NovelToon NovelToon
Ibu Baru Untuk Putra Sang Mafia

Ibu Baru Untuk Putra Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Kurang ajar! Beraninya kalian mengotori rumah tangga kita!" bentak Sandra dengan suara bergetar hebat, air matanya akhirnya tumpah membasahi pipi.

​Sebelum Sandra bisa memberikan pelajaran lebih jauh kepada wanita itu, sebuah benturan keras mendarat di pipi kirinya.

​Plak!

​Tamparan itu begitu kuat hingga kepala Sandra terpelanting ke samping. Rasa perih langsung menjalar di pipinya, meninggalkan sensasi panas yang membakar. Pelaku pemukulan itu tidak lain adalah Anton sendiri. Suami yang selama empat tahun ini ia layani dengan sepenuh hati, kini berdiri tegak dengan mata melotot dan tangan mengepal.

​"Seharusnya kamu sadar, kamu wanita lusuh, jelek, tidak bisa menjaga tubuhmu, aku muak denganmu!" teriak Anton dengan suara menggelegar, melampiaskan seluruh kebencian yang selama ini ia pendam.

​Kata-kata itu menghujam jantung Sandra jauh lebih tajam daripada pisau bermata dua. Wanita lusuh? Jelek? Selama ini ia mengorbankan waktu istirahatnya demi mengurus rumah, sementara Anton

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemurkaan Sang Penguasa

​"Ibu Baru!" teriak Elzard panik. Bocah lima tahun itu langsung melompat dari kursinya, berlari menghampiri Sandra yang masih meringis menahan perih akibat siraman sup panas di pahanya. Air mata Elzard hampir tumpah melihat kesakitan di wajah wanita yang sudah ia anggap sebagai ibunya itu.

​Di sekeliling meja, atmosfer restoran mendadak berubah menjadi medan perang yang sangat mencekam. Suhu ruangan seolah turun drastis, tersedot oleh aura kemurkaan mutlak yang dipancarkan oleh Dante. Pria itu berdiri tegak, rahangnya mengeras sempurna, dan urat-urat di lehernya menegang menahan amarah yang siap meledak. Berani-beraninya wanita jalang itu melukai wanita yang berada di bawah perlindungannya.

​Dante melirik tajam ke arah dua pengawal pribadinya yang berjas serba hitam dan bersiap di dekat pintu.

​"Urus mereka berdua. Jangan biarkan mereka keluar dari tempat ini dalam keadaan utuh," perintah Dante dengan suara berat, dingin, dan penuh ancaman maut. "Saya akan membawa Nyonya ke rumah sakit."

​"Baik, Tuan!" seru kedua pengawal itu serempak dengan nada tegas.

​Tanpa membuang waktu sedetik pun, Dante membungkuk dan langsung mengangkat tubuh Sandra ke dalam dekapannya. Sandra meringis pelan, mencengkeram jas Dante sambil menahan rasa perih yang membakar pahanya. Elzard berlari kecil mengikuti langkah panjang ayahnya, menangis sesenggukan karena ketakutan melihat kondisi Sandra.

​Dante membawa Sandra keluar menuju mobil SUV antipeluru yang terparkir di depan restoran, disusul oleh Elzard yang ditemani oleh Pak Biworo. Mobil mewah itu melaju kencang membelah jalanan malam, meluncur menuju rumah sakit terdekat dengan kecepatan penuh.

​Sementara itu, di dalam restoran yang kini terasa bagaikan neraka bagi Anton dan Clara, suasana berubah menjadi sangat menegangkan.

​Dua pengawal berbadan tegap dan berjas hitam melangkah mendekati mereka dengan tatapan mematikan. Suasana angkuh yang tadi dibawa Anton seketika menguap, berganti dengan keringat dingin yang membasahi pelipisnya.

​Anton menatap Clara dengan mata melotot penuh kemarahan dan kepanikan luar biasa. Suaranya bergetar hebat saat ia meluapkan emosinya pada wanita selingkuhannya itu.

​"Apa yang sudah kamu lakukan, Clara?! Kamu benar-benar sudah gila!" bentak Anton dengan suara gemetar, menyadari bahwa pria berjas mahal yang membawa Sandra tadi bukanlah orang sembarangan—melainkan sesosok monster berkuasa yang tidak boleh disentuh oleh orang seperti mereka.

​"Aku kan tidak sengaja!" jerit Clara bersungut-sungut, mencoba berdusta dan membela diri dengan raut wajah panik yang kian memucat. "Lagipula, kenapa kamu malah membentakku, Mas? Pria itu cuma orang gila yang sok jagoan!"

​Namun, perkataan Clara terputus seketika. Dua pengawal pribadi bertubuh tegap dan berjas hitam tidak memberikan ruang sedikit pun untuk mereka bersilat lidah. Tanpa ragu, masing-masing pengawal itu mencengkeram lengan Anton dan Clara dengan begitu kuat. Cengkeraman bagaikan capit besi itu membuat Clara menjerit kesakitan, sementara Anton langsung gemetar hebat hingga lututnya terasa lemas.

