NovelToon NovelToon
Noda Hitam Perkawinan

Noda Hitam Perkawinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Obsesi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Asisten Tuan Anggara

"Baiklah...Papa jangan khawatir, Suzan akan menggantikan papa sekarang, dan Suzan akan pastikan perusahan kita akan mendapatkan kerja sama dengan perusahan Perkasa Mandiri..." ucap Suzan yang sedang melakukan sambungan telpon dengan papa mertuanya.

"Ada apa beb...?'' tanya Alma lalu mendudukan bokongnya di kursi depan meja kerja Suzan.

"Alma... Kita harus menemui klien papa sekarang..." ucap Suzan sambil memasukkan laptopnya ke dalam tas.

"Hah...? Menemui klien papa mertuamu...?'' Alma nampak belum paham apa yang dimaksud oleh Suzan.

Lalu Suzan menjelaskan pada Alma bahwa tadi papa mertuanya menelponnya dan meminta tolong agar Suzan menggantikannya menemui kliennya yaitu utusan dari perusahaan Perkasa Mandiri. Hal itu dikarenakan papa mertua Suzan yaitu tuan Hartanto ada keperluan yang mendadak. Tuan Hartanto berpesan pada Suzan agar bisa menarik perusahaan tersebut untuk bekerja sama dengan perusahaan keluarga Hartanto.

"Perusahaan Perkasa Mandiri bukannya perusahaan milik tuan Anggara ya...? Perusahaan yang sedang maju pesat itu kan...? Wah, keren banget tuh Beb kalau perusahaan kita bisa berkolaborasi dengan perusahaan itu..." ucap Alma yang tahu betul kalau perusahaan Perkasa Mandiri itu adalah salah satu perusahaan terbesar di Jakarta dan juga memiliki banyak anak perusahaan di kota- kota lain.

"Iya betul..." jawab Suzan.

"Eh tapi Beb... Denger- denger sih tuan Anggara itu orangnya agak- agak genit. Gimana dong...? Kita hanya berdua saja nih ke sana ...? Secara kita duo perempuan cuantik gitu lho... Apa nanti kita nggak digodain sama tuan Anggara....?'' tanya Alma sambil bergaya sok cantik di depan Suzan.

"Idiiiihhh....apaan sih... Sok kecantikan banget kamu ah..." Suzan tertawa sambil melempar kertas yang sudah diremas ke arah Alma.

"Eh tapi bener lho beb.... Tuan Anggara itu terkenal genit. Katanya sih dia punya beberapa sugar babby..." sahut Alma.

"Kamu mau nggak jadi simpanannya...?'' tanya Suzan.

"Idih ogah kali, memangnya aku pelakor. Jadi pelakor itu resikonya gede beb, hidupnya juga nggak bakal tenang, dan lebih parahnya lagi kalau istri tuanya tahu, wah bisa dilabrak dan dihajar habis- habisan di depan umum ..." jawab Alma sambil begidik membayangkan istri tua melabrak pelakor.

"Ya udah kita nggak usah khawatir. Mau segenit apapun laki- laki yang akan kita hadapi, kalau kitanya punya harga diri dan tidak menghiraukan, mereka juga tidak akan menggoda kita.l...." ucap Suzan.

"Semau kan tergantung perempuannya Alma.Kalau perempuannya mau digodain ya udah deh..." sambung Suzan.

"Iya ya... Perempuan itu memang harus punya harga diri. Kalau tidak, ya itu contohnya, mereka akan rela menjadi sugar babby hanya gara- gara rayuan laki- laki genit..." sahut Alma membenarkan apa yang dikatakan oleh Suzan.

"Eh tapi ngomong- ngomong, kamu udah pernah ketemu sebelumnya sama tuan Anggara...?'' tanya Alma.

"Pernah lihat sih dulu waktu di acara pesta penikahan salah satu kliennya papa, tapi nggak ketemu secara langsung..." jawab Suzan.

"Ganteng nggak ...?" tanya Alma.

"Memang kenapa kalau dia ganteng...? Kamu mau naksir dia....?'' tanya Suzan.

"Iiihh.. Ya nggak lah...." jawab Alma.

Lalu Alma memberitahu Suzan kalau dia penasaran saja dengan orang yang bernama Anggara. Seganteng apa dia hingga banyak gosip yang beredar kalau dia punya beberapa wanita simpanan.

"Punya banyak wanita simpanan itu nggak harus ganteng kali Alma, yang penting duitnya banyak... Iya nggak... Kan biasanya yang dicari oleh wanita simpanan itu uang..." sahut Suzan.

"Iya juga ya...." jawab Alma.

