NovelToon NovelToon
Guardian Ghost

Guardian Ghost

Status: tamat
Genre:Misteri / Romantis / Roh Supernatural / Hantu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:661.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

BELUM MELEWATI PROSES RE-WRITE🙏

Raina Nistia Wiguna menjadi seorang yatim piatu setelah kedua orangtuanya meninggal dunia dibunuh oleh perampok yang menyatroni rumahnya saat usianya 15 tahun

dia juga harus kehilangan sahabatnya dari kecil yaitu Nino karena berusaha menyelamatkan Rain saat perampokan itu berlangsung tapi saat melarikan diri ia tertabrak yang menyebabkan dirinya koma dan hilang ingatan

kini ia tinggal bersama neneknya, tapi entah karena ada urusan yg belum selesai arwah Nino selalu hadir di hidup Rain dan mengikuti kemanapun Rain pergi,bahkan tidak jarang Nino menganggu dan mengacau terlebih bila yg mendekati Rain adalah seorang laki-laki

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyai Diah

Happy reading all

.

.

.

.

.

"Aaaa !!!" pekik Rain.

Sesosok wanita berkebaya itu, sudah ada di dalam rumah dan menahan Rain. Nino yang merasa kecolongan langsung menjauhkan tangan perempuan itu dari Rain, dengan mencekik leher perempuan berkebaya itu. Sosok perempuan penuh luka lebam dan noda darah di sekitar perut bagian bawahnya itu dibawa pergi oleh Nino.

"Ada apa neng ??" tanya bi Kokom dan mang Nurdin panik. Mereka menangkup Rain dan membawanya duduk di sofa, Rain masih menetralkan degup jantungnya. Masih terngiang bagaimana wajah mengerikan perempuan tadi. Mata melotot dengan lingkaran hitam disekelilingnya, jangan lupa luka luka dan noda darah, bau amis yang menyengat dan ekspresinya yang marah.

"Neng, diminum dulu !!" bi Kokom menyodorkan segelas air putih hangat pada Rain. Wajahnya masih terlihat pucat.

"Bi, Rain..." Rain ragu ragu untuk mengatakannya pada bi Kokom dan mang Nurdin. Ia takut jika semua yang ia alami ia ceritakan, mang Nurdin dan bi Kokom tidak akan percaya. Justru menganggapnya gila.

"Rain ga apa apa ! Rain cuma lagi cape aja bi, jadi bayangin yang engga engga !" jawab gadis itu.

"Ya sudah, neng Rain sebaiknya istirahat saja," ucap mang Nurdin.

"Nanti kalau butuh apa apa panggil saja mamang dan bibi !" tambahnya.

Rain mengangguk, bi Kokom mengantarkan Rain ke kamarnya.

"Makasih bi," Rain tersenyum kaku.

Rain meringsek ke atas ranjang, Tian mendekat.

"Ka Rain ga apa apa kan?" tanya Tian. Rain menggeleng.

"Nino kemana Tian?" tanya nya.

"Ka Nino membawa nyai Diah jauh dari sini ka," jawab Tian.

Jadi nama perempuan berkebaya itu nyai Diah, tapi apa yang ia inginkan dari Rain. Jika ia ingin meminta pertolongan bukan begini caranya, bukankah kalau begini Rain malah akan menjadi takut.

Nino datang ke dalam kamar Rain, ia sedikit terengah engah, dengan segera Rain menghambur ke pelukan Nino begitupun Nino yang memeluk Rain.

"Rain, loe ga apa apa kan?" tanya Nino.

"Gue ga apa apa, loe sendiri ga apa apa kan?" tanya Rain mendongak.

"Gue ga apa apa ! rupanya dia memperhatikan kita tadi. Dia cukup kuat karena rasa amarahnya itu yang membuat dia memiliki energi panas dan bau amis !" jawab Nino.

"Apa yang dia inginkan, No ? gue takut !" ucap Rain.

"Dia hanya ingin sebuah keadilan saja, tapi dia salah paham terhadap keluarga mu terutama papahmu, jadi kamu lah yang menjadi sasarannya."

"Emang keluarga gue salah apa? papah salah apa?" tanya Rain.

" Datang lah ke pabrik, dan telusuri lah maka kamu akan menemukan jawabannya !" jawab Nino.

"Tapi gue takut No, kalo nyai Diah masih ganggu gue gimana ?" tanya Rain.

