NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
VILA
Queen dan teman-temannya tiba di basecamp sudah siang hari. Setelah laporan bahwa anggota lengkap, mereka mengambil motor masing2.
"Fan, kita-kita mau ke Ba×× ke vilanya inggit, kamu ikut apa tidak??" kata Naning
" aku tanya queen dulu ya, dia mau apa tidak, libur kita masih 2 hari lagi sih" jawab erfan
Erfan menghampiri queen yang sedang duduk meminum air. " sayang, mau kevila sama teman2 tidak? Di kota Ba×××. Kalau mau kita langsung kesana"
"sama teman-teman??" tanya queen
"iya, gimana??" erfan kembali bertanya
"boleh, libur masih 2 hari lagi" jawab queen
Lalu mereka semua mengendarai motor masing-masing menuju vila, dan ke air terjun ke esokan harinya.
Senja belum tampak saat mereka tiba di vila, karena perjalanan memang hanya 1 jam dari tempat basecamp, inggit segera mengatur kamar tidur mereka. Queen terdiam saat inggit menunjukkan kamar mereka masing-masing bersama pasangan, teman-teman erfan sudah kelelahan dan masuk ke kamar masing-masing. Queen masih stay di ruang tamu.
"sayang, tidur dulu, kamu pasti capek. Besok pagi kita ke air terjun" kata erfan.
" serius mas mereka masuk berpasangan?" tanya queen.
" udah biasa mereka dek, kita juga harus segera tidur, udah ayo" erfan langsung meraih tangan queen masuk ke dalam kamar.
Queen yang sudah berganti baju segera merebahkan badannya, capek pasti. Erfan segera mengambil selimut dan menyelimuti queen. Dia mengecup kening queen " selamat tidur sayang" , kalau butuh apa-apa, bangunin aku ya. Nanti aku bangunin saat jam magrib.
Queen tersenyum " iya mas"
Waktu bergulir, sayup-sayup terdengar ada adzan, queen melihat jam menunjukkan angka 17.40, menggeliat sebentar sebelum bangun. Dingin... Terasa menusuk jari-jari kaki.
kreek krek suara daun pintu, queen memejamkan mata lagi ingin menggoda erfan dengan berpura-pura tidur. " hemmmm masih tidur rupanya, pasti capek banget dia" gumam erfan yang masih di dengar queen.
Erfan mendekat, memandang wajah queen yang tampak manis terawat. Lalu.... Erfan mengecup bibir queen, lama.... Lalu kecupan pindah ke kening dan berakhir di telinga berbisik " sayang... Bangun yuk" bisikan itu menimbulkan gejolak. Queen membuka mata tepat di depan erfan. Queen membalas mengecup bibir erfan, tanpa membuang kesempatan, erfan memperdalam kecupan itu menjadi lumatan yang semakin dalam.
"jangan memancingku sayang... Aku bisa lupa... " ucap erfan setelah melepaskan ciuman panas mereka.
" aku tidak memancing, reflek aja tadi mas" jujur queen.
Erfan tersenyum dan mengusap saliva yang ada di bibir queen, " aku selalu ingin mengecup ini" kata erfan. " udah, ayo sholat dulu" lanjutnya.
NOTE AUTHOR\= dari awal bab sudah autor jelaskan ya teman-teman, bahwa queen buka. Gadis tanpa celah. Meskipun berbuat dosa, dia juga tidak lupa kewajiban ibadahnya. reel di dunia nyata banyak yang seperti queen, sholat dan dosa seolah berdampingan. Lanjut ya guys, selamat membaca.
Aroma bawang menusuk hidung, saat queen dan erfan ke ruang tamu, sudah tersaji berbagai makanan, ada yang beli ada yang memasak. Tunggu-tunggu... Siapa yang memasak??? queen jadi sungkan karena tinggal makan. " dek ayo makan, tidak usah sungkan, kita biasa seperti ini"
"iya mba, terimakasih..." jawab queen.
Mereka makan di selingi bercanda, erfan tak lulut dari bulyan. queen benar-benar senang memiliki teman mereka. Wajar... Sebab selama ini dia memang sendiri. Sampai malam semakin larut, mereka masih bercanda, bercengkrama, sampai membahas soal usaha kecil-kecilan yang akan mereka jalanani.
Sesekali erfan menatap queen penuh cinta. Dia tidak melihat status, erfan ada benar-benar membawa ketulusan. Dia tulus mencintai queen apa ada nya.
****