NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan Balasan untuk Sang Tetua

Mobil SUV lapis baja milik Kenzo melaju membelah jalanan kearah Jakarta Utara dengan kecepatan tinggi. Di kursi belakang, suasana yang tadinya tegang pelan-pelan berubah jadi agak canggung. Ardiansyah sengaja milih duduk di mobil pengawal yang ada di depan, ngasih ruang buat anak dan menantunya yang baru aja sah jadi suami istri itu.

Nabila duduk nyandar di dekat jendela, pura-pura sibuk liatin jalanan pelabuhan yang mulai kelihatan gersang dan penuh truk kontainer. Tapi sebenernya, jantungnya lagi dag-dig-dug parah karena dari tadi Kenzo gak ngelepasin pandangannya dari dia.

"Katanya tadi mau kasih hadiah di mobil? Kok malah ngadep jendela terus?" suara berat Kenzo memecah keheningan. Dia duduk santai sambil melonggarkan kancing kemeja atasnya lagi, bikin auranya kelihatan makin maskulin.

Nabila nengok dengan muka cemberut yang dibuat-buat. "Kenzo, situasi lagi genting begini kamu masih sempet-sempetnya mikirin begituan ya!"

Kenzo ketawa kecil. Dia menggeser duduknya sampai bener-bener mepet di samping Nabila, lalu menarik pinggang gadis itu sampai menempel ke dada bidangnya. "Justru karena situasi lagi genting, Bil. Gue butuh isi ulang energi dari istri gue sendiri. Sini."

Tanpa nunggu persetujuan Nabila, Kenzo langsung nangkep dagu Nabila dan mengecup bibirnya lembut tapi penuh penekanan. Nabila awalnya mau berontak karena malu sama supir di depan yang untungnya dibatasi kaca pembatas hitam, tapi akhirnya dia pasrah dan bales meluk leher Kenzo. Ciuman panas itu kerasa kayak penenang di tengah badai yang lagi ngepung hidup mereka.

Begitu tautan mereka lepas, Kenzo ngusap bibir Nabila yang agak basah pakai jempolnya. "Nah, kalau gini kan gue siap tempur lagi."

Pipi Nabila langsung merah padam, dia langsung nyubit perut Kenzo kenceng. "Dasar CEO mesum!"

Mobil akhirnya berhenti di depan sebuah gudang kontainer tua milik jaringan logistik X-Corp. Suasana di luar mendadak berubah dingin pas mereka turun dari mobil. Ardiansyah udah nunggu di depan pintu besi gudang bareng beberapa pria berbadan tegap yang megang senjata laras pendek.

"Dia ada di dalam, Kenzo. Anak buah saya udah mastiin dia gak bawa alat komunikasi atau pelacak apa pun," kata Ardiansyah sambil ngasih isyarat agar pintu dibuka.

KRIEEET...

Pintu besi terbuka, nampilin ruangan gudang yang luas dan remang-remang. Di tengah ruangan, ada seorang pria muda berkacamata yang tangannya diikat di kursi kayu. Topeng yang dia pakai pas siaran langsung tadi udah tergeletak hancur di lantai. Muka pria itu kelihatan pucat pasi, badannya gemeteran pas liat Kenzo Aditama melangkah masuk dengan aura membunuh yang sangat pekat.

Kenzo jalan pelan, suara langkah sepatunya bergema di dalam gudang yang sepi. Dia berhenti tepat di depan pria itu, lalu ngambil sebuah kursi besi dan mendudukinya secara terbalik, natap pria itu kayak singa yang lagi ngeliat mangsa ringkih.

Nabila berdiri agak di belakang Kenzo, bareng ayahnya, mastiin suaminya nggak kelepasan main fisik.

"Siapa nama lo?" tanya Kenzo, suaranya pelan tapi tajem banget kayak silet.

"D-Dika, Tuan... Saya cuma orang IT freelance. Sumpah, saya nggak tahu apa-apa! Saya cuma dibayar mahal buat nyiarin video itu lewat link satelit khusus!" jawab pria itu terbata-bata, keringat dingin bercucuran sampai ke lehernya.

"Siapa yang bayar lo?"

"Asisten pribadi Tuan Wijaya Aditama... Namanya Tuan Hadi. Dia yang ngasih flashdisk berisi dokumen palsu dan rekaman medis itu," ucap Dika jujur, dia bener-bener takut liat mata Kenzo yang gak berkedip sama sekali.