"Loe tenang aja, untuk sementara gue minta nyai untuk tidak gangguin loe, meskipun nanti loe bakal ketemu terus dengannya, dia tidak akan menggangu!" jawab Nino.

"Hah??! ketemu dimana?" tanya Rain.

"Pabrik ! tempatnya di pabrik teh, karena ia meninggal disana," jawab Nino.

"Hah??! ga mau ahhh takut !!" gidik Rain.

"Tenang saja kak, Tian masih disini ko, ka Nino juga !" jawab Tian memberikan jempolnya di udara. Belum masalah Tian selesai, Rain sudah didatangi arwah lainnya yaitu Nyai Diah.

Keesokan harinya Rain sudah siap dengan dress selututnya dan blazer hitam, Rain tumbuh menjadi gadis cantik dan penampilannya kali ini membuat Rain seperti gadis dewasa yang sempurna.

Ada yang mengganjal di benaknya, ia sangat siap untuk bergelut dengan dunia bisnis. Namun, ia belum siap untuk bertemu dengan nyai Diah.

"Huffttt !!!" ia membuang nafas kasar.

"Sudah siap, bu bos?" tanya Nino tersenyum, ia begitu terpesona dengan Rain sejak dulu.

"Apaan sih !!" decih Rain.

"No, tetep selalu di sampingku ya !!" pinta Rain.

"Always !!" jawab Nino. Tian juga mengekor.

Mobil sudah sampai di parkiran sebuah pabrik teh, pabrik yang dibangun berpuluh puluh tahun lalu ini masih berdiri kokoh sampai kini. Sudah banyak sejarah yang terjadi disini. Rain menatap gamang pabrik sebesar ini. Arsitektur bangunan tua masih dipertahankan.

"Raina !!!" sapa seseorang memekik menyambut Rain. Seorang pria paruh baya, berperut sedikit buncit dan berwarna kulit aga hitam.

"Pak Komar kan?" tanya Rain, melihat penampilannya berkemeja dan berjas sudah dipastikan ia memiliki jabatan tinggi disini.

"Iya, saya Komar non Raina," jawabnya. Nino yang ada disampingku nampak tak suka dengan lelaki buncit di depan Rain.

"Mari non, saya antar berkeliling !!" ajaknya tersenyum, entah kenapa intuisi Rain juga mengatakan ia tak terlalu suka dengan lelaki yang sudah menjadi general manager disini hampir sepuluh tahun.

Rain mengangguk, mengekor di belakang pak Komar. Pak Komar menjelaskan semua proses pembuatan teh dari mulai daun daun teh yang dibawa dari kebun lalu proses pengeringan dan lain lainnya. Hingga ruang kantor, kantin dan ruang lainnya. Terakhir ia mengantar Rain ke dalam ruangan yang akan menjadi ruangan Rain nantinya. Sekelebat bayangan terlihat jelas oleh Rain diantara para pekerja. Ini yang ia takutkan, tapi Rain harus berani dan terbiasa.

Tiba tiba pak Komar mendapatkan sebuah panggilan, ia melihat ponselnya. Seketika wajahnya berubah gugup.

"Maaf non, saya permisi sebentar. Mau angkat telfon !" jawabnya. Rain mengangguk " Silahkan !" jawabnya.

Rain masih fokus melihat beberapa figura foro yang menampilkan pemilik pemilik sebelumnya, foto saat peresmian pabrik dan beberapa foto yang menampilkan moment moment tertentu.

Senyumnya tersungging saat sebuah foto besar terpampang di dinding keluarga abah, enin, om Harsa dan papah. Namun mata gadis itu memicing pada sebuah figura kecil dimana ada foto beberapa pegawai pemetik teh dan juga wanita berpakaian kebaya kebaya jaman dulu. Sepertinya itu moment saat pabrik mengadakan pesta rakyat.

"Tunggu !!" gumam gadis itu. Ia mendekat merasa ada yang tak asing dengan foto itu.

Rain terkejut saat Nino menariknya keluar ruangan untuk menunjukkan sesuatu.

"Apa sih, No?" tanya Rain.

"Loe mesti dengerin ini !" pinta Nino.

Rain melihat pak Komar yang sedang menerima panggilan, ia bersembunyi di balik tembok pembatas dan menajamkan pendengarannya.

