NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Keheningan yang Menulikan di Selatan

​Berjarak lima ratus kilometer dari Jiangzhou, di ibu kota Provinsi Selatan yang gemerlap, terletak sebuah klub privat eksklusif yang hanya bisa dimasuki oleh mereka yang memiliki kekayaan puluhan miliar. Di ruang VVIP bernuansa emas dan marmer hitam, Tuan Muda Long Ao dari Keluarga Long sedang bersandar santai di sofa kulit buaya aslinya.

​Keluarga Long bukanlah keluarga pebisnis biasa. Mereka adalah penguasa absolut di wilayah selatan, sebuah dinasti yang didukung penuh oleh kekuatan militer berkat kakek Long Ao yang merupakan seorang jenderal bintang empat. Di wilayah ini, kata-kata Long Ao adalah hukum.

​Sambil memutar gelas berisi anggur Château Lafite Rothschild di tangannya, Long Ao menatap layar monitor besar di dinding. Layar itu menampilkan peta digital Kota Jiangzhou, dengan titik merah yang berkedip tepat di lokasi Menara Su.

​"Tuan Muda," seorang pria berkacamata dengan setelan jas rapi—Bao, penasihat strategi Keluarga Long—melangkah maju dan menuangkan anggur ke gelas Long Ao. "Gou dan tim elitnya telah memasuki Menara Su lima menit yang lalu. Sesuai jadwal, dalam sepuluh menit ke depan, kita akan memiliki akses penuh ke seluruh jaringan data Grup Su."

​Long Ao tertawa meremehkan, menyandarkan kepalanya di antara dua wanita cantik yang menemaninya.

​"Lin Ye dari ibu kota itu benar-benar terlalu berhati-hati," cibir Long Ao dengan nada angkuh. "Dia menawariku konsesi tambang di utara hanya untuk mengganggu sebuah perusahaan kelas dua di Jiangzhou. Su Yuhan dan Grup Su-nya mungkin memiliki uang 500 Miliar dari Bank Sentral, tapi mereka hanyalah domba gemuk tanpa gigi. Mengirim Gou ke sana ibarat menggunakan meriam untuk membunuh nyamuk."

​Jarum jam Rolex Daytona di pergelangan tangan Long Ao terus berdetak. Waktu lima belas menit yang dijanjikan Gou seharusnya sudah terlewati. Gou adalah mantan tentara bayaran elit dari medan perang Timur Tengah. Pria itu tidak pernah terlambat sedetik pun dalam misinya, apalagi jika misinya hanya menyusup ke gedung perkantoran sipil yang dijaga satpam bergaji rendah.

​Long Ao mulai mengerutkan kening. Ia menepis tangan wanita yang sedang memijat bahunya, lalu duduk tegak.

​"Bao, hubungi Gou," perintah Long Ao, nadanya mulai terdengar tidak sabar. "Tanyakan kenapa dia belum mengirimkan sinyal hijack dari ruang server Grup Su."

​Bao segera mengeluarkan tablet komunikasinya dan menekan tombol panggilan terenkripsi. Tidak ada nada sambung. Hanya ada suara statis yang mati. Bao mencoba frekuensi cadangan, namun hasilnya sama. Keringat dingin mulai merembes di dahi penasihat itu.

​"Tuan Muda..." suara Bao sedikit bergetar. "Saluran komunikasi Gou terputus total."

​"Mungkin dia sedang berada di area blind spot atau basement," Long Ao mendengus kesal. "Lacak GPS dari chip implan di tubuh mereka. Sekarang!"

​Jari-jari Bao menari cepat di atas layar tabletnya, mencoba meretas masuk ke satelit pelacak pribadi Keluarga Long. Beberapa detik kemudian, wajah Bao berubah seputih kertas.

​"I-ini mustahil..." gumam Bao tak percaya, matanya membelalak menatap layar yang menunjukkan tulisan SIGNAL NOT FOUND.

