NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

" Nanti pergi sama saya saja, kebetulan saya. Cuman kebalai Desa saja hari ini." Ucap Agam pria itu memperbaiki setelan kemeja batiknya didepan kaca.

" Aku bisa sendiri Om, nanti ke toko Bule Sari aja. Disana ada kok peralatn kecil-kecil memang gak lengkap cuman ya bisa lah, buat tambahan di dapur."

" Gak usah, kita beli dikota aja. Sekalian semuanya dibeli. "

" Om yakin? Emang ada uangnya?" Tanya Delina ragu.

" Alhamdullillah, ada Lin. Jangan meragukan suami mu." Ucap Agam lagi.

" Tapi, Kan... Om habis keluar duit buat pernikahan. Terus beli rmah juga ? Emang nya Om beneran orng kaya?" Tanya Delina lagi ia sangat yakn jika suami duda tua nya ini anak orang kaya.

" Kenapa kalau saya kaya? Mau porotin aya juga?" Tanya Agam berbalik badan menatap Delina yang rebahan dikasur.

" Bisalah, buat beli dior dua biji." Jawab Delina.

" Kalau gitu, bisa bangkrut saya dalam sehari. "

"Hahaha.... Canda kali Om, sudah sana berangkat nanti keburu telat. " ucap Delina.

" Saya pergi dulu, kalau ada yang datang diliat dulu dari jendela. Kalau gak dikenal jangan dibukain, disini rawan maling. " Ucap Agam.

" Iya, Om. Sudah berkali-kali Om bilang begitu, gak capek apa?  " Dengus Delina.

" Biar kamu gak lupa, dan juga pakaian kamu tuh. Kalau ada orang yang datang ganti dulu, jangan langsung buka pintu." Ucap Agam kali ini pria itu mewanti-wantinya.

" Kenapa sii memangnya? Bajku bagus loh." Ucap Delina memperhatikan pakaiannya.

Kaos diatas pusar, celana pendek diatas lutut. Memang sudah jadi kebiasaan Delina berpakaian seperti itu.

" Gak boleh, cukup depan saya saja kamu berpkaian begini."

" Ciee, om cemburu kan?" Tanya Delina menaik turunkan alisnya mengoda pri itu.

" Saya menjaga martabat kamu, yang sudah menjadi tnggung jawab saya sebagai suam. Kalau saya tidak mengajarkan kamu hal hal baik, saya yang dpat dosa nya." Jelas Agam datar.

" Ishh, Om gak asik. " Cemberut Delina.

" Saya berangkat dulu." Ucap Agam ia merentangkan sebelh tangn nya dihapan Delina yang membuat wanita itu tampak kebingungan.

" Mau minta uang? Gak ada Om, setelah diusir Mamak aku jadi kere."jawab Delina.

" Bukan, salim dulu. " Ucap Agam yang masih menggantungkan tangn nya diudara.

" Oh, hehehe... Kirain mau minta uang." jawab Delina malu setengah mampus ia menyalami pria itu.

" Mulai sekarng, setiap saya keluar atau kamu yang kemanapun harus salim dulu sama suami. "

" Tapi aku gak biasa..."

" Dibiasakan dari sekarang." Jawab Agam.

Delina mengantar pria itu sampai depan rumah, setelah mobilnya tidak terlihat lagi barulah Delina masuk kedalam tidak lupa mengunci pintunya juga.

Dan kembali kemasa sekarang, Delina hanya bermalas-malasan tak jelas.

Pukul 11.00 siang...

Terdengar suara pintu yang diketok, dari luar. Ternyata Agam yang datang.

Delina langsung membuka pintu begitu tahu siapa yang pulang.

" Sudah saya bilang, kalau ada yang datang. di intip dulu dari jendela, jangan langsung dibuka. " Ucap Agam.

" Iya tahu, saya kira abang kurir."

" Kamu pesan makanan diluar?"

" Iya, kan gak ada apa-apa didalam."

" Terus kamu kira, saya kurir nya gitu? "

" IYa, makanya gak nyangka aja Om sudah pulang."

" Astagfirullah Delina! Kamu mau keluar dengan pakaian seperti ini?"

" Memangnya kenapa sii Om? Masalah pakaian doang terlalu diribetin bangt, yang penting aku gk telanjang." Sungt Delina.

" Saya memberitahu kamu yang baik Delina, kenapa kamu selalu membantah! " Kesal Agam.

" Terserah akulah, ini badan aku. Hak aku menentukan aku mau pakai apapun, Om gak boleh melarang. "

" Tapi kamu istri saya, Delina."

" Apa hubungannya istri sama pakaian yang kupakai? "

" Sudahlah Om, aku malas berdebat." Ucap Delina memilih mengalah.

TING...

TONG...

" Assalamualalikum." Panggil seseorang dari luar.

" Aku ambil pesanan dulu." Ucap Delina memilih pergi keluar dari kamar.

" Tunggu!? Biar saya saja." Ucap Agam menarik lengan wanita itu ia menatap pakaian Delina yang menurutya kurang sopan dan pantas diperlihatkan ke lelaki yang bukah muhrm.

Delina tidak lagi protes, ia membiarkan saja. Toh, dari awal Agam memang tidak memperbolehkan nya keluar dengan pakaian seperti ini. Padahal gak ada salah nya kok.

