NovelToon NovelToon
PARTNER OF JUSTICE

PARTNER OF JUSTICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Pemain Terhebat / TKP / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:92
Nilai: 5
Nama Author: Eun_Byeol

Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.

Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.

PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ORANG TUA ANGKAT HYEJIN.

Mereka semua merasa telah di bohongi dan merasa bahwa mereka benar-benar memiliki hubungan yang luar biasa dan lebih dari sekadar senior dan junior.

"Wahh.. kalian benar-benar.." ucap wakil kepala Nam.

"Kapten Lee bisakah anda menjelaskan apa semua ini? Begitu juga dengan anda pak kepala Kim?" Petugas Park meliri tajam ke mereka berdua.

"Ya kalian sekarang sudah tertangkap basah jadi kalian harus menjelaskannya.. ya?" Petugas Choi menatap sinis.

"Argghhhh oke., Akan kami jelaskan mari kita masuk terlebih dahulu ya?" Hyejin merasa frustasi dan langsung mempersilahkan mereka semua masuk ke dalam rumahnya.

"Kya apa yang akan kau katakan kepada mereka?" Da Eun menyikut lengan Hyejin dengan lembut dan perlahan.

"Ah tidak tahu seharusnya anda yang menjelaskan nya ya.." Hyejin kesal pada Da Eun.

"Kenapa kau juga kesal padaku?" Da Eun tidak merasa bersalah sama sekali karena telah membuat semua rekan nya tahu jika mereka sering bertemu dan berbicara secara face to face.

"Silahkan duduk semuanya saya akan ambilkan minum terlebih dahulu.." ucap Hyejin yang berjalan mengambil air dengan tangan yang masih memegang bekas tikaman Kim Beom Seok.

"Ah tidak biar aku saja yang mengambilkannya untuk mereka kau duduk saja agar luka mu cepat kering.." ucap Da Eun yang khawatir akan luka Hyejin.

"Cih bahkan dia tahu dimana letak air itu.." cibir wakil kepala Nam.

"Kau benar.." petugas Choi sinis.

"Jadi, kapten Lee apakah semua ini?" Tanya petugas Park pada Hyejin.

Setelah Da Eun memberikan minuman kepada mereka semua Hyejin terdiam sejenak dan tiba-tiba,

"Cklek" gagang pintu Hyejin berbunyi dan ada orang yang masuk, semua orang menatap ke arah pintu masuk tersebut dan menemukan seorang lelaki paruh baya yang datang membawa berbagai macam lauk dan buah-buahan.

Lelaki itu terkejut karena banyak orang yang berada di ruang tamunya.

"Oh siapa kalian semua? Dan kau.. Kya polisi yang tak memiliki sopan santun.." lelaki itu bertanya dan langsung menuding Da Eun.

Semua terheran-heran karena pria itu tahu tentang Da Eun tetapi tidak dengan yang lainnya.

"Oh..oh ayah cukup jangan memanggilnya begitu dia adalah atasan ku yaitu kepala Kim Da Eun dari kantor kepolisian Daejeon kau harus ingat itu. Dan perkenalkan mereka semua adalah rekan saya di kantor, mereka kesini untuk membesuk saya.." jelas Hyejin pada Pak kepala Oh.

"Ah benarkah? Terimakasih karena kalian perhatian terhadap Hyejin dan terimakasih telah menjadi rekannya.." Pak kepala Oh berterimakasih kepada semuanya.

"Ah benar kau kepala Kim kenapa kau datang lagi? Bukankah kau sudah menemui putri ku di rumah sakit tadi? Apakah kau tidak puas melihatnya hanya sekali ha?"Pak kepala Oh menyindir Da Eun dengan sinis.

"Ya saya kurang puas jika melihat Hyejin hanya sekali maka dari itu saya datang kembali untuk menemui nya dan memastikan keadaannya sekarang.. jadi saya mohon maaf karena lancang menemui nya.." Da Eun langsung berdiri menghadap ke arah Kepala Oh dan membungkuk 45 derajat untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya.

"Kya cukup jangan begitu aku hanya bercanda karena kau tahu Hyejin adalah putri ku satu-satunya.. kau harus mengingat itu ha? Apa kau mengerti?" Pak kepala Oh membentaknya agar Da Eun memberikan jawaban dengan tegas.

"Ya saya mengerti pak kepala Oh.." jawab Da Eun denga badan tegap seperti saat bertemu dengan komisaris kepolisian.

Semua yang melihatnya langsung terdiam dan juga takut jika harus berbicara.

"Ah ayah kenapa kau sangat kaku terhadap mereka semua? Jangan seperti itu ya?" Hyejin meminta pada ayahnya agar tidak terlalu keras pada mereka semua.

"Tidak… hanya saja ayah ingin memastikan bahwa mereka adalah calon pasangan mu dan juga rekan mu yang baik.." jawab pak kepala Oh dengan menatap Hyejin.

"Wah apa maksud ayah pasangan? Aku belum mempunyai calon.." Hyejin tidak percaya dengan ucapan ayahnya.

