NovelToon NovelToon
The Destiny Of A Princess

The Destiny Of A Princess

Status: tamat
Genre:Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Acha08

(Proses revisi)

Takdir yang berubah membuat beberapa kejadian tak terduga datang menghampiri.

Kecelakaan Pangeran yang tidak tahu apa penyebab pastinya hingga ia mengalami lupa ingatan, membuat ku tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku hanya bisa berharap bahwa dia akan baik-baik saja. Namun naas, setelah Pangeran mengingat semuanya dia malah membunuh ku yang merupakan cinta pertamanya.

Tak hanya sampai di situ saja. Setelah kematian ku, bangun-bangun aku sudah berada di masa lalu tepatnya saat sebelum kejadian Pangeran di serang.

Akankah kali ini aku bahagia? Terlebih, mengulangi waktu yang pada dasarnya membuat ku muak dan ingin mengakhiri hidup ku sekali lagi.



#Dilarang Mengcopy Cerita#

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acha08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 19

Masih dalam keadaan terdiam, Agnasia mengamati keadaan luar yg begitu aneh.

Entah kenapa sekarang dia merasa takut, siapa yg sedang mempermainkan dia pagi-pagi seperti ini.

"Nona?" Suara Merry yg berada tepat di belakang ku membuat aku terkejut.

"Astaga! Merry! Kau tahu, jantung ku hampir saja keluar karena mu." Ucapku, Wajah Merry tiba-tiba berubah menjadi takut sekarang.

"Ada apa Merry?" Kataku sambil melambaikan tanganku di depan wajahnya.

"Nona! Disana ada seseorang!" Teriak Merry sambil menunjuk kearah pohon di taman

Saat aku melihat kearah belakang.

"Itu!.. itu!.. hantu?!"  Teriak ku.

"Bukan Nona itu manusia! Dikekaisaran Aegeus mana ada hantu!" Ucap Merry.

"Oh ia benar juga..." ujarku sambil sedikit tersenyum.

"Tunggu, hantu itu apa?"

Merry balik bertanya padaku.

"Roh orang yg sudah mati, Ayo sekarang kita turun kebawah dan melihat dia." Ucap ku sambil berlari turun kebawah.

...💐Taman belakang💐...

Sesampainya di taman belakang kamarku, ternyata itu hanya sebuah pakaian berbulu yg tergantung di sana.

"Nona apa itu pakaian yg sering hantu pakai?" Merry melihat ku lalu menunjuk pakaian yg tergantung itu.

"Entahlah, yg aku tahu Eh....

astaga Merry, yg kita lihat tadi itu adalah pakaian yg tergantung. Bukan hantu." Kataku sambil menjelaskan dengan rincih padanya.

Pagi itu, Agnasia di buat bingung oleh sepengal kayu dan pertanyaan aneh Merry. Lalu Agnasia memerintahkan penjaga untuk mengambil pakaian berbulu itu dan membawanya kedalam kamar, Dia lalu berbalik kembali untuk makan.

...💐💐💐💐...

Menjelang siang Galen datang berkunjung kekediaman Alddes. Dia kesini untuk mengambil berkas yg ada di ruangan Duke George.

"Kenapa, kau yg kemari? Harusnya suruh saja pengawal ayah atau pelayan kan?" Kataku sambil melihat Galen yg sedang mencari berkas.

"Agnasia... ini surat penting, jadi aku yg mengambilnya." Ucap Galen sambil membuka laci meja Tuan Duke. Ternyata surat yg dia cari ada di sana.

"Memangnya itu apa?"

"Surat penting, kau anak kecil tidak boleh tahu." Jelas Galen sambil memberi salam.

"Aku sudah dewasa. Jangan sebut aku anak kecil." Agnasia menatap Galen tidak senang.

"Baiklah bibi aku akan pergi." Ucapnya dan keluar dengan terburu-buru

"Aku juga bukan bibi!!" Teriakku menggema di dalam ruangan, Karena ucapan dari Galen yg selalu saja menyulut emosi ku.

...💐Kekaisaran Beryl💐...

Seorang pria tua sedang menyamar memakai jubah dengan lambang Mawar putih. Dia membawa botol ramuan kecil di tangannya sambil melihat sekitar.

Dia mendekati sumur Beryl perlahan-lahan. Lalu kemudian menuangkan sisa ramuan itu kedalam sumur.

"Bagus... setelah sungai Brnice sudah di racuni. Sekarang Mata airnya juga ikut di racuni...ckckck" pria itu tertawa licik.

