NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:403
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pesta dansa

Setelah Leo pergi Anna bergegas menuju ruang kerja Kaisar, begitu sampai di depan pintu yang setengah terbuka itu Anna terdiam karena mendengar ucapan Kaisar kepada Deryl.

"Padahal aku sudah melepaskan burung kesayanganku karena kudengar dia membenci burung, tapi bukannya pergi dia malah semakin mendekati Sylvanna! Apa informasinya salah?"

"Itu tidak mungkin salah Baginda.. Orang yang saya suruh benar benar mendengarnya dari pelayan rumah Duke" ucap Deryl.

"Jangan pernah biarkan anak itu mendekati Sylvanna lagi!! Kau harus memastikannya sendiri!! Aku tidak mau putriku semakin jatuh dalam rayuan murahannya!"

Saat itu tiba tiba Anna membuka pintu lebar lebar lalu menghampiri Kaisar yang kaget dengan kehadirannya.

"Jadi Ayah yang sengaja melepas burung itu?" ucap Anna dengan raut wajah dingin.

"Sylvanna.. Sejak kapan kau disana?"

"Sejak ayah membahas burung!"

"Ehh.. Ya sudah kalau kau sudah dengar, ayah memang melakukan itu demi kebaikanmu!" ucap Kaisar dengan percaya diri.

"Ayah mengetahui dengan jelas bagaimana saat aku kambuh dari trauma! Tapi Ayah melakukan itu kepada anak orang lain! Ayah sangat kejam!"

"Apah? Apa maksudnya trauma?" Kaisar kebingungan.

"Orang itu memiliki trauma yang parah hanya karena melihat burung, meski berbeda aku yakin rasa luka kami hampir sama.. bisa bisanya ayah memanfaatkan luka orang lain demi kepentingan sendiri!!"

"Tunggu Sylvanna.. Ayah benar benar tidak mengetahui itu, ayah tidak melakukan itu jika mengetahuinya kan.." ucapnya dengan rasa bersalah.

"Sudahlah.. Percuma saja aku merasa bersalah karena sudah bersikap kasar pada ayah tadi.." Anna pergi tanpa memperdulikan panggilan Kaisar.

"Sylvanna...."

"Ini gara gara kau Deryl!!"

"Pelayan itu memberi informasi yang tidak lengkap Yang Mulia.. Saya pun menyesal" jawab Deryl.

.

.

Hari hari terus berlalu.. Saat ini situasi di ibu kota kekaisaran Brivantyum tengah dihebohkan dengan persiapan Pesta di Istana Kaisar yang diadakan secara rutin saat tiba di penghujung musim gugur, karena pesta itu sebagai bentuk perayaan keberhasilan panen dan menyambut datangnya musim dingin.

Jalanan Ibu kota dihiasi oleh lentera lentera berwarna warni saat festival, disepanjang jalan orang orang ramai berlalu lalang dan semua orang terlihat gembira. itu adalah tanda kemakmuran dan kesejahteraan rakyat atas keberhasilan kepemimpinan Baginda Kaisar saat ini.

Semua orang terlihat gembira tapi saat ini Anna sedang sangat sibuk sibuknya..bahkan ketika semua orang telah tertidur lelap Anna masih terjaga dengan tumpukan dokumen di atas meja kerjanya itu demi membuat pesta yang sempurna..

Dini hari Anna telah menyelesaikan pekerjaannya, ia berjalan masuk ke kamarnya, angin yang berhembus kencang membuat jendela yang tidak terkunci sempurna menjadi terbuka, tirai putih itu melambai lambai, angin dingin masuk menyergapnya.

Saat Anna meraih jendela ia melihat seseorang yang menunggangi kuda ada di bawah sana..karena gelap pandangan Anna menjadi tak jelas, Pria itu diam menatapnya cukup lama.. Anna yang merasa waspada segera menutup kembali jendela dan tirainya rapat rapat.

.

.

Hari H pesta..

Malam itu para bangsawan berbondong bondong datang ke aula istana dengan memakai pakaian dan gaun terbaik, kereta kuda mewah telah berjejer rapi di depan istana.

Aula pesta dihias sedemikian rupa untuk memanjakan mata para bangsawan yang gila dengan kemewahan, serta hidangan hidangan yang mewah pun sudah terstruktur.

