NovelToon NovelToon
Duda Bucin VS Preman Cantik

Duda Bucin VS Preman Cantik

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:503.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lena Laiha

Maisya Meylanie atau yang biasa dipanggil Mei adalah gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, dia biasa dijuluki sebagai preman cantik karena sehari-hari dirinya bertugas sebagai keamanan di sebuah pasar tradisional di daerahnya tinggal.

Suatu hari Mei menolong seorang wanita paruh baya yang membawanya ke dalam berbagai masalah.

Mulai dari dipaksa menjadi bodyguard hingga dibenci lalu dikejar cinta oleh seorang duda sampai terkena masalah yang sengaja diperbuat oleh mantan si duda untuk menyingkirkan dirinya.

Bagaimana kah kelanjutan kisah Mei si preman cantik?

Apakah dia akan bersatu dengan Darren si duda beranak satu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lena Laiha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

"Gimana? Mei mau nerima uangnya?" tanya Aryanti saat melihat Darren dan Bella tiba di rumah.

"Mei gak mau nerima uangnya Ma, katanya dia udah bilang sama Mama kalau dia gak mau dibayar," ucap Bella.

"Iya, dia memang udah bilang gitu tapi Mama pikir dia mau menerima uang itu kalau uangnya diantarkan ke rumahnya."

"Preman pasar itu emang sok gak butuh Ma, padahal tadi temannya bilang kalau dia butuh uang untuk berobat," ucap Darren sembari menggemaskan bokongnya ke kursi di samping Aryanti.

"Berobat? Siapa yang sakit?"

"Gak tahu Ma, lagian ngapain aku nanya-naya entar disangkanya aku kepo lagi."

"Kak, Mei cantik ya tapi sayang udah punya calon suami," ucap Bella.

"Kamu ngomong apa sih? Mau dia udah punya calon suami kek mau dia belum punya calon suami kek, gak ada hubungannya sama kakak."

"Yakin?" Bella menatap Darren dengan tatapan misterius.

"Bukannya semalam kebayang wajahnya terus ya," sambung Isabella.

"Kamu kalau ngomong suka ngarang sendiri deh. Siapa yang mikirin dia?"

*******

"Aman ya, semua aman ya sekarang aye tinggal ngasih makan anak-anak," ucap Mei setelah melakukan patroli di sekitaran pasar itu.

"Iya aman, lu kalau mau pergi l, pergi aja," ucap Dion.

"Ya udah aye pergi dulu ya, Assalamu'alaikum." Mei pun langsung pergi meninggalkan tempat itu!

"Mei-Mei kapan di lu peka dengan perasaan gue," ucap Joni didalam hatinya.

"Woi kenapa lu malah bengong? Entar kesambet lu," ucap Dion.

"Lu apa-apaan ganggu aja," ucap Joni.

"Lu mikirin apa? Sampai kayak gitu."

"Mikirin apa kek, rahasia. Gak semua yang ada di pikiran gue, lu harus tahu."

"Dih, lu sensi amat kayak cewek lagi datang bulan."

"Apaan, bawa-bawa cewek segala," ucap Karen.

"Bukan apa-apa Ren, ini di Joni lagi ada yang mengganggu otaknya."

"Lu kenapa Jon?" tanya Karen penasaran.

"Kagak apa-apa. Udah kita ngopi yuk."

*******

Di perjalanan menuju tempat tinggal anak-anak asuhnya.

Dari kejauhan Mei melihat ada sebuah mobil yang terparkir di tepi jalan dan ada seseorang yang berusaha membuka bagasi depan mobilnya.

Terlihat orang itu sedang memperhatikan mesin mobilnya.

"Kenapa tuh orang?" gumam Mei sembari terus melajukan motor matic nya.

Setelah tiba di dekat mobil itu, Mei menghentikan motornya lalu turun dari motornya!

"Mobilnya kenapa Bang?" tanya Mei sembari berjalan menghampiri laki-laki yang dari tadi menatap mesin mobilnya.

Sebenarnya saat itu Mei sedang terburu-buru tapi dirinya tidak bisa membiarkan orang lain kesusahan.

"Ini mbak, tiba-tiba mesinnya mati."

Laki-laki itu berbalik badan untuk melihat orang yang bertanya padanya!

