NovelToon NovelToon
7-14: Insiden 06-06

7-14: Insiden 06-06

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:108
Nilai: 5
Nama Author: Dean Jeremia Sp

"Bagaimana cara menangkap pembunuh yang dilindungi oleh waktu itu sendiri?"

Insiden 06-06 bukan sekadar kecelakaan beruntun biasa. Di balik pekatnya polusi Jakarta dan pemadaman listrik total, ada konspirasi berdarah yang terencana rapi.

Samuel, seorang penyelidik BPI yang aslinya otaku garis keras, terpaksa harus menggunakan kartu as rahasianya: kemampuan memanipulasi waktu.
Bersama rekan jeniusnya, Ahmad, Samuel harus melompati belasan rute masa lalu, menjinakkan paradoks, dan menahan sakit kepala yang siap meremukkan otaknya. Baginya, angka 7-14 bukan lagi sekadar penanda hari, melainkan hitung mundur menuju kematian orang paling penting dalam hidupnya.
Saat waktu kehilangan maknanya, mampukah sang "Penguasa Waktu" memutus rantai takdir tak kasat mata ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dean Jeremia Sp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UNUD dan IPB

Di apartemen yang begitu sunyi dan rapih, televisi yang mati, sofa yang panjang di duduki oleh Riza dan Samuel. Keheningan yang pekat menyelimuti ruangan, menciptakan atmosfer interogasi terselubung yang begitu intim. Riza menarik napas dalam, siap menjelaskan apa yang dia ketahui.

"saya, dan Wisnu, di Udayana pernah berteman satu fakultas, saya fakultas pertanian, saat lulus setahu saya Wisnu ingin melanjutkan studinya di IPB untuk menjadi seorang dosen"

Samuel tak memberi emosi apapun dengan jawaban yang sangat penting itu. Wajahnya tetap datar seperti permukaan es, menyembunyikan badai taktik di dalam kepalanya. Samuel hanya senyum, dan sengaja tak menulis semua itu agar Riza tak merasa ditekan. Postur tubuhnya bergerak maju secara perlahan, sangat presisi, seolah mengunci seluruh fokus wanita di depannya. Samuel semakin mendekatkan kepalanya.

"tahun kapan kalian lulus dari Udayana"

"saya lulus di tahun 2022, saya menempuh kuliah dengan waktu ajaran 4 tahun sementara Wisnu dia lulus dalam waktu 3 tahun saja dia lulus di tahun 2021"

Mendengar kecepatan kelulusan itu, nalar detektif Samuel langsung berputar. Samuel menyadari kalau hubungan mereka sangat dekat.

"apa hubungan anda dengan Wisnu?"

Riza memainkan jarinya dan menjawab, "kami sempat berpacaran, namun setelah wisnu terobsesi sama pertanian dan memutuskan untuk ke ipb, hubungan kami putus sesaat Wisnu tamat di Udayana"

Samuel mengangguk kan kepalanya, mencatat setiap perubahan informasi baru ini di dalam memori otaknya yang lapar.

"apa anda tahu kalau Wisnu sekarang sudah tamat di IPB atau belum?" Samuel bertanya dengan penuh penasaran kepada Riza.

"tidak" jawab Riza tegas.

"semua itu yang anda ketahui untuk keberlanjutan kasus ini?" jawab Samuel dengan ramah.

"ya. tapi pak Sam kenapa anda masih melanjutkan kasus ini padahal pelakunya sudah di tangkap?" jawab Riza dengan penuh pertanyaan di otaknya

.

Miskonsepsi Riza mengenai hubungan masa depan mereka membuat wanita itu mengkhawatirkan keselamatan Samuel. Namun, Samuel tetaplah sang predator yang sedang memakai topeng ramah. Samuel dengan tenang menjawab dan menepuk pundak Riza sembari berdiri.

"untuk menyelamatkan orang berharga ku"

Samuel melangkah menuju ruang kerjanya meninggalkan Riza. Kalimat manis itu sengaja dilemparkan sebagai umpan psikologis tingkat tinggi. Namun, intuisi detektifnya berbisik lain; Samuel tahu kalau Riza tidak bohong tapi belum semuanya Riza katakan. Ada benteng pertahanan terakhir di mata wanita itu. Jadi sebelum masuk ke ruang kerjanya, Samuel memberi pesan ke Riza

.

"Terima kasih Riz, aku sangat terbantu"

Samuel membalikkan wajah dan senyum ramah terlihat di wajahnya. Sebuah senyuman simetris yang dirancang dengan sempurna untuk meluluhkan hati targetnya. Riza mendengar itu tersipu malu dan memalingkan wajahnya.

