NovelToon NovelToon
DEAL(Kesepakatan Klan)

DEAL(Kesepakatan Klan)

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Pria, 30 tahun. keturunan gelap dari pewaris utama klan, terpaksa menikah untuk memangkas opini keluarga tentang kehidupannya dan demi kesepakatan-kesepakatan lainnya demi menjaga kehormatan klan.

"Bagian mana dari tubuhku yang membuatmu tak pernah berselera untuk menyentuhnya," protes Dorrota sambil menanggalkan seluruh pakaiannya.

"Aku bukannya tak berselera, tapi..."

"Jadi benar kabar yang kudengar, kamu memiliki wanita lain. Ah, bukan! tapi Pria lain!"

"Aku tidak peduli apapun yang kamu pikirkan, kesepakatan tetaplah kesepakatan. Ingat batasanmu!" ucap tegas Math Male meninggalkan Dorrota yang terisak dalam kemarahan dan kekecewaannya.

mampukah Dorrota mengambil hati Math Male?
ataukah Math Male akan menemukan hati yang lainnya?
.......

Hallo reader, karya ini hanya berdasarkan imajinasi author sepenuhnya. jika ada kesamaan nama tokoh, latar atau kejadian, hanya merupakan kebetulan yang tidak disengaja.
selamat membaca,
Salam, author Yoshua,
Semoga Semua Bebahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 20

"Tuan, kita tidak punya jalan untuk masuk ke dalam istana, perang terjadi di sekeliling istana." Bernaz melaporkan situasi yang sangat tidak menguntungkan.

"Aku tahu itu, tapi sepertinya ayah dan adikku baik-baik saja. Hanya aku masih belum melihat Usstica." Miltus tak melepaskan pandangannya ke areal dalam istana, masih ditempat persembunyian mereka.

"Aku rasa pernikahan tidak akan berlangsung jika klan Zuba berhasil dipukul mundur, apalagi aku dengar pemimpin mereka sudah ditangkap dan ditahan oleh klan Male."

"Benarkah? Kamu yakin akan hal itu?"

"Iya, aku tadi mendengar percakapan Uraus dengan anak buahnya, mereka harus menembus istana untuk menyelamatkan pemimpin mereka. Begitu yang aku dengar, Tuan."

"Jika benar seperti itu, kita keluarkan senjata yang terakhir kita ambil dari pembantai tadi, kita gunakan untuk menyerang balik klan Zuba, jangan lupa kita keluarkan senjata andalan yang terakhir berhasil kita uji. Meski itu akan menguntungkan klan Male, tapi kita juga memiliki dendam dan tujuan tersendiri dengan klan Zuba."

"Baik, Tuan."

Bernaz kembali memimpin pasukan untuk melawan pasukan Zuba secara diam-diam. Kebanyakan pengikut Miltus adalah rakyat yang pernah ditindas oleh klan Zuba, itulah sebabnya kesempatan ini mereka gunakan sebaik mungkinkah n untuk turut serta berperang, walaupun pada akhirnya klan Male yang akan diuntungkan.

Pertempuran di dalam istana tak berlangsung lama, berkat kerjasama pasukan Male dan pasukan Codi, berhasil memukul mundur beberapa pasukan Zuba yang masuk ke dalam istana.

"Meskipun aku kehilangan beberapa pasukan, dan beberapa lainnya terluka, tapi kami berterimakasih berkat kalian, tempat ini kembali aman," ucap Mattew.

"Ayolah tuan Mattew, kita sepakat akan menjadikan kerjasama ini sebagai bagian dari keluarga. Lihatlah di sana, anak-anak kita saling jatuh cinta. Aku yakin mereka akan menjadi pasangan terbaik di klan ini," sahut Xillas sambil menunjuk Math dan Dorrota yang bekerja sama membantu para pria yang terluka.

"Ah, benar sekali, mereka begitu kompak dan saling mendukung." Mattew memperlihatkan tatapan teduh merasa bahagia melihat Math tiba-tiba berubah menjadi sosok peduli dengan hal-hal lain.

"Ayah, diluar istana masih terjadi perang hebat melawan pasukan Zuba yang terlalu banyak. Aku akan turun tangan bersama Zurick." Redrik melapor sambil bergegas membawa pasukan lagi menuju luar dinding istana.

"Baiklah, berhati-hatilah."

Mattew memerintahkan beberapa perempuan dan laki-laki yang bertugas membersihkan dan menata ulang aula dan beberapa tempat di bagian istana yang berantakan karena perang. Noda-noda darah yang tercecer pun segera dibersihkan oleh orang-orang yang ditunjuk Mattew.

"Math, benarkah kamu jatuh cinta pada Dorrota? Tak biasanya kamu begitu penurut." Salah satu sepupu Math datang menyela saat Math masih membantu merawat beberapa orang yang terluka.

"Memangnya kenapa?" Math menyahut seperlunya.

"Aku tahu semua kamu lakukan hanya untuk mendapatkan tahta kepemimpinan kan? Dasar serakah!" Polland begitu picik menyerang Math

"Aku tidak perlu berusaha pun, atau aku menikah dengan siapapun, aku tetap akan menjadi pewaris utama. Kalau kamu keberatan, kamu bisa mengajukan banding. Para tetua dan kakek, pasti bisa mendengarkan suaramu."

"Cih! lihat saja nanti, aku tidak akan membiarkan kemujuran selalu berpihak padamu. Aku tahu banyak rahasia busukmu." Polland tak berhenti mencerca.

"Semua orang di istana ini memiliki sisi busuk, tidak perlu mengajariku tentang hal itu," sahut Math tanpa penekanan.

"Benar apa katamu, tapi keluarga terburuk adalah keluargamu. Sifat ayahmu yang tak tahu malu, akhirnya menurun padamu."

