NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan Asmara

Air muka Gilang yang menegang tertangkap mata Bella, ketika ia menyebut alasan kenapa ia mangkir bekerja kemarin. Namun, tak lagi ia temukan emosi di wajah tampan pria itu.

Sekelebat muncul di benaknya niat untuk menggoda Gilang. Dia ingin memastikan, apa benar dugaan papanya yang mengatakan jika Gilang cemburu padanya.

Bella memperlihatkan gesture menggoda dengan membungkukkan tubuhnya dan menekan telapak tangan bertumpu pada tepi meja Gilang.

"Bapak nggak sedang cemburu sama saya, kan?" tanyanya sambil mengangkat satu alisnya dibarengi seringai tipis di sudut bibirnya.

Gilang terkesiap mendengar pertanyaan Bella. Rona merah yang membias di wajahnya pun tak bisa ia sembunyikan. Tangannya refleks melonggarkan dasi yang ia pakai, untuk membuatnya rileks, karena mendadak salah tingkah mendapat pertanyaan tadi.

"Jangan asal bicara!" Gilang berusaha bersikap tenang, Gilang menyangkal tuduhan Bella padanya seraya berpalis muka, tak ingin ketahuan jika dirinya agak gugup dengan pertanyaan Bella tadi.

Pundak Bella berguncang kecil, menahan tawa melihat ekspresi grogi Gilang.

"Dia sepertinya nggak ahli dirayu wanita," gumamnya, semakin semangat menggoda Gilang. Bella lalu melangkah mendekati Gilang hingga kini berhenti tepat di samping kursi Gilang.

"Mau apa kamu, Bella?" Gilang mencengkram lengan kursi kerjanya. Dia tak menduga Bella akan berani bersikap seperti seorang sekretaris yang sedang menggoda bosnya.

Tak perduli pada Gilang, Bella justru makin berani. Kini ia duduk di tepi meja menghadap Gilang dengan menyilangkan kakinya.

Gilang membeliakkan matanya, wajahnya pun makin menegang dengan sikap Bella yang terkesan kurang ajar.

"Sial! Mau apa dia?" umpatnya, tak mengira Bella akan senekat Itu.

"Jaga sikap kamu, Bella! Jangan samakan saya dengan pria yang sering kamu goda!" Dada Gilang bergemuruh. Sejujurnya, ini bukan pertama kalinya dia digoda wanita yang ingin mendekatinya. Namun, baru kali ini dirinya dibuat salah tingkah oleh wanita.

Bella kembali membungkukkan tubuhnya memangkas jarak dengan Gilang. Jemari lentiknya meraih dan memainkan ujung dasi Gilang dengan melilitkan ke telunjuknya, hingga tubuh Gilang tertarik dan jarak mereka terpangkas.

"Mungkin Bapak nggak mudah digoda saya. Tapi, sepertinya Bapak mudah dibuat cemburu sama. Apa jangan-jangan sebenarnya Bapak itu suka sama saya?" Dengan nada menggoda Bella berbisik, penuh rasa percaya diri.

Gilang makin membeliak. Nafasnya tertahan. Pandangannya kini dipenuhi wajah cantik Bella. Bahkan hembusan nafas wanita itu terasa hangat mengenai wajahnya.

"Jangan berasumsi yang tidak-tidak! Saya sudah akan bertunangan, untuk apa cemburu!?" Gilang berkelit, karena diduga mempunyai perasaan pada Bella. Gilang menegaskan dirinya akan bertunangan, padahal Gilang sendiri belum tahu, jika wanita yang akan dijodoh adalah Bella.

Tawa kecil terdengar dari bibir Bella, mencibir bantahan Gilang. Gilang dengan mudah memfitnahnya mempunyai hubungan dengan pria yang lebih tua yang tak lain adalah papanya. Sementara Gilang sendiri menolak dituduh mempunyai perasaan kepadanya.

"Kalau Bapak saja bisa menuduh saya, kenapa saya nggak boleh menuduh Bapak? It's cheating!" Bella menekan ujung hidung Gilang dengan telunjuknya.

Gilang tersentak mendapat sentuhan fisik dari Bella. Tindakan yang dilakukan Bella itu lebih pantas dilakukan pada orang terdekat atau pada pasangan. Tapi, Bella justru santai melakukan itu padanya.

