NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Tidur bersama.

Setelah membereskan tempat makan Geanetta, Gallelio menyuruh gadis kecil itu tidur. Anet menurut tanpa banyak protes. Tubuh mungilnya segera naik ke atas kasur, lalu bergerak mendekat ke arah Aurin yang masih tertidur lelap.

Seperti mencari tempat paling aman, gadis kecil itu memaksa masuk ke dalam pelukan Aurin, memeluk pinggang maminya tersebut erat sebelum memejamkan mata.

Sedangkan Gallelio masih duduk diam di sofa.Tatapannya sejak tadi tidak lepas dari dua sosok di atas ranjang itu. Kamar terasa sangat sunyi sekarang. Hanya ada suara AC dan sesekali sisa hujan yang masih menetes di luar jendela.

Hampir setengah jam Gallelio hanya duduk di sana tanpa melakukan apa pun.

Tatapannya beberapa kali jatuh pada wajah Aurin yang terlihat pucat karena kelelahan. Ada keinginan untuk membangunkan gadis itu agar makan malam lebih dulu, mengingat sejak siang Aurin belum menyentuh makanan apa pun karena dia sendiri yang mengunci mereka di kamar ini. Namun melihat wajah yang akhirnya bisa tidur tenang itu, Gallelio tidak tega.

Pria itu menghembuskan napas pelan sebelum akhirnya berdiri dari sofa.Langkahnya bergerak mendekat ke arah ranjang. Dan entah keberanian dari mana, Gallelio naik perlahan ke sisi kasur yang kosong, lalu merebahkan tubuhnya di samping Aurin.

Gerakan tubuh pria itu membuat ranjang sedikit bergoyang.

Mata Geanetta yang sebenarnya hampir tertidur kembali terbuka pelan. Gadis kecil itu mengerjap beberapa kali, mengeryit heran saat melihat ayahnya kini ikut berada di atas kasur bersama mereka.

"Papi..." panggilnya lirih.

Gallelio langsung menoleh cepat.

"Shut! Tidur!" perintahnya tajam dengan suara rendah, antara kaget karena ternyata Geanetta masih terbangun dan malu karena tertangkap basah sedang ikut berbaring di sana.

Geanetta langsung memejamkan mata kembali dengan buru-buru. Namun sudut bibir kecilnya terangkat tipis.Senyum kecil yang diam-diam muncul sebelum gadis itu benar-benar tertidur di antara dua orang dewasa itu.

......................

Aurin merasakan beban berat yang menghimpit tubuhnya saat perlahan membuka mata.

Gadis itu mendengus pelan. Kepalanya masih terasa berat akibat semalam, namun tubuhnya jauh lebih hangat dibanding biasanya. Tangannya bergerak pelan meraba sesuatu di pinggangnya, lalu seketika membeku saat menyadari ada lengan besar yang melingkar erat di sana.

"Astaga!!"

Aurin langsung menoleh cepat. Matanya membulat sempurna melihat wajah Gallelio yang tertidur begitu dekat di sampingnya. Napas pria itu terdengar berat dan teratur, bahkan embusan hangatnya menyapu pelan daun telinga Aurin.

Wajah gadis itu langsung memanas.

"Sial... kenapa pria tua ini bisa tidur di sini?!" umpatnya dalam hati sambil buru-buru menahan mulutnya sendiri agar tidak benar-benar berteriak.

Dengan gerakan super hati-hati, Aurin mulai mengangkat tangan Gallelio dari pinggangnya. Jemarinya bahkan sampai gemetar sendiri karena takut pria itu tiba-tiba bangun.

Namun Gallelio masih tertidur lelap.

Setelah berhasil melepaskan diri, Aurin langsung duduk sambil mengatur napasnya diam-diam. Pikirannya berusaha mengingat kejadian semalam.

Terakhir yang dia ingat hanyalah dirinya tidur bersama Geanetta di tengah suara hujan dan petir. Setelah itu semuanya kosong, bercampur dengan mimpi buruk tentang kecelakaan orang tuanya yang selalu datang setiap hujan turun deras.

Tatapan Aurin beralih pada Geanetta yang masih tertidur pulas di sisi lain ranjang.

"Anet... bangun sayang," bisiknya lembut sambil mengusap rambut gadis kecil itu.

Geanetta menggeliat malas. "Lima menit lagi, Mami..." rengeknya dengan mata masih tertutup.

Aurin tersenyum kecil. "Baiklah, lima menit beneran ya."

Gadis kecil itu mengangguk pelan sebelum kembali memeluk bantal dan tertidur.

Aurin turun dari ranjang perlahan. Matanya menangkap nampan makanan di atas meja dan sedikit terdiam melihatnya.

Apa... Tuan yang membawa ini semalam?

Namun gadis itu segera menggeleng kecil, memilih tidak terlalu memikirkannya. Dia meraih nampan tersebut lalu membawanya keluar kamar.

Tidak lama kemudian, Aurin sudah berada di dapur.

Tangannya bergerak cekatan menyiapkan sarapan pagi. Aroma mentega dan makanan hangat perlahan memenuhi ruangan, membuat perutnya yang kosong sejak kemarin langsung memberontak minta diisi.

.

.

.

Gallelio membuka mata perlahan. Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul, tangannya refleks bergerak ke samping mencari sesuatu. Namun yang dia temukan hanya sisi ranjang yang sudah dingin.

Pria itu mengerutkan kening sebelum akhirnya bangkit duduk. Beberapa detik Gallelio hanya diam memandang sekitar, sampai otaknya benar-benar sadar bahwa ini bukan kamarnya.

Tatapannya jatuh pada Geanetta yang masih tertidur pulas, lalu ke sisi kosong tempat Aurin seharusnya berada.

