" Bertahun-tahun aku mencarimu demi barang berhargaku yang paling penting buat hidupku, tapi... setelah menemukanmu, kenapa aku malah inginkan kamu ???!!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Alisha tampak sibuk di dapur. Tangannya memegang pisau, memotong-motong sayuran. Sesekali matanya beralih ke handphone. Bibir kecilnya bersenandung tak jelas.
Terkadang, mencoba bergaya bak seorang chef. Mencoba memasukkan sayuran ke dalam panci masak dengan cara melemparnya dahulu ke atas. Alhasil, beberapa sayuran tersebut malah mendarat kemana saja, bukannya masuk ke panci.
" Ciihh... "
Gumam Evano dengan nada sinis.
Pagi ini, setelah mandi ia langsung turun untuk membuat sarapan. Tapi ternyata dapur sudah dikuasai oleh Alisha. Jadi dia memilih duduk di kursi meja makan dan membaca koran.
Beberapa kali, ujung mata Evano memperhatikan Alisha yang begitu sibuk. Ada beberapa kejadian yang membuat Evano tersenyum sendirian. Melihat tingkah Alisha yang konyol saat memasak.
Kapan matengnya ?
Dari tadi kok nggak kelar-kelar.
Mana dapurku jadi berantakan dan kotor dimana-mana.
Sebenernya dia masak apa mainan sih ?
Aku udah laper....
" Masih lama masaknya ? "
Evano yang tidak sabar, pada akhirnya bangkit dari kursinya dan mendekat. Alisha tersentak kaget.
" Dari kapan ada disini ? "
" Dari kamu sok-sok an ngelempar sayuran kemana aja, bukannya dimasukkin ke panci ! "
" Ah... Itu maksudnya memasak dengan style, bos ! Hehehe .... "
Alisha cengar-cengir.
" Hape mu mau dimasak juga ? "
" Lah ya enggak lah... Enak aja ! "
" Terus kenapa di taruh deket kompor ? "
" Aku nyontek acara masak di YouTube. Aku mau masak urap gitu.... "
" Urap ? Itu kan gampang... Kenapa aku liatin kamu rempong banget dari tadi tapi ga jadi-jadi ? Aku udah laper ! "
" Ayam gorengnya udah jadi, tapi rasanya aneh... "
Kata Alisha seraya menunjuk ke piring berbentuk oval di sebelah kompor. Memang benar, beberapa potong ayam yang sudah matang tertata rapi di atas piring tersebut.
Evano mencubit daging ayam sedikit dan memasukkannya ke mulutnya. Mengunyahnya secara perlahan dan ...
" Ffiuuuuhhh ! Iya... rasanya apa ini ya, adem. Warnanya doang bagus, tapi nggak enak ! "
" Padahal aku udah masak ngikutin bumbu yang disiapin, tapi aku kesal... Kenapa sih garam secukupnya, kenapa nggak dijelasin aja, garam satu sendok, dua sendok, apa lima sendok gitu ! Aku kan nggak tau secukupnya itu berapa sendok ! Karena takut keasinan ya aku kasih setengah sendok teh aja... "
" Ya pantes, mana ada rasanya kalo cuma setengah sendok teh ! Ayam sekilo kan... "
" Jadi gimana ? Sayuran buat urapnya juga... Kayaknya terlalu mateng, itu jadinya dipegangnya langsung ancur... "
" Kelamaan ngerebusnya... "
Kata Evano memberitahu.
" Jadi... "
" Apanya yang jadi ? "
" Pagi ini.... sarapan apa ? "
Alisha bertanya dengan rasa takut.
Bersamaan dengan pertanyaan yang keluar dari mulutnya, Alisha langsung mundur menjaga jarak.
Bersiap-siap jika Evano akan memarahinya.
Melihat Alisha yang seketika waspada akan dirinya, Evano tersenyum dalam hati.
Dasar si ceroboh.... u
Akan tetapi, raut wajahnya berbeda dengan isi hatinya.
" Semua sayuran yang udah kamu sia-siain ini bakal aku potong dari gaji mu besok bulan depan ! Kamu pikir isi kulkas ku datang dengan sendirinya ??? "
Bentak Evano dengan memasang raut muka marah. Bukan Alisha namanya kalau dibentak langsung menciut. Meski hatinya bergetar karena takut, tapi dia berusaha terlihat berani.
