NovelToon NovelToon
DOKTER ITU AYAH ANAKKU

DOKTER ITU AYAH ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Anak Genius
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Aline gadis cantik yang berusia 23 tahun, tidak pernah menyangka saat ia menghadiri pesta adik tirinya menjadi sebuah bencana yang membuatnya harus kehilangan keperawanannya.

Puncak dunia Aline hancur saat ayahnya yang seharusnya mendukung dan melindunginya, dengan teganya mengusirnya dari rumah setelah mengetahui bahwa dia sedang hamil dan lebih memilih percaya pada istri dan adik tirinya.

Tidak berselang lama Aline akhirnya bertemu dengan pria yang tidur dengannya, akankah hidup Aline bahagia setelah memilih ikut dengan pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 5 JARAK YANG SEMAKIN JAUH

Nana yang baru saja tiba di rumah, setelah pertemuannya dengan para preman yang menipunya hanya bisa mendengus kesal.

Ia keluar dari dalam mobil, lalu menutup pintu mobil itu dengan keras. "Benar-benar sial! Uang belanjaku lenyap begitu saja!" teriaknya tanpa bisa menahan amarahnya. Ia menghentak-hentakkan kakinya.

Tiba-tiba saja Nana teringat dengan perkataan preman itu, bahwa dia tidak pernah menyentuh Aline. Lalu siapa yang tidur dengan kakaknya itu, apakah ada laki-laki tua lainnya yang tidak sengaja menemukan Aline. Itulah yang berada dalam pikiran Nana.

Dengan pikiran yang berkecamuk Nana langsung masuk ke dalam rumah.

Di waktu yang sama, Aline yang baru saja mengambil minum ke dapur tidak sengaja berpapasan dengan adik tirinya.

Aline mengkerutkan keningnya saat melihat wajah adik tirinya yang terlihat menahan amarah. "Dari mana dia malam-malam begini?" gumam Aline yang hanya bisa didengar olehnya.

Tanpa bertegur sapa, mereka langsung masuk ke dalam kamar masing-masing.

Namun, sebelum Nana masuk ke dalam kamar, sekali lagi ia memperhatikan punggung Aline, senyum miring muncul dibibirnya. "Preman itu mungkin gagal menyentuhnya! Tapi untung saja ada yang menggantikannya. Aku yakin dia sebentar lagi akan hamil dan diusir dari rumah ini." Nana tertawa sinis, menunggu momen itu segera tiba.

Aline yang sudah berada di dalam kamar. Ia sedikit kesulitan untuk memejamkan matanya, ia tampak gelisah dengan tangan sedikit gemetar dan wajah sendu Aline membuka laci lalu mengeluarkan sebuah album photo dari sana.

Ia membuka lembar demi lembar, menatap photo keluarganya yang masih terlihat lengkap. Ibunya memeluknya penuh kasih sayang dan di samping lain, ayahnya memandangnya dengan penuh cinta.

Setetes air mata jatuh membasi photo itu. "Ibu, aku merindukanmu! Sekarang Ayah sudah berubah, setiap apa yang aku katakan dan jelaskan tidak pernah didengarnya."

Setelah menumpahkan kesedihannya, Aline mulai tertidur dengan menyimpan photo itu dalam pelukkan nya.

Sinar matahari pagi mulai nampak dengan sangat cerah, hingga cahayanya menerobos masuk melalu celah gorden kamar Aline.

Di dalam kamar, Aline nampak sibuk dengan rutinitasnya. seperti biasa Aline masih mengurus perusahaan ayahnya meski posisinya sudah beralih pada adik tirinya. Tidak mengubah apa pun jika Aline masih harus membantu ayahnya.

Hari ini, Aline harus pergi ke kantor ayahnya. Kantor itu tepat berada di bandung yang mengharuskannya meninggalkan jakarta untuk sementara, kali ini ia akan berada di bandung beberapa minggu kedepan.

Ia mulai bersiap-siap, membawa baju seperlunya. Yang paling penting ia harus membawa sweeter hanya untuk menghalau udara dingin di sana. Karena perusahaan ayahnya berada di area dataran tinggi.

