NovelToon NovelToon
3 Days, 2 Nights, 1 Love

3 Days, 2 Nights, 1 Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:124.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Quin

Jayden harus menerima takdirnya sebagai seorang bintang, merasa tak memiliki orang yang mencintainya dengan tulus, bahkan Kayla, kekasihnya yang bertahun-tahun dicintainya, hanya memanfaatkannya untuk ketenarannya.

Hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang wanita, wanita yang memandangnya dengan cara berbeda, namun bukan hanya itu yang dia temukan, 2 dunia yang berbeda memisahkan mereka bahkan sebelum kuncup cinta bisa mengembang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Hati Jayden hanya milikku

"Halo?" suara Mery terdengar dari sana.

"Mery, ini aku Jayden!" kata Jayden begitu senang, dia bahkan sampai mengusap rambutnya, lupa kalau rambutnya sudah ditata sedemikian rupa untuk keperluan panggungnya.

"Oh, Jayden, apa kau sudah sampai?" tanya Mery basa-basi, melihat Launa yang hanya duduk diam di depan rumah mereka, duduk di ayunan bawah pohon, padahal sekarang sudah begitu lama, Mery tahu, Launa selalu melakukan hal itu jika menunggu dirinya pulang, kali ini rasanya bukan Mery yang dia tunggu, pastilah Jayden.

Mery sebenarnya tak ingin mengaktifkan ponselnya seharian ini, namun melihat wajah muram Launa dia merasa benar-benar tak tega, tak pernah Mery melihat Launa begitu sedih, terakhir kali dia melihat wajah sedih itu adalah saat dia pertama kali dititipkan ke keluarganya.

"Ya, sudah, bagaimana keadaan Launa?" tanya Jayden, dia menggigit bibirnya yang merah karena lipgloss yang dibubuhkan Darla tadi.

"Dia cukup kecewa karena kau pergi tanpa pamitan, dia juga sedih, apa kau punya waktu untuk berbicara dengannya?" tanya Mery sekali lagi melirik Launa yang hanya diam di ayunan itu.

"Ya, Tentu," kata Jayden yang sedikit tak bisa mengontrol dirinya, rasanya campur aduk, semangat, sedikit cemas, kebanyakan gugupnya namun dia benar-benar tak sabar mendengar suara Launa, Darla yang melihat hal itu hanya tertawa kecil, seseorang jika kasmaran memang terlihat lucu.

Mery berjalan ke arah depan, dengan cepat mendekati Launa, Mery memang tak suka dengan hubungan Launa dan Jayden, itu bagaikan laut yang mencintai bulan di malam yang tenang, laut hanya bisa menikmati sang rembulan dari pantulan dipermukaannya saja, tak mungkin akan bisa bersama, namun melihat Launa seharian ini, rasa dia benar-benar tak tahan, mungkin memang Jayden-lah yang bisa membuat Launa tersenyum.

Mery berjongkok di sisi Launa, Launa yang tahu Mery datang segera mencari dimana keberadaanya.

"Mery?" tanya Launa.

"Jayden meneleponmu," kata Mery menyerahkan ponsel itu pada Launa, Launa diam sejenak, segaris tipis senyuman langsung terpatri, matanya yang redup kembali punya cahaya pengharapan, dia segera mengambilnya, Mery tersenyum, Jayden-lah senyum Launa.

"Halo?" suara halus itu segera membuat Jayden terdiam, dia begitu senang akhirnya bisa mendengar suara itu lagi, lembut dan menenangkan, membuat rasa rindu semakin membuncah, "Halo?" tanya Launa lagi yang tak mendengar suara jawaban dari seberangnya, untunglah segera membuat Jayden tersadar.

"Halo, Launa, aku Jayden," kata Jayden langsung sedikit gugup padahal dia hanya bicara melalui ponsel dengan Launa.

"Jayden," kata Launa dengan senyuman yang begitu mengembang.

"Ya, bagaimana keadaanmu? maafkan aku tidak berpamitan denganmu tadi pagi, aku rasa aku tak akan sanggup pulang kembali jika aku melakukannya, tapi aku harus pulang, aku punya kewajiban yang harus aku lakukan, tapi aku akan kembali, kau masih ingat apa yang aku katakan padamu malam itu kan?" tanya Jayden to do point' saja karena tak ingin sampai kehilangan kesempatan untuk mengingatkan Launa, takut dia tak bisa lagi menghubungi Launa seperti tadi, benar-benar membuatnya frustasi.

"Ya, aku tidak apa-apa, aku juga masih ingat tentang janjimu," kata Launa lembut membuai, suara paling indah yang pernah Jayden dengar.

"Baguslah, Launa ... aku merindukanmu," kata Jayden lagi, mengutarakan semua yang dia rasakan.

Launa yang mendengar itu tersenyum sangat manis, entah kenapa rasanya hatinya pun ikut manis.

"Aku juga merindukanmu," kata Launa membuat Jayden hingga melompat kegirangan, Darla sampai kaget melihatnya, Jayden benar-benar bersemangat sekarang, baguslah, pikirnya.

"Jayden! waktumu sebentar lagi untuk bersiap-siap," teriak seorang panitia, Launa mendengar hal itu.

"Kau sudah harus pergi sekarang?" tanya Launa yang sebenarnya sangat enggan memutus panggilan ini, begitu juga Jayden, mereka baru saja berhubungan.

"Ya," kata Jayden lemah, "aku harus pergi bekerja sekarang," kata Jayden pada Launa.

"Kalau begitu selamat bekerja, semangat ya," kata Launa, membuat Jayden merasa benar-benar terisi semua rasa di dalam dirinya, dia pasti sangat semangat melakukan konsernya ini.

