NovelToon NovelToon
TERSESAT DI DESA MISTERIUS

TERSESAT DI DESA MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Hari Kiamat
Popularitas:79.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Semua bermula saat regu berjumlah enam anggota mahasiswa hendak bertolak ke sebuah perkampungan pelosok demi tugas KKN, mereka menolak ikut rombongan bus kampus, memilih menaiki mobil pribadi.

Sampai pertengahan jalan, sang sopir berbelok arah, mencari jalur alternatif agar cepat sampai tujuan, tapi malah memasuki wilayah tidak terdaftar pada peta digital maupun konvensional.

Keanehan, kejanggalan mulai terjadi kala sang waktu merambat memasuki malam hari. Langit berangsur-angsur berubah warna layaknya api menyala.

Ada apa sebenarnya? lantas bagaimana dengan nasib para mahasiswa, termasuk Candra Kanti, gadis pendiam yang dapat merasakan aura mistis disekitarnya ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berharap terbebas dari belenggu : 11

“Apa yang terjadi sama Mayang? Kenapa pakaiannya robek sana-sini?!” Ahwaya tidak percaya pada penglihatannya sendiri, shock berat sampai terseok-seok mendekati Tejo.

Bu Sasmi dan Lilis keluar dari jok depan, lalu disusul pelayan paruh baya yang langsung masuk ke dalam rumah.

Entah dimana keberadaan Widi, suami bu Sasmi, padahal tadi bersama Kanti dan lainnya.

Tejo memanggul Mayang, membawanya masuk ke dalam kamar, diikuti Abeer lalu kelima temannya.

Tubuh lemas itu dibaringkan di atas tilam, sama sekali tidak beraksi, cukup membuktikan jika dia dalam keadaan pingsan.

“Ada apa dengan Mayang, Pak? Dimana kalian ketemu dia?” suara Abeer seperti orang menggigil, berdiri tepat di tepi ranjang, tidak berani menyentuh sang kekasih.

Bu Sasmi yang membeberkan. “Teman kalian sudah melanggar peringatan dari saya. Dia nekat pergi ke tepi jurang, dan ya … inilah akibatnya. Beruntung mbah Munah berhasil menerawang keberadaannya sebelum Mayang dimangsa Serigala jadi-jadian.”

Semua terkesiap sampai menahan napas. Aji dan Kanti saling pandang, lalu mereka mengedipkan mata seraya mengangguk samar.

“Gimana bisa Mayang sampai sana, Bu? Dia cuma pamit mau ke kamar mandi,” Aya enggan percaya, kenyataannya memang demikian. Sewaktu sang sahabat bilang sesak buang air kecil, dan enggan ditemani, setelahnya menghilang bak ditelan bumi.

“Saya belum menjelaskan lebih jauh lagi. Makhluk astral itu memiliki ilmu gendam, dapat mempengaruhi alam bawah sadar mangsanya,” katanya tenang.

“Ilmu gendam?” Sambara sangat asing dengan istilah ini, hidupnya jauh dari hal-hal mistis.

“Seperti hipnotis. Siapapun yang dikehendaki dan tengah dijadikan target, tidak akan sadar. Logika Mayang tenggelam, dan alam bawah sadarnya dalam kuasa sang makhluk gaib – menuntunnya sampai ke jurang,” Tejo menjelaskan.

“Bukan tanpa sebab, karena memang teman kalian menginginkan hal itu. Sudah saya wanti-wanti, jangan pernah menyebut, memikirkan hal tak dapat dilihat oleh orang awam. Dasarnya Mayang bebal,” intonasi bu Sasmi sedikit ketus.

Entah mengapa, penjelasan barusan tidak bisa dicerna dan diterima begitu saja oleh Kanti. Dia mendekati ujung ranjang, lalu menaikan ujung gaun kebesaran yang telah berubah warna merah pekat kehitaman.

Kanti hampir terpekik, matanya melotot mendapati ada luka cakaran kuku tajam sepanjang jengkal pada sisi tulang kering kaki kiri. Luka itu terlihat masih segar, namun tidak lagi mengeluarkan darah.