Tepat setelah ia sedang berkemas, memasukkan bajunya ke dalam tas. Pintu kamarnya itu tiba-tiba di buka dengan keras.

Seketika, Nana berdiri di ambang pintu, dengan wajah angkuh sambil bersedekap dada. "Lama banget sih! Inget ya, Kakakku tersayang! Sekarang aku ini adalah atasan kamu." Suara Nana terdengar sombong, namun tersirat nada menyindir disetiap kalimatnya.

Aline memilih diam, percuma saja berdebat dengan orang yang tidak tau diri. Hanya akan membuang tenaganya, tanpa menghiraukan kehadiran Nana. Ia kembali memasukkan perlengkapannya.

"Hei, kamu tuli ya!"

Setelah mengatakan itu, dari arah lain Nana melihat ayahnya menuju ke arah kamar kakak tirinya. Ia langsung masuk dan mendekat ke arah Aline. Dengan gerakkan tidak terduga Nana menarik tangan Aline dan saat itu juga ia terjatuh seolah Aline lah yang mendorongnya.

Aline yang tidak sempat menghindar, hanya bisa mematung di tempat apalagi saat ia melihat tatapan tajam ayahnya yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

Di atas lantai, Nana menangis sambil merintih kesakitan. "Kakak, aku tidak bermaksud mengambil posisismu. Tapi Ayah yang menyerahkannya padaku, aku bisa apa."

Kalimat itu seperti ledakkan api untuk Dimas yang mendengarnya. Ia melangkah tegas masuk ke dalam kamar putrinya, aura pria paruh baya itu semakin dingin dan menyesakkan untuk Aline yang tidak pernah melihat wajah ayahnya semurka itu.

"Aline! Apa Ayah pernah mengajarkan kamu untuk bertindak seperti ini? Dia adikmu, tidak sepantasnya kamu memperlakukannya seperti itu!"

"Ayah, aku sama sekali nggak mendorongnya. Dia yang tiba-tiba menjatuhkan dirinya." bela Aline. Hatinya seperti disayat-sayat mendengar amarah ayahnya.

Namun, lagi-lagi suara Nana mengalihkan perhatian ayahnya.

"Ayah! Aku nggak mau memimpin perusahaan Ayah, itu semua hak Kak Aline." Suara Nana terdengar rapuh seolah ia memang telah tersakiti. "Aku tau, kalau aku hanya anak tiri dan bukan anak kandung Ayah."

"Diam! Kamu Nana, kenapa kamu selalu memperkeruh keadaan. Aku sama sekali nggak keberatan soal kamu memegang perusahaan Ayah, tapi tindakan kamu ini bener-bener keterlaluan. Kamu memfitnahku, Nana!"

Di sisi lain, dengan lembut Dimas membantun Nana untuk berdiri. Tatapan seketika melunak saat menatap anak sambungnya itu. "Bagi Ayah tidak ada anak tiri. Kamu sama pentingnya dengan Kakakmu, dan untuk masalah perusahaan itu! Ayah yang sudah memberikan kuasa itu sama kamu jadi tidak perlu merasa tidak enak pada Kakakmu."

Aline benar-benar merasa hubungannya dengan ayahnya semakin berjarak. Mereka tinggal disatu atap yang sama tapi seperti hidup dengan orang asing.

Suara ayahnya menggema di dalam kamarnya, seolah penjelasannya memang tidak pernah penting lagi untuk ayahnya. Rasa lelah mulai menyelimuti hati Aline dengan situasi yang tengah ia hadapi.

"Stop! Aline, Ayah tau kamu mulai cemburu dengan perlakuan Ayah yang terlihat lebih memihak adikmu. Tidak seharusnya hal itu membuat kamu bertindak seenaknya." Tatapan Dimas yang terlihat kecewa begitu ketara saat menatap putri kandungnya sendiri. Ia menghela napas lelah sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya.

"Kemana kamu yang dulu? Yang terlihat akur dengan adikmu? Kenapa sikapmu sekarang berubah Aline?"

