Terjerat akan pesona CEO tampan di kantor nya membuat Amel pusing sendiri menghadapi tingkah laku bos nya yang berubah -rubah
" BOS, sadarrrr kita hanya berdua di siniii, saya tidak mau ada karyawan lain yang melihat dan salah sangka."
" untuk malam ini, saya tidak akan membiarkan mu lepas Amel."
bulu kuduk Amel seketika berdiri dan mulai berjalan mundur, namun dia terhenti karena ada meja yang menghalangi nya.
" ayoo Amel, aku sudah tak sabar."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @cece riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab.20
Hari ini Amel dan bintang di sibukkan dengan proyek, karna banyak rekan bisnis nya datang, perusahaan tengah meningkat besar.
setelah menyiapkan semua berkas mereka langsung pergi ke tempat di mana akan pertemuan.
" Maaf lama menunggu." ujar bintang dingin, sedangkan orang itu hanya mengangguk.
Amel, duduk di samping bintang memandang lekat ke arah lelaki di Depan nya, yang tidak lain adalah rekan bisnis, bintang begitu pun dengan orang itu.
" Amel..."
" Rayhan..."
Ucap mereka serempak " aaaa akhirnya ketemu lagi." girang Amel Tanpa memperdulikan bintang, sedangkan Rayhan sedang terkekeh melihat sifat Amel, yang tak pernah berubah.
" ehm." dehem bintang membuat mereka tersadar kalau masih ada manusia lain di Samping mereka.
Bintang pun memulai, mempresentasikan semua nya dan tanda tangan kontrak pun di dapatkan oleh nya, itu sangat mudah bagi seorang bintang untuk menaklukkan pembisnis lain.
" Lihat lah, Wanita jelek itu, tak berhenti tersenyum." batin bintang jengkel.
" Mel, minta nomor Lo." pinta Rayhan Amel dengan senang hati membagikan nya." mana tau CLBK ya kan." kekeh amel dalam hati.
Rayhan merupakan, mantan Amel yang sangat lama, sebenarnya mereka gak putus, karna Rayhan pindah ke luar negeri di perintahkan ayah nya jadi dia dengan berat hati pergi ke sana.
Dengan hilangnya kabar mereka berdua, akhirnya mereka menganggap hubungan itu telah berakhir dengan tidak ada nya kata putus.
Setelah itu, bintang dan Amel berpamitan dan langsung pergi menuju mobil, lihat lah wajah bintang, sangat datar.
" gue, kerokin juta tu muka, senyum Napa." omel Amel dalam hati.
Akhirnya mereka sampai di mobil dengan ke adaan hening.
Bintang pun memberanikan diri untuk bertanya " siapa Reyhan kok bisa kenal?" tanya nya judes.
" Bapak ni, nanya apa ngajak berantem." omel Amel.
" ya nanya la siapa."
" cieee cemburu." goda Amel, sambil menepuk tangan bintang.
" Jangan pegang-pegang, siapa." ketus bintang.
" Dia tu mantan saya pak." ucap Amel santai.
Bintang pun, meminta handphone Amel, Amel pun, tidak mau menyerahkan handphone nya, berusaha menghindar sambil tertawa.
" Wek gak dapat Wek." ejek Amel, bintang pun semakin geram dan bintang pun terjatuh di hadapan Amel, sambil menatap nya.
Mereka berdua saling bertatapan, entah setan dari mana yang membuat, bintang semakin mendekat dan berani mencium bibir itu, biasanya hanya kening .
Amel, pun tak menolak ciuman yang sangat lembut itu, malahan dia mengimbangi, bintang mencium secara lembut sambil memeluk Amel.
Setelah itu, bintang masih memeluk nya, tapi tidak mencium nya lagi.
" wah-wah kepala nya, ni di sini aa." omel, Amel berusaha melepaskan diri, karna tak nyaman bintang memeluk nya, dan kepala nya di benam kan ke dua gunung kembar nya itu.
