NovelToon NovelToon
Hanya Sebuah Cerita

Hanya Sebuah Cerita

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Contest / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:69k
Nilai: 5
Nama Author: KaniaPutri

# Proses revisi tanda baca dan lainnya, dimulai dari bab paling belakang #


Ini tentang gadis bernama Ava Angelina Putri, gadis keras kepala, naif, dan suka mecampuri urusan orang lain yang sedang mencoba menjelajahi dunia SMA yang selalu dia ingin dan banggakan.

Tidak hanya sendiri, Ava juga ditemani oleh dua sahabat seperjuangannya yaitu, Agnes Tri Sukmawati dan Isyana Aziva Delina yang juga ingin tahu bagaimana rasanya.

Proses pendewasaan diri pasti akan selalu ada yang namanya pencarian jati diri, tantangan, cinta monyet, ambisius, kehilangan arah, keingintahuan yang tinggi, proses penyelesaian masalah, mencari tujuan hidup, cita-cita, visi, misi, dan segala hal yang berhubungan dengan usia pertumbuhan.

Akankah Ava beserta para sahabatnya menemukan apa yang mereka cari?

Atau justru dihadang jalan buntu sehingga menyimpulkan kalau masa SMA tidak seistimewa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaniaPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 ~ Pasar Malam

...

...

18:02

"Astaga, gila ngeri banget!" umpat Ava menggeleng-gelengkan kepala.

Karena saat ini Ava tengah menonton film horror Carrie (2013) di kamarnya menggunakan laptop dan ditemani sekaleng soda juga pop-corn berukuran cukup besar.

Ceklek

Pintu kamar Ava terbuka, dan membuat Ava sempat sedikit terkejut menampakkan kedua gadis muda yang kini sudah duduk di sisi kiri dan kanan.

"Nonton apaan?" tanya Agnes ikut menonton dan mengambil pop-corn yang di pegang Ava.

"Carrie,"

"Kok, kayak psikopat gitu, ya?" tanya Ana saat melihat scane semua siswa di bantai saat prom night.

"Emang, iya," jawab Ava cepat.

Ana langsung merapatkan dirinya. "Wah, kalau gini seru nih, gue suka yang kayak gini." ucap Ana kegirangan.

Yaa, memang Ana suka yang berbau psikopat seperti itu, Ana suka membaca cerita tentang psikopat jenius yang tidak pernah di ketahui siapa dan sangat rapi melakukannya, tak hanya cerita saja pokok nya semuanya seperti film, series, anime, buku novel, dan lain-lain.

Ana juga pernah bilang kalau ia ingin menjadi psikopat, karena menurutnya itu sangat seru dan menyenangkan. Ia ingin membunuh orang yang tidak di sukainya baik yang punya salah atau yang tidak kepadanya, tapi ia urungkan karena Ana tidak sejenius itu.

Memang mengerikan bagi sebagian orang, tapi tidak bagi Ava dan Agnes, karena mereka berdua sudah terbiasa dengan sifat Ana.

Ting

Ting

Hp Ava berbunyi. Agnes yang ada di samping laci mengambilkan hp Ava dan memberikannya. Ava bangkit lalu  menjauhi kedua cewe itu, karena jika mereka berdua melihat Ava akan menjadi bahan ledekan.

Aras

Lo, ada waktu?

^^^Ava^^^

^^^Ada, kenapa?^^^

Aras

Gue, mau ngajak lo ke pasar malam

^^^Ava^^^

^^^Bukannya, lo masih ada janji sama ciwi-ciwi yang menang kemarin?^^^

Aras

Gue batalin satu

^^^Ava^^^

^^^Ooh gitu, mau deh gue siap-siap dulu^^^

Aras

Iya, yang cantik dan jangan bikin Gue malu!

Ava langsung terdiam saat membaca pesan dari Aras yang itu, tapi detik berikutnya Ava mengembangkan senyumnya.

^^^Ava^^^

^^^Nggak akan^^^

"Eeh, kalian nonton aja sampai puas. Gue mau jalan nih sama kak Aras ke pasar malam," tutur Ava pada kedua cewe di depannya.

"Enak, yaa, jadi Ava. Eeh ... tapi apa kabar, yaa, sama, kak Uki? Dia sekalipun nggak pernah ngechat gue atau pun ngajak jalan, gitu?" Ana langsung murung menatap Ava iri.