"Ya, baiklah, aku akan pergi bekerja, Launa ... aku mencintaimu," kata Jayden lagi, jantungnya berdetak begitu kencang saat mengatakannya.

Di sisi lain, Launa pun begitu, jantungnya langsung berburu, rasanya pipinya memanas, padahal Jayden hanya mengatakannya dari sambungan telepon ini, namun hangatnya benar-benar terasa hingga dalam hatinya.

"Aku Juga," kata Launa.

Jayden menggigit punggung tangannya yang dia kepalkan, menahan diri untuk tidak teriak dengan keras karena perasaannya yang begitu bahagia, ini pertama kalinya Launa membalas perkataan cintanya, rasanya luar biasa, seperti Jayden bisa melakukan apa saja sekarang.

"Baiklah, aku akan menghubungimu setelah bekerja, mungkin besok, besok pagi setelah aku bangun aku akan langsung menghubungimu, tunggu aku," kata Jayden dengan sangat senang.

"Baiklah," kata Launa senyumnya mengembang.

Jayden memandang layar ponselnya, tak bisa rasanya memutus panggilan ini karena dia takut akan susah menghubungi Mery lagi nantinya, tapi dia harus, Jayden melihat ke arah Darla yang hanya tersenyum menggoda, senang melihat Jayden begitu bahagia, Jayden membalasnya dengan senyum salah tingkahnya.

"Aku akan siap-siap dulu," kaya Jayden.

"Ya! aku yakin kau sudah semangat 100% mendapat dukungan dari wanita itu, tapi aku akan menambahkannya! semangat!" kata Darla merapikan rambut Jayden yang sempat teracak gara-gara Jayden terlalu girang tadi.

Jayden hanya membalas dengan senyuman, dia lalu segera membuka pintu ruangannya, saat dia membuka pintunya, terdengar suara wanita yang kaget, Jayden mengerutkan dahinya ketika melihat Kayla ada di depan ruangannya, Darla yang mendengar hal itu juga langsung melihat ke arah luar, mengerutkan dahinya, memasang wajah begitu masam, ada apa wanita itu ada di depan ruang ganti Jayden.

Jayden hanya memandang Kayla yang begitu tampak cantik malam ini, dengan dandanan glamor dan bajunya yang akan memantulkan cahaya jika terkena, rambutnya yang panjang itu tersusun bergelombang, khas seorang artis papan atas.

Namun tak sedikit pun dari penampilan Kayla yang begitu memukau itu bisa menarik perhatian Jayden, bahkan dia hanya memandangnya sekilas lalu segera pergi meninggalkan Kayla seperti mereka tak pernah punya hubungan bertahun-tahun lamanya.

Kayla yang melihat kepergian Jayden hanya bisa diam saja, matanya tampak tak rela, sedari tadi dia sebenarnya ingin bertemu dengan Jayden, tapi saat dia ingin masuk ke dalam ruang ganti Jayden dan membuka pintunya sedikit, Kayla mendengar suara Jayden yang begitu riang, dia mendengar semua percakapan Jayden.

Launa, gadis itu yang sudah menggeser posisinya dari hati Jayden, entah kenapa Kayla jadi tak rela, dia tahu dia sudah melakukan kesalahan dengan putus dari Jayden, tapi Kayla yakin, dia bisa merebut kembali hati Jayden! gadis itu hanya persinggahan sementara, hati Jayden hanya milik Kayla seorang, sinis Kayla melihat Jayden di ujung lorong itu berbicara dengan panitia acara itu.

"Kau mau terus di sana, atau aku harus memanggil satpam! kau membuat malam tahun baruku menjadi tahun paling buruk!" kata Darla, menarik pintu ruang ganti itu dengan keras lalu menutup pintunya juga dengan keras, membuat Kayla kaget karenanya, Darla benar-benar enek melihat wajah Kayla, wanita bertampang bagai burung merak, tapi hatinya bagai gagak!

Jayden juga sedikit teralihkan mendengar suara keras itu, melihat Kayla yang kaget dia hanya tersenyum tahu pasti itu kelakuan Darla, namun tak lama dia teralihkan, kembali dia fokus dan segera berjalan menuju panggungnya, memberikan yang terbaik untuk para penggemarnya di bawah semua kilau ketenarannya.

1
Wangintowe Tundugi
kok gitu
Wangintowe Tundugi
siapa bibi juliet😁
Wangintowe Tundugi
anak tiri
Susanti
bagus
Susi Yanti
br efisi 29 kok udah berhenti yaaa....
Qie_batubara
ngulang baca...
Teh lia
Aku baca semua novel mu ka,tpi syang knpa di novel ini bikin kecewa ngegantung pdahal kisah nya seru jadi sedihhhhh kk author tolong lanjutin ya ka....
Anonim
penasaran lanjut kak quin...
Rinisa
Cerita nya bagus, sayang sekali tdk di lanjut Kak Quin....
Rinisa
Semua karya novelmu bagus....👍🏻
Mutiara Sani
kak quin ini ngk diterusin lagi ya kk
Kristiana
sampe lupa ceritanya gimana...saking lamanya 😇😇😇
🌻 sinar 🌻
g diterusin kak? ngebut bacanya tyt lom end 😁
kafa ainshod
mbak quin... sayang...

kapan update abang jayden lagi...
udah setahun nungguin nya...
Arika
yg ini gak diterusin?
kafa ainshod
mudah2an Authornya sehat terus, biar bisa update...
Ariez Aprieo
menunggu bab selanjutnya...
Ariez Aprieo
kapan up lagi kak
Ariez Aprieo
ceritanya bagus, sayang sekali gak diteruskan. Aku menunggu update-nya kak.
Sugiati Hisam
😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!