NovelToon NovelToon
Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahkontrak / Cintamanis / Tamat
Popularitas:151.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Laylatul Jannah

Arini dituduh melakukan penganiyaan terhadap atasannya. Dipecat secara tidak hormat hingga nyaris membuatnya dipenjara.

Seolah takdir buruk itu belum cukup untuknya. Ia harus menikahi lelaki yang terang-terangan mencintai wanita lain tapi mengambil keuntungan darinya.

Akankah takdir baik menghampiri kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laylatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memorgoki Perselingkunan Riski

"Sakit perut itu jangan dianggap sepele. Sebaiknya langsung periksa ke dokter, sekalian konsultasi tentang program kehamilan."

Aku yang sedang mengunyah roti dengan toping selai stroberri terbatuk-batuk mendengar kata kehamilan. Sekilas perasaan bersalah itu kembali menguar lalu mencoba menutupinya dengan mengumbar senyum.

Aku bergeming, begitu juga dengan Oma Dwi. Saat ini hanya suara sendok dan garpu beradu dengan piring yang mendominasi.

Setalah sarapan, Oma Dwi pamit keluar. Ia pergi bersama dengan Pak Kasim--sopir pribadinya--ke suatu tempat, katanya ada kolega dari negeri jiran yang ingin menemui.

Kejenuhan tiba-tiba saja menyelinap saat sebuah panggilan dari Dokter Bayu muncul di layar posel. Tanpa butuh detik berganti menit, tombol hijau tersebut telah bergeser ke atas.

"Assalamualaikum, Dokter Bayu!"

"Waalaikusalam. Rin, bisa enggak kita jumpa sekarang?"

Seperti ada berjuta bintang yang siap berkelap kelip di hati kala mendengar Dokter Bayu ingin menjumpaiku.

Tak butuh waktu lama, aku menghambur diri ke kamar, memilih gaun terbaik yang akan ku kenakan. Kali ini aku harus membuatnya terkesan dengan penampilanku.

Setelah menempuh perjalanan yang hanya membutuhkan waktu 20 menit, aku telah sampai pada tempat pertemuan kami. Sebuah restoran di bawah bangunan hotel bintang lima. Sejenak aku takjub dengan kesan glamor yang disuguhkan. Sungguh ini pengalaman pertama bagiku.

Suasana restoran cukup ramai. Semuanya terlihat begitu menikmati menu yang disuguhkan. Beberapa pasangan tampak tertawa dan bercanda. Namun, ada juga yang murung sambil mengaduk-aduk minuman dengan pipet berwarna kontras.

Dari kejauhan tangan Dokter Bayu melambai, aku langsung mendekat. Ia memilih meja paling sudut, meja yang di sampingnya terdapat dinding berbahan kaca hingga dapat dengan leluasa menikmati pemandangan taman di bawah sana.

"Dokter enggak ke rumah sakit hari ini?" tanyaku memecahkan keheningan.

"Berapa kali harus saya katakan, panggil saya dengan sebutan Bayu saja, atau Mas Bayu."

Aku terkekeh dengan tangan menutup mulut. "Maaf, maaf. Rasanya janggal aja kalo saya langsung memanggil dengan nama. Hehe."

"Tapi saya suka." ucapnya sambil menatap lekat wajahku.

Entah mengapa ekpresinya kali ini membuatnya terlihat seperti lelaki penggoda. Tiba-tiba saja perasaan yang tadinya menggebu-gebu sekarang menguap entah kemana.

"Saya masih penasaran, kenapa anda ingin bertemu dengan saya siang ini?"

Belum sempat lelaki itu menjawab pertanyaanku tiba-tiba saja seorang wanita menghampiri meja kami.

"Bayu!" serunya seperti orang kaget.

Lelaki itu tak langsung menjawab. Ia terlihat gugup seperti sedang menghindari sesuatu.

