NovelToon NovelToon
RE: God Creator

RE: God Creator

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Sci-Fi / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:847.4k
Nilai: 4.4
Nama Author: Guirusia Sin Jurai

Original Story by Guirusia Shin Jurai~

Seorang anak yang sejak kecil tinggal di panti asuhan yang kehilangan jejak tentang orang tuanya. Bukan hanya itu dia juga memiliki sesuatu yang luar biasa! Banyak kejadian yang dia alami. Mulai dari kehadiran sosok yang tidak diketahui hingga berpindah dunia dan dimensi. Anak ini adalah salah satu pemimpin perusahaan tertutup bernama Guirusia.co. Dia orang yang sangat hebat walau tanpa orang tuanya! Kisah hidupnya menjadi teladan banyak orang, tetapi dirinya selalu depresi oleh keadaannya. Kejadian demi kejadian juga banyak menimpa dirinya. Tidak ada yang tau, siapa sebenarnya sosok dirinya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Guirusia Sin Jurai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.20 Berhenti Sejenak

Sejak aku kembali dari melakukan aktivitas bodohku itu. Aku menjadi seseorang yang sungguh dan sangat luar biasa membosankan. Yang aku lakukan hanya lah istirahat, istirahat, dan istirahat. Bahkan aku tidak diperbolehkan melakukan tugasku sebagai raja. Sungguh menyedihkan sekali diriku ini.

“Chichiue? Apakah chichiue sebegitu bosannya kah?” kalau kemarin Lastia yang menemukan aku terbangun, sekarang gantian Exalux yang menemaniku.

“Hahaha, tidak apa kok Exa-chan. Hanya saja chichiue ingin kembali melakukan aktivitas normal chichiue.” sedikit menutupi tetapi memberikan fakta disertai senyuman, luar biasa.

Aku tidak ingin membebani anak-anakku dengan masalah yang ku hadapi. Hanya orang tua bodoh saja yang marah-marah kepada anaknya karena masalah yang dia tidak bisa selesaikan.

“Kalau begitu chichiue istirahatlah dalam beberapa hari ini. Semakin banyak istirahat chichiue akan semakin cepat sembuh dan bisa melakukan aktivtitas normal chichiue.” semangat dari Exa membuatku ingat lagi untuk tetap semangat walau dalam keadaan tidak menyenangkan sekali pun.

“Hahaha baiklah, terima kasih Exa-chan.” aku mencoba mengulurkan tanganku sebelum aku merasakan rasa sakit yang tidak tertahankan itu.

Ternyata punya tubuh immortal pun harus merasakan rasa sakit seperti ini. Reflek aja aku menarik tanganku kembali.

“Chichiue!? Ada apa??” mengetahui bahwa diriku merasakan rasa sakit, Exa langsung kebingungan sendiri.

“Aha-ha-ha-ha, t-tidak apa-apa kok.” rasa sakit ini semakin lama semakin menggangguku.

Tetapi aku tidak mungkin bilang ke Exa bahwa aku masih merasakan rasa sakit.

“Benarkah…? Atau lebih baik ku panggilkan dokter saja?” kata-kata Exa mengatakan bahwa seolah-seolah aku adalah orang yang merepotkan.

Cih, seharusnya aku tidak melakukan hal bodoh seperti itu. Sekarang apa coba, hanya bisa merasakan rasa sakit, lemah!

“T-tidak, jangan….” aku menghentikan Exa sebelum bertindak lebih lanjut.

“T-tapi kalau nanti terjadi hal yang tidak diinginkan kepada chichiue bagaimana…?” ternyata anak ini benar-benar peduli.

Sudah cukup Lucifer, jangan manjakan dirimu lebih lagi. Aku rasa memang karena kebodohan diriku, aku mengalami banyak luka tubuh dan mungkin luka mental juga. Untung saja aku masih waras. Pikir saja, walau pun kau terlatih tidak akan ada yang mau jatuh dari ketinggian 2 KM dari langit.

Namun jika aku masih memikirkan hal ini aku hanya akan semakin merasakan rasa sakit. Jadi aku benar-benar mengistirahatkan tubuh ini selagi berharap untuk bisa sembuh cepat. Saat ini walau tanpa mengecek pun aku mengerti, bahwa mana yang ada di dalam tubuhku ini sangat berantakan dan tidak bisa dipakai.

“Lihat? Sudah, tidak ada apa-apa. Chichiue paling hanya butuh istirahat aja lebih lagi.” respon yang ku berikan rasanya cukup untuk menenangkan Exa sedikit.