"Eeh, iya? Kak Gilang juga nggak pernah tuh," sambung Agnes.

Ava tersenyum melihat tingkah sahabatnya. "Mereka itu lagi pada ngedate sama ciwi-ciwi yang kemarin menang, jadi jangan harap deh, kalian ..."

"Eeh, gue kasih tahu, yaa, kak Gilang sama kak Uki itu nggak ada gunanya, mereka cuma buat tambah-tambahan aja, makanya mereka jarang keluar, "

"Nanti, deh di akhir gue jelasin semuanya. "

Ana dan Agnes langsung berdehem, merasa terhina akan hal itu.

***

Ava menunggu Aras di teras rumahnya, Ana dan Agnes sibuk menonton film sambil memakan semua makanan yang ada di dalam kulkas.

Ava berdandan casual sesuai dengan gayanya tapi tetap stylish, dengan rambut yang di kuncir atas, T-shirt warna putih, celana jeans sepaha, di padukan dengan mantel abu-abu panjang sebetis, mantel yang khas dari negri gingseng, dan sneakers putih polet abu-abu.

Ava langsung membuka gerbang saat ada mobil hitam Aras ada di depan rumahnya.

Aras tampak sangat stylish dan terkesan cool, bahkan hanya dengan memakai T-shirt putih, jaket jeans hitam, celana jeans hitam, topi hitam, juga sneakers hitam polet putih. Sepertinya warna hitam adalah warna yang paling cocok dengan Aras.

Aras tersenyum saat melihat penampilan Ava, begitupun Ava juga tersenyum saat melihat penampilan Aras. Keduanya sama-sama keren.

Ava jadi tambah deg-degan. "Kok pake mobil? Kenapa nggak pake motor aja, Kak?" tanya Ava.

"Ooh, gue suka aja kemana mana pake mobil. Biar keliatan lebih keren,"

Aras mengambil sesuatu dari dalam mobil dan memberikannya pada Ava.

"Ini apa, Kak?" tanya Ava menatap sekilas kotak tersebut.

"Buka aja,"

Jantung Ava langsung berdebar kencang Ava ingin pingsan sekarang juga, saat melihat isi kotak tersebut berisi syal abu-abu yang sangat indah.

...

...

Ava langsung menatap ke arah Aras. "Makasih Kak, gue suka banget!"

Aras mengambil syal yang di pegang Ava dan memakaikannya di leher cewe itu.

Jantung Ava semakin berdebar kencang, jangan sampai Ava ketahuan kalau pipinya saat ini memanas, Ava akan sangat malu akan hal itu.

"Jelas lo suka, ini di bikin dengan kualitas terbaik di rancang di butik ternama di Indonesia. Bahan nya juga nggak sembarangan. Dari sutra murni."

Ava hanya mengangguk pelan sambil terus menatap syal yang kini sudah membalut lehernya.

Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil dan menuju ke tempat tujuan.

Tadi Ava kira ia akan di bukakan pintu Aras agar semakin romantis dan ternyata hal itu tidak terjadi. Tapi tak apalah karena Ava juga sudah di beri hadiah oleh Aras.

***

Mata Ava berbinar saat di depan nya sudah ada pasar malam yang sangat besar berbeda dari pasar malam biasanya.

...

...

"Ayok masuk!" dengan cepat Ava langsung menarik tangan Aras. Untungnya tidak ada penolakan dari cowo itu.

Ava dan Aras sudah mencoba hampir semua permainan di sini mulai dari lempar bola ke dalam gelas, komedi putar, istana balon, pancing-pancingan, lempar kaleng, biang lala, rumah hantu, putaran pesawat terbang, dan menembak target.

Ava menatap Aras yang sedang bermain permainan menembak objek dengan tepat, agar mengenai kepalanya.

Tapi Aras sepertinya gagal terus karena objeknya yang bergerak kesana kemari dengan sangat cepat.

Malam ini tidak mungkin menjadi malam yang paling menyenangkan, karena akan ada malam malam selanjutnya bersama dia yang ada di sana, dan Ava akan selalu menunggu dan menantikannya setiap waktu. Karena Ava mulai merasakannya, baik jarak jauh maupun jarak dekat.