"Kok enggak ngajak Liana, aku pikir tadi Mba ini Liana, makanya aku samperin, eh! Ternyata bukan."

Liana? Siapa itu Liana? Aku semakin penasaran. Jangan-jangan Dokter Bayu memang sudah menikah atau malah telah memiliki anak.

"Liananya masih sibuk di kantor. Kamu kesini sama siapa? Sama Doni atau Bima?" jawab Bayu dengan ekpresi yang sulit untuk aku tebak.

"Sama temen-temen." Wanita itu berlalu meninggalkan kami berdua.

Aku menyeruput jus dengan media pipet sementara lelaki itu terlihat gusar, ia beberapa kali memperbaiki posisi duduk lalu tersenyum kearahku.

Suasana yang tadinya hangat berubah dingin setelah wanita itu pergi. Tak ada lagi percakapan yang nyaman, setidaknya bagiku. Yang ada hanya suasana yang di paksakan, obrolan yang terpaksa dan senyum yang terpaksa.

Kami berpisah saat di pelataran parkiran. Awalnya lelaki itu menawarkanku tumpangan namun aku menolak halus dengan beralasan membawa mobil sendiri. Meski pada kenyataannya tidak.

Padahal, sejak dari rumah sengaja datang dengan taksi agar saat pulang memiliki kesempatan diantar oleh lelaki tampan tersebut. Namun ternyata malah begini. Kadang ekspekstasi dengan realita sangat jauh berbeda.

Tidak beniat untuk langsung pulang, aku berinisiatif mengunjungi resort milik Oma Dwi yang belakangan aku ketahui berada tak jauh dari sini.

Berbekal aplikasi berwarna hijau, aku memesan sebuah taksi online sebagai alat transportasi yang akan membawaku ke tempat tersebut.

Ternyata hanya membutuhkan waktu 25 menit dari waktu pemesanan taksi. Namun, kini telah sampai di koridor bangunan mewah milik Oma Dwi.

Suasana khas perbukitan yang asri membuatku ingin lebih intens dalam memanjakan pandangan. Deru angin sepoi-sepoi membelai wajah dengan lembut hingga unjung gamis dan hijab melambai-lambai.

Beberapa orang terlihat lalu lalang hingga pandanganku tertuju pada sepasang manusia, dan siapa itu? Bukankah itu Riski dan wanita itu, wanita yang sedang bergelayut manja di lengan Riski terlihat seperti Ruka.

Tidak salah lagi, itu adalah Ruka dan suamiku.

Aku mengikuti mereka secara diam-diam, melewati koridor, menyusuri lorong-lorong yang memisahkan beberapa kamar.

Aku tak percaya ketika tangan kekar Riski membuka pintu kamar paling ujung lalu keduanya menghilang di balik daun pintu tersebut.

Nafasku seperti tercekat dengan tubuh yang mematung memandang daun pintu berwarna putih yang telah tertutup rapat. Entah dari mana datang keberanian saat aku menghampiri pintu tersebut lalu mendorongnya dengan paksa.

Namun, sial. Pintu ini terkunci.

Beberapa kali aku mengetuk seperti orang gila hingga akhirnya pintu tersebut terbuka.

"Ngapain kalian berdua disini?" hardikku, lalu menerobos masuk.

Terlihat Ruka yang berdiri di sudut ruang, menatapku sambil berkacak pinggang.

"Jadi begini kelakuan kalian sebenarnya, pantas saja Oma tidak setuju dengan Dia." lanjudku sambil dengan telunjuk terarah kepada mereka secara bergantian.

Tak ada bantahan atau belaan dari Riski, lelaki itu saat ini seperti kehilangan taring.

"Ini masalah hubungan kami, kamu tidak perlu ikut campur." tiba-tiba saja Ruka buka suara.

Berani sekali dia.

"Kamu lupa, aku ini siapa?" wanita itu mendecih menatapku. "Aku ini istri sahnya lelaki tengil ini. Paham!"

