NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Aku bertahan bukan karena masih mencintaimu. Tapi, aku bertahan untuk memastikan kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Berani Melawan

Alena akhirnya tiba di rumah. Namun, langkahnya terhenti saat melihat Arsen dan kedua mertuanya sedang duduk di ruang keluarga.

"Tumben sekali dia sudah pulang," gumamnya pelan.

Tapi, Alena sama sekali tidak berniat bergabung. Dengan tubuh yang lelah, Ia memilih berjalan menuju tangga. Tapi, suara Arsen menghentikannya.

"Alena, tunggu!"

Langkahnya terhenti. Ia mengembuskan napas panjang sebelum berbalik.

"Ada apa?" tanyanya datar.

"Kemari lah. Aku ingin bicara."

"Besok saja. Aku lelah."

Alena kembali melangkah menaiki anak tangga. Tapi, sikapnya itu justru memancing amarah Arsen. Pria itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Alena dengan langkah lebar.

"Jangan mengabaikan ku!" Arsen menarik pergelangan tangan Alena dengan kasar.

"Akh!" Alena meringis kesakitan. "Lepaskan aku, Arsen!"

Ia berusaha melepaskan diri, tetapi cengkeraman pria itu terlalu kuat. Dan dengan kasar, Arsen mendorongnya hingga jatuh terduduk di sofa.

"Apa mau mu sebenarnya, hah?" bentak Alena dengan napas memburu.

Arsen menatapnya tajam. "Seharusnya aku yang bertanya begitu! Apa sebenarnya yang kamu inginkan, Alena? Kenapa kamu bekerja tanpa seizin ku?"

Alena tersenyum miring. "Memangnya itu penting?" balasnya dingin. "Bukannya selama ini kamu tidak pernah peduli dengan apa yang aku lakukan?"

"Kamu benar-benar tidak masuk akal! Kalau rekan-rekan bisnisku tahu istriku bekerja, mau di taruh di mana harga diriku?"

Alena mengepalkan tangan. Ingin rasanya ia berteriak, memakinya karena berselingkuh. Tapi, ia menelan kembali kata-kata itu.

"Apa uang yang aku berikan masih kurang?" lanjut Arsen. "Kamu cukup diam di rumah, mengurus semua kebutuhan keluarga, dan menerima uang dariku. Apa itu belum cukup?"

Alena tertawa getir. "Jadi, aku harus berterima kasih padamu karena sudah memberimu uang?" Tatapannya berubah semakin dingin. "Setiap hari aku bangun pagi, menyiapkan pakaianmu, membuat sarapan dan kopi untukmu, mengurus semua kebutuhanmu. Pernah sekali saja kamu mengucapkan terima kasih?"

"Untuk apa Arsen berterima kasih?" sela Hana dengan nada tidak senang. "Itu memang kewajiban mu sebagai seorang istri."

Alena menoleh, menatap ibu mertuanya. "Benar, itu kewajiban ku." Ia mengangguk pelan. "Kalau begitu, kenapa aku harus berterima kasih saat Arsen memberiku uang? Bukankah menafkahi istri juga kewajiban seorang suami?"

"Kamu...!" Hana terdiam, tak mampu membalas.

Alena mendengus pelan.

"Kamu benar-benar tidak masuk akal, Alena," geram Arsen.

Alena tertawa sinis. "Aku yang tidak masuk akal?" Suaranya meninggi. "Aku sudah menjalankan semua kewajiban ku sebagai istri. Aku menunggumu pulang setiap malam, meski kamu selalu pulang larut. Aku tetap bersabar meski kamu terus bersikap dingin dan mengabaikan ku."

Matanya mulai memerah, tetapi ia menahan air matanya agar tidak jatuh.

"Aku terus bertahan, berharap suatu hari kamu akan melihatku. Tapi yang aku dapatkan hanya sikapmu yang semakin membuatku muak."

Arsen terdiam, tidak bisa membantah.

Alena perlahan bangkit dari sofa. Ia berdiri tepat di hadapan Arsen dan menatapnya tajam tanpa rasa takut sedikitpun..

"Dengarkan baik-baik." Suaranya rendah, tetapi penuh penekanan. "Aku ini istrimu, bukan budak mu. Jadi, berhentilah mengatur hidupku seolah aku tidak punya hak untuk menentukan jalan hidupku sendiri."

Setelah mengatakan itu, Alena melangkah melewati Arsen begitu saja, meninggalkan ruang keluarga yang mendadak sunyi.

"Kamu lihat sendiri, kan? Istrimu benar-benar keterlaluan." Hana mendengus kasar.

Arsen mengepalkan tangannya erat. Rahangnya mengeras.

"Alena!" geramnya.

Malam semakin larut. Semua penghuni di rumah tersebut sudah terlelap, tapi tidak untuk Arsen.

Dia berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya dengan langkah gelisah dan pikiran yang kacau.

"Ini tidak benar," gumamnya pelan. "Kenapa Alena berubah?"

Ia berhenti sejenak, lalu mengusap tengkuknya.

"Dulu, dia selalu menurut, meski aku mengabaikannya. Tapi sekarang, dia tidak hanya membangkang, dia bahkan berani melawanku."