Dengan ini aku tau aku masih memiliki gap kekuatan yang sangat besar dengan raja sialan itu. Setelah aku bisa kembali bangkit, aku akan berlatih dan berlatih. Guna melatih tubuh ini dan otakku bisa semakin sinkron.

“Baiklah kalau chichiue berkata seperti itu… jangan bohong lagi lho ya….” bisa sedih juga ini anak dari dibohongi.

Apa boleh buat, anak minta orang tua jangan bohong ya harus dipenuhi. Sebaik mungkin aku ingin menjadi orang tua yang melakukan hal terbaik untuk anaknya. Guna apa kalau orang tua tidak bisa mengerti anaknya sendiri.

“Kalau begitu bisakah Exa-chan panggilkan hahaue dan yang lainnya?” pintaku dengan lemas.

“Baiklah, jangan ke mana-mana dulu. Aku akan memanggilkan mereka semua.” setelah memberiku sebuah pesan penting, Exa pergi memenuhi perkataanku.

Sungguh, sungguh membosankan punya hidup yang menjadi beban buat orang lain. Ini kah balasannya ketika aku selalu menyendiri dulu? Aku sudah muak dengan apa yang terjadi dalam sepanjang hidupku. Apakah tidak ada takdir yang jauh lebih baik daripada semua ini? Sungguh hidupku menyedihkan.

Hidup, dibesarkan di panti asuhan. Kerja, sembunyi-sembunyi. Sekolah, menderita. Hubungan gelap dengan Dark Society. Jadi raja tidak becus. Masa lalu sebelum di Terra yang tidak jelas. Bertemu dengan raja yang mengaku sebagai ayah tetapi menyedihkan. Dan terakhir, jadi orang tua menyusahkan. Seberapa lagi banyak kesalahan dihidupku yang selalu penuh penyesalan, tetapi tak pernah terselesaikan.

“Aku sungguh bodoh….” aku bergumam.

Kenapa ujung dari cerita hidupku selalu sendiri, sendiri, dan sendiri. Walau sekarang punya keluarga, tetapi aku tak punya rasa memiliki. Yang punya rasa memiliki ini hanya lah Lucifer yang lama, bukan aku. Cih, sudah lah aku tak perlu memikirkan hal ini lagi.

“Chichiue, aku sudah membawa semuanya datang.” kedatangan Exa membuatku sedikit terkejut karena mereka begitu cepat datang.

“Baiklah, terima kasih Exa-chan. Semuanya aku… tidak, aku pulang.“ sungguh aku bingung berkata apa pun.

Setidaknya sekarang aku memiliki tempat yang bisa kupanggil dengan rumah, di mana ada orang yang menunggu kepulanganku. Aku harus tetap positif. Dan yang penting, tetap lah tersenyum.

Spontan saja semua, ah tidak semua. Semua perempuan, istriku dan Lastia menangis, berlari arahku dan memelukku pelan. Kurasa ketika badanmu sedang sakit, pelukkan pelan pun bisa menjadi menyakitkan. Tetapi walau pun menyakitkan pelukan dari mereka hangat, aku merasa tenang dalam pelukkan mereka.

“Selamat pulang.” dengan muka yang sedang menangis namun tersenyum mereka menyambutku pulang.

“Maafkan atas keteledoranku sampai membuat kalian semua khawatir tentang kondisiku….” pinta maafku kepada mereka dengan kepala yang sedikit tertunduk.

“Tidak, itu bukan yang ingin kami bahas. Kami hanya saja merindukan kau bangun darling.” sambil menghapus air mata Marie tetap tersenyum.

Aku dibuat terharu oleh mereka. Betapa sabar sekali mereka menunggu aku bangun kembali. Pandanganku alihkan ke arah belakang dekat pintu, kudapati 3 anak laki-lakiku juga sedang berdiri menunggu. Walau kelihatannya mereka tidak menangis, mereka menahan tangisan mereka karena aku lihat mata mereka berkaca-kaca.

“Kalian nii-sama bodoh, kemarilah dan temui chichiue.” Lastia rupanya sedikit tertanggu dengan keberadaan mereka bertiga.

“Cih, buat apa. Sekarang chichiue sudah bangun dan aku sudah melihatnya, maka aku pergi.” dengan begitu saja Reprice pergi dari hadapanku.

Tadinya aku berpikir bahwa semua dari mereka akan pergi mengikuti Reprice, tapi dua orang anak laki-lakiku mendekat dan menyapaku.

“Kau kembali chichiue. Siapa yang memperlakukan chichiue seperti ini!? Aku akan membalaskannya untuk chichiue.” kurasa Amareth tetap perhatian kepadaku walau dengan emosi yang masih membara.

