NovelToon NovelToon
Calon Imam Pilihan

Calon Imam Pilihan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:292.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Naimma

" Tapi Adek nggak mau nikah sekarang. Harus nunggu Adek lulus kuliah dulu pokoknya ! " Nana mengajukan syarat pada ayahnya saat menerima lamaran dari Zen, pemuda dewasa dengan pesona lesung pipi yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

Dengan masa penantian panjang itu, Nana, gadis yang baru saja lulus dari bangku SMA itu mengharapkan Zen menyerah dan membatalkan perjodohan ini.

Berhasilkah Nana membuat Zen meninggalkannya? Ataukah justru ia akan terpikat pada sosok dewasa Zen, lalu menjadikannya sebagai sosok calon imam pilihannya sendiri nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naimma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak dikenali

Nana menutup rapat pintu gerbang kostnya. Dia tidak mengetau jika didalam kost sedang kedatangan tamu laki-laki. Karna dia juga tidak mengetahui pasti, isi pesan yang coba Dian beritahukan tadi padanya.

" Loh, ada tamu ya?" Ucap Nana melihat motor sport terparkir dihalaman kost.

Nanapun kembali membuka pintu gerbang rumah kostnya agak lebar. Karna itu merupakan peraturan, apabila penghuni kost yang notabene cewek semua sedang menerima tamu laki-laki.

Nana berjalan seperti biasa, melepas sepatu kemudian menaruhnya dirak yang tersedia diruang tamu. Nana mengedarkan penglihatannya pada halaman kost, yang tidak Ia temukan satupun sepeda motor milik penghuni kost yang terparkir disana. Nana memberi senyum basa basi pada tamu yang dilihatnya sedang duduk disofa sendirian.

Sepeda motornya Mbak-mbak pada kemana? Lha trus itu tamunya siapa, kalau dikost sedang nggak ada orang ! Nana sedikit was-was dan merasa curiga.

Buru-buru Nana mempercepat jalannya agar segera mencapai tangga menuju lantai dua. Dimana kamar seluruh penghuni kost berada. Karna sepertinya dia akan aman jika berada dalam kamar, jika tamu itu merupakan orang yang berniat jahat. Nana menjadi paranoid, mengingat dia sedang berada dikota yang besar.

" Mbak..." Suara Zen menghentikan langkah cepat Nana sebelum mencapai tangga.

" Iya. Mas nya lagi nunggu siapa ya?" Tanpa dosa Nana bertanya.

Jadi dia nggak ngenalin aku ? Zen mentertawakan pertanyaan polos Nana.

Mesti hatinya sedikit kecewa, namun sekarang Zen menyadari bahwas selama ini dia telah melakukan kesalahan. Karna dia terlalu menahan diri dan tidak memperkenalkan diri lebih awal secara layak pada Nana.

Lah kok ? Mas nya malah ketawa. Heran, namun masih ada perasaan takut.

" Mbak Nana... " Zen mengulang panggilannya dengan nada yang lebih lembut.

" Daleeem." Jawaban Nana ikut melunak.

Deeg... deg... deg... Serrrrr. Hati Nana mulai berdesiran. Mengingat kemungkinan terkecil bahwa tamu itu adalah Zen, calon imam terpilih yang sudah Ia setujui.

" Mas nya sinten nggh (Masnya siapa ya)?" Nggak munkin dek Zen. Orang Masnya cakep gitu kok. " Hehehe." Hati Nana sudah memastikan.

" Ayo sini, kenalan dulu sama calon suami." Zen melambai. Meminta Nana untuk memdekat sambil tersenyum menahan debaran dihati. Karna sudah berani mengucapankan kalimat yang begitu memalukan untuk dirinya sendiri.

" Hehehe." Nana mematung. Nggak mungkin !!!

Masa iya baru aja Nana terlepas dari bayang-bayang nama "jangan diangkat". Sekarang malah menyaksikan orangnya langsung dihadapannya.

Masa beneran itu dek Zen? Masih tidak dapat mempercayai dengan apa yang dilihatannya. Karna sangat berbeda dengan sosok yang Ia bayangkan selama ini. Manis sih, tapi tetap aja aku belum siap ketemu dia ya Allah.... Hiks.