" Dasar duda fanatik." Kesal Delina, ia memilih melipir kedapur menyiapkan alat makan merka.

Setelah menyiapkan segalanya, mereka mulai makan dimeja makan.  Mereka makan tidak banyak bicara setelah menghabiskan nya, Delina mencuci semuanya sedangkan Agam masuk kekamar, tapi pria itu kembali lagi membawa amplop sedikit tebal.

Sementara Delina masih mengelap meja-meja kompor dan menyusun peralatan nya ketempat semula.

" Lin, sini duduk dulu." Panggil Agam.

Delina mengalihkan perhatian nya dan ia menurut. Duduk dihadapan Agam.

" Ini, uang belanja kamu bulan ini. Uang Cash dulu, ya. Katanya kamu belum buat Atm kan? "

" Iya, bpak yang kasih tau?" tanya Delina.

" Iya, besok pagi-pagi kita ke bank. "

Delina hanya mengangguk saja. Menerima amplop yang lumayan tebal.

" Ini berapa isi nya Om? Kayaknya tebal banget." Ucap delina memperhatikannya.

" Buka dulu, kalau kuran. Kita bisa bicarakan lagi, apalagi kita baru menikah. Jadi harus lebih banyak dibicarakan diawal soal finansial dan kebutuhan materi yang lain. Apalagi kita baru mengenal."

" Om bener juga, kita belum bicarakan mengenai kebutuhan isi rumah kan? Jadi gimana? bisa gak hari ini? Uangnya ini buat kebutuhan kita kan."

" Iya, tapi itu khusus untuk kamu saja. Uang bulanan beda lagi." Ucap Agam menyerahkan satu kartu ATM berlogo emas hitam.

" Wah, black card ini om?"

" Bukan, itu prioritas." Jawab Agam.

" Sama aja, berapa isinya om?" Tanya Delina mata wanita itu berbinar-binar.

" Gak, tahu. Saya gak pernah cek. Kamu periksa sendiri saja saldonya, intinya itu untuk kebutuhan rumah tangga kita. "

" Kalau bisa jangan terlalu boros, di pakai segimana memang mampu nya aja."

" Harus hemat gitu?"

" Bukan, maksud saya. Kamu boleh belanja kebutuhan rumah dan dapur tapi jangan berlebihan, apa yang habis dan kurang beli saja."

" Lalu uang yang ini apa lagi?" Tanya Delina yang masih memegang amplop ptih itu.

" Itu untuk kebutuhan kamu pribadi, biasanya perempuan beli skincare. Pakaian,hijab intinya buat kamu lah terserah mau dipakai gimana. Asal jangan boros dan berlebihan gunakan yang memang perlu-perlu aja."

" Lalu Om gimana? ada uang nya kan? " Tanya Delina.

" Saya bisa minta sama kamu kalau saya butuh."

" Gak mungkin kan Om cuman punya satu ATM? " Ucap Delina tidak percaya.

" Memang ada, cuman isinya tidak banyak. Cukup untuk keperluan mendadk aja."

" Mending gak usah deh Om, ini aja sudah cukup untuk belanja." Ucap Delina mendorong kembali kartu ATM itu.

" Jangan, kamu saja yang pegang. Karena kamu lebih tahu apa yang dibutuhkan."

" Uang rokok? Atau apapun itu? " Tanya Delina.

" Saya tidak merokok, palingan minta uang bensin aja. " Ucap Agam.

Delina mengangguk paham. " Kalau begitu, kita beli perabotan masak dulu Om. " Ucap Delina.

" Iya, kita salat dulu. Baru jalan." Ajak Agam.

----

Agam menunggu diluar teras, sambil menyalakan mesin mobilnya biar panas dan tidak menderu....

Sambil menunggu ia merenggangkan otot otot tubuhnya.

" Lama sekali dia, ngapain saja didlam." Pikir Agam ia memilih menyusul Delina di dalam kamar.

KLEK...

" Lama sekali kam-" ucapan Agam terhenti saat melihat pakaian yang dikenakan Delina bukan terpesona melainkan ada rasa amarah.

" Bagus gak om?" Tanya Delina ia mematut tubuhnya didepan cermin.

" Bagus, jika hanya sya saja yang melihat." Ucap Agam datar, pria itu melipat tangan nya didepan dada.

" Loh kenapa memangnya?"

" Sdah saya bilang berkali-kali, jangan pakai pakaian terbuka. Ganti! Saya tidak suka."

" Ck, Om tuh terlalu berlebihan. Semua baju ku seperti ini om! OM gk berhak larang-larang aku!"

" Saya suami kamu, saya berhak melarang kamu. Ganti! pakai pakaian yang tertutup dan kenakan hijabnya."

" Gak mau!terserah aku mau gimana,ini hak aku." Ucap Delina tidak mau kalah.

" Kamu mau saya hukum atau ganti baju sekarng?! " Tanya Agam, suara pria itu terdengar marah dan serak.

Delina yang masih mematung didepan pintu, sampai tidak berani berkata apapun.

"Iy-iya, aku bakalan gantii." Ucap Delina mengalah.

Dari pada dirinya dapat hukuman yang tidak-tidak bukan? Lebih baik turuntin saja suami fanatiknya itu.

" Saya tunggu diluar." Ucap Agam datar.

BLAM...

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!