Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.
Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.
Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,
yu simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
POV Reyhan.
Setelah keluar aku gak tau apa yang di bicarakan bu Alika dan kepala sekolah. Namun tak lama bu Suci keluar dan mengajak ku bicara.
"Ibu sebenarnya curiga juga sama kamu, Jangan-jangan kamu emang naksir bu Alika, " tuduhnya dengan menatap ku tajam.
"Ya enggaklah bu, lagian aku masih mikir kalau harus naksir bu Alika, " sangkal ku.
"Ya terus sejak bu Alika masuk ke seolah ini sikap mu sama dia berbeda dan membuat semua orang salah sangka, " omel nya lagi.
"Nanti juga ibu tau, sekarang belum saat nya, " beritahu ku.
"Ya sudah sekarang kalian kembali ke kelas! " titahnya dan aku bersama Dimas kembali ke kelas.
Setelah jam pulang sekolah tujuan ku hari ini adalah rumah bang Galang karena ingin bertemu bude ku. Tak butuh waktu lama aku pun tiba di rumah bude ku dan aku pun langsung turun dan melangkah masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum" teriak ku lalu duduk di ruang keluarga.
"Waalaikumsalam, "balas bude sambil menghampiri ku.
" Temen kamu kemari? "tanya nya setelah duduk di samping ku.
" Ada yang mau aku bicarakan sama bude, "beritahu ku.
" Apa? "tanya nya.
" Bang Galang masih sayang gak sih sama mbak Alika? "tanya ku membuat bude kaget.
" Ngapain kamu tanya itu?, dia masih sayang lah kalau udah gak sayang gak mungkin abang kamu kaya orang gila, "jawab bude.
" Terus kenapa dia masih santai aja gak ada usahanya buat cari istrinya, "kesal ku.
" Siapa bilang?, abang mu tiap hari cari dia hanya saja dia juga gak mau ninggalin tugasnya sebagai bos di perusahaan, "balas bude.
" Kalau boleh tau apa masalah mereka? "tanya ku.
" Awalnya mbak mu kecewa karena abang kamu gak cerita tentang kekurangan mbak mu dan masalah itu di tambah ada orang yang kirim foto sama mbak mu saat abang kamu di jebak di luar kota, "beritahu bude dan sekarang aku tau masalah mereka apa.
" Eh bentar, ngapain kamu tanya tentang ini, kaki kan masih kecil, "bude mulai curiga.
" Enggak sih, aku cuman ingin tau aja, "balas ku lalu pergi karena gak mau di interogasi lagi dan yang ada nanti aku malah jujur.
Namun setelah berapa hari kejadian di panggil kepala sekolah aku malah kena masalah yamg lebih parah. Aku tiba-tiba terlibat tawuran dan saat ini aku sedang di kantor polisi.
"Cepat telepon orang tua kamu! " titah polisi dan aku bingung harus kasih tau siapa karena orang tua ku sedang di luar kota. Kalau panggil bang Galang yang ada setelah keluar dari kantor polisi malah di tambahin. Tiba-tiba aku teringat bu Alika.
"Pak, bisa minta tolong? " tanya ku.
"Apa? " jawab nya dengan tegas.
"Bapak tolong hubungi tante ku, biar dia yang jadi penanggung jawab ku, " beritahu ku lalu memberikan ponselku dan menghubungi bu Alika.
Aku pikir dia gak akan datang namun setelah setengah jam dia datang bersama bu Suci. Mereka akhirnya mau jadi penanggung jawab ku dan sekarang aku sedang di tatap oleh kedua guru ku.
"Ngapain kamu hubungi ibu? " tanya bu Alika.
"Maaf bu, orang tua ku lagi di luar kota, " jawab ku dengan wajah prihatin.
Entah apa yang di pikirkan bu Alika karena dia menatapku dengan tatapan prihatin.