Dengan langkah berat seperti sedang diseret, Nana berjalan mendekati sofa ruang tamu, beserta orang yang sedang duduk sana. Nana pun memaksakan diri untuk duduk disebelah Zen, dengan batas aman tentunya.

Mungkin karna efek menjomblo 30 tahun, hati Zen senang tidak terkira saat melihat uluran tangan dari Nana, disusul sebuah kecupan yang diterimanya dipunggung tangan. Sedangkan bagi Nana, itu bukanlah hal yang spesial. Karna memang begitulah cara dia untuk menunjukan rasa hormat kepada orang yang lebih tua.

Namun tetap saja, Zen yang biasanya terlihat kaku didepan keluarga kini perasaanya seperti sedang meleleh hanya karna satu kecupan dari Nana. Itupun hanya dipunggung tangannya. Kekecewaan yang sempat Ia alami saat diawal kedatangannya sekarang ikut luntur. Rasa kecewa karna mendapati Nana berboncengan dengan laki-laki lain sudah hilang, terhapuskan oleh kecupan.

" Udah lama nunggunya ?" Nana yang tidak memiliki pengalaman dengan laki-laki seusia Zen, berusaha meredam rasa cemasnya.

" Barusan kok, mbak." Zen tersenyum, menutupi rasa canggung. Karna ini juga merupakan pengalaman pertama untuknya.

Mati aku ! Berarti tadi dia lihat aku sama kak Azam dong ! Tiba-tiba teringat kejadian di depan gerbang.

Nana hawatir, jika Zen akan berfikiran buruk tentangnya. Karna dia tidak boleh berbuat kesalahan yang menyebabkan putusnya hubungan dengan Zen. Selain menjaga janjinya pada Ayah, Nana juga tidak mau mendapat cap sebagai cewek nggak bener dari Zen dan keluarganya.

Tenang Nana ! Kamu nggak berbuat salah. Kamu kan nggak ada hubungan khusus sama kak Azam. Jadi kamu aman. Beneran. Ucap Nana pada hati, agar kehawatirnnya segera pergi.

" Mbak..." Panggil Zen.

" Hmm, dalem."

" Mbak Nana gak seneng ya aku kesini?"

" Seneng kok." Nggak mungkin juga kan bilang kalau nggak seneng. " Cuma agak kaget aja, kok dek Zen bisa tau alamat kost ini ?" Nana memang penasaran tentang itu.

" Tadi sebelum kesini aku telfon mas Firman."

Oooooohh ! Jadi dia toh biang keroknya. Pantes aja tadi pas kuliah dia ngintrogasi aku lewat pesan. Nana mengepalkan tangan sebagai bentuk kegeramannya pada Firman. Dasar penghianat...!!!

Prolog :

" Aduh!"

" Kenapa, Mas?" Tanya Yuni pada Firman.

" Lidahku kegigit, Dek !"

" Makanya hati-hati makannya. Mana sini coba tak lihat." Melihat istrinya hawatir, Firman menurut untuk menjulurkan lidah yang dirasanya perih.

" Ya Allah, Mas... sampe berdarah lidah kamu. Bentar ya, mas. Tak beli obat dulu buat ngobati lidah Mas biar gak jadi sariawan."

" Alah gak usah. Cuma luka dikit ini !"

" Mas, jangan-jangan ada yang nyumpahin kamu itu!"

" Siapa?"

" Ya gak tau! Mungkin Mas pernah berbuat salah kali, sama siapa gitu..."

" Mas mu ini terlalu baik untuk berbuat salah sama orang, Dek. Apalagi yang nyampe berani nyumpahin mas. Hehehe." Ucap Firman bangga. Kalaupun ada palingan juga Nana.

