Arnet tiba-tiba saja mendapatkan sistem yang mengubah hidupnya.
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000]
Suara itu muncul di pikirannya,disaat kejadian itu langsung mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Ambisi Berbisnis
"Baiklah,aku paham."Dengan terpaksa Amanda harus menuruti apa keinginan dari Arnet. Ia pun sadar diri dengan posisi dia yang sekarang.Dulunya dia bekerja ikut orang lain ,kini dirinya ikut bekerja dengan temannya sendiri.
"Setelah ini,aku bekerja dengan baik dan tidak akan membuat kamu kecewa." Arnet mengajak keluar Amanda lagi,keduanya langsung meluncur ke tempat lain.
Kini mereka berdua sudah ada didepan ruko yang saat itu tertulis jika dijual,Amanda melirik kearah Arnet," Jangan bilang kalau kamu mau beli Ruko itu?" tanya Amanda yang mulai mencurigai.
Arnet hanya tersenyum,"Itu benar Amanda,lumayan juga cocok dengan apa yang aku inginkan." jawab Arnet yang mulai memikirkan bisnis apa yang akan dia lakukan.
Arnet melihat situasi didekat ruko itu,"Sangat dekat dengan perumahan,pasti beberapa orang disini membutuhkan kebutuhan dasar yang penting." ucap Arnet yang mencoba memikirkan tentang bisnis baru yang akan dia lakukan.
"Maksud kamu?" tanya Amanda yang terlihat bingung dengan penjelasan Arnet.
"Kebutuhan dasar, kebutuhan yang sehari-hari mereka butuhkan." Seketika Amanda dapat menebaknya.
"Maksud kamu Supermarket?" tanya Amanda lagi.
"Itu benar,tapi Supermarket ini lebih besar dan aku ingin dengan sistem grosiran agar orang lain bisa menikmatinya.Tetap nantinya aku berikan fasilitas yang layak,agar pengunjung nyaman untuk berbelanja." otak Arnet mulai bermain bisnis.
"Benar-benar ambisi luar biasa,lalu langkah apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanya Amanda yang penasaran dengan jawaban Arnet.
"Aku akan menyuruh asistenku mengurus ruko itu untuk menjadi milikku dan aku akan mencari seseorang untuk mengurusnya." ucap Arnet yang sudah memikirkan hal itu sedari awal.
"Baiklah terserah kamu saja,kamu orang yang berhak mengatur itu semuanya." Amanda tak bisa berbuat apa-apa jika memang itu sudah keputusan dari Arnet.
"Ingat,mulai besok kamu sudah harus mulai bekerja." Respon Amanda membalasnya dengan Anggukkan kepala.
"Oke bos." jawab Amanda dengan penuh semangat,yang pada akhirnya mereka pergi dari tempat itu.Tapi sebelum itu Arnet mengirim pesan pada Mita untuk memberitahukan niat dia untuk membeli ruko yang nantinya menjadi ladang bisnis selanjutnya.
Arnet pun mengantarkan Amanda pulang , setelah ia memberikan semua kepercayaan itu pada Amanda ia tak perlu pusing dan hanya menunggu kabar kinerja mereka.
Di tempat lain
Alex baru saja menyelesaikan rapatnya hari ini, sebelum itu Asistennya sudah memberitahukan jika setelah rapat ini selesai Alex harus pergi menemui seseorang rekan kerjanya.
Kini posisi Alex sudah ada di sebuah restoran yang dimana ia akan bertemu dengan rekan kerjanya.
"Besok asistenku akan mengurusnya." ucap alex yang langsung menyerahkan semuanya pada asistennya.
"Baik tuan." jawab pria itu yang akhirnya mereka berpisah,tapi tak disangka Alex bertemu dengan seseorang yang ia kenali.
Siapa lagi jika bukan tuan James musuhnya dia sendiri,kedua tampak saling bertatapan tajam sehingga tuan James merasa kesal melihat kehadiran Alex di lokasi itu.
"Ternyata Anda."jawab Tuan James dengan tatapan sinis.
Alex terdiam tak menjawab sapaan dari pria itu."Ternyata dari berita itu Anda masih hidup."langsung saja tuan James membuka awal pembicaraan mereka.
"Aku merasa beruntung,nasib baikku masih ada di sekelilingku.Tapi sayangnya orang yang sengaja menjebak ku terlihat begitu sangat kesal padaku." secara langsung Alex menyindir pria di depannya.