Rain terkejut saat nama yang akhir akhir ini sedang ia awasi disebut, ia menutup mulutnya dengan tangannya.

"Uang buat apalagi Baron !!" sarkas pak Komar.

"Semuanya sudah saya transfer sejak kejadian itu, sesuai keinginanmu !! bahkan saya memberikan bonus !!" kesalnya.

"Saya rasa itu cukup untuk sekedar membungkam mulutmu dan teman temanmu !" ucapnya lagi.

" Urusan hutangmu itu urusanmu !!" ucapnya lagi.

"Mulai sekarang saya tidak bisa sebebas dulu!! karena pemilik yang sebenarnya sudah kembali !" pak Komar menutup telfonnya sepihak.

Ia terlihat mencebik kesal, ia kembali. Aku segera berlari kembali masuk ke dalam ruangan kantor.

"Ehh sedang melihat lihat foto non?" tanya nya.

Rain mengangguk "sudah pak terima panggilannya?" tanya gadis cantik ini.

"Ehh sudah !" jawabnya tergugup. "Maaf ya tadi istri saya di rumah !" kilahnya. Jelas sekali kebohongannya. Apa jangan jangan istrinya bernama Baron juga.

"Oh ! pak saya mau tanya ?" pinta Rain mendekat dengan membawa figura kecil berukuran 20 × 30 cm.

"Boleh tanya apa non?"

"Ini siapa ya ?" tanya Rain to the point.

Air muka pak Komar langsung berubah, seperti panik, ada sesuatu yang disembunyikan.

"Ahhh itu bukan siapa siapa non, hanya sinden acara saat acara pesta rakyat dulu !" jawabnya.

Aku berohria "siapa namanya pak?" tanyaku.

Pak Komar kembali terkejut, ia menerka nerka apa yang membuat gadis yang akan menjadi bosnya ini penasaran.

"Kurang tau non, saya lupa !" jawabnya.

"Apa namanya nyai Diah?" tanya Rain.

Deg......

"Dari mana non tau ?" tanya pak Komar.

Gadis itu membuka figura lalu menunjukkan belakang foto yang menunjukkan tulisan tulisan nama siapa saja yang berada dalam foto, karena di dalam foto hanya ada satu perempuan dan nama di belakangnya pun hanya satu nama nyai.

.

.

.

1
YH
luar biasa
Chusnul Chotimah
pedih x mata ini habis motong cabe..huhuhuhu,Nino😭😭😭😭😭
Rizky Rahma Aulia Akbar
sdah baca berkali kali tetep aja nangis ini part Raina sama Nino😭😭😭. cerita kakak bagus bagus semua udah aku baca semua novel kakak
Be snowman
mood banget baca 2 hari dari kemarin dari gabut
ditempat kerja sampe balikkkkkk 😭😭😭

ninoooo love u ninooooo
kalau ad hantu yang ga gw takutin itu looo aaaaa 😭♥️♥️♥️
Be snowman: 😭😭😭 nyampe bgt tau kak ceritanya ,meskipun kata kakak semebrawut . tapi kata aku ini kerenn 🔥 . terus berkarya kak , aku baca semua karya kakak 😍
total 2 replies
Be snowman
😭😭😭😭😭😭 dari awal baca ga komen komen karna terhanyut cerita . part ini mewekkkk😭😭😭😭
zen
⭐⭐⭐⭐⭐
novel destiny
selalu selalu suka sama karya teh Shin..
tapi sumprit ini tuh bikin senam jantung 🙈🙈🙈
novel destiny
finally happy ending yaaaa
novel destiny
finally
novel destiny
Nino merhatiin nya dari jauh yaa
novel destiny
haduhh
novel destiny
Nino 🥺
novel destiny
tetep yaa... Nino pasti tetep di hati terdalam
novel destiny
semiris itu ya buat Nino.. tapi emang udah takdir nya kan
novel destiny
tulisan teteh Shin bener2 ihhh 😍😍
novel destiny
ampun dah ga kelar2
novel destiny
akhirnya dika bisa ngutarain yaa perasannya.. dan di sambut Raina. walaupun masih dibayangin Nino.. tapi gapapa yaaa
novel destiny
nino-raina nyesek oyyy
novel destiny
akhirnya balikk yaaaa Raina.. selamat
novel destiny
semoga Raina balikk..
udah kaya pas nonton kkn di desa penari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!