Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
Jenderal sudah memanggil tabib, dan kondisi nyonya tua semakin tidak baik. Wanita tua itu menolak makan dan tidak mau minum ramuan obat dari tabib. Jenderal jadi sangat khawatir.
"Ibu, minumlah obatnya. Bagaimana ibu bisa sembuh kalau..."
"Yansheng! bujuk Mei Huarin. Dengar, di kan memang sudah kamu tinggalkan sangat lama. Hatinya mungkin saja kesal dan marah. Tapi, dia adalah yang paling mencintaimu kan? dia selalu melakukan apapun untukmu! bujuk dia Yansheng!"
Shen Meiren yang mendengar itu, karena memang saat ini dia berada di kamar itu dan berdiri bersama Chuying untuk mengetahui keadaan Nyonya tua Wang, merasa kesal.
Tangannya terkepal. Tapi, dia juga tahu, kalau dia menyela atau protes dengan apa yang dikatakan oleh nyonya tua. Yang ada dua orang di depannya itu akan mengira dia terlihat cemburu dan picik. Sama seperti bagaimana mereka berpikir tentang Mei Huarin yang tiba-tiba saja berubah sikap pada mereka karena jenderal membawa pulang dirinya.
'Wanita tua ini, menyebalkan sekali. Lagipula dia sudah tidak berguna sekarang. Kenapa tidak mati saja!' batin Shen Meiren.
"Bu, Mei Huarin sangat marah padaku. Akan sangat sulit membujuknya. Aku akan coba bicara pada Yan'er, atau Chen'er!" ujar Lu Yansheng.
Wanita tua itu mengangguk.
"Begitu juga tidak apa-apa, bagaimana bagusnya saja! yang penting kedua kediaman ini tidak pisah. Bagaimana kita mengatur segalanya nanti? kita hanya punya satu restoran. Sedangkan Mei Huarin, dia punya empat!"
Mata Shen Meiren langsung melebar mendengar ucapan nyonya tua Wang.
'Bagaimana mungkin wanita itu punya banyak restoran. Ck, enak sekali jadi adik angkat kaisar. Semua itu pasti dari kaisar. Heh, tapi kenapa memangnya kalau punya 4 restoran. Aku juga akan segera membuat semua restoran Mei Huarin tutup!'
"Chuying, kita pergi saja!" kata Shen Meiren pelan.
"Iya nona!"
"Baiklah ibu, aku akan berusaha membujuk Chen'er untuk bicara pada ibunya!"
"Cepat Yansheng, cepat!"
Lu Yansheng segera pergi dari tempat itu. Pelayan pribadi nyonya tua mendekati Nyonya tua dengan membawakan obat herbal.
"Nyonya tua, minum dulu obatnya!"
"Aku tidak mau...!"
"Nyonya tua, jika anda tidak minum obat. Dan tidak bisa sembuh. Bagaimana anda akan berusaha kembali ke kediaman Jinxi! setidaknya kalau pun itu sakit, anda hanya harus pura-pura sakit saja. Tidak boleh benar-benar sakit!" ujar pelayan tua itu.
Nyonya tua Wang mengangguk setuju.
"Kamu benar, berikan obatnya padaku!" kata nyonya tua Wang yang langsung meminum obat itu, "ambilkan makanan, buatkan aku bubur!" kata nyonya tua Wang.
Pelayan tua itu langsung mengangguk cepat.
"Baik nyonya tua!"
Dan di tempat berbeda. Di kamar utama yang memang hanya ditinggali oleh Mei Huarin selama ini. Tempat itu adalah kamar pribadinya. Jika jenderal kembali, mereka akan tinggal bersama di kamar lain. Tapi itu dulu, setelah terakhir jenderal kembali dengan membawa Shen Meiren. Kamar yang digunakan oleh Mei Huarin hanyalah kamar ini.
"Yan'er masuklah!" kata Mei Huarin.
Lu Yanzhi masih agak ragu, bahkan dia tidak berani masuk tanpa ijin ibunya ke tempat ini. Ayahnya saja tidak berani masuk.
Kamarnya sangat luas, penuh dengan lukisan. Tapi bukan lukisan pemandangan atau penggalan syair seperti kebanyakan lukisan di jaman ini. Lukisan itu adalah berbagai desain pakaian perang yang penuh modern. Mei Huarin memang selalu mengembangkannya. Juga berbagai senjata pelontar. Lalu alat pertanian, bahkan ada sebuah alat irigasi yang baru beberapa waktu lalu dia gambar.
"Duduklah Yan'er!"
Mei Huarin meminta putrinya duduk. Xueyao yang memang selalu mendampingi Mei Huarin sudah tidak asing lagi dengan ruangan itu.
"Xueyao, ambilkan sketsa yang aku buat kemarin!"
"Baik nyonya!"
Xueyao pergi ke rak buku, dan mengambil sebuah gulungan dengan ukuran sedang, lalu memberikannya pada Mei Huarin.
Mei Huarin membuka gulungan kertas itu dan melebarkannya di atas meja.
Lu Yanzhi yang melihat gambar di kertas itu sangat terkejut.
"Ibu, ini..."
