NovelToon NovelToon
ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: HANA ADACHI

Bertemu kembali dengan Althan Alaric, mantan pacarnya yang sekarang menjadi aktor terkenal, bukanlah kabar baik bagi Vivi. Ia berusaha menjauh, tapi pria itu seolah sengaja mendekatinya untuk membalas dendam.

Vivi bisa memahami alasan Althan bersikap demikian. Namun masalahnya bukan itu. Jika Althan terus berada di dekatnya, Vivi takut pria itu akan mengetahui keberadaan Mikaila, anak yang dirahasiakan Vivi selama ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Sanggupkah Vivi terus menyembunyikan anak itu dari sang superstar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HANA ADACHI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Hadiah Termahal

Reflek.

Mungkin itu adalah satu-satunya kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Althan saat ini.

Althan bahkan sudah tak ingat apa yang terjadi semalam sampai Kamelia tiba-tiba datang dan berkata mereka sudah pacaran. Efek mabuk benar-benar menyeramkan.

Awalnya, Althan ingin berkata baik baik pada Kamelia, bahwa ucapannya di telepon saat itu hanyalah omong kosong dan jangan menganggapnya serius. Tapi, saat ia melihat Vivi datang, tiba-tiba otaknya ingin merencanakan sesuatu.

ia ingin tau, apa yang akan Vivi lakukan jika melihat Althan bersama wanita lain.

Apa dia akan cemburu? Althan bertanya-tanya sembari sedikit berharap. Jadi, ia melakukan sandiwara seolah dirinya sangat mesra dengan Kamelia. Meskipun di beberapa kesempatan, dia berulangkali melirik ke arah Vivi untuk melihat reaksinya.

Tapi, kenapa reaksi gadis itu biasa saja?

Vivi memang tampak terkejut awalnya, tapi segera saja ekspresi wajahnya berubah biasa saja. Hal itu membuat Althan bertanya-tanya. Sebenarnya, apa yang sedang ia pikirkan? Apa dia benar-benar sudah tidak peduli denganku? Apa sudah tidak ada lagi rasa yang tersisa sampai sampai ia tak masalah jika aku punya kekasih lagi?

Pemikiran itu terus berkecamuk dalam kepala Althan. Tanpa sadar, meskipun dirinya sudah berada di dalam kolam renang bersama Kamelia yang penampilannya sangat seksi, matanya masih terus tertuju pada Vivi yang sedang bekerja di ruang tengah.

"Althan," suara menggoda Kamelia menyadarkannya, dan tiba tiba saja, bibir gadis itu sudah hampir menempel pada bibir Althan.

Brukkk!!

Terdengar suara benda jatuh dari arah ruang tengah. Althan spontan mendorong tubuh Kamelia agar menjauh darinya, lalu ia menoleh ke tempat Vivi berada. Tapi, gadis itu sudah tidak ada di sana.

"Aw!" Kamelia meringis kesakitan karena dorongan Althan terasa begitu keras. "Apa apaan ini, Althan?!" protesnya.

"Maaf," Althan berkata sambil bergegas keluar dari kolam renang. "Kita putus saja. Aku akan ganti rugi sebanyak yang kamu mau,"

Kamelia ternganga. "What?!"

...----------------...

Vivi tak tau, kenapa dia bersikap seperti itu.

Awalnya, saat melihat Althan begitu mesra dengan wanita cantik itu, ia berusaha untuk legowo. Berusaha untuk meyakinkan diri sendiri bahwa usahanya selama ini telah berhasil. Althan sukses dalam karirnya, dan bahagia dalam percintaannya, bukankah itu yang dia harapkan dulu? Tapi, kenapa rasanya sesakit ini?

Vivi ingin mengutuk rasa penasarannya sendiri yang membuat ia harus melihat adegan menyakitkan itu di depan matanya, saat Althan berciuman dengan Kamelia.

Saat melihat itu, tiba-tiba Vivi langsung merasa tangannya lemas dan menjatuhkan benda benda yang ada di tangannya, setelah itu ia buru buru pergi keluar.

