"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya
Hari semakin larut.
Kini Nayshi sudah berada di bagasi Rumahnya, sebelum turun Ia menyadarkan tubuhnya sejenak dari kejadian yang muncul secara bersamaan, dan sangat plot twist.
Setelah Ia merasa lega, Ia melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam Rumah, dan tak sengaja Ia menerangkan sesuatu.
Srekk..
Nayshi menunduk,matanya yang tadi mengantuk kembali segar seketika, "Kok ada disini?" gumam Nayshi melihat kotak yang biasanya diletakan di jendela kini ada didepan pintu.
Nayshi langsung mengontrol sekitar, berharap Ia bisa memergoki orang yang selalu memberikan teror manis ini.
" Kenapa sih cepet banget hilangnya. " keluh Nayshi tak melihat jejak apapun, "Sudahlah Nay, ga akan pernah bisa Lu mergokin orang ini. Mending Gua masuk sekarang aja, takut ada mba kunti tiba-tiba nongol. "
Nayshi masuk kedalam Rumah. Untungnya Mama dan Papa sudah tidur, jadi Ia tak akan diberi pertanyaan beruntun tentang kotak yang Ia bawa.
Sesampainya dikamar Nayshi langsung membuka kotak itu, " Gaun? Kok bukan seperti biasanya? " tanya Nayshi pada diri sendiri.
Didalam kotak itu bukan coklat ataupun botol teh seperti biasa, tapi gaun dengan warna marun dengan sedikit sentuhan kain berwarna Navy dipinggang dan garis leher.
" Apa ini pengirimnya berbeda? " gumamnya dengan kembali memastikan kotak itu sama seperti sebelumnya, " Tapi sama kok. "
Entah kenapa saat Nayshi ingin membuka surat yang berada dalam kardus itu, Ia merasa takut tapi Ia penasaran. Ia takut kalo yang mengirim beda orang.
Sangat perlahan Ia membuka surat tersebut dengan mata sedikit terpejam, dan mengatur nafas sebelum Ia membaca isi surat itu.
[ selamat malam Nona Nayshi.
Akhirnya proyek-nya selesai juga yaa..., by the way tadi gaun cream Kamu bagus banget cocok sama Kamu. Tapi jujur saat pinggul Kamu akan dirangkul seseorang, Aku marah, dan hampir saja Aku kelepasan emosi yang dimana nanti Kamu bisa tahu siapa Aku , nanti bukan secret admirer lagi hehehe...
Kali ini Aku memberikan gaun untuk mengapresiasi kerja keras Kamu, dan beberapa langkah lagi Aku akan memperlihatkan siapa Aku.
Sudah lah kepanjangan, Pasti Nyonya Nayshi juga mengantuk kan?
Babay Wanita sukses Ku
to:Secret admirer ]
Seperti biasa, saat Ia membaca surat tersebut pasti senyumnya selalu terukir manis sejenak, dan dalam beberapa detik Ia berubah dengan berpikir kritis siapa secret admirer nya.
" Tunggu deh, kok Dia bisa tahu Gua tadi pakai gaun cream? dan Ia juga lihat saat Gue hampir dirangkul sama Irsyad? " gumam Nayshi dengan ekspresi serius.
Tiba-tiba Ia memegangi tengkuknya yang merinding, membayangkan orang-orang yang berada di acara itu, dan Ia menyimpulkan bahwa secret admirer nya itu merupakan salah satu pria yang hadir, " Tapi Siapa? " tanyanya pada ruang kamar yang hening.
Nayshi membaringkan badanya kasar sambil otak terus berpikir dan mencoba menerka-nerka, " Investor? rekan kantor? Omaygatt Siapa Anda wahai secret admirer? "
" Kenapa effort nya bisa semanis dan segila ini, cuman buat Gua? " monolog Nayshi sambil tangannya mengacak-acak rambut karena pusing memikirkan itu semua.
" tapi..., kok seleranya sama kayak Gua ya? gaun simple tapi kelihatan mewah. " gumam Nayshi sambil senyum-senyum sendiri menatap gaun itu kembali.
Nayshi mengamati gaun tersebut, melihatnya dengan seksama, sampai akhirnya matanya hampir terlepas melihat harga yang masih menyantol di gaunnya.
" Gila?!!! " teriak Nayshi melihat tulisan harga yang sangat fantastis hingga Ia kembali duduk, dan menutup mulutnya karena takut membangunkan Papah dan Mamah.
