Akira tewas terbunuh karena ledakan bom yang di pasang di mobilnya, oleh musuh. Namun keajaiban terjadi, dia terbangun di tubuh wanita bernama Elvira, seorang istri yang tak di anggap oleh suaminya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 - pertukaran kebebasan
Satu Minggu berlalu. Zavian pulang dengan wajah kusut. Dia melempar tas kerjanya ke atas sopa, sambil melonggarkan simpul dasi di lehernya.
Dia melempar tatapan kesal kearah Elvira yang tengah duduk sambil membaca majalah di sopa seakan masalah itu tak akan mempengaruhinya sama sekali. Padahal jika Zavian sampai jatuh miskin dia pun akan ikut miskin juga. Namun di detik berikutnya, dia malah berlutut duduk bersimpuh di hadapan Elvira.
Perlahan Elvira menurunkan majalah yang menutupi wajahnya, “apa yang kau lakukan?
Zavian mendongak menatapnya, sambil menghela napas berat, “apa sekarang sudah cukup tulus?”
“Apa maksudmu, aku tidak mengerti?” bertanya dengan nada polos.
“Jangan pura-pura Elvira. Kau tahu benar masalah apa yang sedang aku hadapi,” nada suaranya sedikit meninggi.
Elvira hendak bangkit, dia tak suka jika Zavian meninggikan suara terhadapnya. Zavian lekas meraih tangan wanita itu, “Vira aku mohon. Semua usahaku gagal, hanya kamu harapanku satu-satunya.”
Elvira menghentikan langkahnya, dia menatap tajam kearah Zavian, “bangunlah. Kau membuatku terlihat seperti wanita kejam,” keluhnya sambil menepis tangan Zavian dari tangannya.
Zavian bangkit. Sementara Elvira kembali duduk di tempat semula, tangannya terlipat rapi di dada.
“Katakan.”
“Seseorang kembali meretas sistem keamanan kantor. Data proyek, klien dan data-data penting lainnya telah di curi. Jika sampai data itu di salah gunakan, perusahaan akan rugi besar, bukan hanya aku, Ayahmu dan para Investor akan mengalami kerugian yang tidak sedikit,” jelasnya.
“Jadi. Kau ingin aku memperbaiki sistemnya? Atau mengembalikan data yang hilang?”
Pupil mata Zavian melebar, “jika bisa, dua-duanya kenapa tidak. Aku akan membayarmu berapa pun yang kau minta,” Zavian mengeluarkan Cek kosong dari sakunya dan menaruhnya di depan Elvira.
Elvira menatap remeh kertas kosong itu, “Singkirkan uangmu, aku tidak butuh. Yang aku inginkan saat ini adalah kebebasan.”
Tubuh Zavian menegang, ‘Kebebasan' kata itu yang paling tak ingin Zavian dengar keluar dari mulut Elvira.
“Kau ingin berpisah dariku?”
“Bukan kebebasan seperti itu yang aku mau.”
Perasaan Zavian sedikit tenang, “lalu?”
“Kau selalu menaruh curiga padaku. Kau menyuruh Bima memata-mataiku, menyewa detektif untuk mengikutiku, bahkan kau menaruh pelacak di tas ku.”
Tenggorokan Zavian seketika tercekat, dia tidak menyangka ternyata Elvira tahu semuanya, “a-aku–,”
“Tidak usah berdalih. Aku tidak bodoh seperti yang kau kira.”
“Siapa yang menganggapmu bodoh.”
“Kau,” balas Elvira telak, “dan satu lagi. Hentikan penyelidikanmu pada pria bernama Calvin itu, lagi pula bukan dia orangnya. Dia hanya orang biasa, jangan ganggu dia.”
Zavian terdiam.
“Jika kau setuju dengan syaratku. Akan aku lakukan permintaanmu, tapi jika kau tidak setuju, aku tidak akan mau membantumu. Urus saja masalahmu sendiri.”