"Tapi kalau dilihat- lihat, tuan Anggara itu lumayan ganteng. Cocok juga dia kalau jadi sugar daddy..." ucap Suzan sambil terkekeh.

"Hah...? Serius...?'' tanya Alma.

Lalu Suzan memberitahu Alma ciri- ciri fisik tuan Anggara yang menurutnya mirip seperti sugar daddy. Iya, tuan Anggara itu badannya tinggi, dan cukup kekar. Rambutnya rapi, dan pipinya terdapat cambang yang cukup lebat. Dia juga memakai kaca mata.

"Kok mirip papa mertua kamu sih beb...? Atau jangan- jangan papa mertua kamu juga sugar deddy, dan punya sugar babby di luar sana..." ucap Alma lalu menutup mulutnya karena dia keceplosan.

"Hust .. Sembarang aja kamu ngomong..." sahut Suzan.

"Hehee .... Sorry..." Alma nyengir.

Suzan menghela nafas lalu menggeleng- gelengkan kepalanya.

"Papa mertua aku tuh biarpun orangnya keras, dan sering berselisih paham selayaknya suami istri di luar sana, tapi aku yakin papa mertuaku itu suami yang setia..." ucap Suzan.

"Mana mungkin papa mertuaku tega mengkhianati istrinya. Kau lihat sendiri kan bagaimana cantiknya mama mertuaku di umurnya yang sudah tidak muda lagi..." sambung Suzan dengan bangga.

"Aku pernah dengar sih gosip papa mertuaku punya selingkuhan, tapi aku kok kayak nggak percaya gitu ya. Karena menurut aku, dia itu nggak seperti itu. Dia itu suami yang harga dirinya tinggi. Rasanya nggak mungkin kalau dia selingkuh...." lanjut Suzan yang sangat menghormati papa mertuanya.

"Iya...iya Beb ... kan aku tadi cuma bercanda doang. Aku percaya kok, kalau tuan dan nyonya Hartanto itu pasangan serasi. Semoga kamu dan sumimu mengikuti jejak mereka ya, terus berdua sampai tua dan sampai maut memisahkan ..." sahut Alma.

"Ammminnnn....." jawab Suzan.

"Eh tapi Alma..." sambung Suzan.

"Kenapa....?'' tanya Alma.

Lalu Suzan memberitahu Alma bahwa yang mereka akan temu bukanlah tuan Anggara. Melainkan asisten sekaligus orang kepercayaan tuan Anggara.

"Lho gimana sih ...? Trus kita nggak jadi ketemu sama si sugar daddy dong...." sahut Alma.

"Apaan sih, kamu ngebet banget pengin ketemu sama sugar daddy..." Suzan memukul pelan lengan Alma.

"Aku tuh penasaran beb...kayak gimana mukanya tuan Anggara..." ucap Alma.

Suzan berdecak.

"Jadi kita meeting sama asistennya tuan Anggara aja nih ...?" tanya Alma.

"Memang asistennya bisa apa...?'' sambung Alma seolah meremehkan asisten tuan Anggara.

Lalu Suzan memberitahu Alma kalau asisten tuan Anggara bukan sembarang asisten. Dia adalah orang kepercayaan tuan Anggara dan dia sudah terbiasa mewakilkan tuan Anggara dalam mengerjakan proyek besar dan juga menggantikan tuan Anggara menemui kliennya.

"Mau sehebat apapun, dia tetap aja asisten..." sahut Alma.

"Kamu kan juga asisten aku...." jawab Suzan.

"Eh iya, ya..." Alma meringis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Suzan hanya geleng- geleng kepala melihat tingkah sahabat sekaligus asistennya.

"Kamu sudah tahu siapa asistennya tuan Anggara...? Orangnya kayak gimana...? Namanya siapa...?'' tanya Alma.

Suzan menggelengkan kepalanya.

"Tadi sih aku sudah dikasih tahu sama papa tapi aku lupa, siapa tadi namanya ya...?" ucap Suzan sambil mengingat- ingat nama asisten tuan Anggara.

"Siapa ya...? papa mertua aku dah kasih tahu aku sih tadi. Kok aku bisa lupa gini sih..." sahut Suzan.

"Ih gimana sih beb ...?'' ucap Alma.

"Udah lah lagian aku udah dikasih tahu kok ruang meetingnya di mana..." sahut Suzan.

"Di mana....?" tanya Alma.

"Di hotel Dahlia Lantai tiga...." jawab Suzan.

"Udah yuk kita jalan sekarang aja, takut telat...." Suzan bangun dari duduknya.

