NovelToon NovelToon
AKU BENCI PERNIKAHAN KU

AKU BENCI PERNIKAHAN KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Perjodohan
Popularitas:301.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Icha Nurlaela sari

Menceritakan seorang gadis anak yatim piatu , tinggal bersama paman dan bibinya , ibu dan ayahku meninggal di saat usia ku masih 8thn,
Sonya di jodohkan dengan fasya pamungkas anaknya pak bagaskara , oleh pamannya untuk membayarkan utang² mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Nurlaela sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

'Kemana perginya fasya dan bianca?' pikirnya bingung.

Sonya mengedikkan kedua bahunya lalu memutar arah menuju keluar restoran. Mungkin ia akan makan malam di kamar saja,dengan menu yang sudah di siapkan oleh hotel. Selangkah lagi sonya akan keluar restoran,tiba² ada yang mencekal tangan kanannya. Sonya pun menolehkan kepalanya dan melihat seorang pelayan restoran yang memandangnya dengan tangan kiri yang memegang sebuah kertas. Sonya mengangkat salah satu alisnya dengan raut wajah yang seolah-olah bertanya 'ada apa?'. Pelayan restoran itu pun melepaskan cekalan tangannya lalu membuka mulut untuk berbicara kepada sonya maksud dan tujuannya menahan sonya.

"Maaf,tapi anda tidak boleh keluar sebelum membayar nyonya"

"A-ah" sonya mengalihkan pandangannya ke samping mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti,lalu ia kembali menatap si pelayan restoran tersebut sambil memasang senyuman ramahnya. "Boleh ku lihat bill nya?"

"Silahkan nyonya,ini bill nya. Anda bisa membayarnya di kasir" ucapnya lalu menyerahkan kertas yang ternyata adalah sebuah bill yang sedari di genggamnya. Sonya pun menerima bill tersebut lalu melihatnya,seketika matanya membulat saat melihat jejeran angka di bill tersebut.

'Ya ampun mahal sekali,untung aku membawa black card yang diberi papah' ~batinnya lega. Sonya pun melangkahkan kakinya menuju kasir,setelah sebelumnya mengucapkan 'terimakasih' kepada si pelayan restoran. Setelah membayarnya ia pun keluar dari restoran itu menuju kamarnya,sungguh tubuhnya lelah dan lapar karena tadi keasikkan mengobrol dan lupa waktu sampai berujung ia melupakan makan malamnya.

Sesampainya di kamar ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang hotel dan memejamkan matanya,namun sepertinya ia melupakan sesuatu. Ah! Ia ingat kamar ini terasa sepi,biasanya akan terdengar suara teriakan bianca saat ia berbaring di ranjang itu.

"Kemana perginya bianca? Apa ia sedang keluar bersama fasya? Atau jangan²..." sonya segera bangkit berdiri lalu berlari keluar kamar menuju kamar fasya yang berada tepat di depan kamarnya. Sonya pun mengetuk-ngetuk pintu secara tak sabaran,saat pikiran² aneh itu hinggap di otaknya. Oh ayolah~ seharusnya ia tidak perlu berpikiran yang macam² apalagi kepada suaminya. Namun pikiran² itu seolah-olah menghantui dirinya. Tak lama terdengar teriakan seorang wanita dari dalam dan pintu yang terbuka,sonya pun segera melesat masuk ke kamar dab menabrak bianca hingga membuatnya tersungkur.

"Sialan!! Apa yang kau lakukan hah!!" teriak bianca sambil berdiri lalu menjambak rambut sonya.

"A-aww! Lepaskan! Sa-sakit" teriak sonya dengan tangan yang berusaha melepaskan jambakan bianca di rambutnya. Bukannya melepaskan bianca malah semakin menariknya kuat,saat melihat fasya yang keluar dari kamar mandi sambil memegang perutnya,buru² bianca melepaskan jambakannya dan beralih mencakar lengan atas nya hingga mengeluarkan darah segar dan menjatuhkan dirinya kelantai. Sonya yang melihatnya mengerutkan kepalanya bingung,kenapa ia melukai dirinya sendiri? Batin sonya bertanya-tanya. Tak lama terdengar bentakan dari arah belakang sonya berdiri.