1
Kimie Meonk
aqnunggu karyamu yg berikutnya Thor....😊
Anna Susiana
ayo lanjut menyimak ceritanya
Rania Shanum
lohh laptopnya mn thor?
Rania Shanum
ak bayangkan visual Zen, Andi Arsryl.
N.U: boleh juga sih, tapi senyumannya masih manisan zen dikit,kak....🤭
total 1 replies
Rania Shanum
Suamiku dulu nikah umur 35 ak 25 😁😁
beda 10 tahun. mateng banget yachh
N.U: makasih ya kak rania udah mampir baca, seneng bgt akunya..
kaget juga sih pas buka aplikasi ada notifikasi like sama komenan di sini. kan udah lama bgt tamat. eh ternyata masih ada yg masih mau baca & mau meninggalkan jejaknya.
total 2 replies
Sha
Btw thor, kok penasaran sama kelanjutan cerita kuliah si Nana ya dianter tiap hari atau ngontrak, gimana reaksi si Azzam, juga reaksi Nana pas kerumah mertuanya, wkwkwk.
Sha: sama-sama kak. semangaaaatttt
total 8 replies
Sha
Ndak ada kata-kata lagi wes. Pokoknya mantul banget
Sha: untuk pengalaman pertama ini mah udah the best kak. penulisannya bagus rapi, bahasanya juga mudah dipahami jadi ndk perlu mikir susah-susah hehe.

semangat terus berkaryanya kakak, semoga kedepan lebih baik.
ditunggu juga karya yang bernapaskan Islami (Islam Syar'i)
total 3 replies
Ellen Thianyo
f ,we
N.U: kenpa kak?
jangan ragu buat ngasih saran ke authornya ya...
total 1 replies
Rayhanah Salwani
sampai dsni suka baca ceitanya
N.U: makasih kak, sudah meninggalkan jejak disini.
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
sebenernya novel nya bagus.... tpi sayang like nya dikit
Dinda Kirana agustina
aduuuuh repot iaa... banyak tanggung ngan..
N.U: ya begitulah,kak... karna cuma zen yg bisa diandalkan di keluarga. tapi nanti kalau udah ketemu sma nana, lupa deh sama tanggungannya yg lain...😅
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
baru Nemu ini novel... aku baca ya...
N.U: trimakasih kak dinda sudah mampir disini.❤
semoga berkenan.😍
total 1 replies
Putu Sugianti
iiI
N.U: trima kasih ya,kak... sudah bersedia mampir disini. kalau punya saran, author siap mendengarkan.
total 1 replies
indrianingtyas
thor q kangen kekonyolan mamam sm mumum beneran ini😣...kpn lanjutin season 2 gt thor..
indrianingtyas: ke tempat mamam sm mumum yo thor..mumum da hamil pa blm kita liat yuk😂😂
total 4 replies
Kimie Meonk
nama nih author q tersayaaaaang.... ad karya bru lgi ga???? kangen nich.. pke banget lgi...😍😍😍
N.U: makasih kak Dian...😍😍😍😍 lope...lope... buat kakak.❤❤❤
total 3 replies
Ari Yanti
Keren thor. .ak suka ceritanya marai kyo wg gemblung...lnjut season 2 thor
N.U: relekan aja ya,kak... mereka udah bahagia kok.
total 3 replies
An-nur
ayolah thor bikin cerita imam pilihan jilid dua kan sekarang udah jadi imam jadi judulnya nggak calon imam lagi,imam pilihan aja hehehe kangen nih
N.U: kangen sama aku???
total 1 replies
Aleza farisa
nggak ada part 2 nya kah thor
N.U: Belum tau,kak...
soalnya belum ada rencana buat nulis lagi dalm waktu dekat ini
total 1 replies
Aleza farisa
keren thor😁😁😁😁😁😁
N.U: makasih...

semga nggak ngecewain cerita penutupnya.😁
total 1 replies
Anik Nur Yamah
terimakasih juga thoor.,, ceritanya bagus banget...
d tunggu crita2 yang lainnya...atau cerita kelanjutannya mamam Zen dan mumum Nana...
N.U: dibilang bagus, pake bgt aku jadi malu,kak...😳😳😳

untuk saat ini sih belm ada keinginan buat nulis lagi. soalnya susah cari waktuny. ntar yg ada, updatenya tambah nggak rutin dari sebelumnya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!