NovelToon NovelToon
Rantau

Rantau

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Militer / Tamat
Popularitas:298.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Regar

Ketika dua orang dengan budaya berbeda bertemu, Bonar Siregar perantauan dari Tapanuli dengan Zulaikha gadis Minang nan cantik jelita. Takdir mempertemukan mereka dan memutuskan membina rumah tangga bersama.

Namun, pihak ketiga muncul di kehidupan mereka, ia adalah Putri Sakinah. Putri Mahkota kerajaan Padang Nunang.

Putri Sakinah yang juga atasan dari Bonar Siregar sebagai Pengawal pribadinya, jatuh cinta padanya. Berbagai cara dilakukan oleh Putri Sakinah untuk mendapatkan cinta dari Pemuda tampan dan baik hati itu.

Di lain sisi, pihak Kerajaan sedang terjadi kekacauan, akibat dari Kerajaan Majapahit melakukan penaklukan terhadap daratan Sumatera.

Bagaimana kisah selanjutnya?

Pantengin terus ya, ada banyak sejarah abad ke 14 di Sumatera yang diselipkan dalam Novel ini.

#Season Dua

Putri Sakinah diculik oleh anak buah Patih Prawiranegara dan dibawa ke Majapahit.

Bagaimana nasibnya selanjutnya? atau tindakan apa yang akan dilakukan oleh Bonar Siregar?

Pantengin terus, ya. Karena alur ceritanya akan berbeda dengan season satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengawal Pribadi Putri Sakinah

Beberapa hari kemudian, jatah libur buat Bonar Siregar telah habis. Dia akan kembali bekerja sebagai Prajurit Hulubalang, namun kali ini di istana Goduang Gajah Morom, sebagai pengawal Putri Sakinah, Putri Mahkota Kerajaan Padang Nunang.

"Aku pergi dulu ya sayang!" Bonar Siregar mencium kening istrinya. "Jika terjadi sesuatu, kau lansung kirim kabar ya, dengan merpati itu!" seru Bonar Siregar. Dia masih khawatir ada lelaki hidung belang yang akan menggangu istrinya nanti.

"Jangan khawatir Uda ...." Zulaikha tersenyum manis, "Kan masih ada ayah!" jawab Zulaikha lagi dan memberikan bekal nasi yang dibungkus dengan daun pisang untuk makan siang suaminya itu.

"Hehehe, aku pamit ya," ucap Bonar Siregar menaiki kudanya, ia akan pergi ke Koto Tinggi.

"Hati-hati dijalan, jangan tergoda dengan bunga di taman, ya!" seru Zulaikha sambil melambaikan tangan.

"Hahaha, tak ada bunga seindah dirimu. Justru aku takut kumbang pengganggu yang menggerogotimu," sahut Bonar Siregar melambaikan tangannya juga.

"Hiyyaaaa ...." Dia memacu kudanya.

Sesampainya di Koto Tinggi, Bonar Siregar turun dari kudanya dan berjalan sambil menggiring kuda itu ke pintu gerbang istana Goduang Gajah Morom.

"Pagi pak ..." sapa Bonar Siregar pada Prajurit Hulubalang yang berjaga.

"Ya, kau dari pasukan mana?" tanya prajurit Hulubalang itu, karena tak pernah melihatnya.

"Saya Bonar Siregar, baru dimutasi dari Nagari Sumpur Setia. Disurat tugas dipekerjakan di bagian Pengawal Putri Mahkota."

"Oo, kau kan yang menenangkan pertandingan yang lalu!" seru Prajurit Hulubalang itu mempersilahkannya masuk kedalam.

"Hahaha beruntung saja Pak," jawabnya memasuki istana Goduang Gajah Morom.

Bonar Siregar kemudian menambatkan kudanya dibagian belakang istana tempat kandang kuda yang disediakan oleh Kerajaan. Selanjutnya ia menuju barak prajurit yang terletak didekat situ.