"Maisya," ucap laki-laki itu.

"Mario."

"Mei ini kamu kan, putrinya Om Rojak?" Mario menatap Mei heran karena penampilan gadis itu yang terlihat berbeda dari pertama dia bertemu dengannya.

"Iya, ini aye. Pan aye waktu itu udah bilang jangan mau mengenal aye lebih jauh lagi karena takutnya nanti kamu kecewa dengan siapa aye yang sebenarnya."

"Bukan gitu Mei tapi kamu yang ini–"

"Ini lah aye yang sebenarnya. Kenapa nih mobilnya?"

"Gak tahu, aku gak ngerti tentang mesin tadi tiba-tiba mobilnya mati."

"Aye periksa dulu ya." Mei mulai memeriksa mesin mobil itu.

Mario hanya diam sembari menatap Mei yang penampilannya seperti preman itu.

"Oh ini mah cuma kabelnya aja kendur tinggal dikencangkan aja," ucap Mei.

"Gitu ya yang mana?" Mario memperhatikan tangan Mei yang dengan lincahnya mengencangkan sambungan kabel itu.

"Ada obeng gak? Kayaknya ini mobil udah lama gak menjalani perawatan. Udah pada berkarat ini."

"Mobil ini emang udah lama gak di gunakan jadi tidak pernah lagi dibawa ke bengkel untuk menjalani perawatan."

"Oh pantas, lain kali kalau mau pergi bawa mobil periksa dulu sebelum berangkat jangan sampai mogok ditengah jalan kayak gini."

Mario hanya diam sembari menatap Mei kagum.

Dirinya tidak mengerti apa pun tentang mobil sedangkan Mei banyak mengetahuinya, untuk ukuran seorang wanita kemampuan Mei cukup luar biasa baginya.

"Udah selesai, coba nyalain mobilnya."

Mario pun menuruti permintaan Mei, dia menyalakan mesin mobilnya dan ternyata mobilnya pun dapat menyala seperti biasanya.

"Eh beneran nyala, terimakasih ya Mei." Mario tersenyum lalu turun lagi dari mobilnya.

"Mobilnya udah nyala lagi, aye permisi ya."

"Mei kamu mau kemana bawa kotak makanan banyak gitu?"

"Oh ini aye mau nganterin pesanan makanan punya orang. Aye duluan udah ditunggu soalnya."

Sengaja Mei berbohong karena tidak ingin mereka tahu apa yang dia lakukan, dirinya tak ingin memamerkan kebaikan yang hanya tak seberapa itu.

"I_iya, terimakasih ya Mei. Hati-hati."

*******

"Ma aku pergi dulu ya. Gaby sayang, Papa kerja dulu ya."

"Iya Pa, hati-hati ya jangan lupa pulangnya bawa Mama," ucap Gaby.

Gaby yang tidak mengerti apa-apa itu memang sering meminta Darren membawakan Mamanya pulang.

Darren yang awalnya bersemangat tiba-tiba wajahnya berubah menjadi lesu karena mendengar permintaan sang putri.

"Sayang, kami gak mau minta yang lain aja gitu? Misalnya eskrim atau kue kesukaan kamu."

"Pa aku gak kenal sama Mama aku sendiri setidaknya kalau Papa gak mau aku tinggal bareng sama Mama, Papa izinkan aku berkenalan sama aku."

"Sayang, nanti Papamu akan membawa Mama untuk kamu ya tapi itu nanti setelah waktunya tiba," ucap Aryanti dengan suara lembut.

"Aku mau Mama, aku mau Mama." Gaby mulai merengek sambil memukuli kursi yang didudukinya.

"Sayang, sayang jangan gitu ya."

"Udah kamu kalau mau pergi, pergi aja. Nanti juga Gaby berhenti nangisnya," ucap Aryanti pada Darren.

Dengan berat hati dan dengan rasa bersalah pada Gaby, Darren mulai melangkahkan kakinya meninggalkan rumahnya.

"Kasian Gaby ini, Joanna itu perempuan macam apa, kenapa dia tidak sedikit pun merindukan anaknya. Gaby tidak tahu apa-apa tapi dia yang harus menanggung akibat dari keegoisan orang tuanya," gumam Sarah sembari menatap Gaby yang sedang dipeluk oleh Aryanti.

