NovelToon NovelToon
Dinding Tak Bertelinga

Dinding Tak Bertelinga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:547
Nilai: 5
Nama Author: Nukhbatul

Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.

Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.

Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?

BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Hendra Menikahiku

Sudah larut malam Lastri pun memberanikan diri menerobos guyuran derasnya air hujan dan menerjang banjir serta gemuruhnya kilatan suara petir yang kencang, ia pun berlarian dengan terburu-buru kerumah Pak RT dan meminta pertolongannya agar mau membantu ditengah keributan yang terjadi didalam rumahnya, ia tidak ingin suaminya mati konyol terbunuh ditangan selingkuhannya itu.

Ia tau suaminya salah karena sudah menghamili selingkuhannya itu namun ia tidak ingin suaminya menikahi perempuannya itu. Lastri tidak ingin dimadu. Tak ada seorang wanita pun yang mau suaminya menikahi perempuan lain.

"Pak RT.... Pak RT.... Pak RT... Tolong bantu saya Pak....". Ucap Lastri sembari mengetuk pintu rumah Pak RT.

Sudah berkali-kali Lastri mengetuk rumah Pak RT namun sepertinya Pak RT dan keluarganya sedang tertidur pulas ditambah dengan suasana yang sejuk dan dingin dimalam ini.

Akhirnya Pak RT pun keluar dari rumahnya setelah beberapa kali ia mengetuk pintu rumahnya. "Ada apa toh Bu Lastri, malam-malam gini tumben kerumah saya". Ucap Pak RT dengan Lastri dengan wajah masih mengantuk.

"Maaf ya Pak RT, didalam rumah saya sedang terjadi keributan, Pak. Tolong bantu saya untuk menengahinya pak". Balas Lastri kepada Pak RT dengan wajah panik dan memelas.

"Siapa Bu yang sedang ribut didalan rumah ibu Lastri, Ayo Bu...Buruan larinya, segera kita pisahkan". Ucap Pak RT sembari berlari terburu-buru.

Pak RT pun menghubungi pengurus RT lainnya yang bernama Pak Nana untuk membantunya juga agar bisa menengahi terjadinya keributan didalam rumah Bu Laras.

"Assalamualaikum... Lho Bu.. Sabar Bu... Sabar Bu. Bisa tolong letakkan pisau dapur itu. Saya kesini untuk menengahi keributan yang terjadi didalam rumah Bu Lastri. Kita selesaikan dengan kepala dingin ya, Bu. Semoga masalah Insya Allah ada solusinya". Ucap Pak RT kepada Winda dengan nada menenangkan hatinya.

Winda pun lantas meletakan pisau dapur itu dilantai sambil menangis terisak-isak dengan Pak RT pun berusaha menenangkannya dengan memelukku. Winda pun tak kuasa menahan kesedihannya itu.

Pak RT mengajakku untuk duduk tenang dikursi dan meminta untuk membuatkan teh hangat agar bisa merilekskan diri Ibu Winda ini.

"Tolong Bu Lastri, saya minta segelas teh hangat untuk Bu ini agar tenang hatinya". Ucap Pak RT kepada Lastri dengan bijak.

"Ibu ada perlu apa datang kerumah Pak Hendra membuat keributan didalam rumahnya sambil membawa pisau". Tanya Pak RT kepadaWinda

"Saya sedang hamil anaknya Hendra, pak. Saya mau dia tanggung jawab. Tapi dia malah lari dari rumah kontrakan kita". Balasku sambil menangis kepada Pak RT.

Pak RT dan Pak Nana kaget tidak menyangka, Pria sekelas Pak Hendra yang terkenal pemalu dan alim didaerahnya itu menghamili wanita lain dan memilih lari dari tanggung jawabnya.

"Sebentar kita tunggu dulu Pak Hendra dan kita tanyakan dulu apa benar Pak Hendra menghamili ibu". Balas Pak RT kepada Bu Winda dengan tenang.

"Tolong pak Hendra bisa keluar dulu. Kita duduk disini bersama-sama menyelesaikan masalah ini agar tidak terjadi lagi keributan didalam rumah ini". Ucap Pak RT dengan bijak.

Pak Nana pun menghampiri Pak Hendra agar segera keluar menemui keberadaan Pak RT yang sedang ada didalam rumahnya.

