Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Dinginnya Lembang dan Pertemuan Tak Terduga
Desember 2017 telah berlalu dengan manis. Di pusat pelatihan Kepton FC di Bau-Bau, sebuah lemari kaca baru telah berdiri kokoh, memajang Trophy Juara Liga 3 Nasional yang berkilauan sebagai simbol kebangkitan klub. Sementara itu, di sebuah sudut sederhana di panti asuhan yang baru saja direnovasi, Riski menggantungkan medali emasnya di dinding ruang tengah—sebuah pengingat bagi adik-adik panti bahwa prestasi tertinggi dimulai dari ketulusan hati dan kerja keras.
Namun, Riski tidak ingin berpuas diri. Menjelang musim kompetisi Liga 2 2018 yang dijadwalkan mulai bergulir pada Februari mendatang, Riski memutuskan untuk memboyong sebagian kecil stafnya—termasuk Marco Valez—untuk berlibur sekaligus melakukan pemusatan latihan mandiri di Bandung, Jawa Barat.
Bandung dipilih karena udaranya yang sejuk di kawasan Lembang, sangat cocok untuk menjaga kondisi fisik tanpa harus tersiksa terik matahari. Selain itu, ada keputusan strategis dari manajemen Kepton FC. Mengingat infrastruktur di Bau-Bau yang masih dalam tahap renovasi besar-besaran, Kepton FC memutuskan untuk menggunakan Stadion Siliwangi di pusat kota Bandung sebagai markas sementara (home base) mereka untuk mengarungi Liga 2 2018.
Era Baru: Identitas dan Zirah Baru
Keberhasilan promosi bersama dua tim besar lainnya—PSGC Ciamis dan Persik Kediri—membuat nilai jual Kepton FC melonjak tajam. Marco Valez bergerak cepat di bursa komersial. Saat sedang bersantai di sebuah kafe di kawasan Jalan Braga, Marco menyodorkan desain jersi terbaru yang akan mereka gunakan.
"Riski, lihat ini. Ini adalah zirahmu untuk musim depan," ujar Marco bangga.
Kini, Kepton FC resmi bekerja sama dengan Specs, apparel olahraga ternama asli Indonesia, sebagai penyedia seragam tempur mereka. Namun, yang paling mencolok adalah bagian depan jersi tersebut. Di bagian perut, terpampang tulisan besar yang menjadi sponsor utama klub: Lippuku.
"Lippuku di posisi utama?" Riski tersenyum bangga melihat brand air mineral lokal asal Bau-Bau itu mendapat tempat terhormat di jersinya.
"Benar. Meskipun ada tawaran dari perusahaan nasional, Lippuku adalah yang paling berkomitmen mendukung visi kita. Nama Bau-Bau akan ikut terbang bersamamu di setiap pertandingan," tambah Marco. Jersi kuning-hitam itu kini tampak jauh lebih profesional dan gagah.
Pertemuan di Jalanan Kota Kembang
Sore itu, Riski memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri tanpa pengawalan. Menggunakan hoodie hitam dan masker, ia mencoba menikmati suasana sore di sekitaran Jalan Asia Afrika. Namun, saat sedang menyeberang jalan, sebuah insiden kecil terjadi. Seorang pengendara motor nyaris menabrak seorang ibu tua karena menerobos lampu merah. Riski dengan reflek statistik Pac: 85 miliknya, bergerak cepat menarik ibu tersebut ke pinggir jalan hanya dalam hitungan detik.
Si pengendara motor sempat berhenti dan hendak membentak, namun tiba-tiba seorang petugas kepolisian muncul dari kerumunan dengan langkah tegap yang berwibawa.
"Selamat sore. Tolong pinggirkan motornya, Anda melanggar marka jalan dan hampir mencelakai pejalan kaki," suara itu tegas, dingin, namun memiliki nada yang merdu.
Riski menoleh. Di depannya berdiri seorang Polisi Wanita (Polwan) yang penampilannya sangat mencolok. Polwan tersebut memiliki potongan rambut pendek khas korps kepolisian yang sangat rapi, membingkai wajahnya yang cantik dengan rahang yang tegas. Polwan itu memiliki tubuh yang sangat atletis, tinggi, dan proporsional, menunjukkan disiplin latihan fisik yang luar biasa.
