras habis.
Dia terus menghujani angin tornado itu dengan pukulannya sambil terus berlari ke samping.
Tanpa disadari oleh Emperor White Bear, sekarang posisi Heilong sudah berada di depan mulut goa yang merupakan pintu masuk ke Makam Es Seribu Pedang.