"Loh, mbak Vivi, mau kemana?" tanya Roni saat mereka bertemu di pintu depan.

"Saya ada urusan mendadak Mas! Maaf! Saya pulang dulu!" sahut Vivi sambil masih terus berlari. Membuat Roni bertanya-tanya.

"Ya ampun, ada hal penting apa sampai dia terburu buru begitu?" Roni penasaran. Lalu, saat ia berbalik, ia mendapati Althan berdiri di depan pintu dengan nafas terengah-engah, tubuhnya masih sepenuhnya basah.

"Mana Vivi?" tanya Althan pada Roni.

"Udah pergi tadi, katanya ada urusan mendadak. Kamu kenapa? Mana Kamelia?"

Baru saja disebutkan namanya, wanita itu sudah keluar dari rumah dengan bibir bersungut-sungut. Ia menghampiri Althan, lalu..

Plakkkk!

Menampar pipinya dengan keras.

"Dasar brengsek!" maki Kamelia sambil berlalu dari sana.

Lagi lagi Roni dibuat ternganga dengan kejadian di depan matanya.

"Loh, ada apa ini Than? Kenapa Kamelia tiba-tiba marah? Eh, kamu nggak papa kan?"

Althan hanya terdiam. Ia tak berkata apa apa lagi, hanya bergegas kembali ke dalam apartemen tanpa berkata apa-apa.

"Hah? Ada apa sih, ini? Aku siapa? Aku dimana? Aduh, nggak tau ah, bingung!" Roni mengacak-acak rambutnya frustasi.

Sementara itu, Althan berjalan lemas menuju ruang tengah. Di sana, barang barang Vivi tampak berserakan, seperti tidak sengaja jatuh dan ditinggal begitu saja. Dengan perlahan, ia memungut benda benda itu dan meletakkannya di atas meja.

Sampai.. sebuah benda membuatnya berhenti.

"Apa ini?" Ia memungut benda kecil berwarna merah itu dari lantai. Sepersekian detik, tiba-tiba matanya Terbelalak karena menyadari sesuatu.

"Bukannya ini, gelang yang pernah aku berikan pada Vivi?"

Tujuh tahun lalu, awal Althan dan Vivi pacaran.

"Aku ada hadiah buat kamu," ucap Althan di sela sela istirahat mereka setelah membersihkan restoran.

"Apa?" Vivi bertanya dengan penuh semangat.

Melihat binar di mata kekasihnya, membuat Althan jadi merasa rendah diri. "Tapi, kamu jangan berekspektasi tinggi ya. Kamu kan tau, aku nggak punya uang sebanyak itu. Jadi, hadiahnya juga bukan yang wow,"

Vivi tergelak. "Apa sih, Althan? Memangnya kamu kira aku berekspektasi apa? Kamu beliin aku tas guci? atau hermes kaya yang dipakai ibu ibu sosialita itu?"

Ucapan Vivi malah membuat Althan makin lemas. "Ya udahlah, nggak jadi,"

"Ih, apasih.." Vivi buru buru menarik tangan Althan yang hendak pergi. "Kenapa kamu jadi gampang ngambek begini, deh?"

"Aku nggak ngambek, cuma.. merasa nggak pantes aja ngasih ini ke kamu,"

Vivi menghela napas panjang. "Pantas atau nggak nya, bukannya aku yang menilai? Makanya, sini kasih liat aku,"

Althan menatap Vivi dengan sedikit khawatir. "Kalau kamu nggak suka, gimana?"

"Ya tinggal aku buang, eh, astaga, bercanda!" belum sedetik, Vivi sudah mengklarifikasi ucapannya sendiri karena wajah Althan langsung mendadak murung. "Kamu tuh kenapa sih hari ini, astaga.."

"Habisnya, aku juga pengen kaya orang orang. Setelah pacaran seratus hari, kasih kado yang bagus buat pacar. Tapi apa boleh buat aku nggak punya uang sebanyak itu. Memang harusnya kamu nggak usah pacaran sama aku,"

Vivi menghela napas panjang. "Althan, sini liat aku," Vivi berusaha membujuk. Tapi Althan tidak berani menatapnya.

