Saking kayanya, keluarga Suhartanto merasa jenuh dengan kehidupan mereka yang bergelimpangan harta. Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke desa, mencari suasana baru tanpa fasilitas mewah apa pun.
Akankah mereka mampu bertahan hidup di desa yang semuanya serba terbatas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 PGS
Ariel duduk di kursinya dan masih merasakan rasa perih di pipinya. "Apa barusan aku sudah keterlaluan?" batin Ariel.
Setelah cukup lama berdiam diri, Sherina pun memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah, Sherina melihat mobil yang tadi berpapasan dengan dirinya di jalan. "Oh, ini mobil penghuni rumah itu," gumam Sherina.
Sherina pun segera masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Fuja berdiri di depan jendela kamarnya. "Ariel, aku sudah kembali. Apa kamu merindukanku?" batin Fuja dengan senyumannya.
Sore pun tiba....
Seperti biasa, Nining, Badru, dan Mail akan nongkrong di teras rumah Sherina sembari main gitar seru-seruan. Fuja keluar dari rumahnya dan tersenyum melihat ketiganya. "Nining, Badru, Mail!" panggil Fuja.
Ketiganya menoleh. "Fuja, kamu Fuja 'kan?" seru Nining antusias.
"Iya, apa kabar Nining?"
Nining berlari dan memeluk Fuja, begitu juga dengan Badru dan Mail yang ikut menghampiri Fuja. "Siapa dia?" tanya Syarif.
"Mana Kakak tahu," sahut Sherina.
"Sudah lama tidak bertemu, kamu semakin cantik saja," puji Mail.
"Ah, kamu bisa saja," sahut Fuja malu.
"Pantas saja seminggu kemarin rumah ini dibersihkan, ternyata kamu yang akan menempatinya," seru Badru.
"Iya."
"Oh iya, sini aku kenalkan kamu sama teman baru kami," seru Nining sembari menarik tangan Fuja.
"Fuja, kenalkan ini Sherina dan ini Syarif adiknya Sherina," seru Nining.
"Hai!" sapa Sherina sembari mengulurkan tangannya.
Fuja membalas uluran tangan Sherina tapi senyuman Fuja terlihat tidak tulus. Melihat penampilan Sherina membuat Fuja merasa iri. Dia sudah membayangkan jika dia pulang, maka dia yang akan disanjung-sanjung karena dia sudah berhasil menjadi orang yang lumayan sukses tapi setelah melihat Sherina, dia merasa jika Sherina akan menjadi saingannya.
"Siapa wanita ini? jangan sampai dia sudah bertemu dengan Ariel, aku gak rela jika Ariel bakalan jatuh cinta kepada dia," batin Fuja.
Belum apa-apa Fuja sudah berpikiran jelek kepada Sherina, sudah ketahuan ke depannya Fuja akan seperti apa. "Fuja, Sherina ini warga baru di sini baru satu bulanan dia tinggal di sini," seru Nining menjelaskan.
"Oh. Eh, aku punya oleh-oleh buat kalian ke rumah aku yuk!" Fuja menarik tangan Nining, Badru, dan juga Mail.
"Sher, kita ke rumah Fuja dulu ya," seru Nining.
"Iya, silakan," sahut Sherina.
"Roman-romannya tuh cewek songong deh, sama kaya si Ariel," seru Syarif.
"Bodo amat, selama dia gak nyenggol kita semuanya akan baik-baik saja," sahut Sherina.
Ariel baru saja pulang ke rumah, dia tadi banyak tugas untuk persiapan ulangan semester anak-anak. Pada saat Ariel membuka gerbang, dia mendengar suara wanita yang sangat dia kenal. Perlahan, Ariel masuk dan betapa terkejutnya dia saat melihat Fuja sedang ngobrol dengan Rossa dan juga Mamanya.
"Nah, itu Kak Ariel," seru Rossa.
Fuja menoleh dan tersenyum kepada Ariel. Fuja bangkit dari duduknya dan berlari memeluk Ariel membuat Ariel hanya bisa diam saking kagetnya dan tidak percaya. "Aku merindukanmu, Ariel," ucap Fuja.
Setelah sadar, Ariel pun menyunggingkan senyumannya. Fuja melepaskan pelukannya dan menatap Ariel dengan tatapan bahagia. "Lama sekali tidak bertemu, kamu semakin tampan saja," puji Fuja.
"Kamu ini," sahut Ariel tersenyum.
"Rossa, ayo masuk biarkan mereka melepaskan rindu satu sama lain," bisik Mama Ningsih.
"Ok."