"Astaga! Kenapa dia senekat ini? Apa dia sudah gila?" Walau mulutnya penuh dengan umpatan, tapi Gilang seperti terpaku, tak menolak dengan aksi Bella.

"Bos, aku tadi ..." Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Jimmy suara Jimmy terdengar, hendak menyampaikan informasi pada Gilang Namun, kalimatnya terjeda ketika melihat adegan tak terduga di depan matanya, membuat mulutnya sontak ternganga. "Ups, sorry, Bos!" Jimmy buru-buru keluar dan menutup pintu kembali, tak ingin mengganggu aktivitas Gilang dan Bella di dalam.

Gilang sontak mendorong kursinya ke belakang, menjauh dari Bella lalu bangkit. Tangannya merapikan dasi yang tadi dimainkan oleh Bella. Kemunculan Jimmy tadi ibarat penyelamat baginya, keluar dari jerat rayuan Bella.

"Sebaiknya kamu kembali ke mejamu!" ujar Gilang memberi perintah pada Bella, sementara rona merah masih membias di wajahnya.

Bella turun dari meja. Senyum masih terukir di bibirnya, menyiratkan rasa puas yang tak mampu ia sembunyikan. Lalu dengan santai berjalan ke luar dari ruangan Gilang tanpa sepatah kata pun. Seolah perbuatannya tadi bukanlah hal yang salah.

"Astaga! Bisa gila aku kalau dia terus-terusan bersikap seperti tadi!" Gilang keningnya memijatnya, karena kepalanya mendadak pusing dengan aksi nekat Bella tadi.

***

Lima menit setelah kepergian Bella, Jimmy kini masuk di ruang kerja bosnya. Bibirnya melengkungkan senyuman meledek. Dia masih tak percaya bosnya bisa berinteraksi intim dengan Bella seperti yang ia lihat tadi.

"Gara-gara ke bengkel, aku jadi ketinggalan hot news, nih!" Jimmy memainkan alisnya turun naik, menggoda Gilang, agar bosnya itu mau menceritakan, apa yang terjadi selama di dalam ruangan dengan Bella? Sebelum ia tiba tadi. Jimmy datang telat, karena ban mobilnya mendadak kempes dan memaksanya ke bengkel lebih dulu sebelum ke kantor.

"Itu tidak seperti yang kau bayangkan, Jim!" Gilang membantah, tak ingin dituding menggoda Bella oleh Jimmy.

"Memangnya apa yang terjadi? Kok dia bisa duduk di meja seperti tadi? Seperti pasangan kekasih saja. Bagaimana kalau Pak Satria tahu?" Gestur tubuh yang diperlihatkan Bella seolah menunjukkan kedekatan dengan Gilang. Gilang adalah bos di kantor itu, sedangkan Bella adalah sekretaris Gilang. Akan terlihat seperti sebuah affair antara bos dan sekretarisnya? Mengingat Gilang akan dijodohkan dengan anak dari Pak Satria.

"Dia berusaha menggodaku," jawab Gilang dengan nada gelisah.

"Serius, bos? Bukannya dia sama Pak Satria?" tanya Jimmy tak percaya.

Gilang melirik dengan tatapan tajam ke arah Jimmy.

"Apa kau pikir aku berbohong!?" sahut Gilang kesal, karena Jimmy seolah meragukannya.

"Kenapa dia nggak minat menggodaku, ya?" Sambil menyeringai, Jimmy bertanya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia yang tertarik dengan Bella justru sangat bersenang hati diperlakukan Bella seperti Gilang tadi.

Gilang menghempas nafas panjang sambil memijat pelipisnya kembali.

"Sepertinya akan jadi boomerang kalau dia tetap ada di sini, Jim!" Gilang khawatir, jika dirinya sampai terjebak permainan Bella. Tangannya kini saling meremas, menyiratkan kecemasan yang melanda di hatinya.

"Kau tak perlu khawatir, kalau kau menyerahkan tugas itu padaku, Bos." Jimmy tersenyum licik sambil memainkan alisnya kembali. Tentu saja kalimat yang dimaksud adalah memberi izin dirinya supaya bisa mendekati Bella. Dia menggunakan alasan itu agar bisa menjinakkan Bella dan tidak mengganggu ketenangan Gilang yang sudah dijodohkan dengan anak dari Pak Satria, yang ia pikir adalah Kathy.