Mereka berdua lalu keluar dari ruang kerja. Dan di lobby Suzan dan Alma tak sengaja bertemu dengan Fikri.

"Fikri... kamu sudah selsai meeting sama suamiku...?'' tanya Suzan.

"Iya bu Suzan..." jawab Fikri dengan sopan.

"Trus suamiku mana...? Kok kamu sendirian...?'' tanya Suzan sambil menelisik wajah Fikri yang terlihat gugup.

"Ehm... Itu bu Suzan...anu... Pak Bagas...." jawab Fikri ragu- ragu.

Iya, tentu saja Fikri bingung. Tadi Bagas meminta padanya agar tidak memberitahu Suzan kalau dia sedang membeli hadiah kejutan untuknya. Namun di sisi lain Fikri belum menemukan jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan Suzan.

"Hei Fikri... Kamu kenapa sih...? Suamiku di mana...? Tadi kamu pergi sama dia kan....? Kenapa sekarang kamu ke sini sendirian...?'' Suzan jadi curiga melihat tingkah Fikri.

"Ehm... Pak Bagas sedang ..."

"Sedang apa...?'' tanya Suzan.

"Eh Fikri... ayo cepat jawab .." ucap Alma kesal karena Fikri tidak langsung menjawab pertanyaan Suzan

"Pak Bagas sedang membeli sesuatu, bu Suzan. Di mall. Saya disuruh kembali ke kantor lebih dulu..." jawab Fikri.

"Membeli sesuatu....? Apa....?'' tanya Suzan.

"Pokoknya sesuatu deh bu, nanti bu Suzan juga bakalan tahu. Pokoknya rahasia....permisi bu Suzan...." Fikri bergegas pergi dari hadapan Suzan dan Alma menuju lift.

"Kenapa sih tuh anak ...?'' Suzan menoleh ke arah Alma heran melihat tingkah Fikri yang aneh.

"Tau tuh .. Nggak jelas banget..." sahut Alma sambil menatap Fikri yang sedang masuk ke dalam lift.

"Suamiku beli apa sih ...? Kok pake rahasia segala ....?'' tanya Alma.

"Bali hadiah kejutan buat kamu kali beb.... Kan suami romantis ..." sahut Alma.

"Masa sih...." sahut Suzan.

"Duhhhhh... Senangnya yang bakalan dapat kejutan dari suami romantis ..." ucap Alma sambil menyenggol lengan Suzan menggunakan lengannya.

"Iishh...apaan sih ..." Suzan jadi tersipu malu membayangkan Bagas akan memberikan kejutan manis untuknya.

Suzan dan Alma lalu pergi ke hotel Dahlia. dengan menggunakan mobilnya, dan Alma yang ambil kemudi. Hanya butuh waktu sepuluh menit mereka berdua sampai di tempat yang mereka tuju. Namun ketika sampai di lobby, mereka berdua tak sengaja bertemu dengan Sonia.

"Hai Suzan... Hai Alma....kalian ada di sini...? Mau meeting ya...?" tanya Sonia sambil menghampiri keduanya.

"Iya... Kamu sendiri ngapain di sini...?'' sahut Suzan.

Sedangkan Alma hanya diam sambil menatap Sonia dengan tatapan tidak suka. Iya, Alma tidak begitu menyukai Sonia karena gaya bicara Sonia yang terlalu dibuat- buat mungkin agar terlihat seksi dan menggoda. Ditambah lagi gaya pakaian Sonia yang terlalu vulgar. Seperti kali ini , Sonia memakai tanktop dan rok mini. Sangat tidak pantas bagi seorang perempuan memakai pakaian seperti itu di tempat umum. Kesannya jadi terlihat seperti bukan perempuan baik- baik.

"Aku ada janji dengan seseorang di hotel ini..." jawab Sonia sambil tersenyum.

"Mau ketemu klien...?'' tanya Suzan.

"Ehm.... Ada deh..." jawab Sonia seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

"Oya, Bagas mana...? Aku sudah lama nggak ketemu sama Bagas. Kangen juga ..." tanya Sonia lalu terkekeh.

Mendengar pertanyaan Sonia, Suzan merasa risih. Iya, bagaimana Suzan tidak risih, dengan tidak tahu malunya, Sonia menanyakan keberadaan Bagas dan mengatakan kalau dia kangen padanya. Dan menurut Suzan itu sangat tidak sopan dan lancang sekali. Namun sebagai perempuan yang punya harga diri tinggi, Suzan berusaha untuk tenang dan tetap bisa menjaga emosinya.