Mereka berdua saat ini beristirahat sebentar sambil memakan sosis dan bakso bakar di kedai yang ada di dalam pasar malam tersebut.

...

...

...

...

Ava makan sangat banyak, tidak apa-apa toh Aras yang bayar, tidak mungkinkan Aras tidak sanggup baya. Bukannya Ava tidak sanggup tapi memang harus yang cowok yang bayar jika sedang berjalan berdua. Sekalipun yang mengajak jalan itu pihak yang cewek, dan cewe tidak ada kewajiban untuk itu. Tapi kalau yang cewek mau membayar sih tidak masalah juga.

Ava sudah habis tiga porsi sosis bakar dan empat porsi bakso bakar, Aras mengamati Ava makan dari tadi, ia sedikit aneh dengan hal itu.

"Ava, lo makan sebanyak ini? Ya ... kalau makan pelan-pelan dong jangan berantakan gitu, malu kalau di liatin orang,"

Ava langsung menghentikan acara makannya, mengambil tisyu dan mengelap bibirnya yang belepotan.

"Aduh kelepasan lagi, harus anggun, jangan kayak nggak pernah makan! " batin Ava meruntuki kebodohan nya.

"Maaf, Kak. Enak banget soalnya dan laper juga sih,"

"Lo laper? Kenapa nggak bilang? Kan, kita bisa ke restaurant,"

"Nggak usah, Kak, makan ini juga nanti kenyang." balas Ava malu-malu.

Ava meminum pop-ice rasa alpukat di depannya lalu memakan bakso bakar pelan pelan, tidak berantakan seperti tadi.

***

Setelah makan sosis dan bakso bakar tadi Aras mengajak Ava untuk membeli jagung bakar.

Suasana malam ini begitu dingin dan bodohnya Ava memakai celana jeans sepaha. Jadinya Ava hanya bisa menyelimuti dan mengeratkan mantel abu-abu yang ia pakai.

"Ava, gue ke depan bentar, yaa. Mau jalan-jalan dulu, lo tunggu di sini sambil nunggu jagungnya matang." pamit Aras beranjak pergi dari duduknya.

Ava hanya bisa diam dan mengangguk pelan. "Iya."

Ava sudah menghabiskan dua jagung bakar pedas, tapi Aras belum kembali juga, apakah cowo itu tersasar atau lupa dengan Ava.

Hp Ava berdering di dalam saku dan Ava segera melihat siapa yang menelponnya Setelah Ava lihat ternyata Aras yang menelpon dan dengan segera Ava mengeser tombol hijau.

"Halo, Kak Aras?"

"Ava, gue ada urusan mendadak. Temen gue kecelakaan, dan sekarang gue udah di jalan mau ke rumah sakit,"

"Ohh gitu yaa? Yaudah nggak papa, gue pulang sendiri aja,"

"Yaudah hati-gati, yaa! Pesen taxi onlie aja!"

"Iya, kak Aras nggak usah khawatir."

Tut

Tut

Tut

Sambungan terputus dari sana, Ava hanya bisa menghela nafas kasar, Aras tega menelantarkan Ava sendirian. Tapi jika dipikir-pikir Ava juga akan melakukan hal yang sama jika temannya kecelakaan.

Ava mengeluarkan selembar uang berwarna biru dari saku jas nya. "Ini, Pak. Ambil aja kembaliannya dan jagung bakarnya nggak jadi."

"Iya, makasih, yaa, Neng." jawab penjual laki-laki paru baya itu dengan semangat.

Ava langsung pergi dari sana dengan murung dan wajah lesu. Jika Ana dan Agnes tahu maka mereka berdua akan langsung menertawakan Ava.

Tin

Tin

Ava menoleh ke belakang dan melihat ada Alan yang datang dengan motor matic sambil menyampirkan sarung di pundak sebelah kiri.

Alan memberhentikan motornya tepat di samping Ava.

"Lo, ngapain di sini sendirian?" tanya Alan to the point.

Ava berusaha menetralkan dirinya agar tidak menangis atau berkaca-kaca di depan Alan. "Jalan-jalan aja. Boring di rumah,"

"Lha, lo ngapain di sini? Pake bawa sarung segala?" Ava balik bertanya.