"Astaga, apa sekarang kamu memandang rendah aku?"

Ucapan Vivi membuat Althan terhenyak. "Apa? Nggak, nggak, aku nggak memandang rendah kamu sama sekali, kenapa kamu bicara begitu?"

"Habisnya, kata kata kamu tadi seolah menyiratkan kalau aku cuma bakal suka sama seseorang karena hartanya aja,"

Althan langsung panik. "A-aku nggak bermaksud begitu, sumpah!"

"Ya udah, aku juga bukan orang yang seperti itu! Terus, apa yang kamu permasalahkan?"

Althan menundukkan kepalanya. "Maaf, aku hanya merasa nggak pantas bersanding sama kamu, karena aku nggak bisa membahagiakan kamu?"

"Jadi kamu kira selama ini aku cuma pura pura bahagia?" nada bicara Vivi sedikit meninggi. "Althan, kalau kamu terus merasa begitu, bukannya lebih baik kita akhiri saja hubungan ini sebelum terlanjur makin jauh?"

'Apa?" Althan buru buru menahan tangan Vivi. 'Nggak, nggak mau, aku nggak mau putus sama kamu, Vivi,"

Vivi tersenyum lembut. "Aku pun nggak mau, Althan," gadis itu mengelus pipi kekasihnya. "Aku mencintai kamu, tanpa peduli bagaimana pun keadaan kamu. Jadi, kamu nggak perlu berpikir macam macam soal itu, oke?"

Althan mengangguk anggukkan kepala. Matanya sudah berkaca kaca hampir menangis.

Vivi jadi tidak tega melihatnya. "Kalau kamu bicara kaya gitu lagi, aku bakalan marah,' ancam Vivi. Althan kembali mengangguk angguk.

" Oke, terus sekarang, mana hadiahnya?"

Vivi menengadahkan tangan. Althan terdiam sejenak, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah gelang manik manik dengan benang merah. Di antara manik manik itu, terdapat manik manik bertuliskan huruf A dan V, inisial nama mereka.

'Kata orang-orang, benang merah itu menyimbolkan takdir, cinta sejati. Jadi, selama kamu pakai atau simpan gelang ini, berati takdir cinta kita terus berjalan," Althan memasangkan gelang itu ke tangan Vivi.

'Kamu.. bikin gelang ini sendiri?" tanya Vivi.

"Eh, kok kamu tau?' Althan bertanya heran.

" Habisnya..." Vivi meraih tangan Althan, mengelus jari jemari pria itu. "Di sini ada banyak tusukan jarum," ujar Vivi sambil menunjuk bekas bekas luka di jari Althan.

Althan tersenyum malu. 'Aku merasa filosofi benang merah itu bagus, tapi kalau aku cuma beli, menurutku, nilainya akan hilang, jadi aku putuskan buat bikin sendiri. Maaf ya, bikinan aku kurang bagus,"

Vivi terdiam, menatap gelang yang ada di tangannya itu lama. Althan menjadi khawatir. Ia sibuk menebak nebak ekspresi Vivi.

Apa dia tidak suka?

"Makasih," Vivi mendongakkan kepala dan menatap Althan dengan tulus. "Ini kado termahal di dunia yang pernah aku terima,"

althan menggaruk garuk tengkuknya bingung. "Mahal dari mana? Ini cuma...'

"Gelang buatan kamu ini cuma satu satunya di dunia, kan? Nggak ada orang lain yang bisa beli maupun memakai nya selain aku. Jadi, barang langka seperti ini, apa sebutannya kalau bukan yang termahal di dunia?"

Althan terdiam, matanya langsung berkaca kaca.

semua ketakutannya, rasa insecure nya tadi, mendadak langsung hilang setelah mendengar ucapan Vivi. Dia benar-benar tidak salah memilih wanita itu untuk berada di sisinya.

