hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 20
Sesampainya di dalam aula istana yang megah namun dingin itu, tubuh mungil Leon tiba-tiba menggigil hebat di gendongan ayahnya. Wajahnya yang pucat kini berubah kelabu, keringat dingin membasahi seluruh pelipisnya, napasnya tersengal-sengal pendek dan lemah seakan nyawanya perlahan meninggalkannya.
Matanya terpejam rapat, bibir kecilnya bergetar tak henti-henti, dan tiba-tiba ia menggigau dengan suara lemah namun penuh ketakutan yang memilukan hati siapa pun yang mendengarnya.
"Ibuuu... lariii... Ibukuuu... lari cepat... mereka datang... mereka ingin menyakiti kita..." Leon meronta lemah di pelukan Draven, tangannya yang mungil mencengkeram erat jubah Rajanya, seakan sedang melawan ketakutan yang masih membayangi pikirannya meski kini sudah berada di tempat yang aman.
Hati Elizabeth seketika tercabik-cabik berkeping-keping melihat putranya yang kesakitan sedemikian rupa. Ia segera mendekat, memeluk erat tubuh kecil Leon yang menggigil itu, air matanya tumpah membasahi wajah anaknya. Ia merasakan betapa lemahnya detak jantung Leon, betapa hebat rasa sakit yang sedang ditanggung tubuh kecil itu.
Tanpa ragu sedetik pun, tanpa mempedulikan siapa dirinya dan apa harta yang dimilikinya, Elizabeth berlutut di hadapan Raja Draven, mencengkeram erat kedua tangan Rajanya yang besar dan hangat, lalu mendongak menatapnya dengan wajah basah oleh air mata dan pandangan penuh keputusasaan namun penuh pengorbanan yang tak terhingga.
"Draven... Tolong... Tolong selamatkan anakku! Kumohon padamu!
Lakukan apa pun yang kau bisa! Selamatkan nyawa Leon... selamatkan putraku ini!"
suaranya pecah di sela isak tangis yang mencekik lehernya, namun ia tetap menatap tajam ke mata Rajanya, melanjutkan dengan tekad baja yang tak tergoyahkan, "Ambil apa saja dariku! Ambil seluruh hidupku jika itu yang kau minta! Ambil tenagaku, ambil nyawaku, ambil apa pun yang kau inginkan dari tubuhku ini... asal kau selamatkan nyawa Leon! Biarlah aku yang menggantikan rasa sakitnya... asalkan ia tetap hidup! Tolong selamatkan anakku... kumohon padamu..."
Elizabeth menundukkan kepalanya hingga menyentuh lantai dingin istana itu, bahunya berguncang hebat menahan tangis yang memilukan. Ia tak peduli lagi pada kehormatannya, tak peduli pada apa pun yang akan terjadi padanya. Yang ia tahu hanyalah satu hal: ia rela menyerahkan segalanya, bahkan nyawanya sendiri, demi satu hal , agar putra kesayangannya tetap hidup dan selamat.
Melihat pengorbanan tulus dan ketulusan cinta seorang ibu yang sedemikian besarnya, hati Raja Draven seakan terhantam gelombang emosi yang dahsyat. Matanya yang merah menyala perlahan melembut, dan secercah haru bercampur rasa sayang yang mendalam menyelimuti wajahnya. Ia segera merentangkan tangan, mengangkat tubuh Elizabeth yang berlutut itu agar berdiri kembali, lalu memeluk bahu wanita itu erat dengan satu tangan, sementara tangan lainnya tetap memeluk erat tubuh Leon yang masih lemah dan menggigil.
Suara Draven terdengar rendah namun begitu tegas, menenangkan hati Elizabeth yang sedang hancur lebur itu:
"Bangkitlah... Jangan pernah mengucapkan kata-kata seperti itu lagi. Nyawamu bukanlah pembayaran bagiku... karena kalian berdua adalah nyawaku sendiri. Tak ada harta, tak ada benda, dan tak ada apa pun yang perlu kau serahkan padaku sebagai gantinya. Karena Leon adalah darah dagingku... dan menyelamatkannya adalah kewajibanku sebagai ayahnya."
Draven menatap lekat-lekat wajah pucat putranya, lalu kembali menatap mata Elizabeth yang basah berair, melanjutkan dengan nada penuh janji yang tak akan pernah ia ingkari seumur hidupnya:
"Tenanglah... Tak akan ada bahaya yang menyentuh sehelai rambut pun dari kepalanya. Biarpun seluruh kekuatan gelap di dunia ini datang menyerang sekaligus... aku tak akan membiarkan mereka mengambil nyawa putraku. Percayalah padaku... Aku akan menyelamatkannya. Bahkan jika harus menukar nyawaku sendiri dengan nyawanya... aku tak akan ragu sedetik pun. Karena kalian adalah keluargaku... dan aku tak akan pernah membiarkan keluargaku direnggut dariku."
Draven segera melangkah cepat menuju ruang dalam istana, sambil memeluk erat Leon dan menggenggam tangan Elizabeth agar tetap berjalan di sampingnya. Cahaya keemasan mulai perlahan memancar dari telapak tangan Rajanya, menyelimuti tubuh kecil Leon yang kesakitan itu, mulai menenangkan detak jantungnya yang kian melemah, mengusir rasa sakit yang menyiksa tubuhnya, dan perlahan-lahan membawa ketenangan kembali ke wajah kecil yang penuh ketakutan itu.