“Apakah chicihue tidak kenapa-kenapa? Aku pasti tau bahwa chichiue masih kesakitan dan tambah kesakitan sejak chichiue dipeluk oleh hahaue berdua dan Lastia.” Hellions mengingatkanku tentang kondisiku.

Tetapi kurasa ada yang salah. Aku ingin menyembunyikan rasa sakitku dari mereka semua. Kalau mereka tau aku masih merasakan rasa sakit, mereka bisa saja ribut gara-gara diriku.

“Hei! Kami kan hanya rindu kepada chichiue. Kau sendiri kenapa dingin huh!?” sudah kuduga, Lastia terpancing oleh kata-kata Hellions.

“Benarkah Ci kau masih merasakan rasa sakit? Maafkan kami….” Kiruwa merasa bersalah sudah memeluk diriku.

Jujur saja aku paling tidak tahan ada orang yang sedih di hadapanku. Ketika aku melihat orang sedih di hadapanku apalagi karena aku penyebabnya, aku merasakan bahwa diriku tidak berguna sebagai orang.

“Ah tidak-tidak. Tidak sesakit itu kok. Dan kalian jangan berantem dong.” aku menjawab dan memperingatkan anak-anakku.

“Huh, untung chichiue menghentikanku, kalau tidak terbang kau olehku.”

“Lastia, Lastia. Mimpi apa kau hingga kau yang hanya seorang perempuan membuatku terbang.”

Hah~ ucapanku diabaikan oleh mereka rupanya.

“Kalian berdua! Tenanglah, chichiue kalian masih sakit dan ini yang kalian perbuat??” Kiruwa sedikit terpancing walau akhirnya tenang kembali.

“Maaf….” Lastia menunduk dengan rasa bersalah.

“Hahaha tidak apa-apa kok. Asalkan kalian akur dan mau berteman chichiue akan cepat sembuh pasti.” ucapan yang kubuat-buat menutup masalah ini.

Sekejap saja mereka menjadi sangat tenang dan diam seperti patung. Kurasa masalah sudah selesai.

“Kalau begitu Lastia dan Exa kalian tungguin chichiue di sini. Hahaue dan Kiru-chan masih harus mengurusi hal lainnya.” Marie menitipkan sebuah pesan untuk kedua anak perempuanku.

“Baiklah.”

“Ci, kami akan kembali. Istirahatlah dengan cukup ya?” mereka pamit dan keluar dari kamarku.

Setelah kedua istriku, dan anak laki-lakiku keluar, tersisalah aku dengan Lastia dan Exa.

“Chichiue ingin tidur?” Exa bertanya memastikan.

“Tidak, nanti dulu aja.”

“Mau kami ambilkan makan kah? Lastia yakin pasti chichiue lapar setelah koma panjang.” apa yang dikatakan oleh Lastia benar.

Aku merasakan rasa lapar yang sungguh tak tertahankan sejak tadi. Kurasa kali ini aku hanya bisa mengandalkan mereka.

“Baiklah, chichiue rasa sesuap, dua suap tidak akan menyakitkan.”

“Kalau begitu biarkan Exa mengambilkan sup untuk chichiue. Sup lebih gampang dicerna dan baik untuk orang yang barusan bangun dari koma panjang.” dari mana mereka tau semua informasi ini.

Lama-lama aku berpikir mereka menjadi semakin dewasa. Kurasa dalam jangka waktu yang tidak lama aku akan melihat mereka bersama laki-laki selain kakak laki-laki mereka dan aku sebagai pendamping hidup mereka.

“Terima kasih nak.” aku tersenyum kecil membalas betapa perhatian sekali mereka terhadapku.

Walau masih belum menikah dan mempunyai anak, kasih sayang mereka sama seperti kasih sayang seorang ibu. Kurasa mereka benar-benar belajar dari hahaue mereka. Selagi Exa mengambilkan sup untukku, aku mencoba mengingat-ingat kejadian yang terjadi di kegelapan itu.

Sebenarnya apa maksud dari kegelapan itu? Kenapa setitik cahaya itu masuk ke dalam diriku? Apakah ada dampak dari cahaya itu masuk ke dalam tubuhku? Sungguh, semua pertanyaan itu tidak memiliki jawaban yang pasti untuk melengkapinya.

“Chichiue kelihatan sedang berpikir dengan serius, apa yang Lastia bisa bantu?” aku terkejut bahwa Lastia menyadari apa yang sedang kulakukan dalam keheningan.

