NovelToon NovelToon
THE EAGLES OF DEATH

THE EAGLES OF DEATH

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:448k
Nilai: 4.9
Nama Author: lisaautmptri

SEASON 1
"DIAM MENAKUTKAN, BERGERAK MEMATIKAN." Semboyan dari sebuah gank remaja SMA Taruma Bangsa.
Orang bilang, masa SMA adalah awal dari sebuah perjuangan. Putih Abu menjadi saksi, pahit manis kehidupan tanah suci pendidikan.

SEASON 2

Bagi Nabila, Zein adalah segala nya. Zein adalah hidup nya.

Bagi Zein, cinta dan ungkapan perasaan itu dua hal yang berbeda. Dia bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaan melalui ucapan atau perbuatan.

Bagi inti 'The Eagles' persahabatan adalah segala nya, susah senang kehidupan akan mereka jalani bersama. Menjalani kehidupan dengan tujuan masing-masing? Boleh saja, namun 'The Eagles' tetap menjadi prioritas.

Siap mengikuti kisah percintaan dan persahabatan mereka? Jangan lupa klik favorite untuk mendapat notifikasi saat update.

Akun ig @_lisaautmpri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THE EAGLES OF DEATH 20

Jam delapan malam Nabila baru sampai rumah, gadis itu masuk melalui pintu samping. Bertemu dengan ibu nya yang baru saja menyiapkan makan malam bersama seorang pembantu lainnya.

"Assalamualaikum, aku pulang!" sapa Nabila sembari melepas sepatu nya, lalu berlari menuju kamar untuk mandi dan berganti pakaian.

Selang tiga puluh menit kemudian, gadis itu sudah keluar lagi dengan kaus oblong dan celana panjang. Memang gerah sih, biasanya kalau di kamar Nabila hanya menggunakan celana di atas lutut. Kalau sekarang? Walaupun tidak berhijab tentu saja harus mengenakan pakaian sopan, majikan nya memakai cadar begitu.

Rambut yang masih setengah basah Nabila biarkan tergerai, gadis itu berniat membantu ibunya menyiapkan makan malam. Tapi di ruang makan tidak ada orang, hanya makanan yang sudah tertata rapi diatas meja.

Tidak lama turun Lastri, yang juga bekerja seperti ibunya. Tugasnya mencuci, mengepel, dan merawat taman didepan.

"Ibu dimana? Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Nabila menawarkan bantuan.

Lastri tersenyum, wanita itu sepertinya sedang bergegas mengambil sesuatu. "Tidak perlu, saya sama ibu kamu lagi menyiapkan koper tuan sama nyonya. Besok pagi mereka berangkat ke Singapura, papa nya Tuan Rayhan mau di operasi." Ucap Lastri berlari ke gudang belakang untuk mengambil koper.

Nabila menahan senyum, jika tuan dan nyonya nya pergi artinya anak mereka juga pergi? Si Zein itu, berarti tidak ada yang akan mengganggu nya kan? Hahaha, akhirnya merdeka!

Nabila hampir melompat kegirangan sebelum sebuah suara meneriaki dari kejauhan.

"Tolong buatin susu hangat," perintah Zein dari lantai dua. Nabila mendongak, hanya melihat kepala pemuda itu yang menyembul dari pembatas tangga.

Mendengus kesal dan berpura-pura tidak mendengar, Nabila kembali ke dapur untuk menyiapkan makanannya sendiri.

Dia pikir aku pembantunya apa! Dengus gadis itu menghentakkan kaki.

Ya memang pembantu nya sih, ucapnya lagi pasrah akan kenyataan jika sekarang ini dia memang seorang pembantu. Seorang anak pembantu.

Melihat cucian piring yang menumpuk, Nabila mengambil inisiatif untuk mengurangi pekerjaan ibunya agar bisa beristirahat lebih cepat malam ini.

"Kau dan aku, tercipta oleh waktu..." sembari bersenandung ria, Nabila dengan cekatan mencuci piring-piring kotor yang entah berapa jumlahnya ini.

"Naah selesai," ucap gadis itu mengeringkan tangan.

"Astagfirullah, Abu Lahab!" teriak Nabila tertahan saat berbalik, melihat Zein berdiri di hadapannya dengan tatapan tajam yang mengiris.

Nabila menutup mulut lancang nya saat melihat raut wajah Zein bertambah marah.

"Siapa yang lo sebut Abu Lahab?" tanya Zein tak santai.

Kayla yang kebetulan lewat mengalihkan perhatian mereka, Zein tersenyum sarkas. Ini saat nya membalas dendam pada gadis menyebalkan dihadapannya itu.

"Maa, mau susu hangat," rengek Zein menghampiri Kayla lalu merengek manja pada mama nya.

"Mama masih punya pekerjaan, nanti mama buat kan ya," ucap Kayla tersenyum dibalik cadarnya. Terlihat dari mata nya yang menyipit.

"Jangan!" ucap Nabila mengalihkan perhatian ibu dan anak yang tengah berpelukan itu. "Biar saya aja yang buatin," ucapnya sopan.

"Ya sudah tolong ya Nabila, saya masih ada pekerjaan. Maaf merepotkan ya," ucap Kayla yang langsung meninggalkan mereka berdua.

Zein tersenyum puas, tadi kalau Nabila tidak langsung menyela dia sudah berniat mengadukan gadis itu.

Zein duduk di kursi, sedangkan Nabila bergegas memasak air. Padahal kan air panas memang ada, tapi tuan rumah tidak tahu diri itu mau air mendidih di atas kompor.

Lima menit berlalu, berusaha tersenyum selebar mungkin. Nabila menaruh segelas susu hangat di atas meja, melirik Zein yang tengah fokus pada game online nya.

