NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:340
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 Kebohongan di Atas Altar

Pagi hari di kediaman utama keluarga Narendra tidak pernah terasa sehangat sinarnya. Di

dalam aula tengah yang megah, aroma dupa cendana mahal bercampur dengan wangi murni

bunga melati segar. Di ujung meja marmer panjang, Madam Amalia Narendra duduk dengan

anggun memegang tongkat berkepala peraknya. Di hadapannya, dua map kulit hitam berisi

dokumen pernikahan kontrak legal dan pencatatan sipil sudah terbuka lebar.

Kiara melangkah masuk dengan gaun formal berwarna putih gading potongan lurus yang

elegan, memancarkan aura tenang namun berwibawa. Kulitnya yang terawat sempurna tampak

berkilau alami, kontras dengan hatinya yang saat ini dipenuhi kalkulasi taktis. Namun, begitu

matanya bertemu dengan Arkan, langkah kaki Kiara sempat tertahan satu detik.

Arkan berdiri di samping kursi neneknya. Pria itu mengenakan setelan jas hitam buatan

penjahit terbaik Savile Row. Wajah tampannya bersih, rahang tegapnya yang kemarin sempat

memerah kini sudah pulih total berkat gel buatan Kiara. Namun, sorot matanya yang biasa

dingin kini terasa jauh lebih pekat, gelap, dan penuh dengan rahasia besar yang siap meledak.

"Duduklah, Kiara," suara Madam Amalia terdengar tegas namun menyimpan kepuasan.

"Hari ini kalian akan mengikat janji di atas kertas. Untuk publik, ini adalah pernikahan sakral.

Untuk keluarga ini, ini adalah penyelamatan Narendra Cosmetics. Arkan, tanda tangani

bagianmu."

Arkan melangkah maju tanpa suara. Ia mengambil pena montblanc hitam, namun sebelum

menggoreskan tinta, ia menatap Kiara lurus-lurus. Tatapan itu begitu intens hingga Kiara bisa

merasakan ada sesuatu yang keliru. Sesuatu dari laporan detektif semalam telah mengubah cara

Arkan memandangnya. Pria itu tidak lagi menatapnya sebagai formulator yang angkuh,

melainkan sebagai musuh sekaligus korban.

"Sebelum aku menandatanganinya, Nenek," suara bariton Arkan menggema rendah di aula

sunyi itu, "aku ingin menambahkan satu klausul khusus di lembar lampiran terakhir. Klausul

tentang kepemilikan mutlak seluruh hak paten formula masa lalu dan masa depan yang

dibawa oleh Kiara ke dalam rumah ini."

Kiara langsung menegang. Tangannya di bawah meja mengepal kuat. "Tuan Arkan,

kesepakatan awal kita tidak pernah menyebutkan pengambilalihan hak paten pribadi secara

mutlak. Saya hanya meminjamkan formula eksklusif untuk lini produk baru."

"Ini bukan pengambilalihan, Kiara," Arkan condong ke depan, menyandarkan kedua

tangannya di meja, menatap langsung ke dalam manik mata Kiara dengan seringai dingin yang menyembunyikan luka dalam. "Ini adalah proteksi. Jika suatu saat kamu memutuskan untuk

pergi atau... menghancurkan perusahaan ini dari dalam, aku harus memastikan Narendra

Cosmetics tetap memiliki fondasinya. Bukankah adil bagi seorang investor yang

mempertaruhkan nama baiknya?"

Madam Amalia mengangguk setuju, mengabaikan ketegangan yang memercik di antara

keduanya. "Arkan benar, Kiara. Di dunia bisnis, kita tidak bertaruh pada janji manis. Tanda

tangani, atau kita batalkan semuanya di sini."