"Sudahlah Rini, mari kita pulang."

Riski menyeret tubuhku keluar, beberapa kali Ruka memanggil. Namun, tak ada respon dari lelaki itu. Ia terus menyeretku bersamanya hingga kini kami telah berada di mobilnya.

"Jangan pernah adukan ini pada Oma."

Ia membuka suara setelah sekian lama kami saling terdiam. Hanya suara musik bersenandung dari radio mobil yang mendominasi di antara kami.

Beberapa kali netra kami saling beradu sebelum akhirnya pandanganku kembali tertuju ke arah depan.

"Kenapa kau tidak menikah saja denga Ruka, agar semuanya halal."

Lelaki itu melihat sekilas ke arahku. "Maksudmu?"

Aku menghela nafas lalu menghirupnya perlahan. "Jika ingin melakukan seperti tadi, kalian tidak lagi berdosa, karena sudah halal." kali ini aku yang membidik wajahnya. Sedikit lebih lama.

"Yang tadi itu pertama kalinya aku berniat melakukan, tapi masih niat ya, belum melakukan." lanjudnya lagi dengan tanpa rasa bersalah sedangkan fokusnya masih ke jalanan depan.

Ia, masih niat karena aku cepat datang. Jika tidak, entah apa yang kan terjadi.

***

Malam kian merambat namun Oma Dwi belum juga kembali. Bebarapa kali Riski mencoba menghubungi nomor Oma namun tak ada balasan. Seisi rumah merasa cemas karena ia pergi sendiri setalah sopir pribadinya pulang seorang diri.

"Gimana? Udah ada kabar di mana Oma sekarang?"

Riski menggeleng cemas. Entah mengapa saat ini perasaanku tidak enak. Aku merasa telah terjadi sesuatu yang buruk pada Oma.

Hingga akhirnya sebuah panggilan masuk ke ponsel Riski.

1
Remince Silalahi
iiiiihhh itu arini bodo ato buta tuli dll sdh dihianiti di fitnah kdrt masih aj berbunga2 hati cuma ramuan sedikit g kls
Remince Silalahi
usirlah semua yg menjadi bokicot itu rini
Remince Silalahi: 💪😍👍🤣😍😍😍😍😍😍👍👍👍
total 1 replies
Hap£!π
endingnya krg greget thor
gmn kbr keluargga galuh
Hap£!π
kok ak deg2an ya thor bacanya
Hap£!π
baru nemu thor
😘
jejak dlu
halutiaphari
semangat💪
TK
lanjut 👍
Hannah
Makasi sudah mampir..hehe
♋Ichageul💞
Hai kemana aja baru up lagi? semangat terus ya
Vanni Maulida
arini terlalu bodoh
halutiaphari
Apa cuma aku ya yang merasa kesal sama sikapnya Riski , dia terlalu plin-plan. Seharusnya jika mencintai Arini tidak perlu main kasar terlebih lagi main tangan.

Maaf ya author, aku jadi ikutan kesel sama Riski 🙏
TK
lanjut
NinLugas
kk aq hdr jgn lp mmpir balik ka
Hannah: makasi ya.
ia..🤗
total 1 replies
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" Datang lagi memberikan like nya. Maaf telat berkunjung, Tapi saya selalu mendukung karya Kakak. Mari saling mendukung, ditunggu Feedback nya selalu. Terimakasih.
Elisabeth Ratna Susanti
suka😍
Rini Rahma
kak, jangn konflik terus nah. kasih arini dan riski bahagia gitu
Hannah: ia, Dek.
makasi y tuk masukannya.
ini rencana mau kk endingkan jdi kk buat konflik dulu sebelum berakhir
total 1 replies
♋Ichageul💞
Ayo tetap semangat dong. Banyak kok yang nunggu kelanjutan kisah Arini dan Risky💪
Hannah: Makasi, Kak
total 1 replies
Kohaku
First
TK
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!