Sungguh ku dibuat terkejut terus-menerus olehnya. Namun rahasia ini tidak perlu aku beri tahu ke siapapun karena tidak ada kaitannya.

“Tidak ada kok. Lastia sudah cukup membantu chichiue dan menjaga chichiue dengan baik. Nanti setelah chichiue tidur, kalian juga istirahatlah, jangan sampai kecapekan ya?” aku memperingatkan Lastia dengan rasa perhatianku sebagai orang tua.

“Baiklah chichiue, akan aku sampaikan ke Exa-chan juga supaya dia melakukannya.” anak yang sangat baik.

Lastia sungguh membuat diriku tersenyum dengan dirinya yang mau mendengar dan melakukan apa yang menjadi peringatanku. Anak ini membuatku tenang dan selalu tersenyum jika bersamanya.

“Chichiue, ini Exa bawakan sup yang masih hangat.” ternyata Exa sudah datang dengan semangkuk sup dalam jumlah kecil.”

“Terima kasih Exa.”

“Mau kami suapi?” Exa menawarkan sesuatu yang membuatku terkejut kembali.

Memang benar sih bahwa aku tidak bisa menggunakan sebagian besar bagian tubuhku, tapi… ya sudah lah aku terima saja.

“Baiklah. Mohon bantuannya nak.” setelah itu aku disuapi oleh mereka berdua, bergiliran.

Dan begitulah sampai sup yang kumakan habis tak tersisa dalam sekejap. Karena aku sudah mencapai batas kekenyangan, aku langsung tergeletak tidur selagi kedua anakku masih membereskan mangkok yang tadi berisi sup.

1
AojinSuzaku [Chara Slayer]
Rumor memang terkadang merepotkan
Elozz Eins
Dapet rekomendasi dari @AojinSuzaku [Chara Slayer]

semoga dapat inspirasi baru
gak ada otak 😑
👍👍👍
Guirusia Shin Jurai
satu, ceritaku bukan cerita mainstream yang mengikuti pasaran. dua, dengan chapter sebanyak ini, kujamin orang sudah males duluan buat baca kalau gak ngikuti dari awal walau ada beberapa
Xinn
Njim Sepi Bet
AojinSuzaku [Chara Slayer]
Heh, strategi yang bagus juga.
AojinSuzaku [Chara Slayer]
Siap O7
AojinSuzaku [Chara Slayer]
Dengan ceramah no jutsu, 'kah? 🗿
AojinSuzaku [Chara Slayer]
Fix ini udah jelas sifatnya terpengaruh sama Shin di masa lalu.
AojinSuzaku [Chara Slayer]
karena itulah yang namanya hidup
AojinSuzaku [Chara Slayer]
Yah, begitulah yang namanya hidup. Tidak pernah luput dari yang namanya bencana. Seperti potongan lirik lagu OST dari anime Charlotte: "Kanashimazu ikiru ... sube mo mottenai ...."
labib Zack Lee Ramadhani
kurangnya cuma satu kata " aku " itu harusnya diganti dengan nama MC ,jadi baru puluhan kata di baca sudah bosan
Guirusia Shin Jurai: Aha, saran yang bagus. Begini nih komen yang aku mau. Tapi aku mikirnya kata aku susah diganti untuk pribadi laki-laki karena kesannya feminisme buat manggil namanya sendiri. Punya saran untuk itu?
total 1 replies
AojinSuzaku [Chara Slayer]
Jadi keinget Mikazuki Augus yang matanya rabun sebelah karena maksain diri buat nge-unleash full rampage mode-nya Gundam Barbatos
AojinSuzaku [Chara Slayer]
Giliran tahu lawannya Ratu pada awto kicep 🗿
AojinSuzaku [Chara Slayer]
Wow, anak yang berbakti kepada orang tua.
R A C H A E L
fik gue bingung ana dialog nya itu yg ngomong siapa sama siapa.
Guirusia Shin Jurai: Chap berapa tuh? Dulu aku mau ngasih nama di setiap dialog, tapi nanti jatuhnya aneh. Jadi coba pahami sebisa mungkin, dan cari tahu siapa saja karakternya dari narasi. Informasi tambahan, aku nggak pernah biarkan seorang karakter ngomong dua kali dalam beruntun kecuali hal khusus. Lagian aku buat begini supaya pembaca berimajinasi
total 1 replies
Aryo Karebet
lanjut
John Singgih
anak bos selalu mendapat perhatian lebih
John Singgih
mencari informasi dimulai
John Singgih
kehabisan mana dan diisi istri sendiri dengan cara ....., yang baca bab ini tentu paham harus diisi apa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!