"Jangan hubungkan aku dengan siapapun! Aku adalah aku. Aku punya cara sendiri untuk mengambil apa yang memang seharusnya menjadi milikku," ucap Math pongah.

"Hahaha ... kamu yakin hal itu? Kamu satu-satunya pria di tempat ini yang tidak memiliki kemampuan bertarung. Bagaimana bisa kamu menjadi pemimpin? Sungguh lucu kamu Math, Hahaha ...." Polland terbahak.

"Kita lihat saja nanti." Math tak terpancing dengan semua sindiran Polland.

"Hmm, benar kita lihat saja nanti. Banyak rakyat yang tidak menyukaimu. Aku pastikan kamu tidak akan bisa mengambil tahta. Jadi aku harap kamu tidak akan kecewa nanti. Hahaha ...." Poland tertawa keras, lalu beranjak meninggalkan Math.

"Aku sarankan jangan membuang-buang energimu, Polland, usahamu tidak akan pernah berhasil," ucap Math menyunggingkan senyum licik di sebelah bibirnya.

"Oh, ya? Pemimpin homoseksual tak akan diterima oleh rakyat." Polland kembali menyerukan hal yang belum terbukti kebenarannya.

"Jaga mulutmu Polland!! Anakku tidak seperti itu!" Kallida menyahut setelah tak sabar dengan celotehan Polland.

"Ah, Bibi ... kalian sama saja pengecut. Hahah ...."

"Polland!! Kamu!!"

"Kami mendengar semuanya nyonya, kami juga tidak bodoh, semua kabar tentang tuan Math sudah tersebar. Kami sebagai orang biasa di klan ini, hanya menginginkan bukti jika tuan Math tidak sesuai dengan kabar itu. Tapi dari kejadian hari ini, kami justru semakin tahu jika keluarga kalian memang sangat payah," ujar seseorang yang juga berada di sana.

"Benar, jangan berpura-pura jadi manusia baik. Aku tidak sudi kalian bantu, sebaiknya nyonya membawa putra haram itu pergi dari sini. Bodoh sekali nyonya ini mau menyayangi anak wanita kotor."

"Diam kalian semua!" Math berdiri dengan kasar, namun Kallida segera menarik lengan Math dan membawanya meninggalkan tempat itu.

"Cukup, Math, mereka bukan tandingan kita. Kita menyingkir saja. Percayalah kakekmu sangat menyayangimu, kita balas nanti."

Math pun merasa lelah dengan semua cibiran dan umpatan semua orang, kali ini ia memilih menyingkir mengikuti arahan ibu tirinya.

"Math, bisakah kita bicara? Ikuti kakek sekarang," ucap Mattew saat berpapasan dengan Math yang dituntun Kallida di lobi.

...****************...

To be continue...

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
aku pilih met-kaktus adu jotos aja/Chuckle/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
jadi bayangin kepompong aku
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
otakmu itu yg terlalu
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
nah, kalo gini sih waras
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ealahhh
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
gak. mesh udah bekasnya kaktus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
kalo met met tahu si kakatus nana ninu nano nano, habis dia
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
baik apa? udah jadi teh celup gitu /Smug//Smug/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini termasuk klifhanger bukan sih?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: yg bukan lelaki cadangan itu aku kaya gak bisa menjiwai gitu.
edi juga bilang yg itu lebih seperti tokoh yang sedang bermain peran. sama sekali tidak hidup. makanya abang gak usah intip
aku aja lebih bisa ngerasain sesuatu di setelah kau jandakan
total 10 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
masa tangan laki lembut, Dor?
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
Cerita yang bikin perasaan reader campur aduk... tapi syukurlah semua berakhir dengan damai. walau sebenarnya pengen Kallida dapat hukuman yang lebih🤭 tapi memang dia juga udah berjasa merawat Math dari kecil. semoga Math Dorrota Mesh akur2 yaa,jangan nambah selir Math udah pas tuh kanan kiri wkwk 🤣 Math keren,bisa merubah aturan2 konyol hingga jadi lebih baik 😄ikut seneng juga buat Miltus Usstica,semoga selalu bahagia 🥳
Makasih juga buat bang yosh,keren novelnya, walaupun kadang2 bikin pengen demo wkwk 🤣 semangat terus bang,ditunggu karya2 selanjutnya 😄 jangan bikin yang sad ending Mulu bang hehe
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉: idih idih 🤣🤣
total 2 replies
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
akhirnya kelar juga ya bang 🤭
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
emang paling bener Mattew meninggoy,dia nih biang kerok dari semua kericuhan ini... dibalik sikapnya yang bijaksana,dia juga penuh intrik,bahkan sampai mengorbankan kebahagiaan anaknya sendiri 🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aku nggak habis pikir sama kakek Mathew, kenapa juga dia mengurung Helena,padahal tau kalo Ted cinta mati sama dia,terlalu kolot sih aturan di klan Male 🙄🙄🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kekuasaan benar2 bisa membutakan mata seseorang,bahkan sampai tega melukai keluarga sendiri /Frown/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
entah harus seneng atau sedih baca part ini, senengnya akhirnya Math bisa menerima Dorrota,tapi kok dimadu yaa /Frown//Silent/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bener tuh,semua orang punya rahasia dan kepentingan pribadi,jadi bingung mana yang harus dipercaya
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
haaiishh para lelaki ini seenaknya sendiri menjadikan perempuan jadi taruhannya,nggak like pokoknya /Hammer//Hammer//Hammer/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
sukuriin/Proud//Proud//Proud/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
karma dibayar tunai 😌
tapi masih kurang sebenarnya... masih belum sebanding sama kejahatan yang dilakukan Kallida 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!