Alan sedikit salting tapi sesegera mungkin menetralkannya. "Gue ... gue mau jaga malem! Jadwal gue pos ronda,"

"Lo, nggak belajar?" tanya Ava.

Alan menatap Ava jengah. "Engga, karena besok, 'kan, hari sabtu. Libur ...."

Ava mangguk-mangguk mengerti, tiba-tiba ia hilang ingatan sementara, pikirannya kacau dan ia bad mood.

Alan turun dari motor lalu berdiri di hadapan Ava, menatap cewek itu sebentar lalu berjongkok dan mengancingkan mantel Ava dari bawah sampai atas.

...

...

Alan mengangkat dagu Ava agar menghadap ke arahnya. "Kalau udah tahu dingin, jangan pake yang pendek-pendek."

Alan naik ke atas motor. "Ayo naik. Gue antar pulang."

Ava langsung naik ke motor Alan, Ava memegang baju Alan. Sebenarnya Ava ingin memeluk Alan tapi tiba-tiba ia ragu jadi Ava tidak melakukannya.

...***...

...Ditulis tanggal 10 Mei 2020...

...Dipublish tanggal 19 Februari 2021...

...***...

...Jangan lupa tinggalkan jejak untuk menghargai karya Author, supaya Authornya juga senang dan semangat nulisnya. Nanti kalau kalian nemu ada yang copas cerita Aku atau apa tolong banget kasih tahu Aku, ya! Tapi ngasih tahunya jangan komen, langsung aja chat Aku. Thank you and happy reading....

1
💜LAVENDER💜
Jujur, aku suka banget baca novel ini dari awal sampai hampir epilog,karena 1)aku suka sama ceritanya yang beda dari yang lain',2)Feel-nya dapat banget(sampai berkaca2 mataku saat Ava mengalami patah hati karena Alan 😢)',3)Aku suka sama tokoh di cerita ini, yaitu Alan
karena Alan itu orangnya bikin aku greget terus(pengen aku tabok rasanya kepala Alan saat Alan mutusin Ava 😬😂)tapi meskipun begitu aku tetap mau kasih 💜💜💜 buat Babang Alan 😙😁🤭

Dan menurutku yang kurang disini tuh ada di epilognya, karena kayak ngegantung gitu loh. Tapi,nggak apa2 lah ya aku tetap suka sama endingnya.😁

So,aku berharap ada season 2 untuk novel ini Thor,karena aku susah move on untuk novel ini 😭

Tetap semangat ya Thor untuk membuat karya yang bagus2 dan seru pastinya ❤😁
Kania Putri;)/*: Kita saling pollow dulu, nanti kalau udah baru ada tanda chatnya. Paham nggak? Udah, pollow aja dulu nanti juga tahu. Sebernya Aku juga kurang tahu sistem kerja di Negeri Red ini kayak apa, makanya Aku ke sini tuh cuma lihat-lihat doang. Kalau dikasih undangan grup pun Aku nggak pernah masuk. Selain itu Aku lebih aktif di Negeri Orange, apk membaca dan menulis pertama Aku.
total 8 replies
💜LAVENDER💜
Sad 😭
💜LAVENDER💜
Aku Hadir Thor ☝😁
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨✨✨
Little Peony
Like like like
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Crushed by CEO dan Shadow ya ✨✨✨
Emak Femes
Mamaknya Raanjhana mampir dimari...👋👋👋
Emak Femes
Halo, mamaknya Rocky dari Goodbye Mr.Playboy mampir kemari 👋👋
windoverjoyed
uwaaaaaawwwwwww
Yura
Iya. Sama-sama
Yura
25.) Pas part Aras, Alan, dkk nyelametin Ava saat dia diculik. Bersatu banget
Yura
Oh, oke oke
Yura
Cast nya cantik-cantik dan ganteng-ganteng
Yura
Heummm Aku mencium bau ending menggantung
Yura
Alhamdulillah masih dikelilingi orang baik
Yura
Ayo move on Ava
Yura
Kalau Ava senang, Aku juga ikut senang.
Yura
Pengen ngamuk juga Aku tuh, geregetan
Yura
Kayaknya Ava udah move on
Yura
Nggak nyangka Maudi ternyata sebaik itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!