"SONYA!!" sonya yang mendengar bentakan itu menolehkan kepalanya dan terkejut saat melihat fasya yang berjalan cepat kearahnya dengan mata yang merah menyiratkan kemarahan.

Plak!

"Apa yang kau lakukan pada bianca hah!?" bentak fasya lalu mencengkram kuat kedua pipi sonya,membuat sonya yang tadinya menoleh ke arah kanan jadi langsung menatap fasya akibat cengkraman di pipinya. Terlihat sudut bibir sonya yang mengeluarkan darah akibat tamparan kuat dari fasya.

"Jawab sialan!!" bentak fasya lagi dan semakin memperkuat cengkraman nya. Air mata terlihat mulai menggenang di kedua mata sonya,sekali kedip saja mungkin air mata itu akan mengalir deras dan membasahi kedua pipinya. Namun sonya menahan kuat² air mata itu agar tak jatuh,tapi rasa sakit di sekitaran wajah dan hatinya membuat air mata itu terjatuh. Bianca yang melihat itu hanya tersenyum miring,tak sia² ia melukai dirinya sendiri. 'Tak apalah sakit sedikit,yang penting aku puas melihat gadis sialan itu tersiksa' batinnya tertawa jahat:v.

"A-aku tak melakukan apapun sungguh hiks,bianca yang menjambak ku duluan hiks hiks" jelas sonya tersedu-sedu.

"Bo-bohong dia berbohong fasya. Dia sendiri yang memulainya mendorong dan mencakar diriku. Lihat ini lengan ku terluka karena dia hiks" bohong bianca dengan air mata yang dibuat-buat agar fasya percaya padanya. Fasya pun melirik kearah lengan bianca dan melihat sebuah luka bekas cakaran yang terlihat dan dalam. Fasya pun mengalihkan tatapannya ke arah sonya lalu mendorong gadis itu kuat hingga punggungnya terbentur ujung meja nakas.

"A-akh!" jerit sonya kesakitan,lalu tubuhnya meluruh kelantai karena tak kuat menahan rasa sakit yang menjalar di punggungnya.

"Pergi kau dari sini! Aku muak melihatmu! Dan jangan pernah kau menyakiti bianca kalo tidak,kau tau akibatnya!" fasya kembali menampar sonya di pipi sebelah kanannya,membuat warna merah bekas tamparan terlihat kontras di kulitnya yang putih. Lalu fasya segera mendekati bianca yang masih terduduk di lantai dan segera membantunya berdiri,mendudukannya di tepi ranjang. Sedangkan ia pergi ke kamar mandi dimana tempat kotak p3k itu disimpan. Bianca melipat kedua tangannya diatas dada lalu memasang senyum mengejek dan memandang remeh sonya.

"Uhhh~ kasihan. Sakit ya? Mangkanya jangan pernah maen² sama gue!" saat mendengar suara langkah kaki,bianca segera memasang raut wajah kesakitan nya. "A-aww! Sakit hiks" rintih bianca. "Sakit ya? Sini aku obatin dulu biar cepet sembuh" fasya segera mengambil kapas lalu menuangkan alkohol agar lukanya tidak menjadi infeksi,lalu mengambil kapas lagi dan dituangkannya obat merah dan di oleskan ke luka bianca. Fasya melakukannya dengan penuh kasih sayang dan hati²,membuat sonya yang memang masih disana memandang kedua iri. Merasa ada yang memandangnya fasya pun mengalihkan pandangannya ke bawah dan melihat sonya yang memandangnya dengan rasa sakit,sebenarnya ada rasa iba saat fasya melihatnya namun ia segera menepis perasaan itu dan mengusir sonya dari kamarnya.

"Ngapain masih di sini hah!? Cepat pergi!! Kau tuli!? KU BILANG PERGI SIALAN!!" bentak fasya,sonya pun segera melangkahkan kedua kakinya dan berjalan dengan tertatih-tatih.