Gilang menatap lekat Jimmy. Dia mungkin tak bisa percaya pada Jimmy jika menyangkut urusan wanita. Tapi, kali ini dia benar-benar membutuhkan bantuan Jimmy untuk menjauhkan Bella darinya.

"Oke, tapi ingat! Jangan sampai kau permainkan dia!" Walaupun ia khawatir Bella akan menjeratnya dengan permainan asmara, namun, ia sendiri tak tega kalau Bella menjadi korban permainan asmara Jimmy yang terkenal playboy.

"Beres, Bos! Kalau ternyata dia bersih dan tak berselingkuh dengan Pak Satria, sepertinya aku akan pikir ulang rencana pertunanganku dengan Angela. Bella lebih menggoda, Bos!" Jimmy tertawa lepas mengatakan akan memiliki Bella jika harus memilih.

Tangan Gilang seketika mengepal. Alisnya saling bertautan hingga membuat matanya menyipit mendengar ucapan Jimmy tadi.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
ρυтяσ kang'typo✨
lagi kencan mala bahas boss🤣🤣🤣tapi q suka ko secara tidak langsung Jimmy memberi gambaran tentang Gilang pada Bella
ρυтяσ kang'typo✨
Jimmy gercep itu Lang... 🤣🤣🤣u mah fokus cemburu doang g ada misi apa pun 🤭🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
ada untungnya juga Bella pergi dinner sama Jimmy.rahasia tentang Gilang di umbar sama Jimmy tanpa perlu repot2 Bella mencari tau sendiri😄
bakal makin gencar gak nih Bella menggoda Gilang setelah dengar cerita Jimmy😁
Dest Cookies
secara tidak langsung jimmy sudah memberi gambaran tentang kepribadian gilang.. bella mulai kagum.. lama2 jatuh cinta...
Juwitae
Terbuka sedikit² supaya Bella tidak salah sangka terus sama Gilang
Esther
Jimmy gak sadar kalau Bela lagi cari informasi tentang Gilang😄
Juwitae
Dasar asisten ga ada akhlak🤣🤣
Dest Cookies
beneran cemburu nih gilang.. rasa yg belum disadari oleh gilang...
Esther
Tambah panas nih Gilang, asistennya selangkah lebih maju sudah berani mengajak Bella kencan🤭🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
panas pasti Gilang di ledek begitu sama asistennya sendiri. jangan2 Gilang ikut pergi memata-matai Jimmy sama Bella nih..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
sekarang ikuti dulu permainan Jimmy.setelah itu kasih dia shock terapi biar jantungnya kuat😂
Dest Cookies
waduh..gawat dong.. .. bella di dekitin sama jimy.. tp aku yakin bella bisa jaga diri.. jd tambah greget nih ..
.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
Bella yang gak mau kali Jim di goda sama kamu.dia bukan wanita yang mudah tergoda.tujuan dia di kantor Mahesa Persada kan untuk lebih tau Gilang seperti apa.kalau nanti pas tau Bella anak pak Satria,malu kamu seumur-umur Jim udah berani godain Bella😄
ρυтяσ kang'typo✨
eee ada yang g rela tuh kalo Jimmy mendekati Bella beneran, mana dia rela batal tunangan demi Bella 🤭🤭🤭
Juwitae
langsung di tembak kan. Ayo ngaku cemburu gak Gilang?🤭😄
ρυтяσ kang'typo✨
ciyeeeee cemburu... pasti mengelak tuh Gilang🤣🤣masa iya mau bilang cemburu g mungkin la ya
ρυтяσ kang'typo✨
waaaah.... makin seru ka, hayo loh u skakmat kan Lang🤣🤣🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
mati kutu deh Gilang.mau jawab apa coba Gilang. pengen tau gebrakannya kayak apa😄..Bella sih makin asik aja ngerjain ataupun godain Gilang
Dest Cookies
hayoo gilang ... kamu pasti kaget.. bella bisa seberani itu mengungkapkan kekesalannya..
Ernalita Sitompul
mskin seru😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!