Ningsih dan Rossa pun masuk ke dalam rumah, sedangkan Ariel dan Fuja masih mengobrol di halaman depan. "Bagaimana kabar kamu, Fuja? kenapa kamu menghilang begitu saja?" tanya Ariel.
"Maaf Ril, dulu ponsel aku hilang jadi aku tidak bisa menghubungi kamu sama sekali bahkan nomor-nomor penting pun hilang semua," sahut Fuja dengan wajah sedihnya.
Ariel menggenggam tangan Fuja. "Tidak apa-apa, kamu tidak usah sedih kaya gitu," ucap Ariel lembut.
"Kamu sekarang sudah jadi guru?" tanya Fuja.
"Iya, Papa aku membangun sebuah sekolah di sini dan aku yang mengelolanya," sahut Ariel.
"Wih hebat banget, aku juga sudah jadi guru loh. Sekarang aku sudah memutuskan kembali ke sini, bisa dong aku ikut ngajar di sekolah kamu," seru Fuja.
"Tentu saja, kalau kamu mau besok juga kamu sudah bisa mengajar di sekolah aku," sahut Ariel.
"Asyik, terima kasih ya Ril," ucap Fuja.
Ariel begitu sangat bahagia melihat Fuja kembali lagi ke kampung itu. Jadi hubungan keduanya bisa kembali berlanjut seperti dulu. Setelah sekian lama ngobrol, Fuja pun ikut makan malam di rumah Ariel.
"Kamu semakin cantik saja, Fuja. Lihat tuh, Ariel sampai tidak berkedip menatap kamu," goda Juragan Tama.
"Ah, Om bisa saja," sahut Fuja malu-malu.
"Kalian itu cocok tahu, mana mirip lagi jangan-jangan kalian jodoh lagi," goda Rossa.
Ariel dan Fuja hanya bisa tersenyum malu. Setelah makan malam bersama, Ariel pun mengantarkan Fuja pulang ke rumahnya. Fuja memeluk erat perut Ariel karena Ariel mengantar Fuja dengan menggunakan motor.
Tidak membutuhkan waktu lama, Ariel pun sampai di depan rumah Fuja. Ariel melihat ke arah rumah Sherina dan terlihat Sherina sedang duduk di kursi teras sembari memainkan laptopnya. Bahkan Sherina tidak melihat Ariel dan Fuja.
"Sial, kenapa aku merasa bersalah saat melihat dia," batin Ariel.
Fuja melihat arah pandang Ariel dan seketika dia kesal. "Ih, kok kamu lihatin dia sih?" kesal Fuja.
"Ah, tidak aku cuma lihat saja," sahut Ariel gugup.
"Kamu sudah kenal sama dia?" ketus Fuja.
"Dia guru bahasa Inggris di sekolah aku," sahut Ariel.
"Hah, dia guru juga? kok bisa?" Fuja semakin kesal mendengarnya.
"Waktu itu sekolah aku membutuhkan guru Bahasa Inggris dan dia menawarkan diri untuk menjadi guru, ya sudah aku terima saja," sahut Ariel.
"Memangnya dia sarjana pendidikan juga?" ketus Fuja.
"Bukan sih, katanya dia hanya lulusan SMA tapi bahasa Inggris dia sangat bagus melebihi yang kuliahan," celetuk Ariel.
"Ih, kok kamu muji dia sih?" kesal Fuja.
"Bukan muji, ya sudah sekarang kamu masuk sana besok aku jemput kamu kita berangkat ke sekolah sama-sama," bujuk Ariel.
"Baiklah, tapi kamu langsung pulang ya, jangan mampir ke mana-mana dulu," seru Fuja.
"Iya."
"Ok, sampai jumpa besok." Fuja pun masuk ke dalam rumahnya.
Ariel kembali menoleh ke arah Sherina tapi Sherina tetap fokus dengan laptopnya. Entah kenapa Ariel merasa ada sesuatu yang dia rasakan dalam hatinya tapi dia juga tidak tahu perasaan apa itu. Ariel benci kepada Sherina, tapi dia juga tidak suka jika Sherina mengacuhkannya.
Ariel justru lebih suka berseteru terus dengan Sherina dari pada diabaikan. "Fokus banget dia sama laptopnya, sampai-sampai dia gak dengar suara motor aku," gerutu Ariel.
Dikarenakan takut ketahuan oleh Fuja, akhirnya Ariel pun memutuskan untuk pulang walaupun hatinya sedikit jengkel karena Sherina tidak mengajaknya untuk bertengkar.
kalian harus perlihatkan siapa kalian biar tama dan yg lainnya kicep, kesel sumpah