Sesampainya sonya di kamar ia segera mengambil kotak p3k dan mulai mengobati luka di sudut bibirnya. Lalu mengambil air hangat dan handuk untuk mengompres luka lebam di kedua pipi dan punggungnya agar besok merasa lebih baik.

Sedangkan di kamar fasya. Fasya masih mengobati luka cakaran di lengan bianca dengan pikiran yang melayang entah kemana. Membuat bianca yang memanggilnya sedari tadi merasa kesal sendiri.

"Fasya!!" panggil bianca lagi,kali ini dengan teriakan nya membuat suaranya menggema di kamar hotel yang di tempati fasya itu.

"A-ah. Iya kenapa sayang?" tanya fasya saat tersadar dari lamunannya.

"Kamu mikirin siapa sih? Cewek itu? Iya? Kamu mulai suka sama dia gitu!?" tuduh bianca sambil membuang pandangannya ke samping,kesal.

"E-enggak sayang. Mana mungkin aku suka sama gadis miskin itu,aku kan cuman suka dan cinta sama kamu doang. Jangan marah dong,maafin aku ya" jelas dan bujuk fasya sambil berusaha menggenggam kedua tangan bianca,namun segera ditepis oleh sang empunya tangan.

"Aku mau maafin kamu,kalo kamu kasih aku uang 20jt buat besok aku shopping."

"Iya pasti aku kasih kok besok,tapi maafin aku dulu ya?" mohon fasya. Bianca segera tersenyum miring sebentar dan segera menggantinya dengan senyuman manisnya,lalu menganggukkan kepalanya sambil menatap ke arah fasya. 'Bodoh!' ~batinnya.

Tanpa disadari oleh keduanya kamar tersebut sebenarnya telah di pasang cctv yang tersambung langsung ke laptop pak bagaskara oleh anak buahnya.

"Anak ini sudah keterlaluan! Suatu saat nanti kau pasti akan menyesal dan memohon-mohon kepadanya. Tenang lah sonya,papah akan selalu ada di pihak mu" gumam pak bagaskara dengan pandangan yang tetap fokus ke tampilan cctv di laptopnya.

"Cari tau tentang wanita ini. Ikuti terus kemanapun ia pergi." perintah pak bagaskara kepada anak buahnya. Anak buahnya pun menganggukkan kepalanya mengerti,lalu segera menjalani tugas yang di berikan bosnya.

1
Prahara Sea
nggak seru, Sonya terlalu cepat terlena sementara suaminya sifatnya nggak jelas dan masih ingin juga sama Bianca
Prahara Sea
Semua visualnya buat mata seger
liska aika
bodohh ny sonya ☹☹☹
Neng Faiz
awas klo nanti jd bucin
Salmah S
Lanjut thor
🦢 𝐢𝐜𝐡𝐚❣︎ˢᵉˡˡᵒʷ͢ ㉿ᵇᵍᶠ•ʲʳ
seruu bngett
Ira Ana
sabar ya Sonya moga laki" manikahi akan tulus mencintaimu
Salmah S
nyimak thor
Sulati Cus
enak bgt nyebut2 babe2 pas kau siksa g inget klu yg di siksa yg disebut beb dr td ak g komen tp tgn ku tiba2 pgn nabok
Nay Mas Prabu
lanjut thor di tunggu ya
Thiena Saputri
Bagas cakep item mnis..cm Sonya agak kurang cantik n manis hehe
Yanti Natalia
kok gak di lanjut
Svwalad Amanah
blm up thor lanjuuuut
Lili Lintangraya
lanjut dong
Lili Lintangraya
sadis banget sih fasya,gk like ah aku😡
Egik
kak lanjut jangan lama lama upnya
Mbah Nen
lanjut dong jadi penasaran nih
Sri Wahyuni
pemeran sonya trlalu lemah mau ajj d perlakukhan seperti itu pd fasya
Sri Wahyuni
cantikhan sonya author
Ryegar sormin channel
lanjut dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!