NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 Jangan Menghancurkan Pernikahanku

Akhirnya Aisyah saat ini sudah berada di depan Kaivan, mata Kaivan sejak tadi tidak berhenti menatap mata Aisyah, terlihat ada sedikit kebahagiaan di wajah tampan pria itu, ada rasa haru, tetapi ekspresi itu tidak mudah untuk di baca untuk orang lain mungkin akan menganggap jika Kaivan sangat terharu dengan pernikahannya.

"Kak!" Amira yang tidak pernah berhenti usil harus menegur Kaivan yang tetap saja bohong dan padahal pembawa acara sudah mengarahkan untuk mempelai pria memberikan tangannya kepada mempelai wanita agar dicium.

"Maaf," ucap Kaivan dengan nada suaranya yang terdengar bergetar.

Amira paling senang dan tersenyum penuh ejekan.

Posisi Amira tidak dibenarkan untuk berada di sana karena hanya mengganggu pemotretan. Amira tahu diri dan meninggalkan pasangan pengantin itu yang berdiri saling berhadapan.

Perlahan Kaivan memberikan tangannya, dicium begitu lembut oleh Aisyah dan kemudian Aisyah menunduk, sembari tangan Kaivan memegang kepala Aisyah dan membacakan doa ubun-ubun di kepala itu.

Suasana benar-benar haru dipenuhi dengan kebahagiaan. Kaivan juga tidak lupa memakaikan cincin pada jari manis Aisyah dan begitu juga dengan hal yang sama dilakukan Aisyah pada suaminya, mereka berfoto beberapa kali dengan memegang buku nikah, berfoto dengan Kaivan mencium lembut Aisyah dan akhirnya Aisyah dan Kaivan resmi menjadi pasangan suami istri yang sah secara agama dan juga negara.

Setelah ijab kabul yang penuh harus terjadi, harus dilakukan dengan beberapa adat, Aisyah yang dibantu oleh Amir untuk memperbaiki sedikit gaunnya yang hampir terinjak, tetapi tiba-tiba saja Aisyah melihat sosok berdiri di hadapannya yang tak lain adalah Kamila membuat Aisyah mengerutkan dahi.

"Apa yang Tante lakukan di sini?" tanyanya.

Moodnya benar-benar berantakan, marah dan apalagi melihat wanita itu memakai pakaian yang sama dengan ibunya.

"Aisyah...." tegur Amira mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.

Kaivan memang tidak ada di sana karena tadi dipanggil perias untuk memperbaiki sedikit pakaian pengantin pria.

"Aisyah sekarang kamu menikah, Tante sangat bahagia, terima kasih Aisyah kamu sudah menjadi impian penerus yang tidak bisa dia lakukan, terima kasih," ucap Kamila dengan meneteskan air matanya suaranya bahkan terdengar diri membuat Aisyah bingung.

Amira juga tidak mengerti apa yang dimaksud wanita yang dia ketahui adalah ibu tiri dari sahabatnya.

"Apa maksud Tante, jangan drama dihadapanku, aku tidak suka orang bersandiwara, apa Tante tidak sadar pakaian yang Tante gunakan saat ini membuat hatiku terluka dan tidak ada arti kebahagiaan dalam pernikahanku karena pandanganku yang sakit melihatnya!" tegas Aisyah.

"Tante hanya ingin melihat kamu menikah, apa itu salah?" tanyanya.

"Tetapi aku tidak membutuhkan kehadiran Tante, lepas seragam itu dan jangan pernah samakan derajat Anda dengan Bundaku!" tegas Aisyah.

"Aisyah cukup!" di tengah-tengah penekanan Aisyah Dharma dan Rahma datang.

"Kamu jangan berbicara terlalu kasar, bagaimanapun Tante Kamila adalah ibu kamu dan kamu harus menghormatinya!" tegas Dharma.

"Ayah sengaja melakukan semua ini, ingin membuat hari pernikahanku penuh sejarah dengan dua ibu yang berada di pelaminan dan membuat para tamu bertanya-tanya, siapa wanita itu, apa itu adalah ibu tirinya, apa suaminya menikah lagi, ayah ingin membuatku dipermalukan, orang-orang yang datang di acara pernikahan ini bukan hanya rekan-rekan ayah saja, tetapi aku," ucap Aisyah merasa sakit hati dengan pernikahannya yang diacak-acak.

"Ayah benar-benar egois, hanya karena ingin memamerkan istri muda harus menyakiti putri kandung sendiri!" tegas Aisyah tanpa terasa air matanya telah jatuh.

Amira tidak bisa berbuat apa-apa, dia bisa merasakan betapa sakitnya sahabatnya itu, tetapi ini adalah urusan keluarga.

"Mas cukup! Tolong mengalah untuk hari ini saja. Ini hari pernikahan putriku, ini tubuh putriku dan bukan ada sangkut pautnya dengan siapapun, tolong jangan kalian jadikan putriku sebagai impian kalian!" tegas Rahma.

"Maafkan saya, ini semua kesalahan saya, saya terbawa suasana, terbawa emosi dan perasaan, saya mengingat putri saya yang mungkin sekarang seharusnya sudah menikah, saya benar-benar minta maaf. Aisyah sungguh Tante tidak bermaksud apapun, Tante benar-benar tulus melihat kamu menikah, Tante bahagia melihat kamu menikah dengan Kaivan, tante ikut mendoakan kebahagiaan kamu!"

"Baiklah Tante akan pergi!" ucap Kamila berusaha mengalah agar tidak terjadi kekacauan dalam acara itu.

