NovelToon NovelToon
Dear Mommy

Dear Mommy

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:651.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosee_

Novel ke-enam

Kejadian satu malam dengan pria lain akhirnya merusak kepercayaan Louis terhadap Elena. Setelah bercerai dan terpaksa meninggalkan putranya yang masih berusia dua bulan, Elena memutuskan mendekati kembali putranya yang kini berusia delapan tahun.

Karena keadaan tersebut, Elena rela dipanggil bibi oleh putranya dan menjadi orang lain demi menghindari tatapan kebenciannya.
Dengan percaya diri ia membuat kesepakatan dengan mantan suami yang menyadari kehadirannya.

"Aku jal*ang yang mempesona, kan?" senyumnya tanpa beban. "Aku hanya minta waktu satu tahun dari seumur hidup yang kau punya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jealous

Pagi di jalankan di kediaman Halbert seperti biasa. Sarapan di isi oleh keheningan, kecuali bunyi dentingan sendok dan garpu yang beradu pelan. Elena seperti biasa pun tetap berdiri di samping kepala pelayan seperti yang lainnya. 

Hingga keheningan tersebut di pecahkan oleh suara dering ponsel seseorang. Semua mata langsung tertuju pada satu orang. Elena berdehem untuk menghilangkan kecanggungan, kemudian mengambil ponselnya dari saku celana. 

"Halo, Jeff," bisiknya di tempat. Di kursinya, Louis menatap tajam Elena. Jarak mereka tidak terlalu jauh untuk Louis mendengar bisikan yang entah mengapa membuatnya kesal itu.

"APA?!" pekikan tiba-tiba Elena, kembali membuat banyak mata tertuju padanya. "SEKARANG?!" Lagi.

"Tidak bisa. Aku harus mengantar Noah," katanya lagi di telpon, hampir melupakan semua orang disana. 

"Ada apa, Bibi?" tanya Noah.

"Tidak apa-apa, Noah. Lanjutkan makanmu," ujarnya lembut, kemudian melanjutkan lagi bicaranya di telpon. "Aku akan pergi. Tunggu lah sebentar—"

"Ekhem!" Louis menginterupsi.

Elena spontan menutup mulutnya. "Sampai jumpa!" Tutt. Mematikan ponselnya sepihak, lalu berdiri tegak.

Noah menatap Elena dan Louis bergantian beberapa saat. Hahh ... kapan ayahnya akan berhenti menatap tajam pada calon ibunya ini, tetapi jika dilihat-lihat, ayahnya seperti itu sejak Elena menyebut nama Jeff. Apa ayahnya cemburu? Ide kejahilan muncul saat itu juga di kepala Noah. Ini kesempatan untuk membalas ayahnya, kan?

"Apa itu Jeff, Bibi?" Lirikan Louis berpindah pada Noah, kemudian kembali pada Elena lagi.

"Iya! Memangnya siapa lagi, haha." Hanya pria itu yang berani mengganggunya. 

"Dia pasti merindukan, Bibi. Beberapa hari ini kalian, kan, kalian tidak bertemu." 

"Mungkin," jawab Elena asal.

"Memangnya Jeff kemana? Dia juga tidak datang ke sekolah." Tepat sasaran. Kali ini Louis menatap tajam pada Noah.

"Dia sibuk bekerja. Sudah, tidak perlu pikirkan dia. Habiskan saja makananmu," kata Elena tanpa sadar mendekat dan mengisi kembali piring Noah dengan roti panggang. Perlakuannya mengundang senyum dari Rosemary.

"Bibi ... aku kenyang," ujarnya memelas.

"Ini terakhir."

"Aku permisi sebentar," pamitnya tak lama kemudian. Tanpa persetujuan, Elena berjalan cepat ke belakang. 

"Elena jadi terburu-buru ya, Noah."

"Iya, Grandma. Pasti tidak sabar bertemu Jeff," kata Noah sambil melirik ayahnya. 

"Memangnya siapa itu Jeff?" 

"Pria yang selalu bersama bibi, bahkan sudah mengetahui semuaaa ... kebiasaannya!" 

"Dia pasti penting bagi Elena." Rosemary mengangguk paham. Lebih tepatnya membantu sandiwara Noah. 

Cih! Jika ada yang penting, kenapa wanita itu masih sibuk menggoda pria lain, umpat Louis kesal. 

"Kenapa kalian berbicara saat makan. Mom, jangan mengajaknya bicara lagi," peringat Louis kesal.

Noah dan Rosemary menahan senyum. Mereka melanjutkan sarapannya kembali. Sedangkan, Elena belum kembali juga sampai mereka selesai. 