​"Lepaskan! Kamu tidak tahu siapa aku?!" teriak Anton berusaha melepaskan diri, namun cengkeraman pengawal itu justru semakin mengencang.

​"Tutup mulutmu," desis salah satu pengawal dengan suara dingin yang menusuk. "Tuan Dante sudah memberi perintah. Siapapun yang berani menyakiti Nyonya tidak akan pernah keluar dari tempat ini dengan tenang."

​Nama Tuan Dante mendadak menggema di telinga Anton bagaikan sambaran petir. Wajah Anton seketika memucat bagaikan mayat. Sebagai seorang pengusaha, nama Dante dari Vancity Group—sekaligus penguasa tertinggi di dunia bawah tanah—adalah sosok legendaris yang amat ditakuti. Pria yang selama ini diimpikan para investor untuk diajak kerja sama adalah pria yang sama yang membawa Sandra ke dalam dekapannya!

​"D-Dante...?" gumam Anton terbata-bata dengan napas memburu. "Maksudmu... pria tadi adalah Dante?!"

​Kedua pengawal itu hanya tersenyum dingin tanpa memberikan jawaban. Mereka menyeret Anton dan Clara secara kasar menuju area lorong belakang restoran yang sepi dan jauh dari jangkauan kamera pengawas. Di sana, hukuman fisik dan kehancuran finansial yang telah dirancang Dante siap menanti mereka berdua tanpa ampun.

​Sementara itu, mobil SUV hitam milik Dante melaju membelah jalanan kota dengan kecepatan tinggi. Sirine pengawalan membelah kegelapan malam, membawa mereka menuju rumah sakit swasta terbaik milik keluarga Dante.

​Di kursi belakang, Sandra menyandarkan kepalanya di dada bidang Dante. Tangannya gemetar menahan perih yang menyengat dari paha kanannya. Namun, rasa hangat dari dekapan Dante serta usapan lembut tangan pria itu di bahunya memberikan rasa aman yang luar biasa.

​"Tahan sebentar, Sandra... Kita hampir sampai," bisik Dante dengan suara berat yang penuh kelembutan dan kekhawatiran. Matanya yang tajam menatap cemas ke arah Sandra, mengabaikan fakta bahwa gaun mahal pria itu ikut kotor terkena noda sup.

​Elzard yang duduk di samping mereka memegangi jemari Sandra yang dingin dengan mata berair. "Ibu Baru jangan sakit ya... Elzard takut," bisik bocah kecil itu tulus.

​Sandra tersenyum tipis di tengah rasa sakitnya, mengusip air mata di pipi Elzard. "Ibu tidak apa-apa, Sayang... Ada Ayah dan Elzard yang menjaga Ibu."

​Dante mengencangkan dekapannya di tubuh Sandra. Di dalam hatinya, sang penguasa kegelapan berjanji: malam ini adalah terakhir kalinya Sandra menderita karena orang-orang dari masa lalunya. Mulai esok hari, tidak akan ada satu orang pun yang berani mengusik senyuman wanita yang kini telah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya dan putranya.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, memori Dante sudah kembali 🙏
Ariany Sudjana
semoga Sandra tetap kuat dan sabar melewati hari-hari yang tidak mudah pasca kecelakaan yang dialami Dante, apalagi sekarang Dante amnesia, semoga memorinya lekas pulih
merry
lh bukn woro ikut ke RS y knp skrg cpt x dia berada di markas🤔🤔🤔
Ariany Sudjana
wah elzard jadi anak baik dan membanggakan papa mamanya
Ariany Sudjana
have a great moment Dante and Sandra 😄🙏
Ariany Sudjana
puji Tuhan, finally congrats yah Sandra dan Dante, juga elzard
Ariany Sudjana
lekas sembuh Sandra
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai Anton, jalani saja konsekuensinya, kamu sudah membuang batu permata demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan kalian siap-siap jadi gembel 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
dasar bodoh kamu Anton, katanya pengusaha sukses? masak figur konglomerat seperti Dante, kamu ga tahu?

tapi cocok sih, laki-laki pengecut seperti kamu punya istri pelacur murahan yang ga tahu diri 🤣🤣😂😂 dan kalian berdua siap-siap mati
Ariany Sudjana
ini pengawal Dante kecolongan, gimana ceritanya pelacur murahan dan laki-laki pengecut bisa masuk ke restoran elite
Ariany Sudjana
tenang saja Sandra, Dante itu gentleman kok
Ariany Sudjana
wah seru ini, saatnya Dante bertindak
Ariany Sudjana
waduh mafia bisa juga salah tingkah ya 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ga salah sih, tapi tenang saja Dante, Sandra itu tulus menyayangi elzard, apalagi dengan pengalaman pahit di masa lalu
Ariany Sudjana
good decision Sandra, kamu pasti bisa 💪😄
Ariany Sudjana
betul sekali Dante, kamu harus bantu Sandra membalas sakit hatinya pada mantan suaminya
Ariany Sudjana
benar Dante, kamu harus bantu Sandra membalas sakit hatinya ke Anton, laki-laki pengecut itu
Ariany Sudjana
siap-siap Anton akan jadi gembel 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!