NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Raja Vampir

Aku Hamil Anak Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:340
Nilai: 5
Nama Author: Latief_ayra

hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 14

Raja Draven berdiri tegak bagaikan gunung yang tak tergoyahkan. Seluruh tubuhnya memancarkan aura kemarahan yang begitu dahsyat hingga udara di sekitarnya terasa menegang dan berat. Matanya yang merah menyala berkobar penuh amarah, menatap tajam ke arah Carmilla dan pengikutnya seakan ingin melenyapkan mereka seketika. Suaranya menggelegar membelah langit yang masih gelap gulita, bergema disertai guntur yang menyambar-nyambar:

"SIAPA YANG BERANI... MENYAKITI DARAH DAGINGKU?!!"

Tanpa menunggu seketika pun, Raja Draven mengangkat kedua tangannya dan melambaikannya dengan kekuatan penuh. Semburan energi merah menyala yang dahsyat melesat keluar dari telapak tangannya bagaikan lahar panas yang meluncur deras, menghantam Carmilla dan pengikutnya seketika. Kekuatan itu begitu kuat hingga membuat Carmilla terpental mundur jauh, menghantam dinding batu yang ikut retak hebat, sementara pengikutnya tak berdaya menahan serangan itu dan lenyap seketika menjadi kepulan asap hitam.

Draven tak mempedulikan Carmilla yang meringis kesakitan di tanah. Ia segera berbalik dan melangkah cepat mendekati Leon yang masih berdiri dengan susah payah, darah emas terus mengalir dari dadanya yang tertancap tombak sihir. Wajah Leon pucat pasi, napasnya tersengal-sengal lemah, namun matanya tetap menatap tajam ke arah ayahnya itu.

Draven berlutut di hadapan putranya, dengan hati-hati dan penuh kelembutan yang tak terduga, ia merentangkan tangannya. Cahaya keemasan yang lembut dan hangat seketika menyelimuti dada Leon. Dengan satu tarikan napas, Draven perlahan mencabut tombak sihir itu dari dada Leon. Seketika itu pula luka yang menganga lebar itu tertutup rapat, darah berhenti mengalir, dan rasa sakit yang menyiksa perlahan-lahan menghilang. Kekuatan penyembuhan yang mengalir dari tangan Draven begitu dahsyat dan ajaib, menyembuhkan setiap jengkal luka di tubuh Leon hingga tak meninggalkan bekas sedikit pun.

"Tetaplah kuat... Anakku..." bisik Draven pelan, namun penuh dengan kehangatan yang mendalam.

Merasakan rasa sakit itu perlahan hilang, tubuh Leon yang tadinya tegap dan bersayap itu perlahan-lahan kembali mengecil. Cahaya yang menyelimutinya meredup, dan dalam sekejap mata, ia kembali menjadi bocah berusia empat tahun yang mungil dan lemah. Sayap besarnya lenyap, pakaiannya kembali menjadi pakaian sederhana yang sobek-sobek, dan wajahnya yang tampan tegas kembali menjadi wajah polos anak kecil yang masih membasahi pipinya dengan air mata.

Elizabeth yang sedari tadi terpaku menonton, seketika bergegas mendekat dan memeluk tubuh mungil putranya erat-erat ke dalam pelukannya. Air matanya mengalir deras tanpa henti, bercampur dengan rasa syukur yang tak terlukiskan. Ia mencium kening, pipi, dan seluruh wajah Leon berkali-kali seakan takut putranya akan hilang kembali.

"Leon... Anakku... Ibu di sini... Ibu takkan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi... Maafkan Ibu... Maafkan Ibu tak bisa melindungimu dengan lebih baik..." isak tangisnya pecah, bahunya berguncang hebat.

Leon yang kini kembali menjadi anak kecil, masih terlihat lemas namun rasa sakitnya sudah hilang sepenuhnya. Ia menyandarkan kepalanya yang berat di dada ibunya, mendengar detak jantung ibunya yang masih berpacu cepat. Namun seketika itu, seakan ada sesuatu yang menarik hatinya menatap lurus ke arah pria gagah perkasa yang berdiri tak jauh dari sana. Mata kecilnya menatap lurus ke mata merah menyala milik Raja Draven, dan dalam benak kecilnya, ia merasa pria itu begitu akrab... begitu dekat... seakan sudah dikenalnya sejak lama sekali.

Dari dalam pelukan ibunya, Leon mengerahkan sisa tenaganya, menatap lekat-lekat wajah Draven, lalu dengan suara yang lemah namun jernih dan penuh kepastian, bibir kecilnya bergetar pelan menyebut:

"Ayah..."

Satu kata itu terucap begitu tulus dan lugas, membelah keheningan taman yang masih basah oleh hujan. Draven terpaku mendengar panggilan itu. Matanya yang sedari tadi penuh amarah seketika melembut, secercah kehangatan dan kasih sayang yang mendalam perlahan muncul menggantikan kemarahannya. Hatinya seakan tersentuh oleh sesuatu yang begitu lembut namun kuat, membuat napasnya tertahan sejenak. Ia menatap bocah mungil itu .

putra kandungnya sendiri , yang kini memanggilnya dengan sebutan yang paling ia rindukan selama bertahun-tahun lamanya.

Elizabeth tertegun seketika mendengar panggilan itu, menatap bergantian antara putranya dan pria yang berdiri di hadapannya itu. Cahaya matahari mulai menyelinap dari balik awan, menyinari wajah mereka bertiga yang kini saling memandang dalam keheningan yang penuh makna.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!