"Dimana dia?" Louis bergumam kesal sejak tadi. Ia ikut menunggu untuk menemani Noah di luar mansion. Lebih tepatnya di depan mobil dengan Lucas.

"Sudah kubilang pergi saja, Dad. Bibi pasti keluar." Padahal mereka menggunakan mobil berbeda, tapi ayahnya tetap keras kepala menunggu.

"Aku harus pastikan dia melakukan pekerjaannya dengan benar!"

Bilang saja daddy kesal, kan? cibir Noah dalam hati. Ayahnya terlihat sekali jika sedang cemburu. 

"Astaga ... kau juga menunggu, Louis?" Elena terburu-buru mendekat. Ia harus menemui seseorang hari ini, jadi sebisa mungkin harus berpenampilan seperti biasa. 

"Bibi ada acara?" 

Pasalnya penampilannya sekarang sudah kembali seperti semula. Elena tidak lagi terlihat seperti pengasuhnya, melainkan seperti wanita konglomerat pada umumnya. Semua barang bermerk dari kepala hingga kaki yang pastinya semakin membuat panas seseorang karena penampilan cantiknya.

"Aku ada pekerjaan. Aku antar kau lebih dulu—"

"Tidak perlu!" potong Louis. "Kau ikut dengan Daddy, Noah. Biarkan dia pergi menemui orang penting itu." 

Eh?

"Tidak begitu penting, kok. Aku masih bisa mengantar Noah." 

"Ck! Tidak penting, tapi kau memperbaiki penampilanmu hingga setengah jam." 

Elena membisu. Kenapa situasi ini seperti tidak asing, ya? Mirip seperti saat Louis sedang cembu— ru? Elena melebarkan senyumnya setelah menyadari, lalu mendekat pada Louis dengan centilnya.

-

-

-

1
mimief
setiap orang selalu mempunyai luka dan derita
tapi jangan pernah menjadikan alesan untuk menyakiti orang lain apalagi terjadi yg namanya pembullyan
karena kita tidak tau seluka dan setrauma apa orang yg mengalami nya.
kau tau apa yg lebih kejam dr pembullyan itu sendiri
yaitu pengambian dan tidak melakukan apa apa .
korban satu akan membuat pelaku kejahatan yg lain.

nice ending
beautiful story
mulai saat ini pelajaran buat kita karena kesalahpahaman akan membuka kejahatan yg lain
lindungi dirimu sendiri dengan melindungi orang " sekitar mu
tapi yg utama.... lindungi dirimu sendiri
mimief
😍😍😍😍🫰
mimief
makanya jangan bercanda dengan kesakitan orang lain
bullying bukan hanya sekedar kenakalan remaja saja
apalagi terlihat teman temannya tidak ada rasa menyesal.
karena perbuatannya memberikan trauma mendalam.
jangan menormalisasikan kenakalan remaja ini
ini adalah sebuah. kriminalitas.
karena kita ga akan pernah tau,sedalam apa efek nya pada tiap korban
dan ketika membalas apa yg dia rasakan ketika dulu,dia di cap sebagai penjahat.
double standar bukan?
segala sesuatu itu tergantung sudut pandang orang 🥹🥹
mimief
itu...bentuk sayang seorang ibu yg tulus
mimief
jujur...sama karya yg ini aku terhanyut Thor.
ga ada dan ga akan pernah ada yg bisa membandingkan seciah cinta seorang ibu buat anaknya.
apalagi melukiskan seberapa megah dan besarnya rasa cinta ibu.
akhhh
sakitnya Ampe kedalem Thor, karena aku juga seorang ibu 🥹
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
awesome moment
care yg beda
awesome moment
ibu elena tu iblis dajjal. tampilan malaikat tak bersayap daleman...dewa dajjal
awesome moment
ikutan 😭😭😭
awesome moment
bnr2 kekejian yg hqq. anak dipisahkan dri ortunya oleh kelg yg hrs.nya melindungi
awesome moment
elena ambil keputusan tepat. buat p buang energy menjelaskan pd org yg ogah menerima informasi.
awesome moment
kelg kandung elena keji bgts
awesome moment
elena dijebak. dan...kelg kandungnya dibalik smua jebakan tu
awesome moment
whoah...elena pasti bikin perkara lg n
awesome moment
elena g peduli ttg pandangan louis. slama dia bnr, bomat sm orla. s7 bgts
awesome moment
ternyata elena korban egoime kelgnya. kasihan bgts
awesome moment
s7 dgn elena. drpd sibuk klarifikasi mendingan kerja keras utk lbh beruang
Sophea Marpaung
extra part Thor plis😭
Ahyar 99
pdhl elena ga jahat 2 temannya yang jahat kn
Ahyar 99
😭😭😭 mewek part ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!