Arsen kembali melangkah. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

"Tidak! Tidak mungkin hanya karena aku mengabaikannya, dia bisa berubah secepat ini."

Tiba-tiba, ingatannya melayang pada kejadian saat Alena menemukan ponsel keduanya.

Mata Arsen langsung membelalak. Jantungnya berdegup lebih cepat. "Atau... Jangan-jangan dia sudah tahu soal hubunganku dengan Erina?"

Tapi, beberapa detik kemudian, ia menggeleng pelan.

"Tidak mungkin. Kalau dia tahu, dia pasti sudah menangis, marah, atau bahkan meminta cerai." Ia mengerutkan dahi. "Lagipula, setelah menemukan ponsel itu, dia masih bersikap seperti biasa."

Arsen mengusap wajahnya dengan kasar. "Kenapa aku malah jadi takut seperti ini?"

Ia terdiam beberapa saat, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.

"Bukankah ini justru bagus?" gumamnya. "Kalau dia memang berubah dan ingin melawanku, aku bisa menjadikannya alasan untuk bercerai."

Senyumnya semakin lebar. "Dengan kekuasaan yang aku miliki sekarang, Alena tidak akan bisa melawanku." Tatapannya berubah dingin. "Aku bisa membuatnya keluar dari rumah ini tanpa membawa apa pun."

"Ya... itu lebih baik," seringainya.

***

Di sisi lain, Kenan berdiri di dekat jendela kamarnya. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, sementara pandangannya tertuju pada langit malam yang gelap.

Perlahan, rasa penasarannya tentang Alena mulai terjawab.

Kini ia mengerti alasan wanita itu memilih diam saat mengetahui perselingkuhan suaminya. Ia juga memahami mengapa Alena bersikeras mencari pekerjaan.

Dengan latar belakang keluarga Alena yang sederhana dan kekuasaan Arsen saat ini, kemungkinan besar wanita itu akan kalah jika masalah mereka berakhir di meja persidangan.

Kenan bahkan yakin, Arsen akan menggunakan segala cara agar Alena pergi tanpa membawa apa pun.

Ia mengembuskan napas panjang. "Nasibnya cukup menyedihkan juga," gumamnya pelan. "Tapi, apa aku harus membantunya?"

Ia segera menggeleng cepat. "Tidak. Itu bukan urusanku. Aku tidak punya alasan untuk ikut campur."

Suasana kamar kembali hening. Tapi, beberapa saat kemudian, Kenan merogoh ponselnya dari saku celana dengan tatapan yang berubah serius.

Tanpa ragu, ia menekan sebuah nomor dan tidak lama kemudian panggilan tersambung.

"Aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku," ucap Kenan dengan suara rendah.

1
nunik rahyuni
orang tua klo sdh meraju susah diluluhlan hatinya..kecuali kamu bw istri kenan🤣🤣🤣
nunik rahyuni
dimulai drama ikan terbang hati suami yg terkuyak karena kesadaran istri🤣🤣🤣
klo istrinya bodoh diem damai hatimu..sekaramg istrimu sudah sadar dia pintar dan berguna bukan orng bodoh yg cima diam tak berdaya di perlakukan semena mena..tunggu langkah selanjutnya
atik
Dasar suami durjana, cuekin aja Alena gk penting juga ngobrol ma Arsen
atik
Kamu pasti bisa Alena mengalahkan suami laknatmu itu
nunik rahyuni
baru sadar klo istrimu itu pinter..biarpun kamu kurung dirumah dg berteman sepi klo pinter ya pinter aja✌️✌️
atik
Rasain kamu Arsen
makin seru thor, lanjut...
Ade Chubi
kasihan istri nya di bohongin
atik
Ayolah kenan turuti ja keinginan kakekmu biar kamu bisa bahagia
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tidak semudah itu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
atik
Kapok, ibu mertua tak tau diri dicuekin menantunya semoga segera setruk gara2 darah tinggi
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pikiranku berkelana karena setruk. Aq pikir tadi Truk kendaraan. 🙏🤧
total 1 replies
atik
Puas2in senyum kalian para penghianat sebelum perselingkuhan terbongkar
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak💜
total 1 replies
atik
gak sabar nunggu Arsen hancur
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hohoho... Pelan-pelan aja, kak. banyakin sabar🤭
total 1 replies
atik
Seru
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: thankiyu, kak 💜
total 1 replies
atik
lanjut thor, semangat 💪
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap
total 1 replies
Ma Em
Alena lbh baik pura2 tdk tau saja , semoga Alena cepat mendapatkan pekerjaan dgn gaji yg besar agar Alena bisa cepat berpisah dgn Arsen .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Cepet dapat CEO kaya juga,🤭
total 1 replies
Neng Saripah
ikut deg2an Thor 🤭🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Itu tandanya kakak sedang jatuh cinta 🤭
total 1 replies
Nining damayanti
nggk buat CS bru thor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Maaf, kak. soalnya sekarang cs gak bisa kontrak.
total 3 replies
Neng Saripah
belum apa2 udah nyesek euy...kira2 sanggup lanjut ga ya aku 😱
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pasti sanggup, kak. Semangat 💪🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!