Ahwaya yang berteriak ketakutan sampai mundur beberapa langkah.

“Dia sempat diserang sebelum diselamatkan mbah Munah. Beruntung cuma luka gores bukan nyawanya yang hilang. Teruntuk kalian!” Bu Sasmi menatap satu persatu kelima orang masih shock, wajah pias. “Ini sebuah ancaman nyata, bukan cerita dongeng semata. Jika masih sayang nyawa, jangan coba-coba bertindak seperti apa yang dilakukan Mayang.”

Aji tidak tega melihat kondisi gadis berumur 21 tahun terbaring dalam keadaan menyedihkan. “Bu, disini ... ada klinik kesehatan tidak? Mayang butuh ditangani ahli medis _”

“Puluhan tahun saya hidup, belum ada satupun warga Latu abang pergi berobat ke dokter atau apalah itu istilahnya. Kami mengandalkan mbah Munah, dia lebih sakti daripada ahli medis. Terbukti, luka Mayang tidak lagi mengeluarkan darah, tinggal menunggu beberapa hari, dia pasti pulih,” sela bu Sasmi, lalu berbalik pergi, seolah tengah kesal.

Lilis bertemu tatap dengan Candra Kanti untuk beberapa saat, kemudian dia keluar menyusul ibunya.

“Kalian tidak perlu cemas, kaki Mayang sudah diobati. Luka lebam juga telah diberi ramuan herbal. Ini.” Tejo memberi dua tabung bambu diikat tali terbuat dari kulit kayu lentur. “Obat untuk di minum, dan ada bubuk juga, nanti larutkan menggunakan sedikit air, lalu oleskan pada luka terbuka.”

Sambara yang menerimanya. “Terima kasih. Apa Mayang akan segera siuman?”

“Iya.” Tejo pamit keluar, meninggalkan kelima orang kebingungan.

“Kalian merasa ada yang aneh gak sih? Untuk apa Mayang kepikiran makhluk yang dia sendiri sama sekali belum pernah lihat. Terus, jurang … mau apa dia di sana?” logika Sambara masih berfungsi ternyata.

“Apa karena masih berharap barang-barangnya yang ikut terjun bebas ya? Semalam atau entah sudah berapa lama itu, kan dia nangis histeris. Menyayangkan kopernya,” Ahwaya mencoba menerka.

Abeer sama sekali tidak peduli, dia duduk disamping sang kekasih. Menggenggam tangan Mayang. “Ini normal gak sih? Badannya dingin banget.”

Kanti langsung menyentuh jari kaki kanan, dan dia tersentak. “Seperti dingin botol air beku kapan hari itu.”

“Apa karena efek obat herbal?” Aji juga menempelkan punggung tangannya pada lengan Mayang.

“Bisa jadi. Kita tunggu saja sampai dia tersadar, baru bisa ditanyai,” Sambara menghela napas panjang.

Candra Kanti duduk di lantai bersandar pada dinding tembok, memeluk kedua kaki seraya memandang nanar pada Mayan. Pikirannya berkecamuk. ‘Kapan Mayang pergi ke jurang? Apa iya karena mikirin kopernya, teringat terus akan cerita bu Sasmi?’

‘Sepertinya Mayang bukan orang seperti itu, dia tipe cuek, terlebih jika tidak ada hubungan dengan dirinya,’ Kanti mencoba menerka.

Namun, terkendala tidak dapat melihat waktu, membuatnya kesulitan menelusuri antara kejadian satu dengan lainnya.

“Sekarang kita harus apa?” gumam Ahwaya, dia merasa tidak tenang, seolah ada bahaya tengah mengintai.

“Turuti, patuhi, gak usah sok-sokan cari jalan keluar, padahal tinggal nunggu sampai berakhirnya bulan sialan ini. Beres!” Abeer berkata tajam, sedikit kesal karena Mayang nekat.

“Gimana kalau disini juga gak aman?” bisik Kanti tanpa menoleh pada pemuda berwajah kesal.