Tidak ingin berurusan lebih lama dengan makhluk menyebalkan itu Nabila langsung berlari ke kamar.

Baru saja menutup pintu, suara Zein terdengar dari depan sana.

"Kurang manis!" suara nya terdengar jelas.

"Kurang manis gimana?" tanya Nabila menghampiri, jelas-jelas takarannya sudah pas.

"Buatin lagi," perintah Zein masih fokus pada layar ponsel.

Sabar Nabila, sabar.. Orang sabar disayang Tuhan. Begitu kata orang-orang zaman dulu, jika ingin disayang Tuhan maka harus bersabar dalam setiap ujian.

"Baik tuan!" ujar Nabila dengan nada yang menjengkelkan.

Zein terkejut saat suara gelas menghantam meja dengan keras, melihat wajah Nabila yang tertekuk seperti baju kusut.

Pemuda itu menunduk, tersenyum puas melihat Nabila yang menahan amarah. Zein meraih gelas, menghirup susu kedua yang diberikan padanya.

"Ini kemanisan, lo mau bikin gue diabetes di usia muda?" sentak Zein menaruh gelasnya kembali.

"Buatin lagi," perintah yang ketiga kalinya.

Nabila mendengus semakin kesal, Zein pikir dirinya bodoh apa. Pemuda itu sejak tadi hanya mempermainkan nya saja. Seringai mencurigakan muncul di bibir Nabila, meraih gelas lalu kembali membuatkan yang baru.

"Ini tuan, silakan diminum susu nya." ujar gadis itu menahan senyuman agar tidak mencurigakan.

"Aku mau ke dalam, kalau masih salah buat aja sendiri," ucapnya kemudian meninggalkan Zein yang masih sibuk dengan ponsel.

Zein menaruh ponselnya, lalu tersenyum puas karena sudah mengerjai Nabila.

Idih senyum-senyum lagi, kamu pikir cuma kamu yang bisa mengerjai aku heh? Seringai Nabila mengintip dibalik pintu.

Senyum nya manis juga, gumam Nabila tanpa sadar.

"Astagfirullah, Astagfirullah, Astagfirullah," menyesali ucapan sendiri.

Zein menyeruput susu manis pesanan nya, sedetik kemudian menyembur lagi keluar.

"Astaga!" teriak nya memuntahkan sisa yang masih terasa dimulut, Zein berlari mengambil air putih, meneguk habis semua nya agar menetralkan rasa dimulut nya.

"Hahaha, mampus kamu. Karma itu selalu ada tuan Zein yang terhormat," Nabila cekikikan sendiri membayangkan rasa susu yang sudah dia campur garam tiga sendok.

Rasa itu pasti tidak akan pernah dilupakan Zein, hahahaha.

* * *

"Kamu jangan nakal disini, jangan keluyuran, jangan tinggal solat lima waktu nya, jangan telat makan, jangan...,"

"Iya mama," jawab Zein memeluk erat Kayla, jika tidak segera dihentikan masih banyak wejangan-wejangan lain harus ia dengarkan.

"Jangan pulang malam-malam!" peringatan dari papa nya, Rayhan. Pria yang sudah mengenakan jas rapi itu menarik Zein kedalam pelukannya.

"Paa, Zein udah besar," Zein memberontak minta di lepaskan, dia kan sudah besar tapi masih saja di perlakukan seperti anak kecil oleh Rayhan dan Kayla.

"Papa sama mama pergi dulu, kalau sudah sampai kami kabari." Ucap Rayhan mengecup puncak kepala anaknya, bergantian dengan Kayla yang mengecupi seluruh wajah Zein sudah seperti anak bayi yang menggemaskan.

Nabila tersenyum gemas melihat tingkah keluarg harmonis itu, ada rasa cemburu juga dalam hatinya. Seumur hidupnya, tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tua lengkap seperti itu. Entahlah, sepertinya dalam kehidupan ini dia memang tidak memiliki kesempatan untuk merasakan kasih sayang seorang ayah seperti anak-anak lainnya.

🌸

🌸

🌸

1
Rizka Ajah
yaiyalah harus berakhir,, cantik tp gatau diri
Naylatul Maufiroh
mantap ceritanya bagus
Naylatul Maufiroh
😂😂seru seru
gah ara
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
gah ara
😂😂😂
gah ara
,kagak ada ponsel kasihan
gah ara
😂😂😂😂
gah ara
🤭🤭🤭🤭😂😂
yuhuuuu
keren karya² mu Thor...
Yanti
aku udah baca dua kali 🥰
mau tanya Thor , novel kisahnya anaknya si Zein ada gak ☺️
Grizelle
Om somplak ye😂🤣🤣
Grizelle
🤣😂😂😂 si Kevin emang bikin mood naik sih, nggak pernah gagal bikin ngakak
Grizelle
🤣😂😂😂😂 asli ni temen pada somplak, tapi bener juga sih kurang umur dekat dengan kematian
Grizelle
Masya Allah, jazakillah khairan katsiira untuk authornya
Apalagi ada cerita tentang nabi
Grizelle
Padahal yg nyari kesempatan malah dia sendiri 😂🤣 dasar Kevin
Grizelle
Makanya jangan terlalu percaya diri dan punya ekspektasi tinggi. Kalo kenyataan nggak sesuai harapan kan yg sakit juga diri sendiri, akhirnya kecewa
Grizelle
🤣😂😂
Grizelle
Udah omes ya
Grizelle
Emang curhat sama temen somplak mah gitu ye
Grizelle
Bisa-bisanya ya nanya gitu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!