Pintu ruang kerja ditutup rapat. Di balik pintu itu, ekspresi ramah Samuel langsung runtuh, berganti dengan tatapan dingin tanpa emosi. Samuel benar-benar berhasil memanipulasi wanita itu. Semua tindakan, gerak gerik wajah, Samuel sudah siapkan sejak awal. Melalui pengamatan tajamnya, Samuel mengetahui kalau Riza jujur tapi masih ada 1 detail kecil yang belum di ungkapkan oleh wanita itu.

Namun, obsesi Samuel terhadap cara kerja otak manusia mulai mengalihkan fokusnya. Di ruang kerja, Samuel alih alih menyelidiki Wisnu yang ada di IPB Samuel malah belajar psikologi manusia. Di tengah tumpukan buku-buku tebal tentang manipulasi, tanpa sadar Samuel telah melawati waktu yang berharga, dan detail yang berharga.

...Jakarta, 11 Juni 2025 ...

09.00 WIB

Samuel terbangun di meja kerjanya dengan buku buku psikologi dan berkas penyelidikannya yang berantakan di sekeliling kepalanya. Matanya terasa perih dan berat. Di layar laptopnya yang masih menyala redup, terdapat daftar mahasiswa yang melakukan studi di IPB.

Samuel sedikit menyelidiki dan mencari informasi tentang Wisnu, membandingkan data baru ini dengan memorinya di masa lalu. Di lini masa sebelumnya Wisnu adalah pekerja di instansi swasta yang sama sekali tidak relevan dengan kasus ini yang membawa nama nama tokoh penting di pertanian. Tapi kini Samuel mengetahui kalau ada yang tidak beres dengan Wisnu. Pergeseran lini masa kali ini terlalu ekstrem.

"data mahasiswa IPB, dan Unud, sama sekali tidak ada yang bernama Wisnu mereka menghapusnya" gumam Samuel dengan tangan yang masih di wajah, mencoba menghalau rasa pening yang mendera. Ada kekuatan besar yang sengaja melenyapkan eksistensi pria itu dari sistem.

Bangun dari meja kerjanya Samuel melangkah keluar dan mendapati kalau Riza sedang memasak di dapur. Kali ini dunia benar benar berjalan dengan berbeda, jauh lebih rapi dan hangat di permukaan, namun menyimpan bahaya yang lebih besar di bawahnya.

Samuel mendekati Riza sembari mengambil minum. "pagi Riza"

Ucapan ramah tak ada lagi embel embel nyonya keluar dari mulut Samuel. Riza kaget melihat Samuel ada di belakangnya.

"p-pagi pak Sam"

Samuel mendengar itu selesai minum Samuel tertawa. "hahaha, gak usah sekaku itu aku bilang, lihat aku memanggilmu dengan nama biasa, seperti di lini masa sebelumnya"

Samuel menepuk kepala Riza dengan ramah. Sebuah sentuhan kasual yang direncanakan dengan matang untuk terus mengikat emosi wanita itu. Riza mendengar itu tersipu malu dan tersenyum.

09.48 WIB

Mereka makan di meja makan dalam suasana yang jauh lebih cair dari hari kemarin. Di sela-sela suapan, Samuel hanya berbasis basi menceritakan kegiatan apa yang mereka lakukan di lini masa sebelumnya, dan Riza mendengar dengan sepenuh hati percaya akan semua hal yang di katakan Samuel. Riza tidak meragukannya sedikit pun, karena Riza tahu detail detail tindakan yang di lakukan Riza dari perkataan Samuel pasti akan di lakukan oleh Riza di kemudian hari.

Lagipula, sudut pandang Riza telah bergeser sepenuhnya. Pandangan Riza dengan Samuel di depannya sebagai sosok pria yang dia idamkan. Samuel tampak begitu memikat di matanya; seorang pria yang tak malu menjadi dirinya sendiri, menerima bahwa dirinya otaku, sementara Riza menolak sisi itunya di masa lalu. Riza melihat Samuel sebagai dirinya sendiri. Lewat manipulasi emosional yang halus ini, kalaupun Samuel bohong Riza tidak akan mempermasalahkan itu. Karena bagi Riza Samuel adalah orang yang hebat, bisa menerima dirinya sendiri.

Wanita itu tersenyum tulus di balik piring makannya, tanpa mengetahui kalau di tanggal 14 Riza akan mati.

Sisa hari itu berjalan dengan sunyi dan menegangkan bagi Samuel. Hari ini Samuel hanya menyelidiki tentang pekerjaan setiap orang yang terjerat kasus ini, memeras sisa otaknya untuk mencari benang merah. Ia mencoba mencari tahu apakah ada hubungan Samuel dengan pejabat c mantan menteri pertanian yang mencetus reformasi pertanian di negeri ini.

Namun, bergerak sendirian di dunia yang terus berubah ini terasa seperti neraka. Tanpa jaringan BPI, tanpa bantuan orang lain pergerakan Samuel seperti merangkak. Langkahnya lambat, berat, dan terbatas, sementara jam pasir takdir di dinding terus berjatuhan.

Sisa waktu Samuel sedikit lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!