Reaksi tuan James mulai berubah, yang sebelumnya tersenyum sinis berubah menahan rasa emosinya.
"Kamu bilang kesal?"Tanya balik tuan James yang mulai mencium kita Alex mengetahui sesuatu.
"Iya ,tapi sudahlah orang yang sengaja menjebakku tak akan pernah berhasil mengalahkan ku." mendengar ucapan itu tuan James terlihat begitu menahan emosinya setelah melihat kesuksesan yang Alexander raih membuat tuan James iri apa yang ia dapatkan.
"Seharusnya kamu sadar diri dengan posisimu,jangan pernah mengusikku." bisik Alex yang sudah tahu dalang dari kecelakaan yang menimpa dirinya.
"Berani juga kamu melawanku." balas Tuan James yang tersenyum sinis kearah Alex.
"Kenapa aku tidak berani,kamu sendiri yang memulai bukan aku." jawab Alex yang langsung pergi meninggalkan tuan James,ia benar-benar malas berurusan dengan pria itu.
Tuan James terlihat begitu kesal,"Semakin lama dia semakin kurang ajar ."gumam tuan James yang terlihat begitu marah, apalagi rencana untuk menyingkirkan Alex semuanya gagal.
Alex sudah ada di mobil bersama asistennya,"Kamu perintah seseorang untuk mengawasi pria itu,aku yakin dia tak akan berhenti menganggu ku ." ucap Alex yang merasa jika pria itu akan terus mengusik kehidupannya.
"Baik tuan."jawab asistennya yang langsung turun langsung menyelesaikan semuanya.
Mereka berdua kembali ke kantor melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
Malam hari
Arnet duduk santai di ruang tamu sembari tatapannya tertuju pada laptop miliknya."Aku harus menyusun rencana lain,aku tak ingin melewatkan peluang bagus ini." gumam Arnet memikirkan bisnis apa yang akan dia bangun.
Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari pintu utama, yang ternyata itu Mita asistennya yang datang melaporkan sesuatu.
"Selamat malam Nina." sapa Mita yang malam-malam datang dikediaman Nonanya.
"Ada apa?" tanya Arnet pada asistennya.
"Saya datang melaporkan sesuatu tentang ruko yang Anda perintah." jawab Mita yang langsung menjelaskan secara rinci.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Mita, mulailah Arnet memahami pemilik dari ruko itu."Oh jadi karena pemiliknya gagal membayar hutang jadi ruko itu dia dijual."
"Iya Nona,dan beliau meminta harga 4 milyar Nona." Jawab Mita yang melapor semuanya.
"Baiklah,akan aku bayar.Seperti biasa tugasmu mengecek dokumen itu." perintah Arnet pada Mita.
"Baik Nona."jawab Mita yang mengerti tugas apa yang harus dia lakukan.
Tiba-tiba saja Arnet memberikan sebuah amplop pada Mita,"ini bonus untukmu." Arnet memberikan sebuah amplop pada Mita.
"Bonus?"
"Iya itu bonus untukmu, Kamu sudah mengerjakan pekerjaan dengan baik."Arnet sengaja memberikan bonus itu sebagai tanda terima kasih dia kepada asistennya, karena semua pekerjaan sudah ia selesaikan kerjakan.
Arnet pun sadar diri, jika tidak ada Mita mungkin pekerjaannya tak akan selesai. sebagai simbol terima kasih, Arnet sengaja memberikan bonus untuk Mita.
"Tapi Nona..."
"Gaji yang kamu terima akan tetap sama, disaat kamu berhasil menyelesaikan pekerjaanmu.Akan ada bonus untukmu,bonus itu sudah menjadi hakmu."Arnet tak tanggung-tanggung memberikan bonus itu kepada asistennya.
"Terima kasih nona, saya janji setelah ini saya akan bekerja keras lagi untuk Nona." ucap Mita yang benar-benar bahagia memiliki majikan yang begitu baik bahkan begitu royal dengannya.
Arnet pun hanya membalas dengan senyuman dan mengerti akan kebahagiaan yang asistennya rasakan.
kapan pertemuan reuni biar ada booommm yg meledak
nanti gk terkejut itu temannya dan mantan kekasihnya bahwa arnet jauh lebih cantik
kenapa jovan nya gk pakai ruko arnet yg 6 itu kan bisa dibagi tu tempat rukonya
nanti adakah kerjasama antara arnet dan alex didlm perusahaan