Tidak mungkin juga Suzan akan marah kepada Sonia di tempat umum karena itu akan terlihat memalukan. Ya, walaupun sebenarnya hatinya sangat muak dengan ucapan Sonia tadi.

"Suamiku sedang menemui klien...." jawab Suzan asal.

"Oh menemui klien ya..." sahut Sonia.

"Oke deh aku duluan ya ... Aku juga mau menemui klien..." ucap Sonia sambil tersenyum.

"Dah Suzan dan Alma...." Sonia melambaikan tangan kemudian dia pergi menuju lift.

"Ya ampun.... Dasar perempuan gila .." ucap Alma yang sejak tadi sudah menahan kesal pada Sonia.

"Kau dengar tadi beb, dia bilang dia kangen sama suamimu... Apa dia sudah kehilangan akal, bilang seperti itu di depan kamu...." Alma tidak mengerti dengan jalan pikiran Sonia yang menurutnya terlalu berani.

Suzan hanya menghela nafas, walaupun sebenarnya dia juga kesal sekali dengan sikap Sonia tadi.

"Beb... Dia bilang dia mau menemui klien, kok pakaiannya kayak gitu, nggak sopan banget. Dia mau menemui klien atau menemui selingkuhan...?'' ucap Alma.

"Sudahlah nggak usah urusi Sonia, nggak penting.... Ayo ke atas, kita pasti sudah ditungguin sama asistennya tuan Anggara..." ucap Suzan.

Dan mereka berdua pun segera menuju lift.

Bersambung ....

1
Sri Darmayanti
jelg selingkuh semua,,, ketahuan semua busuknya... sisan pergi ya
Mommy Almira: Keluarga selingkuh 🤭
total 1 replies
Asmara
lanjut thor
Wang
Ceritanya menarik 😍
Salsa
Suami kurang ajar 🤬🤬🤬🤬
Asmara
Semoga Suzan cepet tahu siapa selingkuhan Bagas, lalu gugat cerai, trus CLBK deh sama di Bintang 😍😍
Mommy Almira: Semoga ya kak 🥰🥰
total 1 replies
Asmara
Siapa kira" pacarnya Sonia...?
Dini Anggraini
Kak kapankah bagas dan Cassandra ketahuan selingkuh kak enak banget papanya bagas suruh2 Suzan harus dapat proyek besar terus kerjanya bagas apa dong kak enak2 kan saja. Dan Suzan bila suatu saat nanti kamu akhirnya keluar dari perusahaan itu bangunlah perusahaanmu sendiri tanpa bantuan siapapun aku mau lihat apa perusahaan keluarga bagas masih bisa berdiri tegak saat Suzan sudah pergi? 🥰
Mommy Almira: Nanti ya kak, masih proses... kan Bagas anak nggak guna, nggak bisa kerja 😄🤭
total 1 replies
Asmara
.Keren🥰🥰🥰🥰
Asmara
Suzan bloon bgt sumpah.... Bagas gila, semoga cepat ktahuan , biar dicerai sama Suzan, 😡😡
Asmara
Sonia selingkuhannya siapa ya..
Dini Anggraini
Bagus susan aku dukung kamu kalau perlu video saat bagas dan casandra melakukannya agar di pengadilan nanti bisa jadi bukti nyata buat mereka berdua malu karena telah menyelingkuhi kamu. Apalagi casandra punya butik terkenal di kalangan sosialita pasti pelanggan langsung kabur begitu skandalnya viral di media sosial. Zaman sekarang ini butuh bukti nyata dan di viralkan agar orang lain ikut menghujat perbuatannya.Bila bagas nanti minta maaf jangan pernah maafkan tetap gugat cerai dia. 🥰🥰
Dini Anggraini: sama2 Kak ceritanya bagus kok 👍👍🥰🥰🥰
total 2 replies
Asmara
Hah...? jadi mamannya Bagas juga selingkuh... astogeee... 😄
araaself
lanjutttt kakk
Mommy Almira: Besok ya kak, sehari 1 bab 😁
total 1 replies
Asmara
Gila..gila...gilaaa... Ya ampun Thor , ngueas emosi bgt ceritanya... Lanjut,.
Asmara
Suamimu dah kenyang Suzan... 😅
Asmara
Ya ampun Suzan, oon jg kmu ya, suamimu LG digoda pelakor kok nggak nyadar
Asmara
Ih nyebelin bgt sumpah si Bagas 😡
Asmara
Palingan cincin buat pelakor
Asmara
Hadeeh... parah ini , disuruh ngurus perusahaan malah berbagi peluh tiap hari di hotel . parah...parah..
Asmara
Baru bab 2 udah bikin emosi Thor, Bagas suami kurang ajar 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!