"Sudahlah ayah hanya mengantarkan ini semua dari ibumu jadi kau harus menikmatinya dan juga ayah sekarang akan pamit karena ayah memiliki tugas.." Pak kepala Oh berpamitan pada Hyejin dan yang lainnya dan akhirnya ia pergi juga.

Para rekan Hyejin hanya bisa terdiam setelah melihat perawakan ayah Hyejin dan bagaimana dia memperlakukan rekan dan calon pasangan Hyejin.

"Wah syukurlah Pak kepala Oh sudah pergi.." ucap wakil kepala Nam yang lega entah mengapa bua selega itu.

"Kapten Lee bukankah di biodata anda, anda adalah.." ucapan petugas Choi terpotong oleh Hyejin.

"Yatim piatu, ya benar saya yatim piatu tetapi ketika saya mendaftar ke akademi kepolisian saya bertemu dengannya dan beliau sangat menyayangi saya seperti putri nya sendiri dan beliau akhirnya mengadopsi saya dan kebetulan yang luar biasa saya dulunya bekerja di kantor kepolisian Incheon sama dengan nya dan saya bertugas di bawahnya langsung.." Hyejin menjelaskan hal tersebut pada mereka semua.

"Ah begitu rupanya.." ucap petugas Park

"Ah benar kenapa ayah angkat anda mengatakan calon anda? Apakah yang dimaksud adalah pak kepala Kim?" Tanya wakil kepala Nam pada Hyejin.

"Ishh bisa tidak kalian jangan membahas itu ya!" Hyejin sangat frustasi dengan pertanyaan mereka dari tadi.

"Ah maaf kan saya kalau begitu saya dan mereka akan pamit terlebih dahulu dan untuk kalian segeralah bergabung dengan kami jika sudah siap untuk menceritakan tentang hubungan kalian ya?" Ucap petugas Park yang akan meninggalkan mereka berdua.

"Aishh kalian.." Da Eun ikut marah pada mereka bertiga dan berusaha untuk memukul nya tetapi mereka berusaha melarikan diri untuk berpamitan.

Setelah mereka pergi Hyejin dan Da Eun berada di rumahnya Hyejin hanya berduaan tanpa ada siapapun.

"Kya Lee Hyejin ini.. aku membelikan ini untuk mu. Entah kau suka atau tidak tetapi aku sudah membeli nya jadi mohon untuk di nikmat ya?" Da Eun memberikan cemilan yang ia beli di minimarket depan sana.

"Ah terimakasih Sunbae.." ucap Hyejin dengan tersenyum.

Da Eun hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengiyakan ucapannya.

"Tapi Hyejin-ah kenapa aku baru tahu jika beliau adalah ayahmu?" Tanya Da Eun pada Hyejin mengenai Pak kepala Oh.

"Ah itu, saat saya mendaftar di akademi kepolisian saya menyembunyikan nya karena beliau saat itu akan mencalonkan diri sebagai komisaris kepolisian sehingga saya merahasiakan nya dari siapapun itu.." jelas Hyejin pada Da Eun.

"Begitu.. berarti jika ia mencalonkan dirinya yang berarti dia akan menjadi lawan dari ayah ku bukan?" Da Eun juga mengingat ayahnya yang mencalonkan diri sebagai komisaris saat ia hampir selesai bersekolah di akademi kepolisian.

"Ya benar sekali.." Hyejin tersenyum manis.

"Ah benar kenapa anda datang kesini? Apakah anda ingin mengatakan sesuatu?" Lanjut Hyejin yang penasaran akan kedatangannya Da Eun.

"Benar aku kesini untuk menagih janji mu untuk kita minum bersama tetapi melihatmu telah ditikam oleh gaejasik itu, aku hanya membawakan minuman tanpa alkohol untuk mu jadi mari kita minum itu sebagai gantinya." Da Eun membukakan Tutup kaleng tersebut.

"Oh hanya anda menagih itu sampai datang kesini dan membuat mereka semua heboh melihat kita?" Hyejin menertawakan alasan Da Eun.

"Engg benar sekali… aku ingin berbagi cerita dan mendengar cerita dari mu.." ucap Da Eun yang tiba-tiba menatap Hyejin dengan penuh makna dimatanya.

"Kenapa apakah anda memiliki masalah?" Tanya Hyejin yang penasaran.

"Tidak aku hanya saja merasa kesepian dan baru kali ini aku menyadari perasaan seperti itu.." jawab Da Eun sembari meminum minumannya.

"Kesepian? Apakah anda butuh seseorang yang selalu ada untuk anda? Apakah tidak sebaiknya anda.." ucapan Hyejin terpotong oleh Da Eun.

"Benar aku membutuhkan nya.. dan itu kau.." ucap Da Eun yang membuat Hyejin terkejut.

"Maaf? Ah anda pasti bercanda benar bukan?" Hyejin masih tidak percaya dengan ucapan Da Eun.

"Tidak.. aku tidak punya waktu untuk bercanda.." Da Eun langsung menatapnya dengan tajam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!