"Lapor Pak! Saya Prajurit Hulubalang yang dimutasi dari Nagari Sumpur Setia!" seru Bonar Siregar menyerahkan surat tugasnya.

"Hmm Pengawal Putri Mahkota ya, ayo saya antar!" seru Prajurit Hulubalang itu menuju taman istana. Putri Sakinah sering bersantai di situ. Karena ia suka sekali menanam dan merawat bunga, kadang-kadang ia juga menenun disana.

Tak berselang lama, mereka sampai di taman yang lokasinya tak begitu jauh dari barak prajurit. "Lapor Datuk!" sapa Prajurit Hulubalang itu pada Datuk Marajo Silayang yang juga kepala Hulubalang istana. "Saya membawa Prajurit Hulubalang baru yang bertugas sebagai pengawal tuan Putri."

"Oh nak Bonar ya, silahkan duduk!" seru Datuk Marajo Silayang. "Anda boleh kembali!" Datuk Marajo Silayang menyuruh prajurit Hulubalang yang mengantar Bonar Siregar kembali ke barak.

"Siap ... Datuk!" jawab Bonar Siregar gugup.

"Santai saja, tuan Putri lagi menenun di sana!" tunjuk Datuk Marajo Silayang pada Putri Sakinah yang sedang asyik menenun, ia tak sadar Bonar Siregar sudah didekatnya.

"Iya Datuk, apa saja tugasku nantinya?" Bonar Siregar memberanikan diri bertanya, ia takut nanti salah bertindak sehingga membahayakan nyawa Putri Sakinah.

"Gampang saja, karena kau sudah menikah. Aku akan memberikanmu shift siang saja. Masuk pagi dan pulangnya tergantung kegiatan yang dilakukan oleh tuan Putri. Paling cepat sore hari dan kau boleh libur diakhir pekan."

"Terimakasih kasih Datuk ..." jawab Bonar Siregar gembira. Karena ia tak ada shift malam, bahkan diakhir pekan juga libur.

"Kalau masalah tugas harian, kau hanya perlu mengikuti tuan Putri kemana saja dan memastikan keamanannya. Gampang kan!" seru Datuk Marajo Silayang sambil tersenyum.

"Aku akan melakukan tugasku dengan baik Datuk!" jawab Bonar Siregar juga dengan senyum tipis terpancar di wajahnya.

"Eh kau sudah tiba, ya!" Putri Sakinah menengok ke arahnya karena mendengar suara yang familiar ditelinganya.

"Baru saja tuan Putri!" jawab Bonar Siregar sambil membungkukkan badannya memberi hormat padanya.

"Tak usah formal begitu, kau lihat prajurit yang lain santai saja jika denganku," sahut Putri Sakinah.

Bonar Siregar memperhatikan sekitarnya, benar sekali. Semua pengawal Putri, sedang duduk santai sambil menikmati teh dan makanan ringan. Dia kemudian berdiri kembali dan menunggu instruksi dari Putri Sakinah.

Namun Putri Sakinah asyik kembali menenun. Hingga beberapa saat kemudian, "Ah, selesai juga! Ini kau pakai ya. Supaya seragammu sama dengan mereka."

Sontak semua yang ada disitu kaget, tak ada seorangpun diantara mereka yang dibuatkan khusus oleh Putri Sakinah. Bahkan Bagindo Aziz, saudara sepupunya yang juga kepala Pengawal pribadi Putri Sakinah tak dibuatkan olehnya. Kini ada orang baru tiba-tiba mendapatkan perhatian khusus dari tuan Putri. Orang lama seperti mereka lansung terlupakan.

"Kenapa dia dibuatkan! Sedangkan kami tidak." Bagindo Aziz yang merupakan kemanakan Raja itu protes.