*******

"Aaaaaaa!" Mei berteriak karena ada mobil yang hampir menabraknya.

Si pemilik mobil itu segera keluar dari mobilnya setelah berhasil menghindari tabrakan dengan Mei.

"Heh kamu pikir jalanan ini punya nenek moyang lo? Seenaknya aja lu parkir di tengah jalan," ucap si pemilik mobil.

Mei membuka helmnya lalu menatap orang yang bicara dengan nada tinggi padanya itu.

"Kamu!" ucap Darren dan Mei secara bersamaan.

Mereka berdua saling menunjuk satu sama lain dengan mata yang saling bertatapan.

"Kamu! Kamu ngapain parkir di tengah jalan hah? Kamu sudah bosan hidup?"

"Siapa yang parkir di tengah jalan? Aye udah parkir di tempat yang benar kamu nya aja yang nyetirnya gak jelas."

"Jelas-jelas kamu parkir di tempat yang salah masih aja nyolot."

Darren pun langsung masuk kembali ke dalam mobilnya lalu meninggalkan Mei di sana.

"Siapa yang salah, siapa yang marah? Dasar Duda nyebelin!" Seru Mei sembari menatap mobil Darren yang semakin menjauh.

"Mimpi apa aye semalam kok ketemu orang itu sampai dia kali. Dasar duda nyebelin, duda judes, duda yang hobinya marah." Mei terus menggerutu sembari menaiki motornya.

Bersambung

1
Nurwahida Nasar
klu boleh mending yg lain daripada org udah menyakiti mu
Lena Laiha: hmm, tapi cinta kadang aneh
total 1 replies
Neni Rolaeni
jangan bayak" yg jahatyh dh kl bs bahagia sllu jangn ad yg slg mykiti lh pokoyn
sunshine wings
Luar biasa
sunshine wings: 🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Erna
Kecewa
zhelfa_alfira
tak ada lanjutan apa thor..
zhelfa_alfira: padahal penasaran dengan kisah niki dan lain nya..
total 2 replies
Safni Mardesi
yah kok tamat thoor... mp satya dan lintang blm lg.. gmn ekspresi mereka saat tau kalau semua yg terjadi ulah michele..
Lena Laiha: pindah ke si oren yuk. udah rilis novel baru di sana
total 1 replies
Uneh Wee
ahir cerita bahagia selama nya yah
Uneh Wee: iya ka entar
total 2 replies
Wiwik Retno Eni
pepet terus itu bella mario, sapa tau jodoh
Wiwik Retno Eni
dapat rejeki nomplok buat anak nak
Uneh Wee
lanjut ka
Uneh Wee
awas jngn dulu belah duren nanti aja udah sah biar klian kager
Uneh Wee
ahir nya pada menikah mereka seru kaya nya nanti kya tom and jery mereka
Uneh Wee
niki bhghia bisa bertemu dngn kluarga nya ..tp pasti niki berat ninggalin saudara nya ...apa lgi nyak. babeh dan mey ...mereka. yg mn jd pelindung niki ...semoga kluarga baru niki mengerti
Lena Laiha: semoga saja
total 1 replies
Uneh Wee
klau pak rully jd. kk nya niki dia emng beruntung yh didikn mey emng baik
Uneh Wee: jngn donk
total 2 replies
zhelfa_alfira
semangat....
Lena Laiha: selaluu
total 1 replies
Uneh Wee
mey pasti sedih yah akan berpisah dngn niki semoga setalah niki ketemu kluarga nya niki ga lupa diri yah tetap baik
Lena Laiha: amin, semoga saja
total 1 replies
Uneh Wee
hadeuuh tuh empat. org kn jebakn kya kadal dan cicak
Lena Laiha: wkwkwk
total 1 replies
Uneh Wee
aduh niki kaya nya mau ketemu sama ayah ibu nya
Lena Laiha: semoga saja
total 1 replies
Uneh Wee
hahaha satya kna kau ...mmpus sudah kamu ...hati hti niki sama pak rully
Lena Laiha: haha🤣
total 1 replies
zhelfa_alfira
jadi pak gulu kk nya niki....lanjut lah..
Lena Laiha: betul sekali
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!