NovelToon NovelToon
FROZEN DAWN

FROZEN DAWN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Kutukan
Popularitas:416
Nilai: 5
Nama Author: Noulmi

Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Setelah berpamitan dengan Duke Marine, mereka segera memacu kereta kuda meninggalkan area pemukiman karena hari sudah teramat larut. Mengingat jarak ke kota berikutnya cukup jauh, mereka memutuskan untuk mendirikan perkemahan di atas sebuah bukit asri yang terletak tidak jauh dari wilayah pertambangan.

Malam kian larut, dan rasa lelah dari perjalanan panjang mulai mengambil alih. Mira dan Sorento sudah tertidur lelap untuk memulihkan tenaga mereka. Mira memilih tidur dengan nyaman di dalam gerbong kereta yang hangat, sementara Sorento mendirikan tenda kain tepat di sebelah kereta kuda dan tidur di sana. Di dekat mereka, dua ekor kuda penarik telah diikat dengan aman pada batang pohon besar, setelah sebelumnya dibiarkan menikmati hamparan rumput segar dan minum sepuasnya di sebuah sungai kecil yang jernih.

Sebelum mengakhiri malam, mereka sempat menangkap beberapa ekor ikan air tawar di sungai menggunakan tombak kecil yang dibawa Sorento. Ikan-ikan segar itu kemudian dibakar di atas bara api unggun hingga aromanya menguar sedap. Mereka berempat sempat makan bersama sambil mengobrol santai, menertawakan beberapa kejadian lucu di jalan sebelum akhirnya Mira dan kakaknya pamit untuk beristirahat terlebih dahulu.

Kini, hanya tersisa Krystal dan Eros yang masih duduk berdua di dekat sisa-sisa bara api unggun yang berderak pelan. Angin malam berembus cukup kencang dari arah bukit pertambangan, menerbangkan helaian rambut Krystal.

Krystal memeluk lututnya, menatap nyala api yang memantulkan cahaya oranye. Kehadiran tabir dewa milik Eros di sekeliling perkemahan membuat tempat ini terasa sangat hangat dan aman, seolah-olah dunia luar yang penuh intrik politik dan sihir manipulasi Ratu Seraphina tidak bisa menyentuh mereka.

"Kin Zircone sudah berada di ibu kota," gumam Krystal memecah keheningan, suaranya terdengar pelan di antara suara jangkrik malam. "Seseorang bergerak lebih cepat dari kita, Eros. Aku cemas jika dia dimanfaatkan oleh fraksi Ratu."

Eros yang duduk di sebelah Krystal tidak langsung menjawab. Ia mengambil sepotong kayu, lalu mengorek bara api agar nyalanya tetap terjaga.

"Jangan cemas, Rys," jawab Eros lembut, beralih menatap Krystal dengan pandangan mata yang sarat akan perlindungan. "Siapa pun yang mengirim surat itu, mereka tidak tahu bahwa target sejati dari proyek LadyBug bukan sekadar merekrut pengrajin, melainkan memindahkan seluruh pilar kekaisaran. Selama aku berada di sisimu, Kin Zircone tidak akan bisa disentuh oleh siapa pun."

Krystal menoleh, menatap sisi wajah Eros yang terpahat sempurna di bawah temaram api unggun. Kehangatan kata-kata pria itu perlahan mengusir rasa cemas di hatinya, sekaligus menghidupkan kembali debar jantung yang gila yang sejak kemarin terus mengusiknya.

"Eros, tadi saat baru memasuki wilayah Marine, aku sempat membayangkan..." Krystal menjeda kalimatnya, melemparkan pandangan jauh ke arah kegelapan bukit pertambangan yang tenang. "Mungkin akan sangat menyenangkan bila aku bisa menikah dan hidup sederhana seperti mereka. Membangun rumah kecil, menikmati teh sore tanpa ketakutan, dan melihat anak-anak berlarian—"

Grep!

Kalimat Krystal terputus di udara. Sebelum ia sempat menyelesaikan angan-angannya, Eros tiba-tiba bergeser maju dan mendekap tubuhnya dari belakang. Pria itu menyandarkan kepalanya yang berat ke punggung ramping Krystal, memeluk pinggang gadis itu dengan begitu erat seolah-olah impian sederhana yang baru saja diucapkan Krystal adalah sesuatu yang paling menakutkan baginya.

Ada keheningan yang panjang dan menyesakkan di antara derak bara api unggun. Krystal bisa merasakan dada bidang Eros yang naik turun dengan tidak teratur di punggungnya.

"Tapi dewa tidak bisa memiliki anak, Rys," jawab Eros, suaranya terdengar teramat lirih dan dipenuhi rasa sedih yang mendalam.

Sebagai salah satu dari Tujuh Dewa Agung, kodratnya telah dikunci oleh hukum langit tertinggi. Eksistensinya yang abadi tidak diciptakan untuk meneruskan garis keturunan, dan kenyataan itu mendadak menghantam ego Eros dengan keras, membuatnya merasa bersalah karena tahu ia mungkin tidak akan pernah bisa memberikan kehidupan fana yang normal dan diimpikan oleh gadis di dekapannya.