"Dia sudah bangun?" gumamnya pelan.

Dan detik berikutnya, mata Gallelio langsung membelalak samar.

"Shit... dia tahu saya tidur di sini?!" Pria itu langsung berdiri cepat dari ranjang. Wajahnya yang biasanya dingin kini terlihat kacau untuk pertama kalinya hanya karena memikirkan kemungkinan Aurin melihat dirinya tidur di sana semalaman. Harga dirinya langsung seperti diinjak-injak oleh dirinya sendiri.

Gallelio buru-buru keluar kamar sebelum Aurin kembali dan mulai bertanya macam-macam.

"Lagian kenapa saya bisa ketiduran beneran?" gerutunya kesal. Padahal selama ini dia terkenal sulit tidur.

Namun semalam, entah kenapa suara napas Aurin dan Geanetta justru membuatnya tertidur tanpa sadar. Pikiran itu malah membuat wajah Gallelio semakin panas.

Pria itu akhirnya masuk ke kamar mandi, tetapi bahkan setelah shower dimatikan dan handuk melilit di pinggangnya, pikirannya masih belum tenang.

Beberapa kali dia mengusap wajahnya kasar sendiri.

"Aih, bodoh amat. Mau tidur di mana juga terserah saya, ini rumah saya!" ujarnya tajam pada bayangannya sendiri di cermin.

Namun setelah melangkah keluar kamar mandi, langkahnya kembali berhenti. "Tapi kalau dia nanya nanti... saya harus jawab apa?" gumamnya frustrasi.

********

Setelah berpakaian rapi, Gallelio keluar membawa serta tas kerjanya. Dia turun ke lantai bawah, melihat Aurin yang tengah merapikan baju seragam Geanetta, rencananya gadis kecil itu akan kembali ke sekolah hari ini dan sebentar lagi di jemput oleh Ayuna.

Tatapan Gallelio tertahan beberapa detik lebih lama dari seharusnya. Kemudian pria itu mendadak melepaskan simpul dasi yang sebenarnya sudah terpasang rapi di lehernya.

"Ehem!" dia berdehem pelan, membuat dua orang itu menoleh. Gallelio sudah berdiri tegak dengan tatapan datarnya.

Aurin menunduk hormat sebentar. Lalu kembali fokus ke Geanetta, tidak peduli dengan pria itu.

"Sama pasangkan ini," ujarnya menyodorkan dasi di tangannya, "saya agak kesusahan!"

Aurin diam sepersekian detik sebelum akhirnya menerima dasi itu tanpa banyak bicara.

'agak kesusahan, biasanya juga di pakai sendiri!' protes Aurin dalam hati. Gadis itu berdiri di depan Gallelio, mulutnya terkunci, tatapannya juga biasa saja bahkan cendrung lebih dingin dari Gallelio sendiri. Dia memakaikan dasi itu ke kerah kemeja Gallelio dengan gerakan cekatan, lalu setelah selesai, dia berlalu ke meja makan, menyiapkan makanan pria itu.

'Dia tidak bertanya?' batin Gallelio heran sendiri. padahal sejak bangun tadi pria itu sudah memikirkan berbagai kemungkinan jika Aurin menyinggung kejadian semalam. Namun sekarang saat gadis itu benar-benar tidak peduli, Gallelio kesal sendiri. Matanya tak lepas memperhatikan gerak-gerik Aurin yang tidak seperti biasanya.

Pria itu ikut berjalan ke meja makan.

"Silahkan, Tuan!" ujar Aurin.

Gallelio duduk di kursi nya. Tatapannya memperhatikan Aurin yang masih berdiri sambil menyiapkan minumannya.

"Kalian tidak makan?!" tanyanya lagi berusaha mencairkan suasana yang entah kenapa terlalu dingin pagi ini.

"Kami makan setelah Anda selesai," jawabnya datar.

Gallelio langsung mengangkat tatapannya. "Makan bersama saja! ini perintah!" suara pria itu terdengar dingin dan tegas seperti biasa.

Namun lagi-lagi Aurin hanya mengangguk singkat tanpa membantah. "Baik, Tuan." Setelah itu, gadis itu membawa Geanetta duduk di meja makan untuk makan bersama.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Rosita Zaky
bagisss
ChaManda
😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih kesal
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kan kan kan kocak ini si Gel... bilang aja aku minta no kamu biar kalau ada apa-apa gampang/Curse//Curse//Curse//Curse/ pke alesan sebagai terima kasih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: gengsi kk🤣🤣😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 apa ini? kau mulai water? cihhh... dasar Gelooooooo/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣jangan lama2 dia dinginnya, ntar beku kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
huhuhuair mataku😭😭😭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jeng jeng jeng jeng..... Gel... baik2 bini mu incaran adik lelaki mu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: maca iya yuk lah buat Erza nyemek2
total 4 replies
ChaManda
aduhh kasian juga yaa si Clara
ChaManda
🫵🏻🫵🏻🫵🏻
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhh msh kesel sama pak duda ngeselin😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh astagaaa keliarga gilaa ku penggal juga itu kepala kalian biar sekalian gk ounya otak😑
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
idih.... mulai nyaman dia natap yang belum tumbuh🤭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Udah tumbuh tapi belum keliatan menarikknya🤣🤣
total 1 replies
ChaManda
buat istrimu atau buat kamu?☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallelio: buat gadis itu, biar gak kuyuss krempeng
total 1 replies
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
🤣
ChaManda
🤣😭🫵🏻
ChaManda
🤣🤣🤣🤣 aku suka gayamuu
ChaManda
😭😭😭
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
heleh heleh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!