Cecaran itu semakin menghimpit dada Aline. Ayahnya lebih condong dengan anak tirinya dibandingkan dengannya.

"Apa Ayah ingin aku terlihat baik pada orang yang sudah menghancurkan hidupku, itu nggak akan mungkin Ayah!" jerit Aline dalam hati, bukan ia tidak ingin mengatakan pada ayahnya. Namun, semuanya akan percuma saja apalagi melihat sikap ayahnya yang jelas berbeda terhadap dirinya.

"Sebaiknya bersiap lah! Ayah tidak ingin mendengar atau melihat kamu menindas adikmu lagi."

Setelah mengatakan itu Dimas meninggalkan kamar Aline dan membawa Nana ke luar dari sana.

Diam-diam Nana memberikan senyum miring sebelum meninggalkan kamarnya. "Kamu nggak akan pernah menang Aline. Nyatanya Ayahmu lebih sayang aku dibandingkan anak kandungnya sendiri." batin Nana girang dengan drama yang telah berhasil ia buat.

Aline menatap punggung Ayahnya yang menghilang dengan mata berkaca-kaca. Ia hanya bisa tersenyum getir melihat keadaannya sekarang.

"Selamat Nana, kamu sudah berhasil menghancurkan hidupku dan sekarang kamu juga telah berhasil merebut Ayahku sepenuhnya."

1
Ariany Sudjana
hahahaha Dimas Dimas kamu bodohnya kebangetan, perempuan dan anak sambung yang kamu bela, sampai mengusir anak kandung kamu sendiri, ga lebih daripada pelacur murahan 🤣🤣😂😂 begitu kamu bangkrut, mereka tertawa puas dan pergi mencari mangsa baru 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
jangan sampai Dina ini jadi pelacur murahan yang mencoba menghancurkan rumah tangga Erlangga sama Aline
Black Swan
Inget ya Genks cowok ijo neon kaya erlangga sama Bram cuma ada di dalam novel🤭🤭🤭kalau aja ada di dunia nyata
Black Swan
Ngapain datang tuh orang, usir aja
mawar merah
Benar, Ra. Yang penting suami kamu ra. jangan berbuat kejahatan kamu sendiri yang rugi
mawar merah
Dih si profokator datang, serakah lagi serakah lagi. Kamu jangan menuruti ide konyol mama kamu , Ra
Key
Bram suami idaman banget, saat istri dilanda gundah gulana dia bisa menentramkan sekaligus memberi pengarahan yang baik. Sekaligus memberi rasa tentram untuk Rara.
Semoga si Iblis bernama Anita itu, binasa aja🤣
Key
o ow, muncullah iblis berwujud manusia bernama Anita😬 Weh provokasinya bukan lagi😬😬😬
Black Swan
Kayanya kalau cowok udah di dapur kaya gini semua deh🤭
Black Swan
Katanya banyak yang bilang bawaan anak🤭
Key
Ngebayangin betapa randomnya dapur ketika Daddy masak🤭 Pasti setelah itu dapur berubah jadi kapal pecah.
Key
Ibu hamil dilanda badai hormon ya. Siap² Erlangga, bentar lagi Aline bakal minta macem². Mulai dari mangga muda sampe Balenciaga 🤣
mawar merah
Ya Allah pingin ngakak yang keras dech🤣🤣🤣🤣
mawar merah
Duh menggemaskan sekali kamu, Aline
Black Swan
🫠🫠Erlangga coba belajar sabar
Black Swan
Waduh kok ga bilang-bilang sih mau nikah, masa aku ga diundang🤭
mawar merah
Sabar Erlangga, kasian bumil nanti kelamaan berdiri di kamar mandi🤭🤭🤭
mawar merah
Kasian Reno ya..tapi mau bagaimana lagi Aline sudah di Unboxing sama Erlangga duluan🤭🤭🤭
Black Swan
🤭🤭gemas dah sama Erlangga
Black Swan
Didikan militer ini mah, memang kalau ama anak cowok kaya gini. Jangan kaya Andreas dibelain mulu sama emaknya🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!