"Ya udah sekarang kamu pulang, biar nanti ibu hubungi orang tua kamu untuk memberi tahu masalah ini, " ucap bu Suci yang merupakan wali kelas ku.
Setelah pamitan aku pun naik motor dan menjalankan motor ku keluar dari kantor polisi namun naas tiba-tiba suara klakson mobil membuat aku kaget dan tidak bisa menghindar membuat motor ku tertabrak dan aku jatuh ke jalan. Aku masih sempat sadar bahkan membuka helm ku namun tiba-tiba pandangan ku blur dan aku mendengar bu Alika memanggil ku.
"Reyhan, " teriaknya dan entah apa yang terjadi selanjutnya.
POV Alika.
"Reyhan, " teriak ku saat melihat mobil itu menabrak Reyhan dan membuat Reyhan jatuh.
Aku berlari bersama Suci dan kaget saat melihat tangan wajah Reyhan berlumuran darah. Orang-orang mulai berdatangan dan tak lama polisi dan ambulan datang karena kecelakaannya tepat di depan kantor polisi. Aku dan Suci ikut ke rumah sakit dan disini aku menjadi pihak keluarganya karena aku bingung dan belum kepikiran untuk menghubungi keluarganya.
Aku lihat Suci mencoba menghubungi keluarganya namun keluarganya masih di luar kota dan menyuruh Suci untuk menghubungi keluarga yang kain. Namun belum sempat Suci menghubungi nomor yang di berikan orang tua Reyhan dia malah menatap ku lumayan lama.
"Ada apa? " tanya ku.
"Gak apa-apa, " jawab Suci lalu menghubungi pihak keluarga Reyhan.
Sudah setengah jam Reyhan di dalam sana dan keluarganya bekum datang juga.
"Lo udah hubungi keluarganya belum? " tanya ku dengan cemas.
"Udah, mereka sedang dalam perjalanan, " jawab Suci dengan gelagat aneh.
"Ada apa? " tanya ku namun bekum sempat Suci menjawab tiba-tiba dokter keluar dan menanyakan pihak keluarganya.
"Dia kakaknya dok, " ucap Suci mendorong ku mendekat ke arah dokter.
Aku melirik Suci namun dia hanya tersenyum.
"Kamu butuh tandatangan pihak kelurga karena akan segera melakukan operasi pada pasien, " ucap dokter memberitahu kami.
Entah kenapa tiba-tiba aku langsung mendatangani berkas persetujuan itu tanpa berpikir panjang. Aku pun duduk di bangku tunggu sampai tiba-tiba seseorang datang dan berdiri didepan pintu operasi membuat aku melihat ke arahnya dari bawah sampai atas namun orang itu membelakangi ku tapi aku merasakan familiar dengan orang di depan ku ini.
"Maaf, " panggil Suci pada orang itu dan orang itu langsung berbalik.
"Galang, " kaget ku dan Galang pun sama kaget nya.
"Reyhan di dalam, " beritahu Suci membuat aku sadar.
"Makasih, " ucap Galang dan kami tidak banyak bicara hanya diam karena aku tau ini bukan saatnya untuk membahas masalah kami.
Dokter keluar dan kami langsung mendekatinya.
"Pasien sudah selamat dan akan segera di pindahkan ke ruangan rawat, tolong urus administrasinya dulu, " ucap dokter dan Galang hanya mengangguk.
Galang melirik ke arah aku dan Suci.
"Aku titip Reyhan, aku ke depan dulu, "ucapnya lalu pergi.
Aku langsung membuang nafas panjang karena aku merasa gak bisa berkutik.
" Jadi Reyhan adik Galang? "tanya Suci.
" Aku gak tau, makanya aku gak kenal dia, "jawab ku.
" Tapi kamu tau dong orang tua Galang? "tanya Suci lagi.
" Emang nama orang tuanya siapa? "tanya ku.
" Pak Ilham dan bu Nara, "Suci menyebut nama orang tua Reyhan.