Kenzo senyum miring, tapi senyumannya justru kelihatan makin serem. Dia condongin badannya kedepan. "Oke, Dika. Gue tahu lo cuma kacung. Makanya gue gak bakal patahin tangan lo yang biasa pakai ngetik itu. Tapi, lo harus lakuin satu hal buat gue sekarang."

Kenzo ngeluarin HP-nya yang tadi udah dia nyalain lagi, lalu ngebuka sebuah file dokumen resmi yang baru aja dikirim sama Surya lima menit lalu—hasil resmi tes DNA dari laboratorium forensik kepolisian yang menyatakan 99,9% Kenzo adalah anak kandung sah dari mendiang ayahnya.

"Buka lagi laptop lo. Nyalain lagi link satelit terenkripsi yang biasa lo pakai buat komunikasi sama Tuan Hadi atau kakek gue," perintah Kenzo.

Dika langsung ngangguk cepat. Anak buah Ardiansyah ngelepas ikatan tangannya, dan dengan gemeteran Dika mulai ngetik di laptop militernya. Gak butuh waktu lama, sebuah layar hitam dengan grafik sinyal muncul, menandakan jalur komunikasi rahasia ke Singapura udah tersambung.

Kenzo berdiri, dia ngambil alih mikrofon dan kamera yang terhubung ke laptop itu. Dia natap langsung ke lensa kamera dengan pandangan penuh kemenangan.

"Halo, Tuan Besar Wijaya Aditama," ucap Kenzo dengan nada suara yang sangat berwibawa, menggema di jalur komunikasi privat itu. "Gue tahu lo lagi nonton siaran ini di ruang kerja mewah lo di Singapura. Trik murah lo lewat isu anak haram resmi gagal total. Hasil tes DNA forensik dari kepolisian udah keluar dan dalam sepuluh menit ke depan, saham Aditama Group bakal meroket lebih tinggi daripada sebelum lo bikin kekacauan ini."

Kenzo jeda sebentar, dia narik Nabila buat berdiri di sampingnya, merangkul pinggang istrinya itu di depan kamera.

"Dan satu hal lagi, Kakek... ini Nabila, istri sah gue. Lo mendanai X-Corp buat nguji gue? Terima kasih hadiah pernikahannya. Tapi dengerin gue baik-baik, gue bukan bidak catur di papan permainan lo. Mulai hari ini, kalau lo berani ngerusak ketenangan istri gue lagi, gue yang bakal dateng ke Singapura buat ngeruntuhin seluruh kerajaan finansial gelap yang lo banggakan itu. Kita liat... siapa yang bakal bertahan di akhir permainan."

KLIK!

Kenzo langsung ngebanting laptop Dika sampai hancur berkeping-keping, mutusin komunikasi secara sepihak. Suasana gudang mendadak senyap. Ardiansyah yang ngeliat hal itu langsung tepuk tangan bangga, sementara Nabila senyum lebar sambil meluk lengan suaminya kenceng.

"Pesan yang sangat bagus, Menantu," puji Ardiansyah.

Kenzo nengok ke anak buah mertuanya. "Lepasin orang IT ini. Kasih dia duit buat ongkos pulang. Dia udah berguna buat gue."

Setelah urusan di gudang beres, Kenzo nuntun Nabila keluar menuju mobil. Di bawah langit utara Jakarta yang mulai sore, Kenzo natap Nabila dalem. "Sekarang, ancaman dari luar bener-bener udah beres, Bil. Tinggal urusan kita berdua."

Nabila ngerutin dahi. "Urusan apa lagi? Kan kakek kamu udah dikasih peringatan?"

Kenzo senyum nakal, dia langsung nggendong Nabila lagi masuk ke dalam mobil. "Urusan malam pertama kita yang ketunda semalam gara-gara drama taksi lo itu. Sekarang kita balik ke apartemen, dan gue nggak mau diganggu sama siapa pun sampai besok pagi!"

Nabila cuma bisa pasrah sambil nutupin mukanya yang merah padam pakai dada jas Kenzo. Badai emang bakal tetep ada di masa depan, tapi sore ini, sang singa bener-bener mau fokus manjain pawangnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!