Betapa malunya Hendra ada beberapa orang pengurus RT sedang berada didalam rumahnya dan aib Pak Hendra pun mereka semua akan mengetahuinya.

Hendra pun duduk berseberang denganku. Wanita yang dulu sangat ia cintai walau sedang marah pun masih terlihat cantik dan seksi ditambah kehamilannya pun tidak dapat ditutupi lagi.

"Pak Hendra, maaf Ibu ini bercerita. Apa benar Bapak menghamilinya dan tidak mau bertanggung jawab". Tanya Pak RT kepada Pak Hendra dengan tegas.

"Benar Pak RT... Janin yang ada di kandungannya anak saya, Pak". Balas Pak Hendra dengan malu serta wajah menunduk kepada Pak RT.

"Kenapa pak Hendra tidak segera menikahinya, Pak. Kasian pak nanti kedepannya anaknya". Ucap Pak RT kepada Hendra.

"Istri saya tidak mau kalau saya menikah lagi, Pak". Balas Hendra kepada Pak RT pelan.

"Kenapa toh, kasian anaknya Bu. Sudah Bu ijinkan daripada nanti zina dan berdosa". Tanya Pak RT kepada Lastri".

"Yowes lah pak, sudah segera nikahkan saja. Daripada nanti anaknya jadi anak haram, kasian toh". Ucap Lastri yang bikin sakit hati Winda dan penuh dendam.

"Baik kalau Ibu Lastri sudah bersedia mengijinkan Pak Hendra untuk menikah lagi. saya akan segera menghubungi penghulu daerah sini. Secepatnya ya Bu lebih baik". Ucap Pak RT kepada Lastri.

"Ibu dan Pak Hendra baiknya segera ganti pakaian dan berhias diri jadi bila penghulunya sudah datang segera tinggal kita nikahkan saja". Ucap Pak RT Kepada Hendra dan Winda.

Winda pun segera menghubungi temannya yang bekerja disalon agar bisa merias wajahnya dan ganti menggunakan pakaian yang sopan.

Pak RT pun terus memandangi wajah Winda yang sangat cantik, putih dan seksi. Ditambah lagi dirinya saat ini sedang mengenakan kebaya dan wajahnya dihiasi make up yang natural.

Kebaya yang dikenakan Winda sangatlah seksi dengan renda berleher rendah sengaja ia pilih agar menonjolkan payudaranya yang sedang montok-montoknya. Dipadu dengan rok mini diatas lutut membuat para lelaki yang melihatnya pasti ingin menikmati tubuhnya.

"Pantes saja Pak Hendra selingkuh dengan Bu Winda cantik dan seksi". Batin Pak RT.

"Sah...sah ..." Ucap saksi di pernikahan Hendra dan Winda.

Setelah pernikahan siri antara Hendra dan Winda selesai. Winda pun segera meninggalkan rumah kediaman suaminya itu. Ia tidak Sudi mengemis dan mengharapkan lelaki model Hendra yang sudah tau kelakuannya seperti apa.

"Kamu mau kemana, kenapa tidak mendampingi suami kamu itu". Tanya Lastri dengan nada ketus kepada Winda.

"Saya sudah tidak sudi lagi hidup dengan lelaki model, Hendra. Ambil lagi saja suamimu itu. Saya bisa dapatkan yang lebih dari Hendra".. Balas Winda dengan nada sombong kepada Lastri.

Pak RT pun memanggil Winda dan meminta no handphone nya untuk kelengkapan dokumen pernikahan sirihnya dengan Hendra

Sejak pertama melihat Winda, Pak RT sudah tertarik dengannya yang cantik, putih dan sangat seksi. Tantangan bagi Pak RT untuk bisa menaklukan hatinya wanita cantik dengan sejuta pesona.

Winda pun menata dirinya kembali dengan hidup yang baru. Ia pun berniat resign dari kantor lamanya karena rekan kerjanya yang lain sudah banyak yang mengetahui mengenai skandal dia dengan Hendra.

Winda pun sekarang lebih tertarik memilih bisnis fashion dibandingkan bekerja menjadi karyawan kantoran lagi. Ditempat kontrakannya yang hanya berukuran 3 petakan ini, ia sedang santai sambil menonton tv dan makan cemilan sore yang ia pesan sebelumnya.

1
Nawa Liya
maaf ya ceritanya bikin aku mual... sampai di sini aja bacanya
Nukhbatul: Terima kasih atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!