Kemudian dari arah belakang seorang berteriak.

"Sedang apa kau disana!!"

Setelah teriakkan itu dia tersenyum. "Permainan di mulai...." pria itu kemudian berlari pergi menjauh, karena prajurit kekaisaran Beryl mengejarnya.

"Bukankah itu lambang dari Kekaisaran Aegeus?" Ucap prajurit yg berlari mengejar pria yg ada di depannya.

Tepat saat sampai di tengah pasar Beryl prajurit itu kehilangan jejaknya.

Di tempat yg sama pria tua itu melihat mata-mata dari Kekaisaran Aegeus yg ada di sana. Dengan cepat pria itu mendekat dan berpura-pura menyambar mata-mata Aegeus sekaligus meletakan botol itu di sakunya.

"Misi selesai" gumannya pelan sambil tersenyum. Pria itu lalu pergi dan menghilang di dalam kerumunan.

...💐Kekaisaran Aegeus💐...

Dibelakang kekaisaran Aegeus terdapat sebuah lingkaran. Duke George berdiri dan mulai membuat pelindung untuk kekaisaran Aegeus.

Lingkaran ini adalah akar dari hutan Theos, setiap kali memasang pelindung Tuan Duke hanya pergi kebelakang Kekaisaran saja.

Jika sudah selesai maka kekuatan pelindung itu akan menjalar dan melindungi Kekaisaran dari musuh yg menggunakan kekuatan gelap. Tapi itu memiliki batas waktu yg tidak bertahan lama.

Duke George langsung terlihat lelah saat dia selesai memakai kekuatan itu, dia lalu di bimbing oleh beberapa pelayan dan beristirahat.

"Yang Mulia apakah Duke akan baik-baik saja?" Ucap Dellion pada Kaisar.

"Tenang, George akan baik-baik saja ini bukan yg pertama kali untuknya."

Dari arah berlawanan Galen datang sambil membawa surat di tangannya, Dia memberi salam lalu menyerahkan surat itu pada Kaisar.

"Apa ini adalah surat yg asli?" Ucap Kaisar pada Galen.

"Ia, Yang Mulia. Saya sudah membacanya, dan sudah memeriksanya."

Penjelasan dari Galen di angguki oleh Kaisar, kemudian Kaisar pergi kembali kedalam kerajaan.

"Apa kau sendirian kesana?"

Dellion membuka suara saat melihat Galen yg akan pergi menyusul Kaisar.

"Ia pangeran. Ada apa?" Tanya Galen karena melihat raut Dellion yg seperti ingin mengatakan sesuatu.

"Ekhemm! Apa dia ada di sana?" Ucap Pangeran .

"Dia? Maksud Pangeran , putri Agnasia? Tentu Putri ada di sana. Memangnya kenapa?"

Ucap Galen sambil terus melirik Dellion yg merasa gugup sesaat mendengar nama Agnasia yg di sebut.

"Bukan apa-apa, tumben sekali dia tidak berkunjung kesini."

"Saya juga tidak tahu dia kenapa, apa pangeran mengatakan sesuatu padanya sampai dia tidak datang?"

Pertanyaan dari Galen membuat kenangan di taman saat dia mengungkapkan ketidak sukaannya pada Agnasia muncul.

"Pangeran? Hati wanita itu sangat lembut, mereka pasti akan merasa sedih jika kita pria memarahi mereka tanpa alasan yg jelas." Jelas galen pada Pangeran Dellion.

"Kenapa berkata seperti itu, kami baik-baik saja."

"Syukurlah saya pikir Pangeran mengatakan sesuatu yg tidak-tidak pada putri Agnasia, kalau begitu saya undur diri."

Galen lalu pergi menyusul kaisar yg pastinya sudah sampai dan mengurus surat yg dia bawah tadi.

"Kenapa aku seperti ini? Wanita itu aku tidak menyukainya tapi dia selalu saja muncul dalam pikiranku. Ahk Agnasia Arista Alddes. Aku harus menyingkirkan  dia dari dalam pikiran ku secepatnya."

...💐Kediaman Alddes💐...

"Hacimm!!" Agnasia yg duduk dengan tenang di ruangan baca terusik karena dia yg bersin tiba-tiba.

"Nona? Anda baik-baik saja kan?" Tanya Merry sambil membawa nampan yg berisi teh dan beberapa cemilan.

"Ya, entahlah tiba-tiba bersin."

Merry lalu tersenyum dan mengatur semua di atas meja.