Riuhan suara para bangsawan yang telah memadati Aula pesta yang megah itu, yang mereka lakukan di tempat perkumpulan kelas atas seperti ini adalah bergosip.. Ada juga yang memanfaatkan momentum untuk menjalin koneksi, menjadi tempat debutante untuk gadis yang baru mulai bergabung di kalangan sosialita, ada pula yang menjadikan acara tersebut sebagai ajang mencari jodoh dan masih banyak lainnya. Itulah sebabnya acara rutin tahunan ini sangatlah dinanti nanti.

Saat itu Leonard stephanos mencuri perhatian orang orang karena kemunculannya pertama kali dengan anggota keluarga Duke yang lain. Orang orang mulai berbisik bisik karena melihat gadis yang terus menempel pada Duke muda itu, dia adalah putri satu satunya Baron Kenneth.

Duke dan Duchess Stephanos memperlakukan gadis putri Tuan Baron itu dengan ramah, tapi Leonard terlihat sangat dingin dan terlihat merasa risih pada gadis itu.

Seketika semua menjadi sunyi begitu sang pemilik Istana muncul.

"Baginda Kaisar Nicholas Hayden Maximilian dan Tuan Putri Sylvanna Hayden Maximilian memasuki ruangan" ucap lantang penjaga pintu. Semua orang menunduk memberi penghormatan.

"Nikmatilah waktu kalian.." ucap Kaisar.

Kaisar mengajak Putrinya berdansa sebagai tanda di mulainya pesta perayaan.

Musik mulai mengayun dengan merdu, semua orang menatap Kaisar dan putrinya dengan tatapan kagum.

"Putriku.. Jangan terlalu kecewa yaa.." ucap Kaisar di sela sela dansanya.

"Memangnya kenapa?"

"Sepertinya Duke muda Stephanos datang bersama seorang gadis"

"Aku juga melihatnya ayah.. Ayah tidak perlu mengurusi hal hal remeh seperti ini"

"Oh yaa.. Tapi ayah tidak mau Putriku berharap sendirian pada seseorang.."

"Aku tidak mengharapkan apapun!"

"Baguslah kalau begitu.. Karena yang ayah dengar Leonard stephanos akan segera melangsungkan acara pertunangan dengan Putri Baron Kenneth" Kaisar tersenyum puas.

Setelah itu musik berhenti, Kaisar dan Putri mengakhiri sesi dansa mereka. Kaisar pun duduk di atas singgasananya setelah mewanti-wanti Putrinya untuk menjaga jarak dari para pria yang mendekatinya.

Silvana memilih duduk di ujung ruangan, sesekali para gadis dan pria seusianya mengajaknya bicara.. Saat orang orang meninggalkannya ia melihat Leonard sedang melakukan dansa bersama dengan gadis bernama Rossana, entah bagaimana Anna jadi mengetahui nama gadis itu, karena orang orang terus berbisik dan membicarakan tentang hubungan Leo dan Rossana, mau tak mau Anna jadi mengetahuinya.

gadis itu kelihatan sangat bahagia, tapi entah mengapa sepertinya Anna merasa sejak tadi mata Leonard terus melihat ke arahnya.

Kini Anna merasa perkataan ayahnya benar.. Ia merasa menyedihkan karena berharap sendiri meski ia sama sekali tidak menunjukkan perasaan itu di depan siapapun. Tapi tetap saja Anna merasa kecewa, karena Leo dengan terang terangan mengatakan ketertarikan padanya, Anna merasa lengah karena tertipu dengan mudah.

Anna yang merasa kalut pergi menyendiri mencari udara segar keluar aula.. Ia terus berjalan hingga sampailah di depan air mancur di samping aula pesta.

Disana ia melihat seorang pria dengan rambut pirang gelap duduk menatap langit malam dengan gelas berisi minuman di tangannya.

Karena tak ingin mengganggu pria itu Anna memutuskan pergi.

"Yang Mulia Putri Sylvanna" tiba tiba pria itu memanggilnya. "Salam Yang Mulia.."

"Anda siapa ya?"

"Saya Aaron Millers Smith putra kedua keluarga Count Smith"

"Oh.. Haloo, wakil komandan..kenapa anda sendirian disini?"

"Saya kira anda tidak mengenali saya..Entahlah.. Saya membenci keramaian, anda sendiri?"

"Saya sedang mencari angin, kalau begitu saya pergi ya.. Tuan Smith"

Aaron melihat Putri pergi ke arah taman yang gelap kemudian mengikutinya.

"Anda mau pergi kemana Yang Mulia..? Di depan sana gelap"

"Tidak terlalu gelap kok"

"Ijinkan saya memandu anda yang mulia!"

"Tidak usah! Aku tidak akan pergi jauh" Anna menolaknya dengan tegas.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!