"Karena stok pakaian untuk Pengawal sudah habis! Betulkan Datuk ..." jawab Putri Sakinah sambil melempar jawaban pada Datuk Marajo Silayang. Dia yakin Datuk pasti membelanya, padahal ia sendiri tak memeriksa gudang pakaian untuk Prajurit Hulubalangpun.

"Betul yang dibilang oleh tuan Putri," sahut Datuk Marajo Silayang berbohong. Dia juga tak tahu, apakah di dalam gudang masih ada atau tidak stok pakaian.

"Beruntung sekali nasib pemuda ini," bisik Prajurit Hulubalang yang juga Pengawal Putri Sakinah.

"Wajarlah, pemuda ini juga gagah sekali," bisik yang lainnya.

Bagindo Aziz yang mendengar bisikan mereka merasa kupingnya panas. "Dia itu sudah beristri!" jawabnya keras supaya Putri Sakinah mendengarnya dan sadar diri tak menjadi pelakor. Apalagi yang diincarnya cuma rakyat jelata saja, berbeda kasta dengan mereka. Tentu saja itu sangat merendahkan martabatnya.

"Ayo dipakai, ya ..." Putri Sakinah tak memperdulikan ocehan Bagindo Aziz.

Bonar Siregar memakai pakaian pemberian Putri Sakinah dengan terpaksa, ia merasa serba salah. Karena tatapan penuh kebencian terpancar dari atasannya yang juga sepupu Putri Sakinah itu.

🌸Catatan 🌸

Uda : Abang

Nagari : kadipaten ( sudah dijelaskan di bab Awal)

Datuk: gelar adat

Kemanakan: keponakan.

1
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Keho
ok
Roni Yakub
Luar biasa
Doe He
sakit x batin q zulayka mati.manusia ga da otak.binik orng pun mau
Doe He
klu yg aq denger dari cowo aq mamak ninik itu kya orang tua angkat nya aq kalau aq nikah sama cowo aq itu.krna dia orang minang.jadi mamak ninik itu yg bakal jagain aq nti di sana.ibarat udh kya orng tua aq sndiri.dari klu ada masalah. nikah.melahirkan.jaga anak klu kita sibuk itu ya ke mamak ninik itu aq nti.gitu sih kata cwo aq.
Wan Trado: ninik mamak itu adalah saudara laki-laki dari pihak ibu, baik yg sekandung maupun yg sapasukuan (satu suku/marga) yg biasanya didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting, biasanya posisinya sebagai datuk/penghulu dan hulubalang
total 1 replies
abdan syakura
Aissshhh
Si Malin (Kundang) bangkit lg..
jd sobatny si Bonar nih ..🤣
Semangat Bang!!!
asih Asih
sgt bagus
ar wahkhu
tak sangka awak,mati juga si bonar. i'le baya
ar wahkhu
minang kabau = Kerbau yang menang
ar wahkhu
jika berkisah tentang semi kerajaan, sangat tabu untuk anak lawan jenis untuk memeluk. jangankan memeluk, bersentuhan tangan saja sudah membuat berbeda.
ini hanya saran dan masukan.
ar wahkhu
mandau
Farid Ma'ruf
tulisan keren
Farid Ma'ruf
keren
Farid Ma'ruf
tulisan keren
Sri Juliani
bonar2..aku lebih suka kau bersama putri sakinah,agaf anakmu hidupnya terjamin..
Sri Juliani
sampai segitu tak pekanya ,bonar siregar terhadap perasaan sakinah..
Sri Juliani
apa gak cemburu nih marga lain thor,gagah bana marga siregar nih..di perebutkan wanita cantik..gak tanggung2 putri raja..
Sri Juliani
ee..senjumnya sendiri bacanya...
Taramia
aku sudah baca, malah duluan baca itu baru baca yang ini.😁
bagus sekali ceritanya. lucu dan seru. sangat menghibur.👍
Taramia
akhirnya Bonar meninggal karena sakit, bukan karena perang.😊👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!