“Lu, kalau mau berulah lakukan sendiri! Jangan bawa-bawa kami!” Abeer memilih patuh, cari aman.

“Lebih baik kita giliran bersihkan badan, biar ada yang nungguin Mayang. Jangan ditinggal sendirian,” Aji menyarankan, kali ini tidak ada bantahan dari lainnya.

“Aku takut sendirian dikamar mandi, tolong tungguin, Sam,” pinta Aya.

Sambaran dan kekasihnya keluar dari dalam kamar Mayang, dan disusul Abeer, katanya mau mengambil pakaian ganti.

“Aji, coba kamu periksa kamarmu dengan saksama. Ada yang aneh gak?” Kanti lebih waspada lagi. Dia yakin kejadian ini bukan kebetulan.

“Kamu gak apa-apa aku tinggal sendirian bareng Mayang yang masih belum sadar?” Aji sedikit cemas.

“Kamar kita saling berdekatan. Kalau ada apa-apa aku bakalan teriak. Mumpung lainnya sibuk sendiri, jadi kamu gak akan dicurigai,” ia meyakinkan.

Selepas Aji keluar dari dalam kamar Mayang, Kanti beranjak, lalu duduk di tepi ranjang.

Dia perhatikan saksama dari wajah pias, mata tertutup, lalu turun pada bagian dada hingga ke bawah.

Kanti menyentuh jemari sedingin es sambil memejamkan mata. ‘Bisakah seseorang atau siapapun itu membuka belenggu keistimewaanku? Agar lebih mudah mencari tahu tentang semua kejanggalan ini?’

Terlahir memiliki bakat warisan dari ibu dan ayahnya, Kanti bisa melihat makhluk halus, pun dapat berkomunikasi dengan mereka. Ia adalah seorang gadis tulang wangi, darah manis, sama seperti ibu Laila Ngatemi.

Namun, demi keselamatannya – keistimewaan itu di rantai menggunakan kekuatan gaib. Sang pelindung yang selalu membersamainya sedari dia terlahir kedunia tepat di malam bulan purnama, juga dibelenggu, terputus dengan sang majikan.

‘Nyai, apa engkau masih bersemayam di ragaku …?’

.

.

Bersambung.

1
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
nahh ketemu ga yaA

kira2 bakal tau g klo mereka hnya mngu wktu saja
Eli Rahma
ada apa ji...??
Eli Rahma
lilis kah yg jd srigala?
Muhammad Arifin
AQ baca nahan napas,takut ketahuan 😆😆😆
Ayudya
sampai sekarang Kanti dan teman teman nya belum juga menemukan jalan keluar
Siti Umaroh
semangat thorrrrr Thor jangan serius serius ya BKIN ada nuansa romance nya hihii aku suka semangat thorrr suka bgt sma Sambara SMA aya
Al Fatih
apa yang kau lihat aji 😱 ???
mamaqe
jiii...spil doongggg
Shee_👚
apa yang di liat aji, manusia kah?? atau apa🤔🤔
Shee_👚
ampun deh ngebayangin mereka mengamati itu dapur aku ko ya merinding takut ada penampakan🤣🤣🤣
Shee_👚
aduh deg deg an aku
Shee_👚
ko ya serem banget di kasih makan banyak biar gemuk, terus di potong dah kaya ayam🤭
Mudahlia Fitha
aji Sakha jgn macam macam satu macam aja udah BKIN haredang
Shee_👚
bisa jadi hanya sandiwara agar kalian terkecoh
Diah_Kustantie ✨💛
Yg di liat aji adalah “ masa depan cerah bersama kanti “ ea ea ea 🤣
Siti Umaroh: haha iyakan ka semoga GK ada korban lgi
total 1 replies
Shee_👚
nah nah apa bener lilis🤔🤔
duh pusing aku🤭
Shee_👚
nah widi tau sesuatu itu, atau jangan² anjjing semalam anak buah widi??🤔
Maritanias
😍😍😍😍😍😍😍😍
Maure Nia
pasti mahluk aneh...
syizfaiz
hayooo ji cepat katakan, apa yg kamu liat sekarang 😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!