Dengan gerakan lembut, Althan menarik tangan Vivi dan menempatkan gadis itu ke dalam pelukannya.

"Makasih," ucapnya tulus. "Aku benar-benar beruntung punya kamu. Aku cinta kamu, Vivi,"

Vivi mengelus punggung kekasihnya lembut. "Aku juga mencintaimu, Althan,"

Wkwk, sorry kalau flashback nya agak alay. Soalnya ini ceritanya mereka baru jadian, umurnya masih awal 20 an, masih dibutakan cinta dan masih kere kerenya. Semoga para pembaca nggak ilfeel ya🤣

1
Muft Smoker
kayakny ny ad yg gx berees niih ,,
semoga althan segera tau kebenaran ny ,, klo vivi ninggalin dy krn Selina ,,
mungkin vivi di bawah ancaman Selina ,,

next kak
Shee_👚
andai kan roni tau kenapa mereka berpisah juga bakalan iba, selina itu emang harus di kasih pelajaran. kapan ya vivi ngaku kalau dia pergi karena atas perintah Selina
Shee_👚
bukan mantan, lebih tepatnya di paksa jadi mantan😏
kalau kamu g membuat mereka berpisah juga g bakalan mereka pisah😡
Shee_👚: licik banget emang kak, demi memperkaya diri dia memisahkan pasangan yang saling sayang
total 2 replies
Shee_👚
sumber uang selina dari hasil kerja keras althan. dan hidup althan di buat menderita karena ulah selina😏
aliyya
ap yg udh selina katakan ke roni, tentang althan dan vivi sampai roni ky marah bgt bgtu ,,,,
Shee_👚: yang pasti mengatakan yang tidak-tidak kak, intinya dia jelekin vivi
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 yg nyuruh vivi ninggalin althan tu Selina gemezzz ,,
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Shee_👚
tes DNA althan biar vivi g bisa ngelak lagi.
sebenarnya vivi juga pengin ngaku kalau Mikaila anak althan, tapi dia takut kejadian masa lalu terulang kembali.
harusnya Vivi terus terang kenapa dia dulu ninggalin althan, biar althan kasih pelajaran sama wanita serakah itu kalau kebahagiaan althan sama Vivi g bakalan menghambat karirnya.
Muhammad lutfi Lutfi
Bagus althan Pepet terus Vivi biar ngaku atau langsung tes DNA diam diam.
Shee_👚
selina orang serakah dan melakukan segala hal hanya demi apa yang dia mau tercapai😏
Shee_👚
astag maen gebuk aja al, sabar dan tanya dulu kenapa sih😂
Shee_👚
dan jawabnya karena althan aja bingung kenapa g melakukan itu🤭
Shee_👚
😭😭😭😭😭😭😭
yang bukan dari harga, tapi dari nilainya siapa yang memberi dan kenanganny😭😭😭😭
Shee_👚
ko sedih ya ngebayangin perjuangan mereka dulu saar kerja di resto, makan seadanya tapi bahagia. sekarang punya segalanya tapi menderita 😭😭😭
Shee_👚
emang betul, karena cinta itu masih sama seperti dulu
Shee_👚
😭😭😭😭😭
sabar vi semua pasti akan terungkap tanpa harus kamu bicara
Shee_👚
andai althan atau di balik vivi melakukan itu semua, althan pasti menyesal dan bakalan marah benget sama agensinya. dia pasti memilih meninggalkan segalanya dari pada harus kehilangan vivi dulu. nyesek nya jadi mereka 😭😭😭
Shee_👚
apa yang kamu pikirkan itu betul semua althan, tpi vivi juga punya rahasia sendiri kenapa g mau mengucapkannya. Vivi takut karir kamu hancur dengan sekejap
Shee_👚
sengaja diem-diem eh malah ketahuan, sia-sia dah gelap gelapan tau gitu tadi nyalain lampu😂
Shee_👚
cantik sekali gelangnya, walau keliatan sederhana tapi bagus
Shee_👚
dah nikmatin aja drama rumah tangga secara live🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!