Krystal tertegun mendengar kejujuran yang rapuh dari Eros. Perlahan, ia mengurai tangan Eros di pinggangnya, lalu membalikkan badan di atas kain alas tempat mereka duduk. Kini, mereka saling duduk berhadapan di bawah temaram pendar oranye api unggun.

Krystal mengulurkan kedua tangannya, membingkai wajah Eros yang tampak begitu terluka dalam penyamaran manusianya. Ia menatap lekat-lekat sepasang mata cokelat madu itu dengan tatapan hijau zaitunnya yang sarat akan keteguhan.

"Eros... menyayangi anak-anak itu bukanlah tentang ikatan darah," ujar Krystal dengan suara yang sangat lembut namun tegas. Ia mengusap pipi Eros dengan ibu jarinya, mencoba menyalurkan kehangatan. "Lihatlah diriku. Aku yang merupakan anak kandung dari Ratu Seraphina dan Kaisar Athanasius, justru tidak memiliki ikatan perasaan apa pun dengan mereka. Darah yang mengalir di tubuhku tidak membuat mereka mencintaiku."

Krystal tersenyum tipis, sebuah senyuman tulus tanpa topeng sandiwara. "Ikatan sejati itu dibangun oleh jiwa yang saling menjaga, seperti kau, aku, dan Mira yang tumbuh bersama sejak kecil tanpa memedulikan asal-usul kita. Jika suatu saat dunia ini sudah aman dan kita ingin merawat anak-anak yang berlarian, kita bisa mengadopsi anak-anak yatim piatu di perbatasan dan memberi mereka kasih sayang. Kau tidak perlu bersedih untuk hal yang tidak bisa diubah, karena bagiku... memiliki dirimu di sisiku sudah lebih dari cukup."

Mendengar penuturan Krystal, badai kegelisahan di dalam dada Eros seketika reda. Rasa bersalahnya meleleh oleh ketulusan luar biasa dari seorang gadis manusia yang jiwanya adalah reinkarnasi seekor Naga Es. Eros menatap Krystal dengan pandangan yang begitu dalam, dipenuhi rasa kagum dan cinta yang kini tak bisa lagi ia bendung dengan hukum langit mana pun.

Eros menatap lekat-lekat sepasang mata Krystal. Ketulusan kata-kata gadis itu baru saja meruntuhkan seluruh dinding keraguan yang selama ini ia bangun atas nama hukum langit dan takdir para dewa. Perlahan, Eros mengulurkan tangannya yang besar, menggenggam erat jemari mungil Krystal yang terasa dingin oleh terpaan angin malam bukit pertambangan.

Napas Eros terasa berat, ada debar yang teramat gila yang kini tidak lagi ia sembunyikan dari balik wajah datarnya. Di bawah kesaksian sisa bara api unggun yang kian meredup dan pendar tabir suci yang melingkupi mereka, ia memantapkan hatinya.

"Aku akan memberikan jawaban yang kemarin," ucap Eros, suaranya terdengar rendah, serak, namun bergetar oleh emosi yang teramat dalam. Ia membawa telapak tangan Krystal ke bibirnya, mengecup punggung tangan itu dengan penuh khidmat bagai seorang ksatria yang bersumpah pada penguasanya.

"Rys... maukah kau menjadi pendampingku?"

Pertanyaan itu meluncur bersama dengan kelegaan yang luar biasa. Eros tidak lagi memosisikan dirinya sebagai seorang pengawal ketus yang memendam rasa, ataupun seorang Dewa Nafsu agung yang tak tersentuh. Malam ini, di atas bukit sunyi Provinsi Aquamarine, ia hanyalah seorang pria yang menyerahkan seluruh keabadian jiwanya ke dalam genggaman seorang gadis bernama Krystal.

Krystal terpaku, matanya berkedip pelan mendengar untaian kalimat yang selama ini ia tunggu-tunggu keluar dari mulut pria itu. Semburat merah yang sangat jelas langsung menjalar di kedua pipinya, membuat penyamaran wajah sederhananya tampak begitu cantik dan bersinar. Rasa kesal yang sempat ia rasakan karena sikap lambat Eros seketika menguap, digantikan oleh debar kebahagiaan yang membuncah di dalam dadanya.

Ia tidak menjawab dengan kata-kata. Krystal justru menarik tangannya dari genggaman Eros, lalu dengan berani mengalungkan kedua lengannya di leher kokoh pria itu, menarik tubuh tegap Eros hingga mereka kembali berdekapan erat di atas kain alas tidur mereka.

Eros yang mengerti arti dari pelukan itu langsung melingkarkan lengan kekarnya di pinggang Krystal, membenamkan wajahnya di rambut cokelat madu Krystal sambil mengembuskan napas lega. Akhirnya, di tengah badai politik kekaisaran yang menanti di depan, dua jiwa yang terikat takdir itu telah resmi saling memiliki seutuhnya.

1
Jasa Curhat
waktu antara hyal memohon dan bulan purnama pertama tidak sinkron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!