"Anda tidak apa-apa, Dek?" tanya Polwan itu kepada Riski setelah memberikan surat tilang kepada si pengendara.
Riski membuka maskernya sedikit agar suaranya terdengar jelas. "Saya tidak apa-apa, Bu. Terima kasih sudah bertindak cepat."
Polwan itu menatap Riski dengan saksama. Matanya yang tajam seolah sedang memindai wajah Riski dengan penuh selidik. "Nama saya Erika. Sepertinya saya pernah melihat wajah Anda... tapi di mana ya?"
Riski tersenyum kecil, mencoba tetap rendah hati. "Mungkin di televisi, Bu Erika. Tapi saya hanya orang biasa yang sedang liburan di sini."
Erika tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sanggup meruntuhkan pertahanan lawan mana pun. "Jangan panggil 'Ibu', saya belum setua itu. Panggil Erika saja jika kita bertemu di luar dinas. Dan hati-hati, Bandung di bulan Januari sering hujan mendadak."
Pertemuan singkat itu membekas di pikiran Riski. Ada sesuatu dari cara Erika berdiri dan berbicara yang menunjukkan otoritas kuat, mirip dengan ketenangan Riski sendiri saat menghadapi tekanan di lapangan hijau.
Persiapan Liga 2: Menatap Februari
Malam harinya di hotel, Riski kembali fokus pada tujuannya. Liga 2 2018 akan jauh lebih berat. Kepton FC, PSGC, dan Persik Kediri akan bergabung dengan tim-tim mapan yang sudah lama bercokol di kasta kedua.
Riski membuka sistem di depan cermin. Sosoknya sekarang sudah jauh berbeda. Dengan tinggi 180 cm, ia tidak lagi terlihat seperti remaja kecil dari La Masia. Bahunya lebih lebar, kakinya lebih jenjang, dan tatapan matanya menunjukkan dominasi yang tenang.
[Status Persiapan Musim 2018]
Klub: Kepton FC (Promosi Liga 2)
Home Base: Stadion Siliwangi (Bandung)
Apparel: Specs
Main Sponsor: Lippuku (Position: Center Chest/Stomach)
Target: Juara Liga 2 dan Promosi Liga 1
Riski mulai melakukan sesi latihan fisik di pusat kebugaran hotel. Setiap angkatan bebannya ia lakukan dengan presisi. Ia tahu bahwa bermain di Bandung dengan basis suporter sepak bola yang fanatik akan memberikan tekanan tersendiri. Namun, keputusannya untuk bermarkas di Stadion Siliwangi adalah untuk membiasakan timnya dengan atmosfer stadion besar di Jawa sebelum mereka benar-benar siap kembali ke panggung internasional.
"Liga 2 hanya batu loncatan," gumam Riski sambil melakukan squat. "Februari nanti, dunia akan melihat bahwa Kepton FC bukan hanya tentang Riski, tapi tentang sebuah revolusi dari bawah."
Sembari mempersiapkan taktik bersama pelatih Kepton yang menyusul ke Bandung, pikiran Riski sesekali kembali pada pertemuan dengan Erika. Di kota yang penuh bunga ini, Riski merasa perjalanannya tidak hanya akan diisi oleh keringat di lapangan, tapi mungkin juga oleh sesuatu yang baru yang belum pernah ia rasakan selama hidupnya yang hanya berfokus pada sepak bola.
Statistik Riski (Januari 2018 - Pra Musim Liga 2):
Tinggi Badan: 180 cm
Overall: 90.0
Kondisi Fisik: 100% (Prima)
Inventory: Rp 3.150.000.000 (Setelah donasi panti).
Gaji Bulanan: Rp 2.700.000 (Setara $200 kurs 2017/2018).
Dengan jersi Specs yang baru dan dukungan penuh Lippuku di bagian dada, Kepton FC siap menggebrak kasta kedua. Riski telah mengunci targetnya: Dominasi total di Liga 2, lalu kembali ke Eropa untuk menagih janji pada Real Madrid. Namun, untuk saat ini, ia ingin menikmati dinginnya udara Bandung, aroma kopi di Braga, dan mungkin... kesempatan kedua untuk bertemu kembali dengan Erika di bawah lampu jalanan kota.