"Jika di tempat tinggalku, seorang yg bersin tiba-tiba seperti itu, pasti ada seseorang yg menyebut nama kita." Jelas Merry padaku, ku balas dengan sedikit tersenyum.

"Mana ada seperti itu Merry, itu hanya mitos. Dan aku tidak percaya mitos yg tidak masuk akal." Ucap Agnasia sambil melihat buku di depannya.

"menurut ku, itu mungkin benar." Ucap Merry sambil mengambil beberapa potong kue dan memakannya.

"Menurut ku itu tidak benar."

"Mmm... menurut ku itu benar Nona." Ucap Merry sambil terus memakan kue

"Tidak! Lalu siapa yg sering menyebut namaku kalau kau tahu?!"

"Mungkin...mmm... pria misterius yg menyebalkan itu, atau... Pangeran Dellion" mendengar nama Pangeran reflek aku berteriak dan membuat Merry tersedak karena kaget.

"Uhuk! Uhuk!"

"Merry! Kau kenapa? Jangan mati!"

Dengan cepat aku memberikan teh padanya, dia lalu meminumnya sampai habis. Saat melihat Merry sudah tenang aku bernafas lega.

'Hanya karena masalah bersin Merry hampir saja mati tersedak'

"Huft... ada-ada saja"

1
Wynne a.m
kak maaf, ini kok ceritanya lama" sudut pandang dari karakter Agnasia saja ya?
padahal di chapter awal, sudut pandang dari penulis yg tau segalanya
ceritanya bagus, tapi bacanya jadi aneh
>AY<
siapa jodohnya agnesia?
>AY<
kaisar ango yg jahat namanya nick,
dia yg membunuh ibunya agnesia.
kucing itu bawahannya yg menyamar.
mengadu domba.
pangeran kena sihir hitam.
kudu bner" di baca teliti klo gak, susah mengerti alurnya
Nurlaila Mahlil
cerita yang sangat menarik
lisya_024
/Grin/
ega lestaluhu
maaf thor, tolong diperbaiki lagi kalimat percakapan karakternya, huruf miring hanya dipakai untuk kata penting atau percakapan dengan nada berbisik dan pemikiran pemeran. untuk percakapan biasa ada baiknya menggunakan huruf biasa saja kak
ega lestaluhu
maaf kak author, awalnya aku kira cuma sepenggalan percakapan aja yang pake 'huruf miring' eh ternyata semua percakapan pake huruf miring. sedikit saran revisi kak, huruf miring baiknya dipakai saat percakapan dalam nada tertentu seperti berbisik atau ucapan pemikiran si pemeran, supaya sesuai dengan tata bahasa dan aturan kalimat percakapan, biar lebih enak dibaca kak. sekian, mohon author jangan tersinggung dengan sedikit banyaknya komen orang tak dikenal ini🙏🙏
Jjlynn Tudin
jangan2 pangaeran di sihir Cirin
Dev..
keren dan seru banget ceritanya thor..berasa ikut terjun dlm ceritanya😍👍
Eda Eda
👍
Sulati Cus
menarik
Murni Murniati
agnesia ini masih bodoh, tak mau cerita sm skli, biar bisa dibantu, tak mau ambil pengalaman dr apa yg pernah terjadi
Murni Murniati
napa doa tak nanya sama snow soal lambang kuno itu
Murni Murniati
pdhl udah dkasih kesempatan masih bodoh dia, tak berpengetahuan luas
Murni Murniati
berarti mereka krn sihir gelap bgtu
Murni Murniati
mknya dulu dia mati mgkn krn sihir gelap,mknya semua org tak menyukai nya,
Murni Murniati
tp jgn sampe mereka jd menikah, krn biar dia mnyesal, kan dia udah bilang dia tak akan mnyesal
Sashimi Bee
skrg ngerti kenapa bbrpa kali baca diprotes soal penulisan percakapan karena percakapan biasa ditulis percakapan dalam hati klo di novel lain/Grievance/
ega lestaluhu: maksud kamu gimana ya kak? setauku penggunaan kalimat, kata dan beberapa tanda khusus dalam novel tuh ada aturan tulisnya. untuk kata miring yang paling banyak dipakai disini, emang gak sesuai ama penulisan novel yang baik. kata miring umumnya hanya dipakai untuk kalimat tertentu saja, jadi gak sesuai kalo dipakai untuk percakapan karakter
total 1 replies
Yennie Susantie
"Pelayan! Bawa Agnasia kembali ke kamarnya. Bawah beda arti. Langkah dan Langka beda arti
sahabat pena
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!