Tetapi ketika dia ingin meninggalkan acara tersebut tangannya ditahan oleh Dharma.

"Kamu juga berhak ada di sini, berhak untuk berfoto bersama pengantin, kamu juga harus ada di acara ini sampai selesai!" tegas Dharma.

Aisyah semakin terluka melihat ayahnya yang benar-benar hanya berpihak kepada istri mudanya dan bahkan di hari pernikahannya sang ayah juga telah memperjelas bahwa kepeduliannya lebih besar kepada istri mudanya dibandingkan dia dan bundanya.

"Mas..."

"Kamila, Aisyah adalah putriku darah dagingku dan sama seperti kamu yang juga harus menganggapnya sebagai putri, seorang ibu harus ada di acara pernikahan putrinya," ucap Dharma yang mampu membuat air mata Aisyah jatuh kembali.

Aisyah sudah tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya, Aisyah memilih untuk pergi dari tempat itu.

"Aisyah!" panggil Amira.

"Tante biar saja yang bicara pada Aisyah," Amira mencoba untuk menyusul temannya.

"Apa-apaan kamu. Mas? Apa tidak bisa tidak menyakiti hati Aisyah!" ucap Rahma menekan suaranya ikut marah dengan suaminya.

"Rahma kamu juga seharusnya mengerti, kamu juga sebagai seorang ibu dan di sini juga ada ibu yang kehilangan putrinya karena untuk menghidupkan seorang putri yang memiliki impian, apa kamu tidak bisa memberi toleransi sedikit saja untuk melihat seorang ibu yang kehilangan putrinya pada akhirnya memenuhi impiannya," ucap Dharma.

"Apa yang kalian lakukan justru menyiksa putriku dan ketika suatu saat nanti dia tahu, dia mungkin akan menghancurkan dirinya sendiri!" tegas Rahma dengan suaranya bergetar saat melihat pasangan suami istri itu sangat kompak dengan keegoisan merekan untuk menumbalkan seseorang.

"Kamu jangan mengatakan saya egois, saya selama ini hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk Aisyah dan kamu!" tegas Dharma.

Aisyah berjalan tertatih-tatih di atas rerumputan taman di tempat acara pernikahan, dengan kedua tangannya yang menarik sedikit gaunnya agar langkahnya sedikit lebih cepat.

Air mata Aisyah terus saja jatuh, perasaannya semakin sakit mendengar perkataan dari ayahnya.

BRUKKKK

Aisyah yang tidak melihat jalan akhirnya tertabrak bidang dada yang sangat tegap membuatnya mengangkat kepala dan hampir saja tubuh kecil itu jatuh yang ternyata orang tersebut tak lain adalah Kaivan yang memegang kedua baru Aisyah.

"Maaf, Kak!" Aisyah berusaha untuk pergi tetapi ditahan Kaivan ketika menyadari wanita yang baru saja dia nikahi tidak baik-baik saja.

"Kamu baik-baik saja Aisyah?" tanya Kaivan memastikan melihat air mata itu terus mengalir.

Kaivan refleks mengusap lembut menggunakan jempolnya, Aisyah menatap laki-laki dingin itu ternyata memiliki sifat perhatian dan romantis.

"Apa yang membuat kamu menangis?" tanya Kaivan.

Aisyah tidak mampu menjawab, justru air matanya semakin jatuh, Kaivan tidak ingin membiarkan hal itu dan sementara Amira yang tadi mengejar sahabatnya akhirnya menghentikan langkah dan merasa lega saat sahabatnya itu jatuh pada laki-laki yang tepat.

Amira sudah tidak perlu khawatir lagi, Kakaknya punya cara untuk menenangkan Aisyah.

"Jangan menangis seperti ini, nanti orang-orang akan berpikir bahwa kamu tidak menyukai pernikahan ini, mereka akan berpikir kamu terpaksa menikah dengan saya," ucap Kaivan dengan lembut.

Bersambung......

1
Herman Lim
jgn nanti kebuka aja menikah karna ada mata mantan di tubuh Aisyah lihat apa yg akan Aisyah buat ke mata nya nanti ga sabar tgg part ne
Herman Lim
jgn menyesel aja nanti kaivan klo Aisyah tau niat kamu waktu nikah sama dia bukan utk Aisyah tapi mata mantan mu di tubuh Aisyah
puji hastuti
Kaivan bertanya " Jadi kamu tugasnya dii bali ?"
suaminya loh ....pengantin baru looh
Fauziah Rahma
kenapa bisa ayah aisyah menikah dengan Kamila?
Herman Lim
kaivan kamu pasti melihat mantan mu mk bisa gitu lembut sama aisyah
Herman Lim
kasian Aisyah yg di bohongi semua org tua dan suami nya 🤪😔
Herman Lim
gila ternyata Aisyah yg jadi korban dari semua ego kalian,tdk ada Aisyah kyk kian bangga kan tapi wanita yg dh mati hanya kerna mata nya yg Masi ada di tubuh Aisyah kalian paksa Aisyah nikah dgn kekasih ny dl 😔
Herman Lim
apa jangan² dl yg bertabrakan dgn aishay anak dari bini ayah nya yg mati Dan mata nya di donor ke aishay dan kaivan dl berpacaran dgn anak lain ayah nya 😔😔 rumit guys 🤣🤣
Oma Gavin
orang tua cerminan buat anaknya bila ayahnya saja poligami merasa paling bener jgn salahkan aisyah bila jadi pemberontak
Gian Hazza
lanjut thor👍
Rian Moontero
mampiiirr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!