" Yang bener aja, bos ! Masa cuma sayuran kebuang gitu doang, harus potong gaji !!! "
" Lalu, gimana cara kamu gantiin ? Kamu mau beliin lagi ? Silahkan ! "
" Sekarang aku nggak punya uang, ntar aku gajian baru aku belanjain sayuran ! "
" Mana bisa ntar ??? Itu kan sayuran buat stok sekarang ! Apa aku harus makan sayuran tunggu kamu bulan depan ?? "
" Iiisshhh.... kamu itu bener-bener pelitnya minta ampun ! "
" Kalo aku suka royal sana sini, aku nggak akan banyak uang kayak sekarang ! "
" Pantes nggak laku-laku... "
" Apa kamu bilang barusan ? Coba ulangi !! "
" PANTES KAMU NGGAK LAKU-LAKU !! "
Teriak Alisha tepat di wajah Evano.
" Kamu !!! Bener-bener cari mati !! Awas ka... "
" Kalian kayak suami istri yang lagi ribut aja... "
Pertengkaran Evano dan Alisha terhenti dengan sendirinya ketika Riko mendadak muncul di ruang makan dan berkomentar. Keduanya berpaling dan melihat ke arah Riko berdiri.
" Udah lah... kenapa harus berantem melulu sih ? Kalian kan serumah dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, akurlah... "
Tegur Riko menasehati keduanya yang kini saling membuang muka.
" Tapi... sebenernya kalian lagi ngapain sih ? Berebut makanan ? Masak bareng ? Apa gimana ? Kok dapurnya berantakan gini... "
" Pesenin makanan ! Aku belum sarapan, dan gara-gara si ceroboh ini, aku lapar !!! Rasanya pingin makan orang idup-idup !! "
Kata Evano sembari melotot ke arah Alisha. Alisha menjulurkan lidahnya, membalas Evano.
" Kalian kayak .... "
" Berisik ! "
" Berisik ! "
Belum selesai Riko bicara, Alisha dan Evano membentaknya bersamaan. Riko tercengang.
" Wah, kompak bener ! "
" Pesen sarapan, Ko... "
Evano kembali memberi perintah.
" Okey, okey... Mm... Gimana denganmu, cantik ? "
" Cantik ? Ceroboh, itu lebih tepat buat dia ! "
Evano sungguh sinis.
" Apa aja... "
Sahut Alisha sambil melirik Evano dengan kesal.
" Mmm, kita liat... ada menu sarapan apa yang tepat untuk hari Minggu yang cerah yaaaa.... "
Kata Riko, kemudian mengambil handphone nya dari saku celana trainingnya. Membuka aplikasi pesan antar. Sementara Riko sibuk memilih menu makanan di handphone nya, Alisha dan Evano mengambil tempat duduk. Memilih posisi duduk yang berseberangan.
" Okey, finish ! So... Van, Bos besar tadi meneleponku, menunggumu datang hari ini. "
" Ya aku tau... Ayah juga udah chat aku dari semalam. "
" Then... About mmmm, you know.... "
Riko ragu-ragu untuk menanyakan langsung kepada Evano dimana disitu juga ada Alisha. Riko melirik ke arah Alisha dengan canggung. Alisha menyadarinya.
" Anggap aja aku nggak ada. Tenang, aku juga nggak akan ikut campur kok... "
Ujar Alisha dengan santai.
Dan Alisha pun mengambil handphonenya yang sedari tadi sudah diletakkan di atas meja makan, sebelum dia memasak. Kemudian dengan acuh tak acuhnya, bermain game.
" Your married.... How about that ? "
Riko pun bertanya.
j
Sesaat Alisha melirik ke arah Evano. Laki-laki dewasa di hadapannya memergokinya. Matanya tertangkap basah oleh Evano. Evano menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.
Sial ! Ketauan lagi ngeliatin....
Batin Alisha menjadi kikuk.
Evano bangun dari kursinya, berjalan menghampiri Alisha. Riko tidak mengerti apa yang dilakukan Evano, keningnya berkerut.
" Dia yang akan jadi pengantinku. "
Mendengar kata-kata Evano, Riko dan Alisha terkejut. Bahkan Alisha langsung mengangkat kepalanya yang tadi tertunduk karena bermain game.