" Tiga puluh juta? tiga puluh juta buat satu baju? " gumam pelan dengan tatapan yang masih terpaku.
Nayshi tak sanggup melihat bandrol harga itu langsung membaringkan badanya kembali. Saking ga nyangka, dan mata yang sudah tak tertahan, Ia pun tidur dengan ekspresi shock.
--------------------------
Keesokan harinya
Nayshi yang baru tidur sekitar jam dia tidak mendengar alarm subuh.
tok.. tok..
" Sayang Kamu tidur lagi? tumben ga joging hari ini. " panggil Mama sambil mengetuk pintu yang masih terkunci rapat.
Nayshi mendengar ketukan pintu terbangun, dengan mata yang dibukanya sangat perlahan Ia meraih ponsel disebelahnya dan tekejut melihat pukul delapan pagi.
Nayshi langsung melompat dari kasur, " Aku kesiangan Mama!!!! " sahutnya dengan sedikit berteriak, lalu bergegas ke Kamar mandi untuk ambil air wudhu.
Untungnya hari ini, hari Weekend jadi paniknya ga panik banget.
Setelah Nayshi selesai Shalat, Ia langsung turun untuk sarapan bersama Mama dan Papa.
" Pagi Ma, Pa. " Ucap Nayshi, lalu duduk di meja makan.
" Pagi. " sahut keduanya bersamaan.
" Kamu semalem pulang jam berapa Sayang? sampe kesiangan, untung sekarang hari libur. " tanya Papa dengan tutur kata yang lembut, serta tangannya mengelus lembut rambut putrinya.
" Pulang Jam satu Pah, tapi ya ga langsung tidur. Jadi kesiangan deh hehehe.." sahut Nayshi sambil terkekeh kecil.
" Kenapa ga langsung tidur? langsung ada proyek baru? " tanya Mama sambil memberikan roti tawar dengan slay stroberi kesukaan Nayshi.
" Makasih Mamah. " ucap Nayshi menerima roti tersebut, " Bukan proyek, tapi yaa belum ngantuk aja. "
" Kok beberapa bulan ini, kamu lagi nyetok coklat sama teh botolan? " tanya Papa penasaran melihat kulkas selalu ada dua makanan itu.
" uhuk... uhukk.. " Nayshi yang sedang menikmati roti itu pun panik hingga tersedak.
" nih minum, makannya kalo makan tuh pelan-pelan. " ucap Papa dengan memberikan segelas air.
" hehe iya pah, hmm.. Sekarang Aku lagi suka aja sama coklat dan teh. " jawabnya dengan langsung pura-pura menikmati makanannya dengan jantung berdebar cepat.
" Bukan dari cowok? " tanya Mamah membuat Nayshi mengumumkan bibirnya sendiri.
" Apa sih Mah... " sahutnya dengan terus berusaha menyembunyikan.
" Papah juga ga sengaja lihat bunga Aster banyak dikamar kamu, sama tumpukan kotak warna navy dengan pita Marun. " timpal Papah.
Akhirnya Nayshi pun kalah, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Iya iya, itu semua dari cowok. "
" Akhirnya anak Mama mau buka hati. " ucap Mama dengan wajah bahagia.
" Kapan mau dikenalin ke Mana sama Papa? " timpal Papa yang gakalah senang.
" Gimana mau dikenalin, Aku kenal aja engga. " jawab Nayshi membuat kedua orang tuanya bingung.
" Hah gimana? " tanya Papah.
" Kamu bohong yaa? " tanya Mamah.
Nayshi dengan nafas kasar, " Yaa karena dalam kotak-kotak itu tidak ada nama ataupun petunjuk siapa Dia, hanya tulisan secret admirer. "
" Ih keren anak Mamah punya pengagum rahasia. " goda Mamah, membuat mereka terkekeh kecuali Nayshi yang lagi salting.
" Papah berharap laki-laki itu tidak hanya kagum, tapi juga bisa cinta dan sayang kamu. " ucap Papah yang tiba-tiba melo.
" Aamiin, do'ain aja Pah." sahut Nayshi dengan mengusap tangan Papa tulus.
" Udah lah kita bahas yang lain aja, lagian Aku juga gatau Dia siapa. " Lanjutnya mencoba mencari pembahasan lain.