Kiara menatap lembar dokumen itu. Otaknya berputar cepat. Rahasia tentang identitasnya

sebagai putri kandung pemilik formula asli yang dicuri ayah Arkan sepuluh tahun lalu seolah

membakar dadanya. Jika dia mundur sekarang, dia akan kehilangan akses ke dokumen internal

Narendra Cosmetics dan gagal membalas dendam pada PT Mahardika Utama. Ia harus bertahan,

bahkan jika harus masuk lebih dalam ke dalam jebakan Arkan.

"Baik," ucap Kiara dingin. Ia menyambar pena dari tangan Arkan, membiarkan jemari

mereka bersentuhan sejenak—sentuhan yang mengirimkan sengatan listrik penuh kemarahan

dan gairah yang tertahan. Dengan satu tarikan napas, Kiara menorehkan tanda tangannya

dengan tegas. "Saya harap Anda tidak menyesali klausul ini, Tuan Narendra."

"Aku tidak pernah menyesali keputusanku, Istriku," balas Arkan dengan penekanan tajam

pada kata terakhir. Ia menyusul menandatangani dokumen tersebut.

Setelah prosesi formal selesai dan Madam Amalia meninggalkan ruangan, keheningan yang

mencekam kembali menguasai aula. Kiara berbalik hendak berjalan menuju paviliun, namun

cengkeraman kuat di pergelangan tangannya menghentikan langkahnya. Arkan menariknya

masuk ke dalam ruang sela yang sepi, menyudutkan tubuh ramping Kiara ke dinding marmer

yang dingin.

"Lepaskan, Arkan! Pernikahan ini sudah sah, Anda tidak perlu berakting berlebihan jika

tidak ada kamera!" desis Kiara, mencoba melepaskan tangannya.

"Berakting?" Arkan maju selangkah lagi hingga dadanya yang bidang menempel pada tubuh

Kiara, mengurung gadis itu sepenuhnya. Tatapan matanya membakar wajah Kiara yang mulai

merona karena jarak yang terlalu intim. "Siapa sebenarnya yang sedang berakting di sini, Kiara

Sabitha? Atau harus kupanggil dengan nama aslimu... putri dari mendiang Profesor Sanjaya?"

Kata-kata itu seperti petir di siang bolong. Seluruh pertahanan di wajah Kiara runtuh

seketika. Pupil matanya melebar, dan napasnya tercekat di tenggorokan. "A-apa yang kamu

katakan..."

"Sepuluh tahun lalu, ayahku mencuri formula milik ayahmu dan membangun imperium

Narendra Cosmetics di atas darah keluargamu. Kamu datang ke sini bukan untuk uangku,

kan?" bisik Arkan, suaranya bergetar antara amarah yang tertahan dan rasa bersalah yang teramat dalam yang enggan ia akui. Jemari tangannya yang bebas perlahan naik, membelai

garis rahang Kiara yang halus dengan kelembutan yang menyakitkan. "Kamu datang untuk

mengambil kembali apa yang menjadi milikmu. Dan kamu memanfaatkan kontrak denganku

untuk menghancurkan Mahardika sekaligus keluargaku."

Kiara menatap lurus ke dalam mata hitam Arkan, melihat badai emosi yang berkecamuk di

sana. Menyadari penyamarannya sudah terbongkar total, Kiara berhenti gemetar. Senyum sinis

dan dingin muncul di bibir manisnya. Ia mendongak, menantang hembusan napas Arkan.

"Kalau kamu sudah tahu semuanya... kenapa kamu tetap menandatangani kontrak

pernikahan tadi, Arkan?" tantang Kiara, suaranya berubah menjadi bisikan tajam yang sensual.

"Kenapa kamu tidak mendepakku keluar dan melaporkanku atas tuduhan spionase? Apakah

karena kamu takut... atau karena kamu sudah mulai jatuh cinta pada bom waktu yang kamu

kurung di rumahmu ini?"

Arkan membeku. Pertanyaan Kiara menusuk tepat di titik terlemahnya. Keheningan di

antara mereka merapat, dipenuhi detak jantung yang saling berkejaran dan tarikan napas yang

memburu di balik bayang-bayang altar pernikahan yang penuh kebohongan.

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!