" Biarkan seperti ini dulu, nyaman." ucap bintang semakin erat memeluk nya.
" jelas la nyaman Bambang, kepala Lo di situ." omel Amel, bintang pun terkekeh geli.
" ini kan punya saya." ucap nya, Amel pun memerah malu, bingung melihat bintang.
" apakah, hubungan kita akan ada kepastian." batin Amel berkata.
Setelah beberapa menit, akhirnya bintang melepaskan dan dia berhasil mengambil handphone Amel dan mencampakkan nya ke luar.
" pak bintang......" histeris Amel, melihat handphone nya di campakkan begitu saja.
bintang pun mengangkat bahu nya acuh, " pak bintang." geram Amel dan mencubit lengan bintang.
" handphone saya, Kenapa di buang sih, mahal." geram Amel, emosi.
Bintang pun menyerahkan handphone nya Amel pun mengangkat alis nya sebelah tak mengerti.
" Beli, seberapa banyak handphone yang kamu mau." ucap nya santai, Sungguh Amel sangat heran setelah dia membuang nya dan menyuruh nya membeli lagi kan bintang emang mau di unyek.
" kenapa di buang sih pak, saya gak butuh handphone baru." kesal Amel.
" saya tak mau, nanti Rayhan menelpon mu." ujar bintang dingin.
" wahahahhaa." gelak Amel pun pecah, " ternyata cemburu." goda Amel, muka bintang pun memerah, jantung nya berdetak kencang.
" Gak usah ke GR an." ketus bintang.
Mereka pun, kembali ke kantor dan melanjutkan, perkejaan nya, setelah Amel memesan handphone, dia memesan tak tanggung-tangggung handphone yang sama seperti bintang, ya bisa di bilang harga nya sangat mahal, bintang tak mempermasalahkan asal tak ada nomor Rayhan dasar bintang cemburuan padahal gak ada kepastian.
Setelah, berapa menit di kantor handphone nya, langsung datang dan Amel pun melompat kegirangan, melihat handphone nya begitu bagus.
" liat tu, simpanan bos di beliin ini itu Mulu." Ujar teman sekantor Amel, menggosip.
Amel, awal nya hanya diam, dan selalu diam tapi kali ini tak bisa dia pun mendekat ke arah mereka.
" Kenapa takut, mana tu gosip murahan kalian ayo dong di depan orang nya." ketus Amel.
" dasar simpanan aja belagu." ucap mereka Amel yang geram pun menarik rambut nya, dan terjadilah peperangan jambak-jambakan.
Bintang yang mendengar ada kebisingan pun segera keluar.
" hentikan." tegas nya, dan mereka semua pun berhenti dan tertunduk.
" jelaskan semuanya." perintah nya tegas.
mereka pun, menceritakan semua nya dan bintang langsung menarik Amel dan merangkul pinggang nya dan pergi ke ruangan, Amel pun menjulurkan lidahnya mengejek.
" lihat lah Amel, rambut mu, seperti orang kena setrum." ujar bintang dan mempoto Amel diam-diam.
" aaa jelek banget." kejut Amel Saat melihat rambut nya, bintang pun menggambil sisir di kamar ruangan nya dan menyuruh Amel duduk di pangkuan nya, namun Amel menolak tapi bintang tetap memaksa.
Dengan perlahan bintang, menyisir rambut Amel , pelan Amel pun terbawa suasana senyuman nya, pun mengembang atas sikap bintang akan kah selalu begitu.
setelah selesai, bintang memeluk erat, pinggang Amel dan mencium rambut nya, bersandar di bahu Amel, terlihat wajah bintang sangat dekat dan sangat tampan bintang mengecup pipi Amel dan mereka berpelukan beberapa saat.
5/Rose/
biar lama bacanya/Facepalm/
hehe.
kembang 2 sama kopi buat sarapan
eh emang kuntu/Facepalm//Facepalm/
tapi ga bisa komentar banyak banyak ya/Sneer//Sneer/