​"Ada apa?!" bentak Long Ao, menggebrak meja kaca di depannya.

​"Keempat sinyal biometrik GPS dari tim Gou... lenyap, Tuan Muda," lapor Bao dengan napas tertahan. "Bukan sekadar offline karena kehilangan sinyal, tapi... dihapus secara paksa dari jaringan. Ini berarti ada seseorang yang melumpuhkan mereka secara instan, dan menghancurkan perangkat pemancar yang tertanam di bawah kulit mereka dalam hitungan detik. Tanpa memicu alarm darurat sama sekali."

​Udara di ruang VVIP itu mendadak terasa membeku. Dua wanita yang menemani Long Ao mundur ke sudut ruangan, ketakutan melihat urat-urat kemarahan menonjol di leher Tuan Muda mereka.

​"Kau bilang padaku," suara Long Ao merendah, menahan ledakan amarah yang luar biasa, "bahwa empat tentara bayaran elit terbaikku yang pernah membantai satu markas kartel narkoba sendirian... dilumpuhkan tanpa suara oleh satpam perusahaan kosmetik dan properti kelas dua?!"

​"Tuan Muda, saya baru saja meretas kamera lalu lintas di seberang Menara Su," Bao dengan cepat memindahkan gambar dari tabletnya ke monitor besar di dinding.

​Layar itu menampilkan lobi Menara Su dari kejauhan. Terlihat sangat damai. Karyawan berlalu-lalang, satpam berseragam biru tampak mengobrol santai. Tidak ada kaca yang pecah, tidak ada polisi yang datang, tidak ada ambulans, tidak ada tanda-tanda pertempuran sama sekali.

​Seolah-olah Gou dan tim pembunuhnya ditelan bulat-bulat oleh sebuah lubang hitam begitu mereka melangkah masuk ke dalam gedung tersebut.

​Bulu kuduk Long Ao berdiri. Rasa marah di hatinya perlahan bercampur dengan ketakutan yang tidak rasional. Ia menatap lobi Menara Su di layar monitor itu seolah sedang menatap mulut seekor monster raksasa yang sedang menunggu mangsa berikutnya.

​"Hubungi intelijen Komando Selatan Kakekku," perintah Long Ao dengan nada panik. "Minta mereka melakukan pemindaian satelit militer termal ke seluruh struktur bangunan Menara Su! Aku ingin tahu siapa yang berjaga di dalam sana!"

​Bao segera melakukan panggilan tersebut. Namun, lima menit kemudian, jawaban yang ia terima membuat keputusasaan benar-benar jatuh menimpa mereka.

​"Tuan Muda... intelijen militer menolak perintah kita," ucap Bao menelan ludah. "Mereka mengatakan bahwa seluruh jaringan komunikasi dan struktur bangunan Menara Su saat ini dilindungi oleh Firewall Kelas SSS tingkat negara. Setiap upaya peretasan militer ke gedung itu akan langsung dianggap sebagai tindakan makar terhadap Keamanan Nasional."

​Prang!

​Long Ao melempar gelas anggurnya ke dinding hingga hancur berkeping-keping. Napasnya memburu. Ia akhirnya menyadari sebuah kenyataan yang sangat mengerikan. Ia telah ditipu mentah-mentah.

​"Lin Ye... kau bajingan tengik dari ibu kota!" raung Long Ao, matanya merah menyala. "Kau sama sekali tidak memberiku domba gemuk! Kau dengan sengaja menjebakku untuk menendang sarang Naga! Siapa sebenarnya yang melindungi Su Yuhan di kota kecil itu?!"

​Long Ao jatuh terduduk di sofanya, mengusap wajahnya dengan kasar. Jika Menara Su dijaga oleh kekuatan yang bisa memblokir satelit militer dan menelan tentara elit tanpa sisa, maka Keluarga Long baru saja memicu perang dengan entitas yang sangat mematikan.

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!