" PENGANTIN ??? "
" Kamu serius, Van ??? "
Riko dan Alisha bersamaan mengeluarkan komentar.
" Ya, kenapa nggak ? "
Evano yang sekarang sudah berdiri di samping Alisha, merangkulkan tangannya ke pundak Alisha. Alisha menoleh ke arahnya dan menengadahkan kepalanya.
" Pengantinmu ??? Nggak deh !! "
" Disini nggak ada tempatnya kamu menolak, inget utangmu padaku ? "
" Tapi apa maksudmu, kenapa aku jadi pengantinmu ? Kita nggak pacaran, nggak saling cinta juga, dan kamu ! Seingetku, kamu punya pacar ! "
" Kita cuma nikah secara surat aja, nggak nikah beneran... Pacar ya pacar, tapi aku mau nikah sama kamu. "
" Dih, segampang itu... Bos mu ini bener-bener udah gila ! "
Berniat menyudahi debatnya dengan Evano, Alisha bangun dari kursinya. Tapi Evano mencegahnya untuk pergi. Mencekal lengannya dan mendudukkannya kembali.
" Diam dan dengerin aku sampai kelar ngomong ! "
Kata Evano mengintimidasi.
Dengan terpaksa dan di bawah tekanan, Alisha menurut. Setelah melihat sikap patuh Alisha, Evano melipat kedua tangannya dan bersikap serius.
" Minggu depan, ayahku ulangtahun. Dan aku harus membawa seorang pasangan. Juga dalam waktu dekat setelahnya, aku harus menikah. Mengingat, aku harus menebus cincinku sendiri gara-gara ulah si ceroboh ini, aku berhak meminta tanggungjawab si ceroboh... '
" Namaku Alisha, jangan panggil aku si ceroboh ! "
Potong Alisha dengan nada tidak suka.
" Okey, Alisha si ceroboh ! Aku akan bebaskan kamu dari utangmu, aku yang akan tebus cincin itu, aku nggak akan permasalahin soal uangnya, dengan catatan, kamu jadi pengantinku dalam waktu yang aku tentukan. Kita menikah, tinggal dirumah ini, dan di kamar masing-masing. Aku nggak akan menyentuhmu... "
" HAH HAH !!! Jangan bilang kamu nggak akan sentuh aku, bos ! Kamu nggak cuma udah sentuh aku, kamu udah tidur sama aku, bahkan sebelum kita saling tau nama masing-masing ! "
" Eemm... okey ! Karena kamu ingetin soal itu, jadi aku juga nggak yakin nggak tidurin kamu lagi. "
" Heeiii !!! "
" Atau kamu mau jadi pembantuku aja sampai lunas utangmu semuanya ? Seratus dua puluh berapa ya... "
" Jadi cincinmu dijual sama dia ? "
Kali ini Riko angkat bicara, setelah menyimak sekian lama.
" Oh iya, aku lupa cerita soal itu sama kamu. Yap, cincin ku digadein sama cewek ceroboh ini tiga puluh lima juta daaannn hebatnya lagi, berakhir terjual seratus juta lebih !! "
Evano menjawab dengan suara menggeram karena menahan amarahnya yang ingin meledak.
" Jadi begitu .... Tapi, Van... kamu yakin, Alisha yang kamu pilih ? Kalian nggak saling mengenal dengan baik, banyak cewek yang kamu kenal yang aku yakin pasti mau jadi pengantin mu, misalnya Linda ? "
" Iya, aku setuju !!! Mending sama ce... "
" Linda ??? "
Evano tampak sangat marah saat Riko menyebut nama Linda, hingga memotong kalimat Alisha.
Uuuppss !!!
Salah bicara...
Batin Riko segera menyadari kesalahannya.
Linda... siapa ?
Kenapa dia sangat marah gitu ?
Alisha penasaran di dalam hatinya.
sukses
semangat
tapi aku seneng kalo evano dan alisyha bahagia bersama keluarga kecilnya... makasih ya thor buat ceritanya dan terus semangat, aku tunggu karya thor selanjutnya 💪🏻💕💕
bertahun2 memendam dan menjalin cinta secara rahasia dgn kevin...bahkan hrs merelakan rahimnya diangkat karna terlalu sering aborsi...demi cinta gilanya pada kevin...tapi hrs berakhir tragis justru disaat dia akan memulai kebahagiaannya