“Baik aku setuju.”
“Deal.”
.
.
.
Waktu berlalu, keadaan perusahaan sudah kembali seperti semula. Data yang hilang sudah Elvira pulihkan, bukan hal sulit baginya memulihkan data yang di curi, karena dia sendiri yang mencurinya. Sistem keamanannya pun sudah diperbaiki, bahkan lebih kuat dari sebelumnya, dia juga memasang jebakan menggunakan virus, agar jika ada yang ingin meretasnya lagi, virus itu justru yang akan menyerangnya balik pada si peretas.
Elvira dan Zavian dalam perjalanan menuju rumah keluarga Zavian. Ada acara keluarga yang diadakan dikediaman itu.
Semua sudah berkumpul, hanya Zavian dan Elvira yang datang terakhir.
“Hai, adik ipar,” seorang wanita berparas cantik menyapa. Dia adalah Zelda, Kakak perempuan Zavian.
“Halo,” Elvira membalas sapaan Zelda pendek.
“Mengapa kau berpakaian seperti itu? Adik, apa kau tidak membelikan pakaian mahal untuk Istrimu?” pertanyaan itu ditujukan pada Zavian.
Zavian hanya diam tak menjawab, dia melirik pada Elvira tanpa kata.
“Kenapa Kakak, apa ada yang salah dengan pakaianku?” tanya Elvira masih dengan senyum ramah.
“Pakaian itu sudah ketinggalan jaman Adik. Kau Istri seorang petinggi perusahaan, kau juga menantu keluarga Arkatama, seharusnya kau sadar itu. Penampilanmu akan menjadi sorotan publik, pakaianmu akan menjadi kebanggaan atau rasa malu bagi suamimu, itu tergantung pilihanmu.”
Elvira mendengus senyum, ‘aku rasa pembahasan ini bukan hanya sekedar tentang pakaian.’
“Malam semuanya.” Suara seorang wanita.
“Raisa, akhirnya kamu datang,” Zelda menyambut kedatangan wanita hangat, mereka saling berpelukan sekilas.
“Wah, kamu cantik banget malam ini,” puji Zelda.
“Kak Zelda bisa ajak. Kakak juga gak kalah cantik ko,” balas Raisa dengan wajah tersipu.
Elvira mengerutkan kening, dia mencari informasi wanita bernama Raisa itu dalam ingatannya. Sadang Zavian, dia memalingkan wajahnya, berusaha menghindar menatap wanita bernama Raisa itu.
ikutan tegang
😍😍💪💪🙏🙏
😍😍😍😍💪💪💪💪🙏🙏🙏
apa selama ini akira jga memanipulasi dana amal?
😍😍😍😍💪💪💪💪
🤣🤣🤣🤣🙏🙏😍😍💪💪
gk nyangka kalo hub akira dan calvin seperti itu awqlnya..
gk krtebak.
🙏🙏🙏😍😍😍😍😍💪💪💪
akankah mereka saling jatuh hati saat caviar tau kalo ebelyn adalah dori nya alias akira.?
🤣🤣😍🙏🙏💪💪
😍🙏🙏💪💪
penuh misteri..
seruu..
😍🙏🙏💪💪💪
🤣🤣💪🙏😍😍
jadi dia masih ngitilin elvira..
jadi tau saat elvira brkanja senjata ...
🤣🤣💪🙏😍
🤣💪🙏😍😍😍😍
rencana raisa kalah telak sama elvira
daripada raisa..
🤭😄😄💪💪🙏🤣🤣😍
tambah seru..
apa yg akan raisa lakukan...
bagaimna zavian menaggapi ..
apa yg akan akira lakukan..
🤣🤣😍😍🙏🤣🤣🤣😍😍😍
biar zelda kapok..
🤣😍😍🙏🙏💪💪
mulai..
🤣😍🙏🙏💪💪
jgn2 mantan tunangan Zavian...
😍😍😍😍🙏🙏💪