"Ini sketsa bendungan. Musim sangat sulit di tebak bukan. Beberapa tahun ini kemarau lebih panjang. Sebentar lagi musim dingin, setelah itu pasti akan terjadi musim kemarau. Ibu sudah mencatatnya. Semakin lama musim kemarau bertambah sekitar dua sampai empat minggu setiap tahun. Kerajaan kita, butuh bendungan. Dimana saat musim hujan bisa menampung banyak air. Dan saat musim kemarau, bisa disalurkan ke seluruh sungai supaya rakyat tidak menderita kekeringan. Simpan ini, pelajari dengan baik, dan tunjukkan pada paman Kaisar setelah ibu pergi. Ini akan menghiburnya!"
Lu Yanzhi segera terdiam. Matanya langsung berkaca-kaca.
"Ibu akan pergi, ibu benar-benar akan pergi?" tanya Lu Yanzhi dengan suara gemetaran.
Mei Huarin membelai lembut kepala Lu Yanzhi.
"Yan'er, jangan takut. Xueyao dan Zhao Dong akan melindungi mu. Ibu akan selalu ada di hatimu, Yan'er juga akan selalu ada di ingatan dan hati ibu!"
Mei Huarin mengeluarkan dua lencana dari balik lengannya.
"Ini lencana pengawal bayangan, yang ini adalah token pemimpin serikat dagang!"
"Ibu, jadi ibulah pemimpin serikat dagang itu?" Lu Yanzhi bahkan terkejut. Selama ini dia bahkan tidak mengetahui hal itu.
Token serikat datang itu di putar oleh Mei Huarin. Dan dinding di belakang rak buku terbuka dengan sendirinya. Cahaya berkilau muncul dari sana.
Mulut Lu Yanzhi sampai terbuka lebar. Tumpukan emas batangan ada di dalam tempat itu. Mutiara, perak, giok, perhiasan, dan banyak lagi batu berharga.
Mei Huarin berdiri dan membawa sebuah kotak, dan memberikannya pada Lu Yanzhi.
"Ini adalah akta 99 toko yang ibu miliki. Ada toko kain, toko obat, toko peralatan dan perlengkapan, restoran dan juga toko bahan pokok. Semua ini ibu serahkan padamu. Kelak, jika ibu pergi. Kamu tidak akan kekurangan apapun Yan'er!"
Air mata Yan'er tak terbendung lagi. Dia ingin sekali mengatakan pada ibunya, agar ibunya itu tidak pergi. Tapi, dia juga tahu. Kalau ibunya sangat sakit hati pada ayahnya. Dia juga tidak bisa menahannya. Lu Yanzhi benar-benar hanya bisa menangis.
"Saat terjadi kelaparan, mungkin akibat bencana, perang atau semacamnya. Jangan sampai kamu biarkan rakyat kita menderita. Pakai harta ini untuk membantu rakyat. Karena setiap bulan, tetua Bei akan mengirim lewat Zhao Dong, 2 persen keuntungan untuk kita. Buku-buku disana, kamu juga harus pelajari dengan baik. Jadilah wanita yang berdiri di atas kakimu sendiri nak. Karena hati manusia, hati pria itu bisa berubah!"
"Ibu..." Lu Yanzhi terisak
Mei Huarin memeluk putrinya itu. Tapi di jaman ini, seorang putri juga akan meninggalkannya nanti mengikuti suaminya. Sebelum dia benar-benar kesepian, dia memang memilih untuk pergi.
"Ibu, ibu akan selalu mengingatku kan?" tanya Lu Yanzhi dengan lirih.
"Tentu saja nak, ibu akan selalu mengingatmu. Dimanapun kamu berada!"
Air mata Lu Yanzhi makin deras. Tapi, dia tahu kalau ibunya tetap tinggal. Ibunya akan terus mengingat sakit hati pada ayahnya.
"Rumah ini, juga sudah ibu minta Kaisar serahkan padamu. Saat kamu memberikan sketsa bendungan itu, Paman Kaisar mu akan memberikanmu gelar putri daerah!"
Lu Yanzhi menangis lagi di pelukan ibunya. Ibunya benar-benar menyiapkan segala sesuatu dengan cermat untuknya.
'Yan'er, meski ibu pergi. Ibu akan pastikan kehidupanmu di sini aman, nyaman dan berjalan baik!' batin Mei Huarin.
***
Bersambung...
nanti aku pula lama naik tensi🤦🏻♀️🤦🏻♀️
kayaknya dia pengen mepet sawah terus🤭
Siapa yang mau di paksa..?
Mei Huarin yg bersujud pada kalian semua..?
Yang benar saja.. 🤭
Meski kalian yg bersujud pada nya, Mei Huarin tak kan luluh dengan air mata buaya.. 😏
Karena Mei Huarin sangat tau, kalian adalah orang² yg bermuka dua..
Jadi, buang jauh² mimpi mu Nyonya Tua.. 😝😏
Apalagi kalian memanjakan nya dgn manja² gak menentu, gak terdidik adab & akhlak nya.. habislah.. 🤣🤣
Karena apa yg kau tanamkan sejak dini, seperti itulah kelak anak² akan mencontoh perilaku orang tua nya..
Dan kau lu Yansheng, ortu mu itu ada kurang²nya kalau kulihat.. Seperti orang gila harta, makanya anak lelaki mu punya prinsip yang sama dengan nyonya tua.. 🤦🏻♀️